Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 47*


__ADS_3

"bener bener kurang ajar Raisya,,bisa bisanya dia pamer kemesraan di depan gue,,mentang mentang suaminya tajir mlintir..awas elo Sya.,,lain kali pasti gue akan balas penghinaan ini.."ucap Vanesa dalam hati..ternyata dari dulu hingga sekarang sifat iri dengkinya tak berkurang.


Selesai makan siang Arya menemani Raisya belanja..sekalian untuk oleh oleh orang rumah..habis itu baru mereka kembali ke hotel.


"mas,,aku mandi dulu ya,,gerah banget...." Raisya pamit ke kamar mandi..sementara Arya rebahan di tempat tidur.


"iya sayang,,jangan lama lama.." ucap nya sambil tersenyum jail..


Raisya pun menghilang dari hadapan Arya..sedang Arya kini berpikir keras,,apa hubungan Istrinya dengan pria bernama Kevin di masa lalu..kenapa tadi Raisya sampai bilang,,kalau tak kan mungkin meninggalkan Suaminya hanya untuk seorang kevin..??


"ada hubungan apa sebenarnya antara kamu dan pria itu dimasa lalu Sya..??" gumam Arya..dilihat dari cara kevin menatap Raisya,,ia tahu jika pria itu mempunyai rasa untuk istrinya.,tapi semoga saja itu hanya pikirannya saja.


Arya sibuk dengan pikirannya sendiri sampai sampai ia tak menyadari bila Raisya sudah duduk di sebelahnya.


"mas,,air nya sudah aku siapin mas tinggal mandi aja,," ucap Raisya pada suaminya yang sedang melamun.


"mas,,mas Arya..hey.." Raisya memanggil manggil Arya berkali kali karena sang suami sibuk melamun.


"i..iya maaf kamu ngomong apa tadi.."


Arya kaget ketika Raisya menepuk tangannya.


"mas Arya kenapa..lagi mikirin apa..? cerita sama aku.."


"aku gak apa apa sayang,,cuma soal kerjaan tadi..soalnya masih belum beres.."


Arya meraih tangan sang istri meyakinkan kalau ia baik baik saja.


"bener,,cuma masalah kerjaan,,?gak ada yang lain..?" Raisya masih sedikit ragu dengan jawaban Arya..bukan ia tak percaya pada suaminya,tapi ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan Arya darinya.


"iya ada satu lagi yang mengganggu pikiran ku.." ujar Arya selanjutnya.


"apa itu..?" tanya Raisya penasaran,,tapi Arya malah menjawab dengan kerlingan mata yang menggoda.


"aku kangen dengan istri tercinta ku,,dan aku ingin menghabiskan seluruh waktu ku disini dengan nya.." dan seketika Arya menarik sang istri dalam pelukannya,,dan menghabiskan hari itu untuk bercinta dengan sang istri.


Mereka menghabiskan waktu bersama hingga sore hari,,seperti saat ini Raisya masih terlelap dalam pelukan suaminya..mungkin ia terlalu lelah dengan apa yang ia lakukan dengan sang suami hari ini hingga tertidur pulas.


"aku gak akan biarkan seorang pun mengambil kamu dari sisiku sayang,,karena aku benar benar tak bisa hidup tanpa kamu..karena kamu nafas ku,,kamu oksigen bagi hidup ku.."


Arya berbicara lirih pada sang istri yang masih terlelap dalam pelukannya..kemudian mencium kening sang istri.


Tindakan Arya itu membuat Raisya menggeliat pelan karena terganggu tidurnya..perlahan ia membuka matanya,,dan mendongak menatap suaminya dan tersenyum.


"kamu sudah bangun sayang,,?" tanya Arya sambil tersenyum dan mengecup kening istrinya..Raisya pun ikut tersenyum menanggapinya..kemudian mengeratkan pelukannya pada sang suami.


"kenapa..? humb..mau lagi..?" tanya Arya menggoda dan hal itu otomatis membuat Raisya membulatkan matanya karena kaget..ia bisa mati kalau terus terusan melayani suaminya di ranjang seperti hari ini.


