
Ke esokan harinya suhu badan Arya semakin panas,,ia demam akibat makan seafood kemaren.
"Yaa Tuhan mas,,badan mas Arya panas banget..aku ambilkan handuk dan air. buat kompres yaa !! "
Raisya pun segera lari ke belakang untuk ambil kompresan..ia sangat cemas melihat Arya sakit.
Beberapa saat kemudian ia kembali sudah membawa air beserta handuk kecil dalam baskom dan ia pun dengan cekatan dan penuh perhatian mengompres Arya yang tengah sakit..
"mas kita ke dokter yaa,,badan mas panas banget ini..biar aku telpon pak Leo untuk antar ke dokter.." Raisya segera menelpon Leo asisten Arya untuk mengantar mereka ke dokter.Selagi menunggu Leo datang Raisya terus mengompres Arya.
Raisya di kamar di temani sang ibu..Bella sudah berangkat kerja dan Nadia juga pergi ke sekolah pagi pagi.
Tak berselang lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah..dan Raisya pun yakin kalau itu pak Leo yang datang..dan yaa beberapa saat kemudian terdengar suara orang mengetuk pintu.
"biar ibu saja yang buka pintu kamu disini tungguin suami kamu.." ibu Widya segera pergi ke depan untuk membuka pintu..sedang Raisya tetap di tempatnya menunggui Arya yang sedang sakit..
"mas..mas bangun dulu bisa kita ke depan sepertinya pak Leo sudah datang..mas masih kuat jalan ke depan..??" tanya Raisya pada suaminya sembari membantunya bangun..setelah terduduk Raisya mengambil tas nya dan memapah Arya keluar dari kamarnya.
Melihat atasannya berjalan sempoyongan di bantu istrinya Leo yang melihatnya langsung sigap membantu membawa Arya masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil Arya berbaring di pangkuan Raisya,,kepalanya terasa sangat sakit bila di pakai bangun..
"buk Raisya antar mas Arya ke dokter dulu ya..mungkin nanti kami akan langsung pulang ke apartemen.." pamit Raisya sebelum meninggalkan rumah ibunya yang sebelumnya tak lupa mencium punggung tangan sang ibu..
Begitu juga dengan Leo..sebelum pergi ia juga berpamitan dengan sopan pada ibu widya.
Pada saat perjalanan ke rumah sakit ibu Lina menelpon Raisya..
"Assalamualaikum ma........ini ma Raisya sedang dalam perjalanan ke RS,,mas Arya alerginya kambuh.......ini kami bersama pak Leo....ya ma nanti Raisya kabari secepatnya...Assalamualaikum ma....?? " Raisya mengakhiri obrolannya di telpon dengan sang mertua..Raisya bisa merasakan ibu mertuanya tadi ikut khawatir hanya dengan mendengar suaranya di telpon tadi saat ia memberi tahu bahwa Arya di bawa ke RS karena alerginya kambuh..
Sesampainya di rumah sakit Leo segera turun dan memanggil perawat untuk memberikan pertolongan pertama untuk Arya,,mereka segera membawa Arya ke ruang IGD.
"maaf pak,,buk silakan di tunggu di luar biar dokter memeriksa pasien.." salah seorang perawat meminta Raisya dan Leo untuk menunggu di luar ruangan.
"mas,,aku tunggu diluar dulu yaa,,! " pamit Raisya sebelum keluar dari ruang IGD.
Arya pun mengangguk pelan..
Selama dokter memeriksa Arya di dalam,,Raisya yang menunggu diluar bersama Leo merasa sangat khawatir,,karena ia tak menyangka efek seafood bagi Arya bisa separah itu.
"pak Leo,,saya minta tolong selama mas Arya masih sakit tolong urusan kantor pak Leo handle dulu.."
"iya buk,,bu Raisya tenang saja saya akan handle semuanya selama pak Arya belum bisa ke kantor.." Leo menyanggupi tugas dari Raisya selaku istri dari direkturnya.
Setelah menunggu beberapa menit..dokter keluar memberi kabar pada Raisya.
"Bagaimana dengan mas Arya om..mas Arya gak kenapa napa kan..? " tanya Raisya penuh kekhawatiran pada dokter yang menangani Arya,,kebetulan beliau adalah dokter Haris,,dokter keluarga Wijaya jadi mereka sudah saling mengenal.
"kamu gak usah khawatir Raisya,,Arya tak apa apa om sudah buatkan resep untuk menghilangkan efek alerginya..mungkin 3 sampai 4 hari Arya sudah kembali sehat seperti semula.." dokter Haris menjelaskan kondisi Arya pada Raisya sekaligus disana juga di dengar oleh Leo sang asisten..
