
Berita duka keluarga Wijaya Kini sudah sampai di telinga para awak media,,mulai dari media cetak hingga media elektronik menyiarkan berita duka atas meninggalnya calon penerus keluarga Wijaya.
**kami sekarang sedang berada di kediaman keluarga Wijaya yang semua orang tahu,keluarga Wijaya merupakan salah satu keluarga yang memiliki kerajaan bisnis terbesar di Indonesia bahkan sampai di luar negeri.
Sampai saat ini kami belum bisa mendapatkan keterangan secara pasti dari pihak keluarga,,bagaimana kronologi meninggalnya calon pewaris keluarga Wijaya..yang di ketahui di beri nama Arsya Wijaya gabungan dari nama orang tuanya..Arya & Raisya.** terlihat seorang reporter tv memberikan kabar terbaru dari kediaman keluarga Wijaya mengenai meninggalnya sang calon pewaris.
Di tempat berbeda Reva merayakan keberhasilannya menghancurkan Raisya.
"ternyata untuk menghancurkan mu tak sesulit yang kubayangkan..aku yakin saat ini kamu sedang menangis darah meratapi kepergian putra kesayanganmu,,tap ini baru awal Raisya,,ini belum seberapa,,nanti kamu akan merasakan yang lebih dari ini,,siapa suruh berurusan dengan seorang Reva.."
Reva tertawa terbahak bahak di apartemennya,,ketika melihat berita di tv tentang berita duka mendalam keluarga Wijaya.
Ia tertawa bahagia diatas penderitaan Raisya dan juga Arya.
****
Lain halnya di rumah sakit..Arya dengan setia menemani Raisya yang kini sedang terpuruk.
Setiap Raisya bisa tertidur,,ia selalu bermimpi tentang Arsya putranya yang telah tiada.
"maafkan mama,,maafkan mama.."
"sayang,,Sya bangun sayang.." Arya mencoba membangunkan Raisya yang sedang bermimpi tentang putranya..Raisya pun terbangun dan kembali menangis meratapi kepergian putranya.
"sudah sayang jangan menangis lagi..ingat Arsya tidak akan pergi dengan tenang jika melihat mamanya seperti ini terus..dia akan sangat sedih disana..kita harus ikhlaskan Arsya yaa walaupun itu tidaklah mudah bagi kita terutama kamu mamanya,,tapi kita harus tetap berusaha.." Arya mencoba menenangkan kembali istrinya dari mimpinya tentang Arsya.
Arya memeluk dan mencium kening Raisya dengan lembut,,ia berusaha menguatkan dirinya sendiri untuk bisa terlihat tegar di depa. sang istri..walaupun sebenarnya ia pun sangat terpuruk karena ini.
4 hari kemudian
Karena melihat kondisi fisik Raisya yang sudah kembali pulih..meskipun belum sepenuhnya..kecuali untuk urusan psikisnya yang semua orang tahu pasti butuh waktu lama untuk memulihkannya..dokter mengijinkan Raisya untuk pulang dan rawat jalan dirumah.
Sebelum pulang dokter meminta Arya menemuinya di ruangannya,,untuk memberitahukan kondisi mental pasien.
"jika dilihat dari kondisi fisik ibu Raisya sudah 75% pulih,,tapi untuk urusan psikisnya,,kami dari tim medis belum bisa menjelaskan apa apa,,namun kami menyarankan bapak sebagai suami harus ekstra menjaga ibu Raisya bukannya apa apa,,kami takut ada hal hal yang tak di inginkan terjadi..mengingat apa yang sudah dialami ibu Raisya........." dokter menjelaskan dan memberi arahan panjang lebar pada Arya selaku suami dari Raisya..dan Arya pun meng iya kannya..ia akan berusaha mengikuti arahan dokter untuk Raisya.
Setelah selesai berbincang dengan dokter,,Arya kembali ke kamar..disana Raisya sudah bersiap untuk pulang..barang barangnya sudah di bereskan oleh sang ibu dan juga dibantu ibu mertuanya.
