Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 24*


__ADS_3

Seusai Dimas dan Bella pergi Raisya pamit pergi ke kamarnya..karena hari sudah sore dan malam ini mereka diminta untuk makan malam di rumah keluarga Wijaya.


"mas aku pergi ke kemar dulu,,mau siap siap karena sebentar lagi kita akan kerumah orang tua mas.." pamit Raisya yang sedari tadi duduk bersandingan di sofa bersama Arya.


"Sya,,kalau tangan kamu masih sakit sebaiknya kita gak usah kesana,,aku akan kabari mama..bilang kalau kita ada undangan makan malam dengan klien.." ucap Arya pada Raisya..ia atk tega melihat tangannya yang masih memar..dan pasti akan banyak pertanyaan yang akan di lontarkan mamanya pada Raisya soal ini.Ia gak mau menambah sulit Raisya juka harus menjelaskan semuanya.


"gak apa apa mas,,tangan ku sudah lebih baik gak begitu sakit lagi..lagipula aku gak mau orang tua mas kecewa kalau kita tidak datang..tenang saja aku akan pakai baju panjang agar mereka semua tak tahu..sehingga mereka tak khawatir.." jelas Raisya yang kemudian pergi ke kamarnya,,ia berjalan sambil memegang tangannya yang masih terasa sakit.


Pkl.18.30 wib.


Raisya keluar dari kamar sudah memakai pakaian lengan panjang..begitupun dengan Arya,,ia sudah menunggu di ruang tamu.


"kamu sudah siap Sya,,kamu yakin baik baik saja ?? "tanya Arya pada Raisya dengan nada khawatir.


"iya mas..aku gak apa apa..kita berangkat sekarang aja lagipula kita jemput ibu dan nadia dulu kan..?? kasian kalau mereka nunggu lama..nanti + khawatir.." ucap Raisya mengajak Arya untuk segera berangkat..dan Arya oun meng iya kannya..dan langsung berangkat.


Malam ini Raisya tetap terlihat cantik walaupun hanya memakai Tunik berwarna pastel dengan bawahan celana kain warna hitam..Rambutnya pun hanya di hias dengan bandana kecil ada aksen mutiara..


Setelah menjemput Mertua dan adik iparnya juga Bella..mereka langsung menuju ke rumah keluarga Wijaya.


"nah itu pasti mereka..." ucap Tania adik Arya saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumah dan ia pun langsung berlari ke depan ingin segera bertemu dengan kakak dan juga kakak iparnya.


"mah aku kedepan dulu ya..aku kangen sama mbak Raisya dan mas Arya.." pamitnya pada sang mama yang menata makan malam di meja makan bersama salah seorang irt..dan sang mama pun mengijinkannya..


"mbak Raisya..." teriak Tania saat melihat Raisya keluar dari mobil..dan langsung berlari berhambur memeluknya.


"mbak aku kangen banget sama mbak.." begitu ketemu ,,kakak ipar dan adik ipar itu langsung berpelukan dengan erat..tanpa peduli yang lain masuk duluan dan hanya tertinggal Raisya,,Arya,,dan Tania..


"mbak juga kangen banget sama kamu Tania,,gimana kabar kamu..??" tanya Raisya pada sang adik ipar.


"baik mbak..mbak sendiri baik juga kan,,bilang aja sama aku kalau mas Arya macam macam sama mbak.." ucapan Tania yang ini langsung mendapat tatapan tajam dari Arya sang kakak.


"eh anak kecil..Terserah mas donk mau macam macam sama Raisya,,dia kan istri mas..iya kan sayang..??" ucap Arya sambil meraih Raisya dalam pelukannya..yang akhirnya mendapat protes dari Tania.


"mas Arya..kalau ada aku disini mbak Raisya punya aku..iya kan mbak..??" Raisya meringis kesakitan,karena tanpa sengaja Tania menarik lengan kanannya yang memar.


"mbak Raisya kenapa,,ada yang sakit..?" tanya Tania cemas,,tanpa menunggu jawaban dari Raisya,,Tania langsung menyibak lengan baju Raisya dan ia melihat lengan kakak iparnya memar memar seperti bekas cengkeraman tangan.


"mbak kenapa ini lengan mbak..jangan bilang kalau ini ulah mas Arya..??" Tania melemparkan tatapan tajam ke arah Arya yang berdiri di samping Raisya.


"ya jelas bukan mas Tania..mana mungkin mas lakukan ini sama istri mas sendiri.." jawab Arya menyangkal tuduhan adiknya.


"sakit banget yaa mbak..??" tanya Tania dengan nada khawatir seraya mengelus pelan tangan Raisya yang memar..,,dan Raisya pun menggeleng sambil tersenyum.