"enggak enggak,,aku mau mandi dulu.." Raisya segera kabur dari tempat tidur dan lari ke kamar mandi meninggalkan sang suami yang masih duduk manis diatas ranjang.


Arya pun tersenyum melihat sang istri begitu..tapi ia hanya menggeleng pelan seraya memandang sang istri yang berlari ke kamar mandi.


Arya pun segera bangun dan mengambil ponselnya yang ada di nakas.


Ia mencoba menghubungi Leo untuk menanyakan hasil penyelidikannya soal pria yang bernama kevin beserta calon istrinya yaitu vanesa.


Ya Arya penasaran dengan masa lalu istrinya dengan 2 orang yang ditemuinya tadi di mall..karena terlihat sekali pandangan tak suka wanita itu pada Raisya,,tapi sebaliknya..laki laki yang diakui sebagai kekasihnya..malah memandang Raisya dengan pandangan yang aneh.

__ADS_1


Dan Leo pun memberikan info detail mengenai.. Kevin dan Vanesa..mulai dari asal usul keluarganya,,sampai jenjang pendidikannya.


Dan memang benar adanya jika mereka satu kampus dengan Raisya satu angkatan bahkan satu jurusan dan satu kelas.


Leo panjang lebar menjelaskan tentang info yang ia dapatkan hingga soal dimana pria itu bekerja.


"baiklah Leo terimakasih atas infonya..dan tolong selidiki lebih jauh lagi soal mereka ber 2.."


"baik pak,,"


Arya pun meletakkan ponselnya kembali diatas meja..dan tak lama kemudian sang istri keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono handuk dan rambut basah yang tergerai.


"siapa yang nelpon mas,,tadi aku sedikit dengar dari kamar mandi mas bicara dengan seseorang.." tanya Raisya.


"owh itu tadi Leo..biasalah soal kerjaan,dia mengingatkan kalau besok siang ada meeting dan nanti malam ada undangan dengan klien,,dan aku minta sama kamu untuk menemani aku.."


"lho kan sudah ada pak Leo mas,,"


"iya tapi Leo itu asisten aku,,bukan istri aku,,aku maunya ditemani istri aku..jadi nanti tampilah se sempurna mungkin ya,,walaupun dimataku kamu sudah lebih dari sempurna.." sungguh Raisya merasa menjadi wanita yang paling bahagia mendengar ucapan sang suami..bahwa ia sudah lebih dari sempurna di matanya.Akhirnya Raisya pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum.


Dan kini giliran Arya yang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang penuh dengan peluh dan keringat akibat kegiatan yang ia lakukan bersama sang istri.๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿคญ


Malam hari pun tiba..Arya dan Raisya tampil dengan sangat sempurna dalam acara makan malam di salah satu rekan bisnisnya dalam rangka peresmian pusat perbelanjaan yang bekerja sama dengan PT.xxx yang merupakan salah satu anak perusahaan wijaya group namun di bawahi oleh salah seorang kepercayaan Arya.


Disana juga ada Leo dan mamanya yang sengaja diajak oleh Leo atas permintaan Arya..mumpung mereka berada di surabaya sekalian silaturahim.


Arya menemui petinggi pusat perbelanjaan itu yang sekaligus sang tuan rumah,,


"selamat malam pak Arya,,selamat datang..suatu kehormatan bagi kami bisa mengundang pak Arya.." ucap sang tuan rumah yang di ketahui bernama,,Bapak Agus wahyudi yang tak lain dan tak bukan ayah dari Kevin Wahyudi.


"sama sama pak."


"oiya maaf kalau boleh tahu apa pak Arya hanya datang bersama pak Leo saja atau bersama keluarga..?" tanya pak Agus berusaha memancing obrolan.


"oh enggak saya kesini beserta istri saya..namun istri saya sedang menerima telpon sebentar..nah itu dia.. ...."


Seketika Arya memanggil sang istri yang terlihat sedang mencari keberadaanya.


"sayang,,aku disini.." Mendengar suara Arya Raisya pun berjalan dengan anggunnya ke arah sang suami.


Seakan tersengat listrik dengan tekanan tinggi kedua orang tua Kevin merasa terkejut dan seakan tak percaya saat mengetahui siapa istri seorang petinggi Wijaya group.


