Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 60*


__ADS_3

Lain halnya dengan Arya dan Raisya yang sedang di jalan mencari penjual nasi uduk yang biasa mereka lewati ketika berangkat ke kantor.


"mas itu penjual nasi uduknya.." Raisya menunjuk kearah penjual nasi uduk pinggir jalan yang dikerumuni banyak orang.


"kamu yakin mau sarapan nasi uduk disitu..?"


"yakin mas..dulu sebelum jadi istri kamu aku


sering makan disitu.."


"iya tapi sekarang kamu itu lagi hamil Sya..gak boleh makan sembarangan apalagi makanan pinggir jalan begini..gak sehat ..kita cari di tempat lain ya..?"


"gak mau..aku maunya disitu..ayo..." Raisya merengek terus minta nasi uduk yang ada di dijual di pinggir jalan..padahal Arya tak yakin dengan makan disana..tapi apa boleh buat istrinya akan terus merengek jika tidak dituruti.


"yasudah ayo.." akhirnya mereka keluar dari mobil setelah sedikit berdebat .


Arya dan Raisya saling bergandengan tangan ketika masuk di warung itu.


"pagi ibuk.." sapa Raisya pada wanita paruh baya penjual nasi uduk.


"Raisya..apa kabar..lama sekali kamu gak mampir..kirain sudah lupa sama nasi uduk ibu.."


"Alhamdulillah baik buk..ya gak mungkin lupa lah buk,,nasi uduk ibuk kan paling enak dari dulu.."


"syukurlah kalau kamu gak lupa..oiya siapa pria tampan ini..suami kamu..?" tanya si penjual nasi uduk saat melihat pria yang ada disebelah Raisya.


"iya buk..kenalkan ini mas Arya suami aku..mas kenalin ini ibu Sari dulu aku sering sekali makan disini.." Raisya memperkenalkan Arya dengan ibu Sari..


"oiya kalian mau makan apa..?"


"seperti biasa buk..kamu mau juga kan mas.?." tanya Raisya pada Arya..walaupun Arya masih sedikit ragu ia pun mengiyakannya daripada istrinya itu merajuk lagi.


"iya sayang .."


"oiya mau minum apa..?"


"aku teh botol saja.."


"yasudah,,buk nasi uduk dan teh botolnya 2 ya.."


"iya Sya tunggu sebentar ya.."


Arya melihat warung itu sangat ramai sehingga ia tak mendapat tempat duduk untuk makan..


"sayang gimana kalau kita makan di mobil aja..disini penuh gak ada tempat kosong.."


"iya mas Arya duluan aja ya nanti aku nyusul.."


"yasudah aku tunggu di mobil ya.." Raisya pun mengangguk mendengar ucapan suaminya..kemudian Arya berjalan keluar menuju mobil .


"Sya kelihatannya suami kamu itu perhatian banget ya sama kamu..kamu beruntung sekali mendapatkan suami seperti itu.."ucap ibu Sari.


"iya Bu mas Arya overprotektif banget sama aku..apalagi saat ini aku lagi hamil."


"jadi kamu sekarang lagi hamil..? selamat ya..sudah berapa bulan..?"


"makasih buk..Alhamdulillah masuk bulan ke 3..doakan semua lancar sampai lahiran ya.."


"pasti Sya..kamu ini sudah seperti anak ibu sendiri..oiya suami kamu itu kelihatannya bukan orang sembarangan ya..?"


Raisya hanya tersenyum mendengar ucapan ibu Sari.


"ibuk bisa aja..suami aku orang biasa aja kok buk..oiya buk aku tunggu di mobil aja ya..disini gak ada tempat .."


"iya kamu tunggu aja dimobil nanti ibu akan suruh anak buah ibu antar ke sana..".


"iya buk makasih ya..mobilnya ada disana ..mobil warna hitam .." Raisya menunjuk mobil suaminya yang terparkir tak jauh dari warung Bu sari.


"oiya nanti diantar ya.."


Raisya pun pergi dari sana menuju mobil menyusul Arya yang sudah dari tadi menunggu disana.


"gimana sayang sudah pesannya..?" tanya Arya ketika Raisya sampai di mobil.


"iya mas,,nanti bentar lagi di antar kesini.."


*di warung*


"buk..ibuk kenal dengan orang orang tadi..?" tanya salah satu orang yang makan di warung itu.


"iya kenal, kenal baik malahan sama perempuannya..memang kenapa mas..? mas kenal juga..?"


"gak kenal sih buk..cuma tahu aja..itu yang cowoknya kan pemilik mall terbesar di Jakarta ini...."