"gak apa apa kok Tania..tadi juga sudah diobati dirumah.."


"Tania,,Raisya...sampai kapan kalian akan di luar..??" teriakan sang mama menghentikan percakapan kakak beradik di depan..


"Tania..jangan bilang apa apa sama semua..nanti mas yang akan ceritakan semua ke kamu.." pinta Arya pada Tania sebelum mereka masuk dan bertemu dengan keluarga besar wijaya.


Akhirnya mereka masuk dan memberi salam pada semua orang yang hadir disana..


Seperti biasa Raisya mendapat tempat spesial di samping ibu Lina mertuanya.


"sayang gimana liburan kalian,,??seneng gak..??" tanya sang mertua antusias.


"iya ma..Raisya dan mas Arya menikmati liburan kami.." jawab Raisya sambil tersenyum.


"gimana gak seneng,,pastinya disana mas Arya mengurung mbak Raisya terus di dalam kamar.."


Ucapan Tania lagi lagi menciptakan tatapan tajam dari Arya yang sedang sibuk mengutak atik ponselnya..


"eh anak kecil sok tau.." ucap Arya sambil melempar bantal kecil ke arah adiknya..


"Tania memang itu yang mama harapkan..mama mengirim mereka liburan ke Bali..biar mereka bisa ber 2 an dan mama cepat dapat cucu..bukan begitu ibu Widya..??" giliran ibu Lina melemparkan pertanyaan pada ibu Widya ibunya Raisya..Dan hanya mendapat jawaban sebuah senyuman kecil dari ibu widya..karena beliau tahu bagaimana keadaan rumah tangga Arya dan Raisya yang sebenarnya.

__ADS_1


Tak berselang lama seorang irt memberitahu kalau makan malam sudah siap..dan mereka semua pindah ke meja makan.


Saat mulai makan malam seperti biasa Raisya melayani Arya layaknya seorang istri sebenarnya.


"sudah sayang biar aku saja.."Arya mengambil alih piringnya dari tangan Raisya karena ia tahu tangan Raisya sakit jadi biar yang lain tak curiga ia pun mengambilkan makanan untuk Raisya.


"biasanya kalau dirumah..kamu yang selalu layani aku,,sekarang giliran aku yang layani kamu.."


Raisya kaget melihat Arya melayaninya seperti itu,,tapi Arya mengedipkan matanya seakan memberikan kode padanya.


Perlakuan Arya terhadap Raisya membuat seluruh penghuni rumah itu Baper..mereka ikut bahagia melihat Arya dan Raisya romantis seperti ini..tapi tidak dengan ibu Widya yang tahu soal perjanjian itu.


"Astaga kalian ini seperti pengantin baru saja yaa..lihat pa..mama senang sekali melihat mereka.." ucap ibu Lina kepada sang suami pak Ridwan wijaya.


Raisya yang menjadi bahan obrolan pun merasa sungkan jadi ia berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Arya agar pria itu tak bertindak lagi terlalu jauh.


"oiya Arya..papa dengar dari Leo,hari ini kau ada meeting dengan mister Yamato dari jepang..bagaimana hasilnya..?? tanya pak Ridwan. pada Arya soal pekerjaan..dan ini sekaligus mengalihkan topik obrolan soal liburan Arya dan Raisya kemarin.


"gak jadi pa..tadi Arya sudah berangkat untuk bertemu dengan mister Yamato..tapi di tengah jalan Leo mengabari kalau mister Yamato ada urusan penting di jepang..jadi pertemuan kita di tunda sampai minggu depan.." jelas Arya


"kalian ini anak sama bapak sama aja,,yang ada di pikiran kalian cuma kerja,,kerja,,dan kerja...kamu juga sih Sya,,harusnya kamu batasi kerjaan suami kamu..jangan sibuk terus.." protes ibu Lina saat mendengar suami dan anaknya ngobrol soal pekerjaan.


"mah,,kalau Arya gak kerja bagaimana nasib kelangsungan hidup keluarga Arya ma,,mama lupa Arya sudah menikah sudah punya istri..yang mesti Arya kasih makan..yang mesti Arya bahagiakan.." protes Arya balik ke mamanya.


"itu alasan kamu aja..terus kalau kalian sama sama sibuk bagaimana nasib penerus keluarga Wijaya..apa kamu sudah pikirkan hal ini..??"


Ucapan yang keluar dari mulut ibu lina kali ini membuat kaget Raisya sehingga ia tersedak.


"pelan pelan sayang ...ini minum dulu.." Arya segera menyodorkan segelas air putih untuk Raisya yang duduk disampingnya...Raisya pun menerima dan segera meminumnya.


