Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 57*


__ADS_3

"apa Tante..?"


"ini Tante ada hadiah kecil untuk Mbak Raisya.." ibu mayang mengambil sebuah goodybag dan menyerahkannya pada Raisya.


"Ya Tuhaan Tante apa ini..jadi ngrepoti..seharusnya Tante gak usah memberi saya hadiah...dengan Tante datang kesini saja saya sudah sangat senang..tapi terimakasih atas hadiahnya.." Raisya berterimakasih saat mendapat hadiah atau oleh oleh dari ibu Mayang..


"sama sama mbak..mungkin hadiah dari saya tidak ada artinya buat mbak Raisya..karena pastinya mbak Raisya bisa mendapatkan segalanya dari pak Arya.." ibu Mayang sedikit merendah mengingat yang ia beri hadiah adalah istri dari seorang sultan..bos tempat putranya bekerja..


"Tante Mayang ini ngomong apa. sih. .. Kita ini sama di hadapan Tuhan..."


"dan tante juga punya hadiah satu lagi untuk si cantik Pelangi.." Ibu Mayang memberikan sebuah boneka Teddy bear yang lucu untuk Pelangi.


"bilang apa sama Oma Mayang.. makasih Oma.." ucap Raisya mewakili putri kecilnya.


"sama sama cantik.." sambil mencium gemas pipi gembul Pelangi.


"oiya MBK ..ngomong ngomong temen mbak yang pernah mbak ceritakan ke saya waktu itu sudah gak tinggal disini lagi..? kok dari tadi saya gak lihat.."


"hemm..maksud Tante.. Bella..??" tanya Raisya sambil tersenyum.


"iya mbak.."


"Bella masih tinggal disini kok Tante..cuma saat ini sedang menemani eyang sama ibuk belanja.. mungkin sebentar lagi juga pulang..nanti akan saya kenalkan Tante sama Bella..sekarang Tante istirahat dulu ya....kamar mandinya ada disana ." ucap Raisya yang setelah itu keluar dari kamar yang ditempati oleh Tante mayang


Setelah mengantar Ibu Mayang ke kamar..Raisya pun mengajak si kecil untuk jalan jalan di taman belakang..tentunya menggunakan stroller baby karena ia tak boleh angkat beban..


Di Dapur.


"Sya... Raisya kamu dimana..? bik..bibik lihat Raisya..?"


"tadi bibik lihat mbak Raisya sama non Pelangi ada di taman belakang buk.."


"yasudah..saya mau cari Raisya dulu.."


Ibu Lina pergi ke taman belakang mencari menantunya..


"Sya..."


"iya ma..." sahut Raisya ketika mendengar panggilan ibu mertuanya yang tak lama kemudian sudah berada di belakangnya.


"ada apa ma..?"


"Hem mama mau tanya..apa kamu sudah konfirmasi ke pihak panti kalau acaranya habis Maghrib..?"


"sudah ma,,soal itu mas Arya yang urus..tadi mas Arya bilang pulang kantor mau ke panti dulu..."


"yasudah kalau begitu nanti mama tinggal konfirmasi sama pihak catering nya.."


"iya ma.."


Saat makan siang.


Saat ini semua sudah berkumpul diruang makan kecuali Arya..Karena dia sudah bilang mau mampir ke panti dulu.


"silakan lho Bu Mayang jangan sungkan sungkan anggap saja rumah sendiri.." kata Bu Lina mempersilakan tamunya untuk menikmati makan siangnya tanpa rasa sungkan.


"iya buk..apa gak nunggu pak Arya dulu..?"


"gak usah Tante..mas Arya tadi sudah bilang kalau mau mampir ke panti sebentar sebelum pulang.." jawab Raisya.


"owh begitu.."


Akhirnya mereka pun memulai makan siang di selingi obrolan ringan.


"oiya Sya Pelangi kemana kok gak kelihatan..?" tanya ayah mertuanya.


