Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 44*


__ADS_3

Akhirnya hari hari suram keluarga Wijaya kembali bahagia setelah kehadiran di malaikat kecil yaitu Pelangi.


Hari ini keluarga Wijaya mengadakan syukuran dan memperkenalkan Pelangi mereka pada sanak famili dan kerabat keluarga wijaya.


"sayang,tamunya sudah pada datang lho kamu sudah siap belum?" Arya masuk ke kamarnya mencari istri dan anak angkatnya.


"iya mas ni sudah selesai..



"gimana putri kecil kita cantik gak..??"


"subhanallah cantik banget kamu sayang,,persis seperti mama kamu..sini sama papa..! " Arya menggendong Pelangi sambil menciuminya,,kemudian keluar untuk menemui para tamu undangan.


Acara demi acara hari berjalan lancar,,mereka semua bahagia atas kehadiran Pelangi..terlebih Raisya,


Hari hari mereka diliputi kebahagiaan,meskipun P**elangi bukan anak kandung Arya dan Raisya tapi ia sudah menjadi pelipur lara bagi keluarga Wijaya**.


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam,,lihat siapa yang datang,,papa sudah pulang.."


"sayang anak papa lagi main apa humb.." Arya pulang kantor langsung menaruh tas kerjanya dikursi dan langsung meraih Pelangi..tapi Raisya malah menjauhkannya.


"mas,,mas baru dari luar cuci tangan dulu,,banyak kuman yang nempel kasian kan Pelangi.." protes Raisya.


"ya sudah,,papa cuci tangan dulu ya nanti kita main..oke sayang.." Arya pergi ke kamar mandi sebentar untuk cuci tangan sebelum bermain dengan putri kecilnya.


Semenjak ada Pelangi dirumah,,Arya selalu pulang cepat..kalau memang pekerjaannya sudah selesai dia pasti buru buru pulang karena kini ada 2 orang malaikat yang tengah menunggu nya dirumah.


Malamnya pun Pelangi diajak tidur di kamar mereka..seakan mereka tak mau melewatkan sedetikpun waktu bersama si kecil.


"sayang sudah malam Pelangi bobok yaa,,ini mama sudah buatin Pelangi susu..minum susu terus bobo yaa.." Raisya memberikan sebotol susu formula pada si kecil yang tengah bermain diatas tempat tidur bersama Arya..


"sayang biarin aja kalau Pelangi belum mau tidur,,aku masih mau main sama dia.."


"mas,,ini sudah malam kasian dia kalau boboknya telat bisa rewel nanti.."


"lihat mama kamu sayang protektif banget sama kamu,,apa apa kamu,,papa di nomer duakan.." gerutu Arya becanda.


"mas,,aku gak ada maksud me nomer 2 kan kamu,tapi Pelangi masih sangat kecil,,dia butuh perhatian lebih dari aku.."


"iya sayang tapi aku juga butuh perhatian dari kamu.." ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.


"Lihat sayang papa kamu gak mau kalah sama kamu,,papa cemburu sama kamu.." Raisya tersenyum geli melihat tingkah suaminya.


"papa becanda kok sayang,,papa gak ngiri,masak papa iri sama anak papa.." sambil menciumi dengan gemas putri kecilnya.


"oiya sayang,,gimana kalau kita cari babysiter buat bantu kamu jagain Pelangi biar kamu gak kecapean.."


"mas,,aku bisa jagain Pelangi tanpa babysiter lagipula dirumah ada mama,,dan juga bibik yang bantu jagain Pelangi..aku gak mau mas Pelangi diasuh orang lain yang bukan keluarga kita.."


"tapi aku cuma khawatir dengan kesehatan kamu sayang,,ingat kata dokter,,kamu gak boleh kecapean sayang,,"


Raisya menangkup wajah Arya dengan dengan ke dua tangannya.


"mas,,aku gak apa apa..aku janji bakalan jaga kesehatan aku ya,,jadi kamu gak usah khawatir ya sayang.." Raisya meyakinkan Arya untuk tidak terlalu menghawatirkannya..Arya pun tak bisa menolak permintaan istrinya..ia pun meraih tangan Raisya yang berada di wajahnya..menciumnya dengan lembut dan ketika ia mau mencium sang istri tiba tiba Pelangi menangis.