"yang bener mas..setahu ibuk sih perempuannya itu dulunya kerja di itu PT.Wijaya Group.." ibu Sari terkejut ketika mendengar jika suami Raisya adalah seorang pengusaha terkenal..tapi beliau bersyukur melihat Raisya terlihat sangat bahagia bersama keluarganya


"nah itu dia buk..lakinya itu direktur utama disana.."


"oh gitu ya..kok ibuk malah gak tau ya..padahal perempuannya dulu langganan warung ibu lho.."


Beberapa menit kemudian ada seorang suruhan ibu Sari mengantarkan makanan beserta minuman pesanan Arya dan Raisya.


"makasih ya mas.."


"sama sama pak ..permisi..kalau butuh sesuatu silakan panggil saya.."


"iya mas.."


Setelah itu Arya dan Raisya mulai menikmati sarapan nasi uduk pesanan mereka.


"enak kan mas..?" tanya Raisya saat Arya mulai menyendokkan nasi uduknya ke dalam mulutnya.


hmmm..memang tak bisa di pungkiri nasi uduknya enak sekali pantas saja warungnya begitu rame.


"iya enak ...kamu juga makan donk jangan cuma lihatin aku makan.."


"iya aku makan.."Raisya pun menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya..


memang lidahnya sangat hafal dengan cita rasa nasi uduk buatan Bu Sari.


Tapi setelah 2 suapan Raisya berhenti makan..dan meletakkan piringnya.


"kenapa Sya ...? mual lagi..?"


"aku sudah kenyang mas.."


Arya terlihat bingung mendengar ucapan istrinya yang mengatakan sudah kenyang padahal ia tahu baru 2 suapan ia makan.


"tapi Sya kamu baru makan 2 sendok..masak sudah kenyang..?"


"namanya juga orang ngidam mas..makan sedikit juga udah.. mas aja yang habisin ya..?"


"kamu lihat sendiri kan punyaku aja masih belum habis sayang masa suruh habisin punya kamu juga..perut aku udah penuh.."

__ADS_1


"tapi kan mubazir mas..sayang kalau dibuang."


"tapi gak mungkin juga kan dikasihkan orang ,,sisa soalnya.."


"iya juga ya.."


Setelah makanan Arya habis..Raisya keluar dari mobil dan mengembalikan piring kedalam warung..diikuti pula oleh Arya di belakangnya.


"buk ini sudah..jadinya berapa ya..?" tanya Raisya sebelum membayar makanannya.


"sudah gak usah..kamu kan sudah lama gak kesini...anggap aja hari ini ibu yang traktir.." ucap ibu sari menolak pembayaran dari Raisya.


"lah ibuk kok gitu,ya gak bisa gitu donk buk..minta ya minta kalau beli ya beli.." Raisya tetep ngotot..tapi ibu Sari tetap menolak.


Akhirnya mereka ngobrol sebentar sampai akhirnya Raisya menyadari ada beberapa wanita muda memandang Arya dengan penuh kekaguman..sambil berbisik bisik.


Disisi lain Arya sibuk memainkan ponselnya hingga tak tahu jika ia menjadi pusat perhatian.


"oiya buk kalau begitu Raisya permisi dulu ya.." sambil meletakkan sejumlah uang di bawah piringnya.


"iya hati hati ya..lain kali jangan lupa mampir lagi kesini.."


."iya buk..sayang ayo pulang.." Raisya segera menggandeng tangan Arya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya..


"iya sayang..buk kami permisi dulu.."


"iya hati hati.."


Raisya yang kesal dengan pandangan wanita lain terhadap suaminya langsung berjalan menuju mobil dengan wajah ditekuk.


Sampai di perjalan menuju mall ia hanya diam dan cemberut.


"kamu ini kenapa sih sayang..? kok dari tadi cemberut gitu..?" tanya Arya yang bingung karena sedari tadi Raisya hanya diam saja.


"gak apa apa.." jawabnya agak ketus.


"gak mungkin gak kenapa napa dari tadi kamu diam aja..ada apa cerita sama aku.." Arya bertanya seraya memegang tangan Raisya.


"mas sadar gak sih gadis gadis di warung tadi pada liatin mas sampai mereka gak berkedip..mereka mengagumi mas.." akhirnya Raisya buka suara juga..mendengar ucapan Istrinya Arya malah tertawa.


"kenapa mas tertawa?..mas seneng ya di perhatikan gadis gadis tadi .?" Raisya semakin terlihat kesal dan ia pun segera menarik tangannya dari genggaman Arya.