"itu pa lagi ganti baju sama Bella..tadi minum susu di lepeh jadi bajunya basah kena susu......nah itu dia...sayang sini sama mama.."..Raisya meminta Bella mendudukkan Pelangi di pangkuannya.


"oh iya Bell .tadi aku lupa ngenalin kamu sama Tante Mayang..


Bella ini Tante Mayang mamanya pak Leo..dan Tante ini Bella teman kuliah Saya dulu sekaligus sahabat yang sudah seperti keluarga sendiri.." Mendengar ucapan Raisya Bella sempat kaget dan kaget karena Raisya sudah pernah cerita soal Tante Mayang..tapi walaupun grogi..Bella pun berkenalan dengan ibu Mayang


Bella bertambah grogi saat ibu Mayang memandangnya dan membelai wajah cantiknya.


"Tante senang sekali berkenalan dengan kamu..kamu cantik dan baik.." puji ibu Mayang pada Bella membuat Bella tersipu malu.


Kemudian Bella duduk disamping Raisya untuk ikut makan siang..wajahnya masih terlihat pucat.


"Bella juga dagangan lho buk..barangkali ibu punya ponakan laki laki yang baik boleh dikenalkan dengannya..saya bisa jamin Bella ini orangnya sama baiknya dengan menantu saya Raisya..Bella juga sudah kami anggap seperti keluarga sendiri.." giliran ibu Lina yang memuji Bella..sekaligus menggoda Bella.


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


terdengar ucapan salam dari Arya yang diikuti kehadiran nya beserta Leo sang asisten.


"waalaikumsalam..kalian sudah pulang..?" ayo ikutan makan sekalian..jawab ibu Lina dan meminta Arya dan Leo ikut makan siang.


Setelah memberi salam pada semuanya..Arya duduk disebelah Raisya yang tadi tempati Bella..sementara Bella pindah di sebelah ibu Lina..sedangkan Leo duduk disamping mamanya.


Sebelum duduk Arya tak lupa mencium anak dan istrinya


"sayangnya papa...sudah makan belum..?" tanya Arya pada si kecil pelangi..eh malah si kecil menangis pengin ikut..


"sayangnya papa pengin ikut papa..ayo sini sama papa.."..Arya mengulurkan tangannya untuk menggendong Pelangi tapi Raisya melarangnya karena tahu suaminya belum makan dan pastinya capek karena baru pulang.


"sayang..ikut papanya nanti ya..biar papa makan dulu..papa juga baru pulang jadi masih capek.."


"gak apa apa sayang..biar aja Pelangi sama aku.. sini sayang.."


Akhirnya Arya pun mendudukkan pelangi di pangkuannya.


Karena Arya memangku Pelangi jadi Raisya yang mengambilkan makan siang untuk nya..kemudian menyuapinya..membuat baper orang orang yang di didekatnya.


Apalagi ibu Mayang yang tak biasa melihat pemandangan indah ini..kalau yang lain sudah biasa..karena dimana pun berada Arya dan Raisya selalu saling melengkapi satu sama lain.


Selesai makan siang Leo bicara di kamar bersama mamanya.


"Leo..kamu lihat Bella kan..? dia cantik ya..dan kelihatannya juga baik.."


"maksud mama..?"


"mama suka sama Bella..gimana dengan kamu..?" sang malam langsung to the poin.


"maksud mama apa sih..?"


"kamu gak usah pura pura gak ngerti...ingat usia kamu berapa sekarang? sudah saatnya kamu menikah dan punya anak..dan mama rasa Bella gadis yang cocok untuk kamu..untuk jadi pendamping hidup kamu....gimana kamu mau kan sama Bella..kamu pasti lebih mengenalnya daripada mama.."


"ma..soal itu kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada orang lain...siapa tahu Bella sudah punya laki laki pilihan nya sendiri....kita kan gak tau ma.."


"soal itu biar mama nanti yang minta tolong mbak Raisya untuk menanyakannya pada Bella..kamu tenang saja.." melihat wajah antusias sang mama Leo tak bisa berkata apa-apa lagi.