Arya hanya bisa menepuk jidatnya ketika ia mau bermesraan dengan sang istri namun tiba tiba Pelangi nangis..sedangkan Raisya hanya bisa tersenyum dan meraih si kecil dalam pelukannya.


"cup cup sayang jangan nangis,,ini mama..kenapa popok kamu penuh..iya??


ya sudah mama lihat dulu ya,," Raisya mengecek popok si kecil dan ternyata sudah penuh jadi si kecil merasa tak nyaman.


Dengan sigap ia pun mengganti popoknya..dan menidurkan Pelangi kembali.


Saat berhasil menidurkan si kecil ia melihat Arya juga sudah terlelap..mungkin ia capek seharian di kantor..


Raisya pun mendekati Arya menyelimuti tubuh suaminya sebatas dada..kemudian mencium kening suaminya dengan lembut agar tindakannya itu tak membangunkan suaminya.


Setelah itu ia kembali ke tempatnya dan tidur di samping Pelangi yang juga tengah terlelap di sebelah papanya.


Raisya tersenyum bahagia melihat 2 orang yang ia sayangi tertidur pulas,,terlihat damai sekali tidurnya.


terimakasih Tuhan kau telah hadirkan Pelangi dalam kehidupan kami,hingga membuat kebahagiaan kami semakin lengkap..ucap Raisya dalam hati sebelum ia memejamkan matanya.


Mereka ber 3 terlelap hingga pagi pun tiba..


melihat 2 orang tersayangnya masih terlelap,,Raisya pun bangun dengan perlahan agar tak membangunkan ayah dan anak itu.

__ADS_1


Raisya pergi ke kamar mandi melakukan rutinitas paginya,,kemudian sholat subuh..dan pergi ke dapur untuk membantu menyiapkan sarapan.


"pagi bik,,"


"pagi mbak..kok sendiri si kecil mana mbak .?"


"masih tidur ditemani papanya bik..mau masak apa bik buat sarapan..??"


"ini nasi goreng mbak,,sama sandwich juga ada.."


"yasudah biar aku bantu ya bik..."


"gak usah mbak sebentar lagi juga selesai kok.."


"gak apa apa bik mumpung Pelangi masih tidur.." baru aja mau bantu eh terdengar suara tangisan Pelangi.


"nah itu mbak non Pelangi bangun,,sudah tinggal aja mbak,,,kasian non Pelangi.."


"maaf ya bik aku gak bisa bantu.."


"iya gak apa apa non.."


Raisya segera pergi ke kamarnya untuk menemui Pelangi..ternyata disana sudah ada ibu Lina yang menggendong Pelangi..tapi si kecil tetap saja menangis dan baru diam setelah di gendong mama Raisya.


"sayang,,kenapa nangis humb..kan sudah sama oma.." Raisya meraih Pelangi kedalam gendongannya.


"mama kan lagi nyiapin sarapan nak..Pelangi haus? iya?"


"lihat Pelangi,,dia bener bener gak bisa pisah sama mama nya.." ucap ibu Lina melihat kedekatan Pelangi dengan Raisya..mereka berdua sudah seperti anak dan ibu kandung.


"iya ma,,jadi Arya yang gak diperhatikan sama Raisya,,dia sibuk dengan Pelangi.." Arya menggerutu,,seakan ia cemburu dengan Pelangi.


"kamu ini ya,,bukannya seneng punya anak cantik begini malah di cemburuin.." ibu Lina menjewer kuping Arya yang masih di tempat tidur.


"aduh ma sakit,,"


"biarin aja,,lagian kamu ini kayak anak Tk aja lagi rebutan permen.."


"Arya kan becanda ma,," Arya bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi sambil memegang kupingnya yang di jewer sang mama.


Hari berganti waktu berlalu,,tak terasa Pelangi tinggal bersama keluarga Wijaya sudah 4 bulan.


Kebetulan hari ini ia main ketempat ibunya diantar sopir karena hari ini Arya ada meeting jadi tak bisa mengantar.


"gimana kabar kamu dan juga keluarga disana..?" tanya ibu Widya pada Raisya sambil menggendong Pelangi.


"alhamdulillah baik buk,,mas Arya ada meeting pagi ini jadi gak bisa anter..Raisya bersyukur buk bisa memiliki Pelangi..keluarga disana sangat bahagia dengan kehadirannya.."