"gimana sudah siap untuk pulang sekarang,,?" tanya Arya pada Raisya yang masih duduk di bed rumah sakit...Raisya pun mengangguk pelan.
"baiklah kalau begitu..kita pulang sekarang,,Leo sudah menunggu di depan..sini biar aku bantu.." Arya membantu istrinya pindah dari tempat tidur ke kursi roda dengan hati hati..kemudian ia mendorong kursi roda Raisya menuju halaman depan rumah sakit..di ikuti oleh ibu Lina dan ibu Widya berjalan di belakang.
Disana sudah ada Leo,asisten Arya dan sopir keluarga wijaya yang siap mengantar mereka pulang.
Leo segera membukakan pintu mobil saat melihat Arya dan Raisya menuju mobil.
"hati hati sayang,," Arya membantu Raisya masuk mobil..sedangkan Leo melipat & memasukan kursi rodanya di bagasi belakang.
setelah Raisya duduk dengan nyaman di dalam mobil,,kini giliran Arya yang ikut masuk dan duduk di samping Raisya.
Setelah itu mereka pulang kerumah dengan Leo sebagai pengemudinya..untuk ibu Lina & ibu Widya mereka ikut mobil belakang,,dengan sopir keluarga Wijaya.
Dalam perjalanan,,Arya tak pernah melepas pelukannya atas Raisya,,dan tak ada yang bersuara saat itu..suasana hening meliputi mobil mereka..sesekali Leo melihat kebelakang lewat kaca spion depan..
"mas sebelum pulang,,aku pengen ziarah ke makam Arsya,,boleh,,?? "
"sayang,,kamu baru saja keluar dari rumah sakit..dan dokter minta kamu untuk banyak istirahat,,,jadi lain kali aja ya kita ke makam,,"
"aku pengen melihat makam Arsya sekarang,,aku mohon..boleh yaa,,sebentar aja,,setelah itu kita pulang.." Arya tak tega menolak permohonan istrinya,,dan akhirnya ia pun memenuhi permintaan istrinya untuk ziarah ke makam Arsya,putra mereka.
"Leo kita mampir ke makam sebentar,,"
__ADS_1
"baik pak.."jawab Leo saat menerima tugas dari Arya mengantar mereka berziarah ke makam Arsya.
Leo pun mengarahkan laju mobilnya menuju arah makam,.dan 30 menit kemudian mereka pun telah sampai di parkiran TPU tempat Arsya dimakamkan.
"kita sudah sampai,,kamu yakin akan kesana,,??" Arya memastikan kembali sebelum keluar dari mobil takutnya Raisya shock..
"Arya kenapa kamu ajak Raisya kemari,,dia belum pulih benar,," tanya ibu Lina yang kini sudah berada di samping Arya & Raisya diikuti ibu Widya.
"Raisya yang minta diantar kesini ma,," jawabnya sambil membantu Raisya keluar dari mobil.
"Sya kita pulang aja sayang,,lain kali saja kita kesini,,saat kondisi kamu benar benar pulih..' pinta ibu Lina pada menantu kesayangannya.
"sebentar saja ma,,Raisya pengen melihat makam Arsya,,Raisya baik baik saja,,"
Arya pun mengedipkan mata ke arah sang mama agar tak mendebat Istrinya lagi..dan ibu Lina akhirnya menuruti keinginan menantunya untuk berziarah ke makam cucunya.
Mereka pun berjalan menuju tempat Arsya di makam kan..Arya menggandeng sekaligus memapah istrinya agar tidak jatuh karena kondisinya yang masih lemah.
Akhirnya tiba juga mereka di makam Arsya,,Saat melihat batu nisan yang bertuliskan nama Asya Wijaya bin Arya Wijaya,,Raisya tak bisa lagi membendung air matanya..Ia pun tersungkur di atas gundukan tanah yang masih basah itu..
