Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 56*


__ADS_3

Beberapa hari ini entah sampai kapan Arya memilih bekerja dari rumah sekalian menjaga Raisya yang sedang hamil muda...padahal waktu kemarin pergi ke dokter kandungan..dokter menyatakan bahwa kondisi Raisya baik baik saja..ini hanya perubahan hormon saja..dan biasa dialami oleh wanita yang sedang mengandung di trimester pertama.


"mas.."


"hemb..ada apa..apa kamu ingin makan sesuatu..akan aku Carikan untuk kamu.."


"enggak aku gak ingin apa apa..mas Arya sudah beberapa hari tidak masuk kantor..apa ini tidak akan mengganggu pekerjaan mas.." saat ini Raisya sedang menyusul Arya di ruang kerjanya..


"sini sayang..kamu duduk sini.." Arya memberikan kursinya untuk Raisya...Arya meminta Raisya untuk duduk disana..setelah istrinya duduk Arya pun memeluknya dari belakang menenggelamkan kepalanya di lekuk leher istrinya itu..


"sayang..kantor itu punya ku..aku bosnya..lagipula aku juga masih bisa bekerja walaupun dari rumah..aku gak mau ambil resiko sayang..aku akan selalu jaga kamu dirumah.."


"mas,,aku gak apa apa.. bukankah kemarin dokter juga sudah bilang kalau aku baik baik saja..dan seharusnya sebagai seorang pimpinan mas bisa jadi teladan yang baik buat semua karyawan..bukannya bolos kerja begini.." ucap Raisya sambil mengusap rambut suaminya..


"aku gak bolos sayang..kamu tahu sendiri kan..aku bekerja dari rumah..dan Leo pun juga setiap hari mengantar pekerjaan untuk ku ke rumah..jadi aku tetap bekerja..hanya saja aku bekerja dari rumah sekalian menemani kamu.." jelas Arya seraya mencuri ciuman istrinya dengan gemas.


"oke sekarang sudah waktunya kamu minum vitamin..tunggu disini aku akan ambil kan buat kamu.."


Arya pergi meninggalkan Raisya sebentar untuk ambil vitamin dan air minum.. Sementara Raisya tetap duduk manis di kursi kerja suaminya..ia tersenyum sambil mengelus perut yang yang masih rata karena usia kandungannya masih 5 Minggu.


"baik baik di perut mama ya sayang..mama janji akan selalu jaga kamu..kamu harapan mama dan papa juga seluruh keluarga..kamulah yang selalu mereka nantikan.."


"bukan mama aja yang akan jagain kamu sayang..papa juga akan lebih dan lebih jagain kamu dan mama kamu.." ucap Arya yang tiba tiba saja sudah masuk..dan mendengar Raisya bicara dengan janin yang ada dalam perutnya.


"ini kamu minum dulu vitaminnya yaa.." Arya memberikan vitamin untuk Raisya beserta air minumnya.


Raisya pun dengan senang hati mendapat perhatian sang suami padanya.


"baik baik dalam perut mama ya sayang..papa akan selalu jagain kamu dan mama kamu.." Arya mengelus perut Raisya yang masih rata dilanjutkan dengan mencium perutnya...dilanjutkan mencium ibu dari sang bayi yaitu Raisya..Arya begitu menyayangi dan mencintai istri dan calon anak mereka ..baginya mereka adalah segalanya..sungguh ia tak ingin kehilangan lagi.


tak lama ponsel Arya berdering..


Arya yang masih memeluk istrinya..menikmati kebahagiaannya saat ini...tapi dering telepon itu berteriak teriak minta di angkat.


"Ya Hallo ada apa......apa siang ini ..apa tak bisa ditunda..?? ..ya ya baiklah saya akan segera ke kantor sekarang.." Arya terlihat kesal sesaat setelah menerima panggilan itu..


"ada apa..telpon dari siapa..?" tanya Raisya.


"dari kantor..mereka memintaku untuk segera datang..ada hal penting..yang harus diselesaikan.."


"yasudah mas pergi saja .."


"tapi aku tak ingin meninggalkanmu sayang.."


"aku tak apa apa mas..percayalah semua akan baik baik saja..mas pergi saja lagipula ada mama..eyang..dan juga yang lain yang menemaniku dirumah..pergilah.."


"baiklah..tapi berjanji lah untuk tetap baik baik saja selama aku pergi.."


"iya sayang"


Akhirnya dengan terpaksa Arya pergi ke kantor untuk menemui klien.


Dan Raisya dirumah bersama anggota keluarga yang lain.


"sayang..kamu lagi main apa nak.." sapa Raisya ketika melihat si kecil bermain bersama Bella..di teras depan.


"lihat sayang siapa yang datang...mama.." ucap Bella senang.


Si kecil pun terlihat bahagia melihat mamanya..ia pun langsung merangkak mendekati Raisya..


"sini sayang..sama mama.." Raisya meraih pelangi..berniat untuk menggendongnya..tapi tiba tiba mamanya datang dan melarangnya.


"sayang..jangan .."


"kenapa ma,,?"


"kamu lupa apa kata dokter kamu gak boleh mengangkat beban yang berat..jangan ya sayang .Pelangi sayang sini sama Oma ...sini sayang Gendong Oma.." ibu Lina segera mengambil alih Pelangi dalam gendongannya..Dan Raisya pun tak bisa membantah.


