
"assalamualaikum sayang,,aku pulang.." panggil Arya ketika ia baru saja pulang dari kantor..
"sayang, kamu dimana?" panggilnya kemudian.
"Raisya kemana bik ,kok aku panggil gak nyahut?" tanya Arya ketika ia melihat art rumahnya.
"eh mas Arya,,mbak Raisya ada di taman belakang bersama non Pelangi mas, mau bubuk panggilkan?" tanya si bibi.
"gak usah buk, biar aku nyusul ke belakang saja."
Arya pun langsung meninggalkan tas kerja dan juga blazer nya di sofa depan dan berjalan menuju taman belakang.
"assalamualaikum "
"waalaikumsalam..eh lihat sayang siapa yang datang? itu papa." Pelangi yang mulai belajar berjalan seketika berdiri dan berjalan sempoyongan ke arah papanya ketika Raisya menunjuk kearah Arya yang datang dan berjongkok dengan kedua tangan terbuka menyambut Pelangi.
"sayang, anak papa sudah bisa jalan sekarang, sudah gede.." ucap Arya pada Pelangi yang kini ada dalam gendongannya.
Pelangi pun tersenyum lucu dengan memperlihatkan gigi depannya yang baru tumbuh.
Sungguh gadis kecil itu terlihat sangat menggemaskan.
"mas Arya sudah pulang?" tanya Raisya seraya menyambut tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya.
"iya sayang, oiya nanti malam aku ada undangan anniversary PT xxx..kamu ikut ya." ujar Arya sekaligus meminta sang istri untuk ikut bersamanya.
"harus ya?" tanya Raisya.
"ya gak sih, tapi siapa yang akan jadi pasangan aku kesana kalau bukan kamu istri aku?."
"mas, memang nya mas Arya gak malu apa ngajak aku ke acara begituan? "
Kali ini Arya bingung dengan pertanyaan istrinya. ia pun mengernyitkan dahinya gak ngerti kenapa sang istri bicara seperti itu.
"kamu ini ngomong apa sih sayang, kenapa juga aku mesti malu,,kamu kan istri aku?" tanya Arya kembali.
Raisya pun kembali berdiri setelah tadi duduk bersama sama dengan Arya dan Pelangi.
__ADS_1
"memangnya mas Arya gak lihat? sekarang ini aku lagi hamil mas, "
"lha terus kenapa kalau kamu lagi hamil? lagian kamu juga hamilnya anak aku, lagipula gak ada larangan juga kan bawa istri yang lagi hamil kesana?." jawab Arya masih tidak mengerti dengan apa maksud istrinya.
"mas ,Arya gak ngerti ngerti juga sih, coba mas lihat , badan aku sekarang gendut mas, apa mas gak malu sama rekan rekan bisnis mas nantinya ?" ucap Raisya seraya menunjukkan badannya yang kini mulia membengkak karena sedang hamil.
"ya Tuhan sayang..aku pikir kenapa?.".
Arya kini ikut berdiri di depan sang istri ia memegang kedua tangan istrinya dan menciumnya dengan lembut.
"sayang, untuk apa kamu malu? aku malah bangga bisa menggandeng wanita secantik dan sesempurna kamu, aku bahkan akan mengumumkan kepada dunia, jika sebentar lagi aku akan punya anak. Jadi kenapa aku harus malu? apa karena kamu sekarang jadi gendut, jadi aku malu jalan sama kamu? iya?...ya enggaklah sayang, buat aku, kamu adalah wanita tercantik dan paling sempurna yang pernah aku temui." ucapan Arya kali ini terdengar tulus dari hati,, ia benar benar membuat Raisya menjadi wanita yang paling istimewa di dunia ini.
"dan satu hal lagi , pasti diluaran sana banyak laki laki yang iri melihat melihat aku bisa mendapatkan pendamping hidup seperti kamu, karena mereka tak ada yang mampu seperti ku,..dan satu hal lagi, hanya ada satu wanita seperti kamu di dunia ini..dan kamu hanya milik aku, milik Arya Wijaya.."
Mendengar ucapan suaminya, Raisya merasa tersanjung, ia pun langsung memeluk Arya dengan sangat erat.