"Alhamdulillah Yaa Allah..terimakasih om atas semuanya,,apa boleh sekarang Raisya masuk..?? " Raisya tak lupa bersyukur karena Arya baik baik saja,,kemudian ia bertanya sekaligus meminta ijin pada dokter itu untuk masuk menemui Arya,suaminya
"boleh silakan,,nanti setelah administrasinya di urus Arya sudah boleh pulang..kalau begitu om pergi dulu ya masih ada pasien yang harus om periksa..salam buat mama dan papa kamu yaa.."
"iya om,,pasti nanti akan Raisya sampaikan pada mama dan papa..sekali lagi terimakasih om.."..
"iya sama sama.." kemudian dokter Haris meninggalkan Raisya dan Leo di ruang IGD untuk kembali melanjutkan tugasnya.
"buk..biar saya yang urus administrasinya,,ibu temani pak Arya saja di dalam.." pamit Leo pada Raisya sebelum ke bagian admin RS..Raisya pun mengangguk dan kemudian masuk ke dalam menemui suaminya..
"mas,,gimana apa masih ada yang sakit..??" tanya Raisya khawatir saat ia sudah berada di samping Arya yang sedang berbaring di bed RS.
"aku gak apa apa,,cuma masih sedikit pusing..kamu gak usah khawatir yaa.." Arya meraih tangan Raisya dengan lembut untuk menenangkannya agar tak terlalu menghawatirkan keadaannya.
__ADS_1
Namun menerima perlakuan Arya seperti itu malah membuat air mata Raisya tak bisa di bendung.
"Sya,,kenapa kamu menangis..sst jangan nangis sayang...aku tak apa apa..dokter juga sudah bilang 3 sampai 4 hari aku akan kembali pulih seperti sedia kala.." ucap Arya seraya menghapus air mata Raisya dengan jarinya..kemudian ia merengkuhnya dalam pelukannya..membuat Raisya semakin menangis dalam pelukannya.
"ssstss jangan pernah menangis lagi yaa,,!! apalagi menangis karena aku,,kamu harus selalu tersenyum.." Arya melepas pelukannya dan menangkup wajah cantik istrinya sambil mengatakan,jangan pernah menangis lagi,,apalagi menangis karenanya,,Raisya harus selalu tersenyum...kemudian selanjutnya ia mencium puncak kepala Raisya yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.
Beberapa saat kemudian Leo datang sudah membawa obat untuk atasannya dan mengurus admin RS nya..
"maaf,, pak ,mbak saya sudah urus adminnya sekaligus menebus resep obatnya,,apa mau pulang sekarang,,kebetulan tadi ibu Lina menelpon saya untuk membawa bapak dan ibu pulang ke rumah beliau..bagaimana pak bu??"
"ya sudah kita pulang ke rumah mama,,kalau kita menolak pasti mama akan kecewa.." Arya berbicara sambil melihat ke arah Raisya dan ia mengiyakan permintaan mamanya untuk pulang ke rumah keluarga Wijaya bukan ke apartemen.
Raisya pun hanya bisa menurut padahal sebenarnya ia takut apabila ia disalahkan oleh mertuanya gara gara lalai menjaga Arya yang notabene putra mahkota keluarga Wijaya.
Setengah jam kemudian mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah rumah mewah keluarga Wijaya.
Raisya pun segera turun dan membantu Arya berjalan masuk di bantu pula oleh Leo.
"Assalamualaikum mah.." Salam Raisya saat memasuki rumah besar keluarga wijaya dan bertemu ibu Lina.
"Waalaikumsalam...Sayang kalian sudah datang,," ibu Lina membalas salam Raisya dan menyambut kedatangan anak dan menantunya..
"Kamu gak apa apa Arya,,,??" tanya ibu Lina dengan nada khawatir..
"bawa Arya ke kamar kalian saja ayo mama bantu.." Ibu Lina membantu memapah Arya ke kamar menggantikan Leo.
"oiya maaf,,bu..saya permisi dulu mau langsung ke kantor.." pamit Arya pada Raisya dan ibu Lina.
"iya makasih ya Leo sudah antar mereka kesini.." ucap ibu Lina pada Leo yang sudah di anggapnya keluarga sendiri.
"iya buk sama sama saya permisi dulu tante.. mbak Raisya.." Leo langsung pergi dari rumah keluarga Wijaya setelah berpamitan dengan sang tuan rumah.