"sayang,,ini mama nak,,mama kesini menemani kamu,," Ucap Raisya sambil menangis dan tangannya mengusap batu nisan yang bertuliskan nama putranya.
"Sya,," Arya ikut berjongkok di samping Istrinya..dan di disisi lainnya ada mama dan ibu mertuanya yang menaburkan bunga di makam sang cucu.
"maafkan mama sayang,,mama gak bisa jadi ibu yang baik buat kamu,,mama gak bisa jaga kamu hingga kamu jadi seperti ini sayang..maafkan mama,,mama akan mencoba mengikhlaskan kamu nak.." ucap Raisya pelan dan lemah..Setelah selesai berdoa Arya pun mengajak Raisya untuk pulang,,walaupun awalnya ia tak mau namun akhirnya dengan bujukan mama dan ibunya ia pun dengan berat hati meninggalkan makam anaknya.
"mama,,pulang dulu ya sayang,,mama janji besok mama akan kesini lagi..kamu baik baik ya di sana.." Raisya berucap sambil mengelus makam Arsya dan terakhir ia mencium batu nisan putranya..sebelum akhirnya meninggalkan pusara sang putra.
Arya pun kembali memapah istrinya berjalan menuju mobil dan selanjutnya mereka pulang ke rumah.
Sampai di depan pagar Leo melihat gerombolan orang membawa kamera,,rupa rupanya para awak media masih setia menunggu penjelasan dari pihak keluarga mengenai kronologi musibah yang menimpa salah satu anggota keluarga Wijaya yang menyebabkan sang calon pewaris tak bisa di selamatkan.
"maaf pak di depan ada banyak wartawan..bagaimana ini..sepertinya sulit kita untuk masuk .." tanya Leo pada Arya yang duduk di kursi belakang bersama Raisya.
"baik pak.."akhirnya Leo mengemudikan mobilnya dan masuk ke halaman rumah keluarga Wijaya melewati pintu samping seperti apa yang dikatakan Arya.
Dan pada akhirnya mobil mereka berhasil masuk ke halaman rumah setelah melewati pintu samping..
Arya pun segera membawa istrinya masuk sebelum para wartawan tahu,,bukannya menghindar dari mereka,,Arya melakukan ini agar Raisya tenang dulu..ia juga berencana akan melakukan konferensi pers setelah kondisi memungkinkan.
"Sya..." Bella memanggil Raisya dengan mata berkaca kaca saat melihat sahabatnya itu pulang kerumah.
Bella pun langsung berhamburan dan memeluk Raisya sambil menangis..
"kamu yang sabar ya Sya,,kamu harus ikhlas,," Bella berucap sambil merengkuh Raisya.Namun saat ini Raisya tak mampu berkata kata,,hanya air mata yang mewakili kesedihannya kehilangan sang buah hati.
"Bella,,bisa minta tolong bawa Raisya ke kamar..?? aku ada urusan sebentar dengan Leo.." pinta Arya pada Bela yang kini sedang memeluk istrinya.
Bella pun mengangguk,,ia mengusap air matanya kemudian mengantar Raisya ke kamar dan menemaninya di kamar.
Di depan Arya berbicara dengan Leo untuk mengurusi para awak media,agar mereka tidak berkerumun di depan pintu gerbang rumah keluarga Wijaya,dan menyatakan pada mereka kalau lusa,,pihak keluarga akan mengadakan konferensi pers mengenai musibah ini,,namun untuk saat ini,,pihak keluarga masih membutuhkan waktu untuk itu.
Setelah Leo memberi pengertian pada wartawan akhirnya gerombolan mereka pun membubarkan diri..dan pergi dari kediaman keluarga Wijaya.
***
Hari berganti waktu berlalu begitu lambat dirasakan oleh keluarga Wijaya terutama setelah meninggalnya sang cucu Arsya Wijaya beberapa minggu yang lalu.
Setiap hari Raisya berziarah ke makam anaknya dan tentunya di temani Arya sang suami.