"ya Tuhan sayang..kamu ini ngomong apa sih..? terus apa aku salah kalau aku jadi perhatian mereka..lagipula aku juga gak balas perhatian mereka,,bahkan aku aja gak sempat lihat tadi.."


jelas Arya kembali meraih tangan istrinya.


"sudah jangan cemberut gitu..ingat ada anak kita di dalam perut kamu..kalau mamanya marah marah gini dianya nanti bisa stres..udah ya marahnya.."


"aku cuma gak mau suami aku di perhatikan Sam a wanita lain..aku gak rela.."


"iya iya..yasudah lain kali kalau kita jalan aku pake topeng aja..biar muka ku gak diliatin banyak orang,,atau kalau gak aku bakalan kasih tulisan..Sudah punya istri" canda Arya yang akhirnya membuat Raisya tersenyum .


"sini sini aku peluk sini ." Arya mengundang Raisya dalam pelukannya dengan satu tangannya sedangkan tangan satu nya lagi mengendalikan laju mobilnya.


Raisya pun dengan senang hati meleyot di pelukan suami tercintanya.


Cup..


Satu kecupan manis sukses mendarat di puncak tang kepala Raisya.


"sayang dengarkan aku ya,,aku gak akan pernah peduli dengan wanita lain diluar sana..karena aku sudah punya kamu..bagi aku kamu itu segalanya..gak ada yang bisa gantikan posisi kamu di dalam hidup aku..jadi jangan pernah berpikir yang aneh aneh ya..? karena wanita yang aku cintai sekarang dan selamanya kini ada di pelukan ku dan sedang mengandung anak aku.." kata kata Arya sungguh sangat manis didengar..tapi itulah ungkapan isi hatinya saat ini.


Mendengar ucapan sang suami,,Raisya mendongak dan tersenyum sehingga ia bisa melihat wajah tampan suaminya sambil mengeratkan tangannya dipinggang sang suami.


Raisya pun mengangguk pelan menandakan ia percaya kata kata sang suami.


"lagipula sayang,,ini sudah menjadi salah satu resiko kamu menjadi istri seorang Arya Wijaya..seorang pria tampan,,pengusaha muda..hidup berkecukupan jadi gak salah kan jadi perhatian semua orang termasuk para wanita di luaran sana.." canda Arya sehingga ia mendapatkan sebuah cubitan dari sang istri.


"auw sakit sayang.." Arya teriak kesakitan pada bagian tangannya yang mendapat cubitan kecil dari Raisya.


"jadi mas seneng jadi perhatian banyak wanita..? iya..? mas jahat banget sih..?"


"kan bukan aku yang minta di perhatikan....aku gak butuh perhatian dari banyak orang,,perhatian dari istri cantik ku ini saja sudah lebih dari cukup buat aku ."


cuuuup...lagi dan lagi Raisya mendapat perlakuan manis dari sang suami tercintanya..


"lagi pula aku seneng jika kamu cemburu seperti ini..karena itu tandanya kamu cinta sama aku dan takut orang lain mengambil aku dari kamu kan..? aku benar kan..?"


"ih siapa juga yang cemburu..aku gak cemburu..aku cuma gak mau orang lain kasih perhatian lebih sama suami aku.." elak Raisya yang tak mau mengakui kecemburuannya.


"iya itu namanya cemburu sayang.." Arya mencubit hidung sang istri dengan gemas.


"Aku juga gak tahu apa yang aku rasakan saat ini..aku sangat gak rela dan gak suka melihat suami aku mendapat perhatian lebih dari wanita lain,,apakah iya ini yang dinamakan cemburu..? walaupun aku tahu mas Arya gak mungkin menghindari aku dengan wanita lain..apakah ini hanya efek dari kehamilan ku saja..? " batin Raisya.


Selanjutnya mereka pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan rumah dan juga kebutuhan pribadi mereka..dan mereka pulang ketika jam makan siang.


"assalamualaikum "


"waalaikumsalam..kalian sudah pulang..?"


"iya ma..sayang lagi main sama Oma ya..? sini sini sama mama .."


Raisya duduk di sebelah mama mertuanya ikut bermain bersama Pelangi.


Si kecil pun langsung merangkak mendekati mamanya.


Raisya pun meraihnya ke dalam pelukannya,,memeluknya dengan sangat erat.


"tadi di tinggal ya sama mama sama papa..maaf ya..mama papa perginya agak lama..lain kali kita akan jalan jalan bareng ya.." Raisya dengan gemas menciumi putri kecilnya.


