Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 79*


__ADS_3

Semalaman Arya dan kedua orang tuanya dan juga Leo menginap dirumah sakit untuk sama sama menjaga Raisya.


Kini sudah jam 3 pagi menjelang subuh, tapi Raisya belum juga sadarkan diri.


Arya yang semalaman menjaga nya, selalu menggenggam tangan istrinya, tak sedetik pun. matanya terpejam.


"bagaimana dengan Raisya, Arya? tanya ibu Lina yang baru saja kembali dari kantin rumah sakit bersama suaminya untuk membeli minuman hangat.


Arya menggeleng pelan.


"ini kamu minum kopinya, mumpung masih panas." Ibu Lina memberikan segelas kopi panas kepada Arya untuk segera diminum.


Perlahan Arya mengambil gelas kopi dari tangan sang mama dengan salah satu tangannya, karena satu tangannya lagi tetap menggenggam tangan Raisya.


Dan baru saja Arya akan meminum kopinya, ia merasakan tangan Raisya yang ada dalam genggamannya sedikit bergerak.


Arya pun terkejut, ia mengurungkan niatnya untuk minum kopinya.


Ia tak percaya apa yang baru saja ia rasakan, tangan Raisya bergerak.


"sayang , Sya,,kamu sudah sadar sayang?" ujar Arya ketika merasakan tangan Raisya bergerak, dan selanjutnya kedua mata Raisya perlahan terbuka.


Mendengar Arya memanggil Raisya, ibu Lina ,pak Ridwan dan juga Leo yang sedang meminum kopinya bersama sama bangkit dan mendekati Ranjan pesakitan Raisya.


"mas Arya.." lirih Raisya, suaranya terdengar sangat lemah saat ini karena baru saja sadar.


"iya sayang, ini aku Arya..kamu gak apa apa sayang?" tanya nya pada sang istri.


Raisya mengangguk pelan.


Arya pun segera mengucap syukur karena Raisya telah sadar kembali, walaupun kondisinya masih sangat lemah.


"Alhamdulillah ya Tuhan, terimakasih engkau telah menyelamatkan nyawa istriku." ucap syukur Arya pada yang maha kuasa.


"mas, aku takut.."


"kamu jangan takut lagi sayang, ada aku disini, aku gak akan pernah lagi meninggalkan kamu sayang,,maafkan aku sayang." ucap Arya penuh sesal.


Tak lama kemudian dokter dan perawat datang keruangan Raisya untuk melakukan pemeriksaan terhadap Raisya.


Tadi Leo yang pergi keluar untuk memanggil dokter karena Raisya sudah sadar.


"bagaimana dengan istri saya dokter?"


tanya Arya pada dokter yang telah memeriksa Raisya.


"Alhamdulillah, istri anda sudah melewati masa kritisnya, dan kondisinya sudah mulai berangsur pulih." jawab sang dokter yang membuat lega seluruh penghuni kamar VVIP .no 01.

__ADS_1


"Alhamdulillah,," rasa syukur menghujani keluarga Wijaya saat itu mendengar ucapan dokter kalau Raisya telah melewati masa kritisnya dan kondisinya juga berangsur pulih.


"kalau begitu, saya permisi dulu kalau ada apa apa langsung saja hubungi saya atau perawat."


"dan satu lagi, pasien jangan diajak ngobrol dulu, karena pasien masih butuh banyak istirahat." pesan dokter pada pada seluruh keluarga Wijaya terutama Arya.


"iya dokter, terimakasih atas semuanya,"


Rasa lega menghujani keluarga Wijaya, mereka sangat bahagia mendengar Raisya sudah membaik dan berangsur pulih.


Apalagi Arya, tak henti hentinya ia mengucap syukur pada Tuhan karena telah menyelamatkan nyawa sang istri.


Arya pun memeluk erat Raisya seakan tak mau sedetik pun melepaskan.


Ia takut akan kehilangan istrinya itu jika ia melepaskan pelukannya.


"apa yang kamu rasakan sekarang sayang?"


tanya Arya pada Raisya yang baru saja terlepas dari masa kritisnya.


"aku ngantuk mas,," jawabnya lemah.


"yasudah kamu istirahat ya sayang, aku akan selalu disini jagain kamu."


ucap Arya seraya mencium puncak kepala Raisya dengan lembut.


Melihat Raisya sudah terlelap, Arya mulai meras tenang.


"ma pa tolong jangan beritahu ibu Widya soal kejadian ini, karena Arya takut beliau akan sedih melihat Raisya seperti ini." pinta Arya pada mama dan papanya.