"syukurlah kalau begitu ibuk ikut bahagia jika kalian semua bahagia,,tapi Sya 1 pesan ibu..jangan sekali kali melupakan tugas kamu sebagai seorang istri.."


"maksud ibuk..?" Raisya tak mengerti apa maksud sang ibu bicara demikian.


"enggak ibu cuma mengingatkan,,kamu harus pandai membagi waktu antara suami kamu dan Pelangi,,jangan sampai kamu mengabaikan Arya karena kamu terlalu sibuk dengan Pelangi.."


"ibuk tenang aja yaa,,Raisya tak pernah lupa akan hal itu,,lagipula mas Arya juga tak pernah mengeluh atau apa.."


"iya ibu ngerti,,mana mungkin Arya mengeluh,,dengan melihat kamu bahagia seperti ini saja dia sudah ikut bahagia..ibu sarankan kamu ambil jasa babysiter untuk bantu kamu ngurus Pelangi biar kamu juga bisa mengurus Arya..ibu lihat akhir akhir ini penampilan Arya seperti gak keurus..kasian dia Sya.."


Raisya berpikir sejenak apa benar yang dikatakan sang ibu..selama ini ia lihat Arya baik baik saja gak ada yang berubah,,atau mungkin memang ia tak terlalu memperhatikan nya..?? apa dia memang sudah terlalu sibuk dengan Pelangi..?


"sebenarnya mas Arya pernah sih ngomong sama Raisya untuk cari babysiter tapi Raisya pikir itu gak perlu buk..Raisya masih sanggup ngurus Pelangi..tanpa bantuan babysiter..lagipula alasan mas Arya agar Raisya tidak terlalu capek.."


"itu hanya alasan dia saja sya..yang jelas arya sangat butuh perhatian dari kamu istrinya,,saat ia lelah sepulang kerja,ia ingin kamu yang ngurus dia..Arya ingin perhatian kamu, istrinya.."


Raisya hanya bisa terdiam mendengar ucapan ibunya..dia jadi berpikir,,ada benarnya juga ucapan ibunya,,beberapa bulan terakhir ini ia memang disibukan dengan si kecil..jadi kurang memperhatikan suaminya.


"iya buk Raisya mengerti,,tapi Raisya tak mau sembarangan mencari pengasuh untuk Pelangi ,ibu tahu sendiri kan gimana banyaknya kasus tentang penyiksaan babysiter tehadap anak asuhnya..Raisya gak mau itu terjadi sama Pelangi.."


"kamu benar juga Sya..ya tapi kamu harus tetap cari pengasuh buat Pelangi.."


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Disaat yang bersamaan Bella pulang dari tempat kerjanya,,ia bekerja di salah satu mall milik Wijaya group.


"lho kamu disini sya...hello cantik apa kabar tambah ngegemesin aja kamu yaa.." Bella mencium Pelangi dengan gemas..dia juga sangat menyukai anak anak..apalagi Pelangi.


Raisya,,ibu Widya,,dan juga Bella ngobrol dan pada akhirnya membahas tentang rencana menjadikan Bella pengasuh untuk Pelangi.

__ADS_1


Dan tawaran itu pun disambut gembira oleh Bella,,siapa sih yang gak mau jadi pengasuh bayi selucu Pelangi.


Tapi tetap saja Raisya harus minta persetujuan mertua dan suaminya dulu soal hal ini.


Karena sudah sore Arya menjemput anak dan istrinya pulang..mereka pun pamit dan pulang bersama.Saat di jalan Raisya membahas rencananya menjadikan Bella sebagai pengasuh Pelangi bersama Arya.


"mas,,"


"humb..ada apa,,?"


"aku jadi kepikiran soal omongan mas beberapa waktu lalu.."


"omongan yang mana sayang,,?"


"itu mas,,soal cari pengasuh buat Pelangi.."


"oh itu,,terus gimana menurut kamu,,? aku ngomong gitu karena aku gak mau kalau kamu kecapean setidaknya ada yang bisa bantu buat ngurus Pelangi..?"


"menurut aku mas,,ada benarnya juga,,dan aku sudah ada orangnya,,orang yang bisa aku percaya buat jagain Pelangi.." Arya sempat kaget saat Raisya setuju dengan idenya,dan ia pun sudah mendapatkan pengasuhnya.


"benarkah? siapa? "


"Bella.."


