Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 85*


__ADS_3

"Arya tunggu kita perlu bicara." kini Firman sudah berhadapan dengan Arya.


Arya pun terpaksa menghentikan langkahnya untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Firman.


"tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, oh iya aku lupa untuk mengucapkan terimakasih sama kamu."


"maksud kamu?"


"ya maksud aku, terimakasih karena kamu sudah berhasil membuat aku gagal nikah dengan Reva sehingga aku bisa mendapatkan pasangan hidup yang lebih segala galanya dari Reva." ucap Arya sembari tersenyum dan menepuk pundak Firman.


"Arya yang terjadi dulu itu hanyalah salah paham saja, jadi jangan lah kamu salahkan Reva dan membenci Reva biarpun kamu sudah menikah dan hidup bahagia dengan istri kamu."


Arya tersenyum getir mendengar ucapan Firman.


"maaf kalau masalah Reva aku sudah gak mau ambil pusing, asalkan dia juga tidak mengusik kehidupan ku terutama istri dan keluargaku."


"Jadi tolong kamu beritahu Reva jangan sekali kali mengusik kehidupan keluarga ku lagi karena dia sudah sering kali mencoba mencelakai istri ku."


"Bukan itu saja, asal kamu tahu aku pernah kehilangan anak ku gara gara Reva yang juga membuat istri hampir gila karena kehilangan bayi kami."


Arya pun berbalik untuk melanjutkan langkahnya tapi sebelumnya ia mengatakan satu hal kembali pada Firman.


"Dan satu lagi, kamu tidak usah khawatir untuk kerjasama kita aku tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dan masalah pekerjaan."


Setelah itu Arya meninggalkan Firman yang masih berdiri mematung di tempatnya.


Ia seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Arya.


Bahwa Reva sudah membuat Arya dan istrinya kehilangan bayi mereka.


Tapi tak mungkin juga kan jika Arya berbohong untuk hal yang seserius ini.


"tidak ini tidak mungkin, aku harus berbicara dengan Reva dan menanyakan langsung tentang hal ini padanya."


Firman pun langsung meninggalkan kantor Arya dan bergegas menuju apartemen Reva.


Lain Firman lain juga dengan Arya.


Seusai meeting dengan klien termasuk Firman dan menyelesaikan seluruh pekerjaannya hari ini.


Ia langsung pulang untuk bisa makan siang bersama istri dan keluarganya.


Sebelum pulang Arya mampir sebentar ke toko kue, untuk membeli cake Keju kesukaan sang istri.


Ia juga mampir ke supermarket untuk membeli susu ibu hamil untuk Raisya agar bayi yang ada di dalam kandungan Raisya sehat terus dan lahir dengan selamat.


Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan, Arya langsung melajukan mobilnya kembali kearah jalan pulang.


Jam 1 siang Arya sudah sampai dirumah.


Sampai dirumah, rumah dalam keadaan sepi.


"assalamualaikum.."


"waalaikumsalam eh mas Arya sudah pulang."


"iya buk,,kok sepi pada kemana?"

__ADS_1


"bapak lagi janjian main golf sama temannya kalau ibu lagi keluar sama eyang..kalau mbak Raisya lagi istirahat di kamar sama non Pelangi mas."


"ya sudah ini tolong bawa ke belakang saya mau ke kamar dulu.."


Arya menyerahkan barang belanjaannya pada bibik untuk di bawa ke belakang atau dapur.


Kemudian Arya pun pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua rumah mewah itu.


Sampai di lantai dua, Arya pelan pelan membuka pintu kamarnya dan berjalan hati hati agar kedua bidadarinya yang sedang tertidur tidak terbangun karena suaranya.


Arya pun meletakkan tas kerjanya dan melepas jas kerjanya kemudian meletakkan nya di sofa dekat ranjang.


Setelah itu Arya pun duduk disamping dua bidadarinya yang sedang tidur pulas.


Arya tersenyum bahagia melihat dua orang terpenting dalam hidupnya sedang damai dalam tidurnya.


Mereka terlihat tanpa beban.


Inilah yang ia inginkan, melihat istri dan anaknya hidup bahagia tanpa beban, ia akan melakukan apapun untuk melindungi dan membahagiakan keluarga kecilnya.


Sesaat kemudian Arya mencium puncak kepada Raisya dan membelai rambut istrinya dengan lembut agar tidak terbangun.


Begitu pula selanjutnya ia mencium putri kecilnya dengan lembut dan hati hati agar tidak terganggu tidurnya.


Arya pun bangkit kembali untuk mandi dan ganti baju dikamar mandi.


15 menit kemudian Arya sudah kembali ke kamar dengan badan yang sudah bersih dan segar.


Arya pun merebahkan badannya di samping Raisya dan memeluk istrinya seraya mencium aroma rambut sang istri yang membuat candu baginya.