Sebelumnya Raisya pun berkali kali mengucapkan terimakasih pada nya..karena telah mengantarnya ke rumah sakit dan mengurus semuanya sampai pulang kerumah.
"kamu ini kenapa lagi sih Arya..bikin mama khawatir aja,," ucap ibu Lina pada Arya setelah mereka sampai di kamar.
"Arya gak apa apa ma tadi om Haris juga bilang gak apa apa...Raisya saja yang terlalu khawatir.."
"Ya wajar lah Arya,,Raisya ini istri kamu,,pastilah dia khawatir kamu kenapa napa..sama seperti mama,,kalau papa kamu sakit sedikit saja mama sudah khawatir setengah mati.,karena mama gak mau kehilangan papa kamu..begitu juga Raisya,,dia begini karena gak mau kehilangan kamu sayang..Raisya sayang dan cinta sama kamu .." mendengar penjelasan mamanya yang panjang lebar,,Arya menatap Raisya dengan lekat..membuat Raisya merasa gak enak..Arya mengulurkan tangannya dan meminta Raisya duduk di dekatnya.
"Sya,,aku juga sayang sama kamu,,tapi aku gak suka liat kamu menangis apalagi karena aku sayang.." Arya membelai lembut tangan Raisya membuat Raisya kembali meneteskan air mata.
"aku janji gak akan buat kamu khawatir lagi,,aku gak akan membuat kamu nangis lagi..aku menikahi kamu untuk membahagiakan kamu.." Arya merengkuh Raisya dalam pelukannya..padahal ada sang mama disana.
"sayang,,,liat aku.." Arya menangkup wajah Raisya dengan lembut agar ke 2 mata mereka bertemu dan saling bertatap.
"sayang,,,, aku tak akan pernah meninggalkan kamu..sebelum kamu yang memintanya sendiri.,jadi kamu tak kan pernah kehilangan aku.." Raisya mengangguk pelan mendengar ucapan Arya yang terdengar sangat tulus.
"mama bahagia sekali melihat kalian bahagia,,melihat kalian saling mencintai seperti ini,,kalian takut kehilangan satu sama lain..itu menjadi salah satu pondasi terkuat dalam rumah tangga..setelah saling percaya.." ucap sang mama bahagia melihat anak dan menantunya saling mencintai.
"ya sudah mama keluar dulu yaa,,kamu istirahat..oiya tadi mama sudah masak sup ayam ,,biar mama ambilkan buat kamu.."
"biar Raisya saja ma yang ambil kan makan buat Mas Arya mama disini saja.." ucap Raisya saat melihat mertuanya akan ke dapur mengambil makanan untuk Arya..
"Ya sudah kamu tanya bibi ya.." Raisya mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi ke dapur meninggalkan Arya dan mertuanya di kamar.
"Arya,,mama rasa yang kamu nikahi itu bukan manusia.." mendengar ucapan mamanya Arya sedikit bingung.
"maksud mama,,??"
"Raisya itu bukan manusia Arya dia jelmaan malaikat yang dikirim Tuhan untuk kamu,,untuk keluarga kita,,jadi mama minta sama kamu jangan pernah sekali kali kamu menyakitinya..kamu akan sangat menyesal bila kamu sampai kehilangan istri seperti Raisya.." tutur mamanya pelan dan tegas.
"kamu bisa. melihat sendiri kan..efek yang ia bawa untuk keluarga kita?? keluarga kita semakin sempurna sayang,,itu semua karena Raisya,,ia membawa kebahagiaan untuk keluarga kita..mama sama papa sangat bersyukur memiliki menantu seperti Raisya.."
__ADS_1
"iya ma,,Arya juga gak menyangka ma,,sejak pertama kali Arya bertemu dengannya di jalan waktu itu........" Arya menceritakan tentang pertemuan pertamanya dengan Raisya pada mamanya..ternyata awal ia ketemu Raisya,,saat itu pulang kantor ia melihat seorang gadis duduk sendirian di halte.,kondisi hujan deras,membawa keranjang besar..yang waktu itu berisi dagangan kue.
flash back on
Waktu itu Arya selesai meeting dengan relasinya,,disebuah resto..tapi pas mau pulang ia menelpon Leo untuk menjemputnya..dan kebetulan ponsel Leo tak bisa di hubungi..jadi terpaksa ia kembali ke kantor dengan taxi.
Saat ia menunggu taxi pesanannya di halte..ia bersebelahan dengan seorang gadis cantik berambut panjang sedang berteduh juga disana..dengan membawa keranjang berukuran cukup besar.