"ma untuk urusan itu aku dan Raisya sudah pikirkan..mama dan papa gak usah khawatir..jujur kami masih pingin merasakan indahnya pacaran setelah menikah..jadi mohon pengertiannya ya..." ucapan Arya kali ini berhasil membuat orang tuanya diam sekaligus kesal.


"oiya malam ini kalian semua nginap disini ya..kan Arya dan Raisya baru pulang..dan juga Tania kebetulan bisa cuti kuliah.." ucap bu Lina dan akhirnya mendapat persetujuan dari semuanya.


"mbak malam ini mbak tidur di kamar Tania ya..??" rengek Tania pengen tidur bersama kakak iparnya..


"mas tidur sendiri dulu..aku mau bicara 4 mata sama mbak Raisya..urusan cewek.." Tania pun gak mau ngalah.


"malam ini aja yaa,,besok mbak Raisya Tania balikin ke mas lagi,,janji.."


"okelah mas ngalah malam ini,,sebenarnya apa yang mau kamu bicarakan sama mbak mu..??" tanya Arya penasaran..


"rahasia..ini urusan cewek mas gak boleh tau.." jawab Tania.


"oke kalau begitu..biar nanti mas tanya ke mbak mu..karena diantara kami gak ada rahasia..iya kan sayang..?? " Arya mulai menjahili sang adik..seraya tersenyum jahil..selepas itu Arya pun meninggalkan meja makan dan beralih ke ruangan lain..


Karena sudah larut malam semua sudah pergi ke kamar masing masing.begitu juga dengan raisya yang malam ini di ajak ke kamar Tania.


Raisya pergi ke kamarnya hanya untuk mengambil pakaian tidurnya sebentar.


"mas,,aku ke kamar Tania dulu ya..pasti tania sudah nunggu.." pamit Raisya pada Arya untuk pergi ke kamar Adik iparnya.


Arya pun mengangguk..dan meneruskan aktivitasnya memainkan ponselnya.


**


Malam ini Arya merasa kesepian sendiri dikamar,,karena beberapa hari ini selalu ada Raisya yang menemaninya.


Akhirnya ia pun pergi ke kamar Tania,,menengok istri dan adiknya.


tok tok tok


"mas boleh masuk??" ucap Arya dengan membuka sedikit pintu kamar adiknya dan ia melihat 2 wanitanya masih ngobrol.


"mas Arya ngapain sih nyusul..kan aku sudah bilang kalau aku mau ngobrol sama mbak Raisya 4 mata.." ucap tania sambil mengerucutkan bibirnya karena sang kakak nyusul ke kamar..

__ADS_1


"mas gak bisa tidur..mas ikut ngobrol sama kalian ya..??" belum mendapat persetujuan dari sang pemilik kamar Arya sudah naik di atas ranjang tepat di samping Raisya.


"mas mau tidur sebentar disini..kalian lanjutkan saja ngobrolnya,," Arya merebahkan kepalanya di pangkuan Raisya sambil memegang tangan Raisya kemudian memejamkan matanya..tak ayal tindakan Arya ini membuat Raisya sedikit gemetaran apalagi ada tania disana.


"mas Arya kenapa tidur disini sih.. pergi ke kamar mas sana aku mau ngobrol sama mbak Raisya.." usir Tania tapi Arya tak menghiraukannya,,ia malah pura pura tertidur...sampai akhirnya sang mama masuk karena mendengar suara berisik dari kamar anaknya.


"astaga kalian belum juga tidur..ini sudah malam lho.." ucap mamanya ketika masuk dan mendapati penghuni kamar itu belum tertidur dan lagi melihat anak laki lakinya tidur di pangkuan istrinya.


"ini mah..mas Arya ikutan nimbrung disini padahal aku sudah bilang mau ngobrol ber 2 sama mbak Raisya.." Tania mengadu ke mamanya atas tindakan kakaknya yang ikut tidur di kamarnya.


"Tania,,sayang ini sudah malam,,lebih baik kalian tidur,,biarkan mbak mu tidur di kamarnya..ingat dia istri kakak kamu..kakak kamu lebih berhak atas Raisya.." ucapan mamanya membela Arya..membuat Arya tertawa menang.


"tuh dengerin kata mama,ayo sya kita balik ke kamar kita,,kalau mau ngobrol bisa besok,,mas juga mau minta Raisya buat mijitin mas,,ayo sayang.." Arya menarik tangan Raisya dan keluar dari kamar adiknya meninggalkan sang mama yang masih berdiri disana dan adiknya yang terlihat sangat kesal.


Sampai di kamar Raisya mengambil minyak kayu putih di laci kamarnya untuk mijit Arya..


"buat apa Sya,,??" tanya Arya melihat Raisya mengambil minyak kayu putih.