"oiya Sya,,tadi Bella minta ijin sama mama untuk pergi sebentar dengan Leo dan mamanya..tadinya dia mau ajak Pelangi juga,,tapi mama bilang gak usah biar Pelangi di rumah sama mama..lagian gak enak juga mereka pastinya ada urusan keluarga.." terang mamanya.


"iya ma..tadi Bella juga sudah menghubungi Raisya bilang kalau mau jalan sama Pak Leo dan mamanya.."


"ya sudah kalian istirahat aja pasti capek apalagi kamu yang lagi hamil..gak boleh kecapean..biar Pelangi sama mama.."


"gak apa apa ma biar pelangi sama Raisya dan mas Arya saja..mama istirahat saja.."


"beneran kalian gak capek..? yasudah terserah kalian ..kalau begitu mama ke kamar dulu ya..kalau butuh sesuatu bilang aja sama mama .."


"iya ma..kita juga mau ke kamar aja..yuk mas.."


"ayok.. ma kita ke kamar dulu ya.."


"iya.."


Arya ,,Raisya ,,dan mamanya sama sama pergi ke kamar mereka masing masing..


"sayang kamu duduk disini dulu ya,mama mau ganti baju dulu..mas tolong temani Pelangi dulu sebentar..aku mau ganti baju .."


"iya sayang..ayo sini anak papa yang cantik. main sama papa.."


Arya menemani putri kecilnya bermain dia atas tempat tidur..sedangkan Raisya pergi ke kamar mandi untuk ganti baju.

__ADS_1


15 menit kemudian Raisya keluar dari kamar mandi sudah dengan baju yang berbeda dari yang tadi di pakai.


"kamu sudah selesai sayang..?" tanya Arya ketika melihat Raisya keluar dari kamar mandi.


"iya mas sudah..mas mau ke kamar mandi juga.?"


"enggak ,,ini sepertinya Pelangi haus..jadi aku mau buat susu untuk dia ."


"sudah biar aku aja..sekalian mau ambil jus di dapur.."


"yasudah kalau begitu..biar aku yang temani Pelangi .."


Raisya keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat susu untuk Pelangi dan juga mengambil jus.


Baru beberapa menit saja di tinggal ke dapur..saat kembali ke kamar ia mendapati ayah dan anak nya sudah tertidur lelap bersebelahan.


Raisya tersenyum melihat 2 orang tercintanya sedang tertidur lelap.


Ia pun duduk di sisi ranjang..di samping Arya dan Pelangi.


Raisya mencium ke duanya secara bergantian.


"Tuhan aku sangat bersyukur karena telah Kau berikan keluarga kecil ini..aku mempunyai suami dan anak yang manis..dan orang orang disini yang sangat sayang pada ku..aku tak butuh yang lain lagi Tuhan..aku hanya berharap kehamilan ku ini bisa sehat dan lancar sampai persalinan nanti..karena aku tak sanggup jika harus kehilangan lagi..harapan ku hanya satu Tuhan..Hidup bahagia selamanya dengan orang orang yang ku sayangi dan menyayangiku.." pinta Raisya dalam doanya.


...----------------...


drrt..drrt drrt


Ponsel Arya yang berada di atas meja berdering dan bergetar..dan ternyata dari Leo.


"Ya selamat pagi Leo ada apa..? " kalimat pertama Arya saat menerima telepon dari asistennya.


"sayang bisa minta tolong ambil kan tas kerja ku di ruang sebelah gak..? " Arya sengaja minta tolong Raisya mengambil tas kerjanya agar sang istri tak mendengar obrolannya dengan Leo di telepon.


Raisya pun hanya menurut.. walaupun menurut nya ini sedikit aneh..tidak biasanya sang suami menyembunyikan sesuatu darinya.


"ya halo bagaimana Leo..? maaf tadi ada istri saya saya hanya tidak mau istri saya ikut memikirkan masalah ini.. ada informasi terbaru apa soal wanita itu..?"


"begini pak..saya baru saja mendapat info jika ibu kandung pak Arya sudah keluar dari penjara seminggu yang lalu..beliau mendapat remisi.." jelas Leo.


"terus apa kamu tahu sekarang wanita itu tinggal dimana ? " tanya Arya kembali.


"untuk saat ini saya belum tahu pak..hari ini saya ada rencana untuk mengunjungi panti asuhan itu siapa tahu beliau sempat pergi kesana.."