Leo jadi berpikir soal omongan bos nya di jalan tadi.


flashback on


"oiya Leo..ngomong ngomong apa kamu sudah punya kekasih atau pacar gitu..?" Leo kaget tiba tiba bosnya bertanya seperti itu padanya.


"sebelumnya saya minta maaf atas nama mama saya pak karena sudah lancang bicara seperti itu sama mbak Raisya.."


"gak apa apa Leo...mama kamu gak salah..kamu juga gak salah..posisi kamu saat ini..sama seperti posisi saya waktu saya mengajukan kontrak pernikahan Dengan Raisya....kamu tahu sendiri..saat itu bukan hanya mama tapi semua orang menginginkan saya untuk segera menikah..padahal waktu itu kamu juga tahu kalau saya tidak punya kekasih...hingga saya bertemu dengan Raisya dan membuat kontrak konyol itu......" Arya menceritakan hal yang sebenarnya sudah di ketahui oleh Leo...tapi ia cuma ingin memberi pengertian pada asistennya itu untuk segera menikah..karena seperti yang terjadi padanya..cinta bisa tumbuh setelah menikah dan itu akan terasa lebih membahagiakan...tapi tidak Arya mencintai Raisya semenjak pertama kali bertemu dengan gadis itu di halte waktu itu.. Namun ia tak menyadarinya.


Leo jadi berpikir tentang apa yang di bicarakan bosnya.


"tapi ingat jangan membuat perjanjian bodoh seperti yang pernah saya lakukan dulu.." Leo hanya tersenyum mendengar ucapan bosnya kemudian fokus menatap jalanan menuju kerumah keluarga Wijaya.


Flashback off.


Akhirnya malam pun tiba dan acara tasyakuran pun dimulai.


Seluruh keluarga dan para tamu undangan memakai pakaian muslim..


Disana Leo dan Bella terlihat kaku karena tercium akan ada sesuatu di acara ini nantinya diluar acara tasyakuran.


Dan benar saja..tadi sebelumnya Raisya sudah bicara dengan Bella soal Niat ibu Mayang untuk menjadikannya menantu..calon istri untuk Leo putra semata wayangnya.


Dan Bella pun belum bisa memberi jawaban nya sekarang..ia merasa ragu apakah pantas ia menjadi istri dari Leo..pria tampan yang dikenalnya sebagai asisten sekaligus tangan kanan Arya..Leo dan dirinya berbeda jauh..


Leo dan mamanya orang terhormat..sedangkan dia..dia hanyalah seorang anak yatim piatu yang tak punya sanak saudara.


"flashback on"


"Bella.. sebagai sahabat kamu..aku gak bisa memaksa kamu untuk mau menikah dengan Leo atau siapapun itu... tapi aku cuma mau sahabat aku bisa mendapatkan pendamping hidup yang baik...aku memang belum lama mengenal Leo tapi suami aku..mas Arya dan semua orang disini mereka mengenal Leo sudah bertahun tahun..dan aku percaya bila Leo itu orang yang baik dan kamu juga bisa melihatnya..kamu sudah bertemu dengan mamanya juga.." Raisya bicara dari hati ke hati sebagai seorang wanita dengan Bella.


"tapi Sya..aku..aku tak tahu apa aku bisa mencintainya..?"


"cinta bisa tumbuh karena terbiasa bersama....kamu ingat..waktu itu kamu meyakinkan aku untuk percaya akan cinta suami aku....kamu tahu kenapa dulu aku sampai bisa menikah dengan mas Arya....?"


"iya aku ingat waktu itu di hari ulang tahun kamu kan...yang buat kita ketemu lagi..?"


"iya..kamu tahu alasan aku mau menerima lamaran mas Arya..?..karena mas Arya membantu ku memberikan kehidupan pada Nadia....mas Arya yang mencarikan donor Ginjal untuk Nadia sekaligus membiayai semua pengobatannya...dan sebagai gantinya mas Arya ingin aku menikah dengannya...jika tidak aku harus mengembalikan semua biaya yang telah dikeluarkan untuk pengobatan Nadia 2 kali lipat....coba kamu pikir darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu..dan mas Arya hanya memberiku waktu 2 bulan.." Raisya mulai menceritakan awal mula ia bisa menikah dengan Arya.