"kamu kemana aja sayang aku nungguin kamu dari tadi.." Arya merangkul pinggang ramping sang istri..agar semakin mendekat padanya..


"maaf..lama yaa..itu tadi aku nelpon kerumah nanyain Pelangi.." jawab Raisya tanpa mengetahui siapa yang sedang berhadapan dengan suaminya.


"yasudah gak apa apa..oiya kenalin ini pak Agus Wahyudi..pemilik acara ini sekaligus yang mengundang kita.." Arya dengan sengaja mengenalkan Raisya pada keluarga Wahyudi.


Raisya tak kalah terkejut ketika melihat siapa orang yang ada di hadapannya sekarang,,ke dua orang itu yang dulu pernah menghinanya,,saat Kelvin memperkenalkan nya pada mereka.


"om..tante.."


"kamu Raisya,,temannya Kevin dulu kan..?" tanya istri pak Agus..seakan tak percaya dengan keadaan Raisya..gadis yang dulu dihinanya,,gadis yang dianggap tak pantas menjalin hubungan dengan putranya,,karena perbedaan status sosial mereka.. karena kala itu Raisya hanya seorang anak pedagang sayur keliling..tapi apa yang di lihatnya sekarang..gadis itu menjelma menjadi sosok istri konglomerat muda..pemilik Wijaya group yang sangat terkenal di kalangan pebisnis..dalam dan luar negeri.


"iya tante saya Raisya temannya Kevin dulu..apa kabar om tante ..Livi..?" Raisya menanyakan kabar kepada keluarga pak agus.


"kami baik baik saja..apa kamu sudah bertemu Kevin.." tanya istri pak agus..dan Raisya pun menggeleng.

__ADS_1


"kamu sudah kenal dengan mereka sayang,,dan ternyata mereka ini keluarga Kevin temen kamu yang ketemu kita tadi siang..?" Arya pura pura kaget melihat bahwa istri dan pemilik acara saling mengenal..padahal ini adalah rencananya..untuk memperlihatkan siapa Raisya yang dulu mereka hina karena statusnya sebagai seorang anak penjual sayur dan sekarang berubah drastis menyandang status nyonya Arya Wijaya istri petinggi Wijaya group.


"iya mas,,dulu pernah bertemu dengan om dan tante waktu aku dan Kevin masih sama sama kuliah.." terang Raisya.


"ternyata dunia ini sempit yaa..oiya sayang gimana si kecil gak rewel kan ..?" tanya Arya selanjutnya.


"gak mas,,dia baru aja tidur sama omanya.."


"maaf..maksudnya si kecil..? " tanya istri pak agus penasaran.


"iya si kecil yang kami maksud adalah Pelangi,,putri kecil kami yang berusia hampir satu tahun..iya kan sayang,,? tadinya mau kami ajak ke surabaya juga tapi omanya melarang...katanya masih terlalu kecil..untuk di ajak bepergian jauh..jadi terpaksa kami tinggal..tapi kalau istri saya tetap saya ajak,,karena jujur saya tak bisa tanpanya.." ucap Arya sambil menatap lekat pada Raisya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜sungguh ro .man..tis.


ia memang sengaja melakukan hal romantis itu di hadapan keluarga Kevin ,,apalagi saat ini Kevin dan Vanesa sudah berada diantara mereka..ia memperlihatkan pada mereka kalau ia sangat mencintai Raisya.


"kamu beruntung sekali Raisya mendapatkan seorang suami seperti pak Arya.." ucap istri pak Agus.


"mohon maaf ibu..saya ralat ucapan ibu..bukan Raisya yang beruntung,,mendapatkan saya..tapi justru saya dan keluarga saya yang sangat beruntung mendapatkan istri dan menantu seperti Raisya..dia adalah segalanya bagi kami..bahkan kami rela mengorbankan semua yang kami miliki untuknya..." terus saja Arya memuji sang istri di hadapan keluarga kevin.


Membuat Raisya tak enak hati menerima pujian dari suaminya.


"jangan berlebihan mas..aku malu.." ucap Raisya malu.