"Bella,,? Bella teman kamu itu..? emang Bella mau..?"


"justru itu mas,,tadi dirumah ibu aku ketemu Bella dan saat aku tawari dia buat jagain Pelangi dia mau banget..soalnya dia juga sayang banget sama Pelangi,,tapi..?"


"tapi apa..?"


"soal kerjaannya di salah satu mall Wijaya Group..?? gimana,,??"


"kalau untuk soal itu bisa diatur aku bisa minta orang buat gantiin posisi Bella disana.."


"benar mas,,? jadi mas setuju kalau Bella jadi pengasuh Pelangi..?" Raisya sangat antusias dan senang saat Arya menyetujui idenya untuk menjadikan Bella babysiter Pelangi.


"makasih ya mas,,nanti aku akan telpon Bella sampai rumah,,bilang kalau mas Arya setuju.." Raisya terlihat sangat bahagia karena Arya selalu menyetujui apa maunya..Arya pun juga begitu,,ia lebih bahagia bila melihat istri tercintanya bahagia..


***


Dan akhirnya esok harinya Bella sudah resmi berstatus babysiter untuk Pelangi.


Mulai hari ini ia bekerja di rumah keluarga Wijaya.


Pak Wijaya beserta istrinya pun senang menerima Bella menjadi bagian dari keluarganya..walaupun status mereka tak sama ,,tapi di keluarga itu semua orang diperlakukan dengan baik bahkan sangat baik.


Seperti pagi ini,,Raisya menyiapkan baju kerja suaminya disaat sang suami sedang mandi..ia menyiapkan semua kebutuhan Arya seperti sedia kala,,walaupun sempat agak kerepotan karena sebelumnya harus mengurus Pelangi juga..tapi sejak adanya Bella,,Raisya jadi lebih fokus pada suaminya.


"mas,,sudah selesai mandinya,,?" tanya Raisya saat melihat Arya keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang diikatkan sebatas pinggang.


Arya pun tersenyum dan mengangguk..ia bahagia diperlakukan seperti ini oleh istrinya,,walaupun ia memang berhak.


"oiya,,pagi ini mas mau sarapan apa..??..biar aku buatin.."


Tapi bukannya menjawab pertanyaan istrinya,,Arya malah mendekap erat Raisya.


"aku gak mau apa apa,,aku maunya kamu.." ucapnya sambil mencium Raisya berkali kali.


"udah gak usah gombal,,mending sekarang mas ganti baju,,siap siap biar gak telat ke kantornya,,aku buatin sarapannya.."


"ini masih pagi sayang,,biarin aku disini dulu sama kamu..lagipula gak akan ada yang marah ..kalaupun aku datang telat.." ucapnya tanpa melepas pelukan terhadap istrinya.


Raisya pun merangkum wajah tampan suaminya dengan kedua tangannya sambil tersenyum.


"bapak direktur yang terhormat,,jadilah seorang pemimpin yang disiplin waktu yang bisa jadi contoh buat stafnya..kalau pimpinannya aja sering telat gimana stafnya..?"


"tapi aku masih pengin disini sama kamu sayang..?" ucap Arya sedikit manja.


"kalau aku sampai kantor aku sudah kangen sama kamu..atau bagaimana kalau kamu temani aku di kantor..? tapi bukan sebagai sekretaris,,tapi sebagai istri,,kamu cukup temani aku kerja..gimana,,??" mendengar ucapan suaminya spontan Raisya mencubit hidung suaminya dengan gemas.


"kalau aku temani mas di kantor siapa yang jagain Pelangi..dia masih sangat kecil mas kasian..lagipula apa nanti kata staf dikantor kalau aku ngintilin direktur mereka terus..??"


"sayang kan ada Bella yang ngurus Pelangi..kalau soal staf di kantor,,gak usah di pedulikan,,lagian kamu istri aku,,istri direktur mereka,,jadi mana berani mereka ngomong yang tidak tidak..apa mau mereka kehilangan pekerjaanya..? "


"sekarang coba mas lihat,,mana ada seorang pengusaha muda sukses..kemana mana nenteng istrinya terus,,gak ada kan?"


"ada,,aku yang akan memulainya.." Arya langsung menghujani istrinya ciuman bertubi tubi sampai sang istri kesulitan bernapas..


...****************...

__ADS_1


to be continueπŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


__ADS_2