"setega itukah mas Arya sama kamu Sya..aku gak nyangka.."


"kamu jangan berpikir seperti itu dulu...mas Arya melakukan itu semua karena mas Arya ingin membahagiakan orang tuanya...orang yang mengambilnya dari panti asuhan..dan menjadikan mas Arya putranya...."

__ADS_1


Bella terlihat kaget mendengar cerita Raisya..


Raisya yang sudah paham atas keterkejutan Bella akan ucapannya..akhirnya ia menceritakan semuanya.


"iya Bella mas Arya bukan anak kandung mama Lina begitu pula dengan Tania..mereka sama sama anak yang di adopsi oleh keluarga Wijaya....keluarga ini mencurahkan semua kasih sayangnya penuh pada Mas Arya dan Tania seperti anak kandungnya sendiri....jadi karena itulah mas Arya berbuat seperti itu sama aku...mama dan papanya menginginkan nya untuk segera menikah .tapi saat itu mas Arya tak punya teman wanita atau kekasih yang bisa ia jadikan calon istrinya..dan disaat itu juga aku yang bekerja sebagai sekretaris baru mengajukan pinjaman yang sangat besar untuk biaya operasi Nadia..bisa dibilang mas Arya memanfaatkan kondisi ku yang benar benar sulit saat itu hingga aku terpaksa menerima tawarannya.."


"selanjutnya.." Bella antusias mendengar cerita sahabatnya.


"setelah aku bersedia mengikuti syaratnya..mas Arya langsung mencarikan donor ginjal untuk Nadia dengan cara apapun..dan memberikan semua yang terbaik untuk Nadia.."


"terus bagaimana dengan Tante Widya..apa beliau tahu soal ini..?"


"ya ibu tahu..bagaimana bisa aku menyembunyikan ini semua dari ibu ku Bell...beliau satu satunya orang tuaku..walaupun pada awalnya ibu sangat menentang keras semua ini tapi lagi lagi demi Nadia..ibu akhirnya menyetujuinya.."


"orang tua mas Arya..?"


"dulu kali pertama aku dipertemukan dengan mereka dirumah ini..aku takut jika saja mereka tak menyukai ku dan tidak mengijinkan mas Arya menikahi ku karena perbedaan status sosial kami yang sangat jauh berbeda...tapi ternyata dugaanku salah..mereka sangat menyukaiku dari pertama kami bertemu..padahal aku sudah menceritakan dengan jujur siapa aku..dan juga keluarga ku..tapi mereka malah bangga padaku..dan makin menyukaiku dan selanjutnya mereka meminta Mas Arya untuk sesegera mungkin menikahi ku.."


"jadi dulu awalnya tidak ada cinta di antara kamu dan suami kamu..?" tanya Bella selanjutnya.


"hemb sebenarnya sebelum aku menjadi sekretaris mas Arya..kami sudah pernah bertemu sekali di jalan..waktu aku masih bantu ibu jualan kue dijalan....dan mas Arya pernah cerita ke aku belum lama ini kalau dia sudah mencintai aku sejak saat itu...tapi ia tak menyadarinya.." Raisya tersenyum menceritakan soal kisah cintanya pada sahabatnya.


"hemb so sweet banget sih....terus terus setelah kalian menikah apa hubungan kalian seperti pasangan suami istri pada umumnya..?"


"tidak....setelah menikah mas Arya mengajak ku tinggal di apartemen milik nya..agar orang tuanya tidak curiga tentang hubungan kami sebenarnya..pada saat itu kami tidur di kamar yang terpisah "


"serumit itukah perjalanan cinta kalian..?.."


"iya..tapi sekarang kamu bisa melihatnya sendiri..kami ber 2 saling mencintai satu sama lain..dan aku juga sudah membuktikan jika cinta bisa tumbuh karena terbiasa.." Bella hanya mengangguk mendengar ucapan Raisya..seakan paham apa yang dikatakan sahabatnya itu.