"terserah kamu saja,,saja serahkan semua urusan ini sama kamu..tolong kamu kabarkan ke saya jika ada informasi sekecil apapun soal wanita itu.." tegas Arya.


"baik pak..kalau begitu sebentar lagi saya akan berangkat ke panti asuhan..selamat pagi pak.." pungkas Leo.


"pagi.."


Arya menggenggam ponsel di tangannya sangat erat seakan ia melampiaskan kekecewaannya pada benda pintar di tangannya.


Setelah menerima panggilan dari Leo dan mendapat informasi bahwa ibu kandungnya telah keluar dari penjara dengan kata lain bebas dari penjara Arya menjadi bingung antara kecewa dan sedih juga takut.


Ralat,,..tak ada kata takut dalam kamus hidup Arya..yang ia takutkan hanya kehilangan Raisya dan keluarganya yang selama ini sangat menyayanginya.


Untuk wanita itu,,Dia bukan keluarganya.


Biarpun ia lahir dari rahimnya tapi wanita itu sudah jelas jelas membuangnya tak menginginkan kehadirannya di dunia ini.


Mungkin kata kecewa dan marah lebih tepat untuk menggambarkan bagaimana kondisi hatinya saat ini.


Tak lama Raisya pun muncul dengan membawa tas kerja Arya.


Namun ia merasa aneh saja sepagi ini wajah tampan sang suami terlihat sangat tegang seperti sedang ada masalah.


"mas..ini tas nya.." ucap Raisya seraya memberikan tas kerja milik sang suami.


"terimakasih sayang..oiya hari ini aku sarapan di kantor saja ya..ada hal penting yang harus aku selesaikan secepatnya.." Pamit Arya pada sang istri,Raisya.


"tunggu.." Raisya menahan tangan sang suami yang hendak berlalu dari hadapannya.


Arya pun berhenti sejenak tanpa memandang wajah sang istri.


"mas Arya gak kenapa-kenapa kan ? " tanya Raisya selanjutnya seraya membalikkan badan suaminya.


"mas Arya.."


"iya aku gak apa apa sayang,,cuma memang ada urusan penting yang harus aku selesaikan dengan Leo pagi ini.." bohong Arya mencoba menutupi semuanya dari sang istri.


"bener gak apa apa ? kalau begitu aku akan siapkan bekal buat mas sarapan di kantor.." pungkas Raisya.


Walaupun ia yakin jika sang suami sedang menyembunyikan sesuatu yang penting darinya,tapi ia tak mau memaksakan kehendaknya agar sang suami menceritakan semuanya.


Dalam keyakinan nya Arya pasti akan menceritakan semuanya disaat yang tepat.


Arya dan Raisya pun keluar dari kamar menuju ruang makan.


Raisya langsung mengambil sebuah kotak makan dan menyiapkan bekal untuk sang suami yang akan berangkat ke kantor.


"mas Arya mau sarapan apa..? sandwich atau apa ? " tanya Raisya.


"iya itu saja sayang nanti setelah urusan selesai aku akan langsung pulang.." jawab Arya sambil tersenyum.


Kemudian ia pun meminum kopi low sugar yang memang sudah biasa Raisya siapkan di pagi hari.


"nah ini bekalnya, Jangan lupa dimakan ya..! " pesan Raisya pada sang suami seraya menyerahkan kotak bekal untuk sang suami tercinta.


"iya,,pasti sayang, terimakasih ya..aku pergi dulu " pamit Arya dan seperti biasa sebelum pergi ia tak lupa memberikan kecupan manis untuk sang istri tercinta dan juga bayi dalam kandungannya.


"sayang baik baik dalam perut mama ya,,jangan rewel,papa kerja dulu,papa janji akan pulang secepatnya setelah urusan papa selesai." pamit Arya pada sang jabang bayi yang ada di dalam perut sang istri.


"hati hati ya mas.." pesan Raisya pada sang suami.


"iya sayang, Assalamualaikum "


"waalaikumsalam "


Arya dan Raisya saking bertukar salam satu sama lain sebelum Arya berangkat ke kantor.


Setelah berlalunya Arya,Raisya kembali ke kamar untuk sekedar merapikan tempat tidurnya.


Saat ini ia tetap yakin jika sang suami,yaitu Arya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Entah apa itu, ia juga tak tahu.


Sejak terima telepon dari Leo tadi pagi,Arya terlihat aneh.


Tak biasanya Arya memintanya menjauh dengan alasan mengambil tas kerjanya..biasanya ia selalu terbuka dengannya tentang masalah apapun.


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉👉

__ADS_1


__ADS_2