"kenapa mesti malu memang kenyataannya begitu kan..?? bukan begitu Kevin dan Vanesa..kalian yang lebih mengenal Raisya dari dulu di banding saya.."


Arya yang mengerti raut kecemburuan di wajah Kevin hanya bisa tertawa dalam hati.


Seandainya ia jadi Kevin,,ia tak akan melepaskan wanita seperti Raisya..bahkan walau harus di coret dari ahli waris keluarga..namun apa yang ia dengar dari Leo.. Kelvin diancam oleh keluarganya..jika ia lebih memilih Raisya ia tak kan mendapatkan sepeser pun harta keluarga nya.


Apalagi Si Vanesa..wanita itu tak sedikit pun melepaskan tangan kekasihnya,,mungkin ia takut kekasihnya itu akan kembali pada cinta pertamanya yaitu Raisya..tapi itu tak kan pernah terjadi karena bagiamana pun keadaanya ia tak akan pernah melepaskan Raisya demi apapun.


Tak lama ponsel Arya berdering sehingga ia harus permisi sebentar agak menjauh dari keluarga Kevin.


"maaf saya terima telepon sebentar..sayang sebentar yaa.." Pamit Arya pada sang istri,Raisya


"Raisya...tante dan om juga Livi minta maaf atas perlakuan kami sama kamu tempo dulu..kami tak menyangka jika kamu sekarang sudah menjadi istri seorang konglomerat muda ..tante mohon maafkan kami ya..tolong jangan cerita kan apapun pada suami kamu soal masa lalu kita.." mamanya kevin angkat bicara ketika Arya pergi dari hadapannya..beliau meminta maaf atas perlakuannya pada Raisya waktu dulu.


"tante dan om tenang aja saya bukan tipe orang pendendam,,saya tak akan mencampur adukan urusan kerjaan dengan masalah pribadi..dan saya sudah melupakan semua kejadian itu.." Raisya terlihat masih kesal saat bertemu dengan keluarga Kevin yang dulu sempat merendahkannya..hingga ia tak bisa menatap wajah mereka ketika itu..tapi hari ini ia dengan bangga dengan statusnya,,sehingga ia bisa menatap langsung wajah wajah orang yang pernah menghinanya..bukannya ia dendam..tapi tak bisa di pungkiri hatinya terasa sakit saat mengingat kejadian tempo dulu.


"sayang,,kita kesana dulu yuk aku akan kenalkan kamu pada relasi ku yang lain.."


Arya kembali dan langsung mengajak Raisya ikut bersamanya namun sebelumnya tak lupa ia pamit undur diri pada sang tuan rumah.


"maaf bapak,,ibu dan yang lain kami permisi dulu..mau menemui yang lain.." pamit Arya.


"oiya silakan,,silakan dinikmati pula hidangannya.." ucap pak Agus beserta istri kompak.


Dan Arya pun menggandeng tangan Raisya..untuk bertemu dengan tamu yang lain..mereka melihat sendiri Arya dengan bangganya mengenalkan istrinya,,yang dulu sempat mereka hina dan mereka rendahkan tapi sekarang Raisya muncul kembali bak sosok seorang ratu..yang sangat tinggi jauh diatas mereka.


"mama sih dulu menghina Raisya dengan kejam,,sekarang lihat ma,,gadis yang dulu mama hina di jadikan ratu oleh keluarga besar Wijaya.."


"iya pa..mama menyesal...mama gak tau kalau akan begini jadinya.."


"kalau Raisya cerita pada suaminya soal bagaimana dulu kita memperlakukan nyaa..bisa hancur bisnis kita ma.."


"makanya ma pa ..jangan pernah menilai seseorang itu dari kekayaan nya..sekarang mama papa bisa liat sendiri..bagaimana gadis yang dulu mama hina..kita gak akan tau nasib orang ma pa.." ucap Kelvin yang kemudian meninggalkan orang tuanya..dan di ikuti oleh Vanesa..


Lain halnya dengan Arya dan Raisya mereka ngobrol dengan para pebisnis yang lain begitu pula Raisya..ia berbincang dengan para istri pebisnis rekan suaminya.

__ADS_1


...****************...


to be continued๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰


__ADS_2