"terus soal perempuan yang bernama Reva itu..?"


"mas Arya pernah cerita beberapa hari setelah Kami menikah..memang benar mereka pernah bertunangan dan berencana menikah..tapi Reva mengkhianatinya dengan pria lain..jadi saat itu juga mas Arya memutuskan untuk membatalkan pernikahannya..dan Mas Arya juga bilang kalau ia tak pernah mencintai Reva..ia hanya menganggap Reva gadis yang baik..teman yang baik..jadi demi keluarganya ia setuju untuk menikahinya............" panjang lebar Raisya bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga sampai pada titik ini..


Flashback off


Arya memangku si kecil Pelangi dan disampingnya duduk sang istri yaitu Raisya..yang malam ini terlihat cantik dibalut gamis berwarna putih dipadukan dengan kerudung berwarna sama..begitu juga dengan anggota keluarga yang lain..mereka duduk Istikomah mendengarkan wasilah atau ceramah dari ustadz dan ustadzah yang turut di undang dalam acara itu..dan tak.ketinggalan tamu undangan spesial nya..anak anak panti asuhan.


Acara demi acara berlangsung lancar dan khidmat..sampai pada penghujung acara..yaitu doa bersama..dilanjutkan dengan pemberian sedekah dan bingkisan untuk seluruh anak panti asuhan.


Malam hari ini anak anak panti dibuat bahagia oleh keluarga Wijaya..karena mereka yakin berbagi dan membahagiakan mereka tak akan ada ruginya..doa doa tulus mereka yang akan menggantikannya.


Setelah acara selesai..seluruh anggota keluarga berkumpul dan ngobrol di ruang keluarga yang cukup luas.


"oiya pak buk maaf kalau saya lancang..seharusnya saya sebagai tamu tak mengatakan ini disini.." ucap ibu Mayang mamanya Leo..membuat yang lain agak sedikit bingung.


"hemb..memangnya ada apa Bu Mayang....silakan utarakan apa yang jadi uneg uneg ibu mayang siapa tahu kami bisa membantu.." tanya ibu Lina.


"begini pak buk dan semuanya..tujuan saya ke Jakarta bukan hanya untuk menemui anak saya Leo..tapi yang utama adalah..saya ingin bersilaturahim dengan keluarga ini yang sudah berbaik hati mengijinkan anak saya untuk berkerja untuk keluarga ini..dan satu lagi..saya kesini juga karena saya ingin bertemu dengan Bella.... beberapa waktu yang lalu waktu di Surabaya saya sudah ngobrol ngobrol dengan mbak Raisya ?" akhirnya ibu mayang mengutarakan apa yang ia ingin sampaikan..bahwa ia ingin minta ijin pada keluarga Wijaya untuk melamar Bella untuk Leo anaknya.


Semua orang terkejut mendengar kata kata ibu Mayang,,apalagi Bella..tapi ia mencoba menahan diri agar tak terlihat kaku di depan semua orang.


"ibu Mayang serius..? tapi sebentar tunggu tunggu..apa sebenarnya selama ini kalian ber dua (Bella & Leo) selama ini sudah menjalin hubungan sehingga ibu Mayang datang untuk melamar Bella..?" kini giliran pak Wijaya yang bertanya..dengan mata tertuju pada Bella & Leo.


Bella & Leo gak bisa jawab apa apa..dan kini giliran Arya yang bicara.


"begini..pa..ma dan semua yang ada disini..di ruangan ini..sebelumnya akan Arya jelaskan....begini ceritanya..waktu di Surabaya kemarin kan ini Tante Mayang cerita kalau anak laki lakinya ini sampai sekarang belum punya pasangan...padahal teman teman seusianya sudah pada menikah dan punya anak..jadi sama seperti mama dan papa dulu waktu Arya belum menikah..beliau pengen segera punya menantu dan cucu..beliau iri jika teman teman beliau menceritakan soal menantu & cucu mereka..jadi Arya dan Raisya berniat untuk menjodohkan Bella dan Leo...bagaimana menurut kalian semua..kita sudah lama mengenal Leo..bagaimana baik dan buruknya Leo..begitu juga Raisya yang sudah mengenal Bella sejak masa kuliah dulu.." Arya menjelaskan serta memecahkan keheningan di ruangan itu karena ucapan ibu Mayang yang tiba tiba melamar Bella untuk Leo.