"maaf pak Arya, ibu Widya sudah tahu mengenai ini semua, semalam beliau menghubungi Bella dan menanyakan bagaimana kondisi mbak Raisya, dan Bella menjawab. kalau mbak Raisya sedang dirawat di rumah sakit.".


Arya sedikit terkejut mendengar kalau mertuanya sudah tahu kejadian ini.


"Darimana ibu tahu?" tanya Arya pada Leo.


"maaf pak, kemungkinan besar beliau tahu dari televisi, karena kejadian semalam sudah langsung jadi trending di televisi, mungkin besok pagi semua media cetak juga akan menerbitkan berita ini.' terang Leo menjelaskan.


"baiklah kalau begitu nanti tolong kamu jemput ibu kerumah. Pasti ibu sangat khawatir sekarang.."


"baik pak, sebenarnya beliau ingin menyusul ke RS semalam tapi Bella melarangnya..Bella minta pada ibu Widya untuk tidak terlalu khawatir karena kondisi mbak Raisya sudah membaik,,maaf pak Bella sudah lancang berbohong pada ibu Widya soal kondisi mbak Raisya, itu semua hanya agar ibu Widya tidak terlalu shock mendengar kabar ini."


"iya gak apa,,aku tahu maksud dan tujuan kalian baik, terimakasih atas semuanya,dan terimakasih juga sudah membantu mengurus dan menjaga Pelangi."


"sama sama pak..karena kondisi mbak Raisya sudah mulai stabil, saya mohon ijin untuk pulang sebentar ganti baju, kemudian menjemput ibu Widya dan mengantarkan nya kemari." pamit Leo pada Arya dan pada pak Ridwan dan juga ibu Lina.


"iya kamu hati hati di jalan."

__ADS_1


"baik pak, permisi assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


Kini tinggal Arya dan Kedua orang tuanya yang menunggu Raisya di ruang VVIP .


Leo sudah pamit pulang sebentar untuk menjemput ibu Widya dan mengantarkan nya ke rumah sakit.


"ma, pa sebaiknya mama sama papa pulang saja dulu kerumah, mama dan papa juga butuh istirahat, biar Arya yang menemani dan menjaga Raisya disini, lagipula kasian Pelangi di tinggal sendiri."


"kamu gak apa apa sendiri? kalau memang itu mau kamu, mama sama papa akan pulang dulu sebentar sekalian melihat Pelangi nanti mama kesini lagi."


"iya ma, lagipula sebentar lagi ibu juga akan kesini..sekalian nanti tolong siapkan baju ganti Arya ya ma, dan minta sopir untuk mengantarkan nya ke mari,"


"iya nanti akan mama siapkan baju kamu biar diantar sopir kesini sekalian bawakan kamu makanan."


"iya ma terimakasih,,oiya pa, apa Arya bisa minta tolong papa untuk sementara waktu handle semua urusan Arya dikantor selama Arya masih menemani Raisya disini."


"Kamu tenang saja, papa sudah meminta Leo untuk menghandle semuanya, kalau nanti ada yang tak bisa di wakilkan,papa yang akan urus." ucap pak Ridwan menjelaskan.


"iya pa, terimaksih atas semuanya."


"kalau begitu mama sama papa pulang dulu, kalau ada apa apa segera hubungi kami." pesan ibu Lina pada Arya sebelum pulang.


"iya ma pasti."


"yasudah mama sama papa pulang dulu, assalamualaikum."


"waalaikumsalam hati hati dijalan ma pa."


"iya."


......................


Benar apa yang sudah dikatakan oleh Leo, pagi ini media cetak berlomba lomba mengahdirkan berita utama tentang istri Konglomerat muda Arya Wijaya terjebak di dalam lift semalam."


Yah itulah judul yang terpampang jelas di halaman depan seluruh surat kabar yang terbit pagi ini.


Semuanya menuliskan tentang kejadian yang menimpa Raisya.


Di rumah sakit pun kini sudah banyak wartawan untuk mencoba mencari informasi tentang Raisya pada pihak rumah sakit, ataupun langsung dari pihak keluarga besar Wijaya.


Namun tanpa seijin dari keluarga Wijaya,pihak rumah sakit pun tak berani menginformasikan apapun ada para wartawan.


Karena memang sebelumnya Leo sudah meminta pada pihak rumah sakit untuk tidak menginformasikan keadaan Raisya pada siapapun termasuk pada awak media.


...****************...

__ADS_1


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2