"terimakasih ya mas, karena kamu sudah mau menerima ku apa adanya, menerima semua kekurangan ku, terimakasih atas semua cinta dan kasih sayang yang sudah kamu berikan sama aku selama ini, aku gak tahu bagiamana caranya aku harus membalas semua ini."
"kamu gak perlu membalas semuanya, yang perlu kamu lakukan hanya selamanya di samping ku, selamanya menjadi teman hidupku sampai ajal memisahkan kita." jawab Arya dengan kembali mengeratkan pelukannya pada sang istri.
Melihat kemesraan mama dan papanya, pelangi yang sedari tadi duduk dan bermain sendiri akhirnya tepuk tangan dan sambil tersenyum, seakan ia ikut merasakan kebahagian mama dan juga papa nya.
"sayang, kamu pengen dipeluk juga seperti mama,,?" tanya Arya pada putri kecilnya.
"sini sayang,, " Raisya dan Arya mengulurkan tangan mereka pada Pelangi, dan mereka ber tiga saling berpelukan penuh kasih sayang.
Arya dan Raisya bergantian mencium Pelangi.
"oiya mas, kalau aku ikut bagaimana dengan Pelangi? masa dia dititipkan lagi sama mama, gak enak kan sama mama?"
"tenang sayang, nanti Pelangi juga akan ikut sama kita, karena mama sama papa juga akan ikut ke acara itu, begitu pula dengan Leo, dia nanti juga akan datang bersama Bella." terang Arya pada Raisya.
"jadi mama sama papa ikut,,Bella juga?" tanya nya sekali lagi untuk meyakinkan.
Arya pun mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Raisya..
......................
__ADS_1
Malam hari pun tiba, Arya beserta keluarga menghadiri acara anniversary PT.xxx.
Malam ini Raisya terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun berwarna biru muda, gaunnya agak longgar karena kondisinya sedang berbadan dua.
Begitu juga dengan Arya ia juga memakai setelan jas berwarna senada dengan gaun yang dipakai sang istri.
Mereka berdua terlihat sangat serasi malam ini, si kecil pun tak kalah cantiknya dengan sang mama, ia di dandani super cantik oleh Raisya, dengan gaun juga berwarna sama dengannya. disertai bandana berwarna senada.
Pelangi kini ada dalam gendongan Bella, kebetulan tadi bertemu di pintu masuk, dan karena sudah sangat mengenal Bella, pelangi langsung mengulurkan tangan mungilnya pada Bella, dan dengan senang hati Bella menyambutnya.
"selamat datang pak Arya, ibu terimakasih sudah berkenan hadir di acara kami..suatu kehormatan bagi kami sekeluarga bisa mengundang bapak dan ibu sekeluarga." salam sang tuan rumah ketika melihat Arya dan keluarga datang bersama.
"sama sama pak Bu,,
dan tak lupa kami ucapkan selamat atas pesta malam ini,.smoga PT.xxx semakin maju dan kita bisa terus dapat bekerja sama di masa mendatang."
"Aamiin, terimaksih pak Bu atas doanya, oiya mari silakan masuk."
"terimakasih..kali begitu kami masuk dulu."
Arya dan sekeluarga beserta Bella dan Leo masuk ke dalam acara bergabung bersama tamu yang lain.
Disana Arya tak lupa memperkenalkan rekan rekan sesama pengusaha pada Raisya..bagi mereka yang belum tahu bila Raisya adalah istrinya.
......................
Disela sela menikmati suasana pesta yang cukup meriah, ternyata ada seseorang yang memperhatikan Raisya dan Arya dari tadi, siapa lagi kalau bukan Reva.
Reva memang bukan seorang pengusaha, tapi ia adalah salah satu brand ambassador salah satu perusahaan kosmetik yang turut diundang di acara. itu.
"ternyata kamu hadir juga disini., apakah ini saatnya aku memberi pelajaran padamu perempuan munafik?" lirih Reva ketika melihat Raisya ada diantara tamu undangan.
Entah apa rencana Reva selanjutnya ? apakah ia akan berusaha mencelakai Raisya?
...****************...
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉
__ADS_1
"