Arya mengikuti arahan dokter untuk selalu mendampingi istrinya terlebih dalam kondisi seperti sekarang ini..kondisi Raisya masih belum pulih 100% jadi ditakutkan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
__ADS_1
"sayang mama & papa pulang dulu ya,,besok kami kesini lagi ,," ucap Raisya sebelum meninggalkan makam putranya..kondisinya kini sudah lebih baik dari sebelumnya,,
Sampai saat ini Raisya belum tahu bila salah satu ovariumnya pasca kejadian kemarin..Arya belum berani bercerita soal itu..ia takut Raisya akan shock bila mengetahui hal ini.
***
"kalian sudah pulang,,?" ucap ibu Lina saat melihat anak & menantunya pulang dari makam.
"iya ma,," jawab Arya & Raisya kompak..
"yasudah..kalau begitu kamu istirahat di kamar,,mama mau keluar sebentar untuk belanja kebutuhan dapur sudah pada habis.."
"mama hati hati yaa. " ucap Raisya sang menantu.
"iya sayang,,kamu pengen nitip apa,,atau pengen di masakin apa untuk makan siang nanti..biar sekalian mama belanjakan.."
"gak usah ma,,Raisya gak pengin apa apa,,kalau begitu Raisya ke kamar dulu ya ma,," Raisya pamit pada ibu mertuanya untuk pergi ke kamar.
Sejak kejadian itu Raisya jadi lebih banyak murung..ia sering menyendiri dan menangis di kamar Arsya..ia masih belum benar benar ikhlas kehilangan putranya.
Arya pun mengantar Raisya ke kamar untuk istirahat.
"sayang,,"
"hmmb..iya,,ada apa mas,,? "
"hari ini aku ada sedikit urusan di kantor,,aku tinggal sebentar gak apa apa kan..?" Mendengar ucapan suaminya,,Raisya hanya tersenyum dan mengangguk.
"iya mas,,aku gak apa apa,,mas pergi saja,,"
"aku janji akan pulang setelah urusan beres yaa,," Raisya kembali mengangguk & tersenyum kemudian Arya mencium keningnya sebelum keluar kamar dan pergi ke kantor.
"kalau ada apa apa telepon aku..Assalamualaikum." pesan Arya sebelum pergi.
"waalaikumsalam.."
****
"Arya,,mama mau bicara sama kamu.."
Sebelum pergi Arya di ajak bicara serius oleh mamanya,,dan ini menyangkut Raisya.
"iya ma ada apa,,?"
"ini mengenai Raisya istri kamu.."
"Raisya kenapa ma,,?"
"apa kamu sudah..." sebelum melanjutkan ucapannya sang mama melihat ke atas takutnya Raisya mendengarnya.
"apa kamu sudah bicara sama dia soal ovariumnya yang diangkat..?" Arya menggeleng pelan.
"Arya mama sarankan sama kamu untuk segera memberitahukan hal ini pada istri kamu..sebelum ia tahu dari orang lain.."
"gak ma,,Arya gak tega..Arya takut Raisya akan Shock mendengar bila salah satu ovariumnya telah di angkat..yang menyebabkan ia sulit untuk punya anak lagi..Arya gak sanggup melihatnya terpuruk lebih dalam lagi.."
Arya berbicara pelan dengan mamanya,,tanpa ia ketahui Raisya mendengar percakapannya dari lantai atas,,saat ia keluar dari kamar untuk memberikan ponsel Arya yang ketinggalan dikamar.
Bagaikan petir di siang hari benar apa yang dikatakan Arya, Raisya shock mendengar apa yang dikatakan suaminya di bawah..tanpa terasa ponsel Arya yang ada di tangannya jatuh dan menimbulkan suara..membuat Arya& mamanya tersadar bila Raisya mendengar percakapan mereka.
"Sya,,,," Arya kaget melihat Raisya berada tepat dilantai atas persis berada lurus di atas kepalanya..
__ADS_1
💮💮💮💮💮💮
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