"aku mau mijitin mas,,katanya tadi mas minta di pijitin..??" jawab Raisya polos.,membuat Arya makin gemas melihat nya.


"Astaga Raisya,,tadi aku cuma becanda gak serius,,sudahlah ini sudah malam sebaiknya kamu istirahat.." Arya meminta istrinya untuk istirahat dan Raisya pun menurut..ia membaringkan badannya dan seperti biasa ia tidur membelakangi Arya.


Lagi lagi Raisya merasakan sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang..tanpa bertanya pun ia sudah bisa menjawab..hal ini yang membuat tubuhnya seketika membeku.


"aku rasa kamu memang senang di peluk dari belakang seperti ini.." ucap Arya sambil mengeratkan pelukannya..hal itu malah membuat Raisya seketika berbalik memandang Arya.


"apa..?? mau protes?? buktinya kamu selalu tidur membelakangi aku itu tandanya kamu ingin di peluk dari belakang seperti ini..iya kan..?" ucapan Arya membuat mata Raisya membulat sempurna.


"sudah tetaplah seperti ini.." ucap Arya seraya mengeratkan pelukannya dan mencium rambut Raisya dari belakang.


Raisya pun tak bisa berkutik..ia hanya pasrah di perlakukan seperti ini oleh suami kontraknya.


"Sya,,maafkan aku ya atas kejadian tadi siang,,aku tak menyangka Reva bisa nekat seperti itu.."


"bukan salah mas,,ataupun Reva...ini salah ku..yang sudah mengambil tempat yang seharusnya milik Reva,,aku yakin mas ia punya alasan khusus melakukan ini semua..mungkin ada suatu hal yang belum selesai antara mas dan Reva.." Raisya berbicara tanpa beralih dari tempatnya..ia tetep pada posisinya membelakangi Arya.


"kamu salah Sya,,aku dan Reva sudah tak ada apa apa lagi,,kami sudah berpisah jauh sebelum aku mengenal kamu...jadi dia salah sudah menyerang kamu.." jelas Arya.


"mas aku tau bagaimana perasaan Reva,,pasti dia benci dan marah sama aku,,karena dia pikir aku merebut mas dari dia..," Arya berdecak mendengar ucapan Raisya kali ini.


"Raisya dengarkan aku,,dulu aku bertunangan dengannya karena desakan dari mama dan papa..mereka menginginkan aku untuk segera menikah..dan saat itu aku tak punya teman wanita,,satu satunya teman yang ku punya adalah Reva..jadi aku memintanya untuk menjadi calon istriku,,sebelum ia mengkhianati aku dengan teman ku sendiri..saat itu Reva tak memberikan penjelasan apapun pada ku dan akhirnya aku memutuskan pertunangan kami.."


Arya menceritakan kisahnya tentang ia dan Reva pada Raisya...Raisya pun merasa trenyuh mendengar kisah suaminya.


"mungkin inilah yang belum selesai..kalian berpisah tapi kalian masih saling mencintai.." ucapan Raisya kali ini melonggarkan pelukan Arya terhadap Raisya..dan Raisya pun berbalik kemudian duduk bersandar kepala ranjang melihat ekspresi Arya.


"kamu salah Sya..aku tak pernah mencintai Reva,,aku memilih dia,,karena aku merasa dia gadis yang baik..aku dan keluargaku mengenalnya sejak lama.."


"kalau tidak ada cinta mengapa mas bertunangan dengannya..??" tanya Raisya sambil menatap dalam mata Arya.


"ini semua aku lakukan untuk mama dan papa..kamu tahu kan aku bukan anak kandung mereka tapi mereka yang merawatku dari kecil..memberikan nama keluarga mereka pada ku..aku tak mau mengecewakan mereka.."


Raisya hanya bisa diam mendengar cerita dari Arya,,ia tak tahu mesti bicara apa lagi.


"kalau kamu tak percaya sama ceritaku,,silakan tanya pada Leo,,dia tahu semuanya..Tania pun juga tahu.."


Kali ini pun Raisya tak berkata apa apa,,ia bingung harus bicara apa.


"baiklah mas ini sudah malam aku mau tidur.." Raisya pamit tidur dan memposisikan dirinya seperti biasa..Arya pun kemudian berbaring dan memeluknya kembali dari belakang..


"selamat malam Raisya.." ucapnya sambil memeluk erat Raisya.


Perlakuan Arya akhir akhir ini membuat bingung Raisya,,ia sempat berpikir bila Arya menyukainya,,tapi ia mencoba membuang pikiran itu jauh jauh dari otaknya..ia tak mau berharap lebih yang pada akhirnya ia akan kecewa dan terluka..


...****************...

__ADS_1


to be continued ✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2