"ide kalian bagus..papa sangat setuju...iya kan ma..tapi kita tak boleh asal setuju saja..kita harus tanya juga pada yang bersangkutan.mereka mau atau tidak..karena tidak baik kalau kita memaksakan kehendak kita pada orang lain....jadi sekarang om mau tanya pada kalian berdua..Leo dan Bella..apa kalian menyetujui perjodohan ini...?" pertanyaan pak Wijaya kini tertuju pada Bella dan Leo..


"Leo bagaimana apa kamu menerima perjodohan ini..?" tanya pak Wijaya pada Leo yang duduk di sebelah ibu Sarah,,mamanya..


Sebelum menjawab Leo memandang ke arah wanita cantik yang duduk persis di hadapannya yang hanya berjarak meja..Ia ingin tahu ekspresi Wanita itu lebih dahulu sebelum menjawabnya..alhasil ketika tatapan mata mereka bertemu..Bella langsung menunduk karena malu dengan raut wajahnya yang pastinya sudah seperti kepiting rebus saat ini.


"sebenarnya saya...saya...tidak keberatan..jika Bella juga tidak keberatan dengan perjodohan ini.." jawab Leo pada akhirnya.


Bella tak menyangka Leo..pria setampan dia dan se keren dia setuju dengan perjodohan ini.


Ia juga tak menyangka Leo mau menerima wanita biasa sepertinya sebagai calon istrinya..padahal jika ia mau pasti banyak wanita diluar sana yang antri pengen jadi istrinya.


"Dan sekarang giliran kamu Bella..om mau tanya apa kamu menyetujui perjodohan ini..karena Leo sudah bersedia jika kamu tidak keberatan..." kini giliran Bella yang harus menjawab.


Namun perlu waktu beberapa saat sebelum akhirnya Bella memberikan jawabannya.


"maaf sebelumnya.... sebelum saya menjawab..saya ingin memberi tahu kepada Pak Leo dan Tante Mayang khususnya yang baru mengenal saya....saya hanya seorang anak yatim piatu yang dulu pernah bekerja di salah satu dept.store milik keluarga pak Wijaya..saya gak punya sanak saudara lagi..hanya Raisya dan keluarga ini sekarang yang menjadi keluarga saya...saya bukan wanita berada seperti keluarga Pak Leo...yang ingin saya tanyakan..apakah setelah mengetahui siapa saya apa pak Leo dan Tante Mayang masih mau menerima saya sebagai calon anggota keluarga.." ucapan Bella yan merendah membuat semua orang terharu..namun Raisya menguatkannya dengan menggenggam tangan sahabatnya itu..karena mereka duduk bersebelahan.


"kami bukan mencari wanita yang sempurna Bella..iya kan Leo..?" seraya melihat ke arah Leo ibu Mayang berjalan mendekati Bella dan duduk di sebelahnya.


"mbak Raisya sudah menceritakan soal kamu pada Tante...bagi Tante & keluarga besar kami..yang penting kamu bisa menerima..menjaga..dan merawat anak Tante dengan baik saja itu sudah cukup jadi dengan kata lain pastilah kita menerima kamu sebagai bagian dari keluarga kami.." ucap Tante Mayang menanggapi kata kata Bella.


Benar apa yang beliau katakan, mereka tak mencari wanita yang sempurna untuk dijadikan menantu tapi wanita yang baik dan bisa menjaga kehormatan diri dan keluarganya.

__ADS_1


...****************...


*t**o be continued✍️✍️✍️✍️✍️👉* 👉👉👉


__ADS_2