Sebenarnya bukan hanya aroma rambut Raisya yang menjadi candu bagi Arya.


Sungguh Arya tak tahu lagi apa yang akan terjadi padanya jika ia kehilangan Wanitanya itu.


Mungkin ia bisa gila atau mati jika harus hidup tanpa istrinya.


Merasakan ada tangan kekar yang memeluknya erat, Raisya pun terbangun.


Raisya tersenyum ketika ia melihat yang memeluknya adalah Arya, laki laki yang sangat ia cintai.


Raisya mendongak,menatap suaminya yang berbaring disampingnya sambil memeluknya.


"mas Arya sudah pulang? " tanyanya pada Arya, Arya pun mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan sang istri.


"iya sayang sudah setengah jam yang lalu." jawab Arya.


"mas Arya sudah makan?"


"belum nanti saja, masih kenyang kita tidur aja dulu, lihat pelangi kita juga masih tidur, pulas banget kelihatannya."


"iya, tadi dia main terus, sambil aku suapin, terus dia tidur habis itu."


"yasudah, kamu juga istirahat ya,,aku juga mau tidur sebentar capek."


Raisya mengangguk mendengar ucapan Arya.


Arya pun kembali mengeratkan pelukannya pada Raisya sehingga Raisya pun tertidur kembali dengan nyaman di pelukan sang suami.

__ADS_1


Malam harinya Arya mengajak seluruh keluarganya untuk makan malam di luar tidak terkecuali ibu Widya, ibu mertuanya dan juga Nadia, adik iparnya.


Sebelum ke restorant Arya menjemput ibu mertua dan adik iparnya.


Akhirnya mereka sekeluarga makan malam bersama di restorant mewah pilihan Arya.


"nah sekarang mama papa, ibu, eyang dan juga Nadia silakan pesan makanannya."


Arya mempersilakan keluarganya untuk memesan menu makanan yang mereka sukai dan mereka mau.


Begitu juga dengan Arya dan Raisya, mereka berdua memesan makanan favorit mereka.


Raisya menyukai nasi goreng seafood sedangkan Arya memilih menu yang lain yang tidak berbau makanan laut, karena ia alergi makanan laut.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang, dan makan malam pun segera dimulai.


"Arya, sebenarnya ada apa kamu mengajak kita semua makan malam diluar seperti ini, apa ada yang spesial atau peringatan khusus hari ini ? atau kamu menang tender lagi?" tanya ibu Lina sang mama.


"ya ma, pa dan semuanya, bagi Arya bisa bersama dengan Raisya setiap hari adalah hal yang istimewa." jawab Arya seraya menggenggam tangan istrinya dan memandang istri cantiknya dengan penuh cinta.


"Raisya, ini sudah ingin eyang tanyakan dari dulu sama kamu ya, sebenarnya apa sih yang sudah kamu lakukan sama cucu eyang ini, sejak kenal sama kamu, dia jadi berubah drastis, dari yang awalnya dingin,ketus,jutek jadi seperti sekarang ini." tanya eyang putri pada Raisya.


Raisya pun hanya tersenyum kemudian memandang suaminya yang juga tersenyum padanya.


"eyang, sebenarnya Raisya gak memberikan apa apa pada mas Arya, dan juga tidak melakukan apa apa pada mas Arya, mas Arya bukannya berubah, tapi inilah mas Arya yang sesungguhnya."


"Apa kamu bilang? kamu tidak memberikan aku apa apa? kamu salah, kamu sudah memberikan hati kamu pada ku, dan itu sudah lebih dari cukup buat ku. Karena cinta kamu aku bisa menjadi laki laki paling bahagia dan paling beruntung di dunia ini.


Aku beruntung karena bisa mendapatkan hati dan cinta kamu."


Ucap Arya seraya mencium tangan sang istri dengan lembut dan itu semua membuat iri dan kagum sekaligus bahagia keluarganya.


"apa pun akan aku lakukan untuk membahagiakan kamu sayang ."


Mama papa dan semua yan berada satu meja dengan Arya dan Raisya merasa ikut bahagia melihat anak dan menantu mereka bahagia.


"mama dan papa juga Kami semua yang ada di sini akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Semoga kalian selalu bahagia hingga menua nanti."


"aamiin" Semua orang mengaminkan doa ibu Lina untuk Arya dan Raisya.


kemudian mereka melanjutkan makan malam mereka.


Apartemen Reva.


Tok tok tok.


Terdengar ketukan pintu di apartemen Reva.


Reva pun segera membuka pintu nya


"ya sebentar.."


Dan alangkah kagetnya ia melihat siapa orang yang datang ke apartemennya malam ini.


"Firman?"


...****************...

__ADS_1


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2