"Yaa Tuhan sudah sore begini tapi kue dagangan ibu belum habis..bagaimana ini..?? padahal besok waktunya Nadia cek up..bagaimana ini..??" gadis itu bergumam lirih tapi masih dapat diterima dengan jelas oleh pendengaran Arya...
Arya melirik sekilas gadis yang duduk disampingnya itu.
"mbak..maaf kalau boleh tahu..itu yang mbak bawa ..??" sambil menunjuk ke arah keranjang yang ada disebelah gadis itu.
"oh ini pak,,ini kue putu dagangan saya,,buatan ibu saya sendiri..enak kok pak..bapak mau coba,,gratis kok.." gadis itu memberikan sepotong kue putu pada Arya..dan Arya pun menerimanya,,dan ternyata rasanya memang enak.
"bagaimana pak..??"
"hmmm,,enak juga kue putu buatan ibunya mbak.."
jawab Arya jujur,,karena memang rasanya benar benar enak..dan ia melihat isi keranjangnya masih penuh kayaknya belum laku.
"kok masih banyak ?? " Arya kembali bertanya.
"iya pak mungkin karena dari tadi hujan jadi ya begini lah..tapi kita tetap harus bersyukur,,berapapun rezeki yang Tuhan kasih pada kita.." jawab gadis itu pelan.
"kamu benar juga..oh iya bagaimana kalau saya borong semua dagangannya buat karyawan saya di kantor,,pasti hujan hujan begini mereka pengin nyemil..apalagi kue ini enak banget..pasti mereka bakalan suka.."
"beneran pak..?"
"iya,,bagaimana boleh tidak?? " ucap Arya sambil tersenyum.
"boleh pak.." Raisya segera membungkus semua dagangannya kemudian memberikannya pada Arya....
"jadi berapa semua,,??"
"75 rb pak.." jawab Raisya singkat..Arya pun merogoh saku jasnya..dan tanpa menghitungnya..ia memberikan beberapa lembar uang 100 ribuan pada Raisya setelah menerima kue putu dari gadis itu.
"maaf pak ini kebanyakan,," protes gadis itu saat ia melihat beberapa lembar kertas merah di tangannya...tapi Arya malah tersenyum sambil masuk ke taxi online pesanannya yang sudah datang..
"anggap saja itu rezeki kamu..saya pergi dulu..semoga Tuhan mempertemukan kita kembali di lain kesempatan.." Arya perlahan menjauh bersama taxi online meninggalkan gadis penjual kue putu itu.
Flash back off
"jadi Raisya,,gadis penjual kue putu yang pernah kamu temui dulu sebelum ia bekerja menjadi sekretaris kamu..??"
"iya ma,,Arya juga gak menyangka Raisya melamar menjadi. sekretaris aku di kantor.." Arya menjelaskan kisah pertemuan pertamanya dengan Raisya sambil tersenyum..ia juga seakan tak percaya gadis penjual putu itu kini menjadi istrinya..namun tetap dalam tanda kutib..Istri kontraknya.
"inilah yang namanya jodoh..dan takdir,,memang sudah takdirnya kalian berjodoh..." mamanya tersenyum bahagia begitu pula dengan Arya.
"terus apa Raisya ingat kejadian itu..??" Arya menggeleng mendengar ucapan mamanya,,sebenarnya ia merasa agak kecewa karena Raisya tak mengingat pertemuan pertama mereka.
"mungkin ia terlalu sibuk dengan kerjaannya ma..jadi ia tak mengingatnya..apalagi sebelum kami menikah mama tahu sendiri ia bekerja keras untuk biaya pengobatan Nadia..mungkin yang ada di pikirannya saat itu hanya bagaimana cara ia bisa mendapatkan uang untuk biaya pengobatan adiknya itu.."
"iya dan kamu membantunya menggunakan imbalan Raisya agar ia tetap bersama kamu dan bersedia menjadi istri kamu..iya kan..??"
Arya hanya tersenyum menanggapi ucapan mamanya,,mamanya gak salah..memang ia bisa menikahi Raisya karena ia mengajukan syarat itu pada Raisya jika ia ingin mendapatkan uang sebesar 100 juta untuk pengobatan adiknya waktu itu.
"maaf mas agak lama,," Raisya tiba tiba masuk mengejutkan Arya dan mamanya.
"gak apa apa sayang....sini.." ibu lina memanggil menantu kesayangannya yang masih berdiri di dekat pintu.
Raisya pun mendekat dan duduk di sebelah Arya..dan kemudian mulai menyuapi Arya dengan makanan yang dibawanya dari dapur..sup ayam..
__ADS_1
...****************...
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