"oiya Bella..bagaimana kalau kamu temani Raisya biar Tante yang ajak Pelangi..eyang meminta Tante untuk membawanya ke kamar..eyang pengen main sama Pelangi juga.."


"oh iya Tante.."


"Sya..mama ajak pelangi ke kamar eyang dulu ya..ingat kamu jangan angkat beban yang berat yaa.. Bella tolong awasin Raisya agar gak ngerjain yang berat berat.."


"iya Tante..Tante tenang saja.."


Setelah itu pelangi di bawa Omanya ke kamar eyang..mereka sangat sayang pada gadis kecil itu..seperti cucunya sendiri..


"kenapa semua orang jadi overprotektif gini sih sama aku..tadi mas Arya sekarang mama..padahal kan aku cuma pengen gendong Pelangi aja.." Raisya mengeluh karena semua orang dirumah itu overprotektif padanya..ia tak boleh melakukan kerjaan apapun dan hal itu membuatnya bosan .


"Sya....mereka begitu karena mereka sayang sama kamu..mereka gak mau mengambil resiko seperti yang lalu..seharusnya kamu bersyukur punya suami dan mertua yang sayang sama kamu.."


"oiya ngomongin soal mertua..ada yang lagi cari mantu nih..kamu mau gak..?"


"cari mantu..? siapa..? kamu jangan aneh aneh deh Sya.."


"siapa juga yang aneh aneh aku serius Bella..aku sudah mengenalnya waktu di Surabaya kemarin.."


"jangan bikin penasaran donk Sya..emang siapa yang mau punya menantu seperti aku..yang sudah tak punya siapa siapa lagi.." Bella terlihat sedih mengenang dia sudah tak punya siapa siapa lagi.


"Bella siapa bilang kamu gak punya siapa siapa lagi...kan ada aku ibuk..dan semua orang yang ada disini..kami semua sudah menganggap kamu seperti saudara sendiri.."


"makasih ya Sya..aku beruntung sekali punya sahabat seperti kamu..dan mengenal keluarga kamu Sya..tapi ngomong ngomong siapa yang mau nyari mantu Sya..jadi penasaran aku..?" tanya Bella penasaran.


"Yee jadi penasaran kan..beneran mau tau..?iya deh aku akan kasih tau kamu..."


Bella terlihat penasaran sekali tentang siapa yang ingin dikenalkan Raisya padanya.


"namanya Tante Sarah.."


"Tante Sarah...? siapa Tante Sarah..?"

__ADS_1


"Tante Sarah itu mamanya pak Leo..kamu kenal kan sama pak Leo..?" ucap Raisya.


"maksud kamu pak Leo asistennya mas Arya..?" Bella kaget mendengar bila orang yang nyari mantu itu mamanya pak Leo.


"memangnya pak Leo punya saudara laki-laki yang lain..?sehingga mamanya nyari mantu..?" tanya Bella tak mengerti.


"Ya Tuhan..kamu ini ya..yang dicarikan istri itu ya pak Leo asisten mas Arya..gimana menurut kamu..hemb apa kamu setuju..?" tanya Raisya menyelidik.


"tapi Sya..apa pak leo mau menerima ku,,aku berbeda jauh dengannya.


"Bella bila memang kamu dan pak Leo berjodoh pasti akan ada jalan..apalagi Tante Sarah sudah melihat wajah kamu waktu kamu video call an Sama aku di Surabaya siang itu..dan mulai saat itu beliau selalu menanyakan apapun soal kamu..dan aku menjawab dengan sejujurnya tanpa ada uang aku tambah atau pun aku kurangi..dan kelihatannya beliau bisa menerimanya.."


"tapi bagaimana dengan pak Leo..apa dia mau terima aku yang seperti ini.." tanya Bella ragu.


"yakinlah Bella pasti Tuhan akan menunjukan jalan jika memang kalian berjodoh.." terang Raisya.


Setelah makan malam..Raisya langsung masuk ke kamar & istirahat..karena ia merasa lelah,padahal seharian ia tak mengerjakan apa apa..bagaimana mau ngerjain..semua orang melarangnya..mulai dari mertua sampai art nya..


"sayang kamu sudah mau tidur.?" tanya Arya saat masuk ke kamar melihat sang istri sudah duduk diatas ranjang & memakai pakaian tidur.


Raisya pun mengangguk pelan..& Arya mengambil tempat disampingnya,kemudian merangkulnya.


"kamu baik baik saja kan.? bayi kita gak rewel kan." tanya Arya lagi.


"mas.."


"hem ada apa sayang."


"tadi aku kan pengen main sama Pelangi,tapi saat Pelangi mau minta gendong ke aku,mama datang.& mama larang aku untuk gendong Pelangi mas." Raisya mengadu pada Arya soal dia yang gak bisa sedekat dulu dengan Putri kecilnya.ia terlihat sangat sedih karena itu.


"sayang mama larang kamu bukan karena apa apa,ini semua demi kebaikan kamu,ingat sekarang kamu sedang hamil sayang,kamu gak boleh angkat beban yang berat berat."


"tapi mas..kasian pelangi dia pasti juga pengen dekat sama aku..apalagi akhir akhir ini kan aku agak kurang fit jadi gak bisa main sama dia." keluh Raisya.


"sayang.disini banyak yang urus pelangi,semua sayang sama dia..jadi kamu jangan khawatir..semua orang yang disini akan dengan senang hati ngerawat Pelangi..dan untuk kamu,kamu ingat sayang dokter pernah bilang.. kamu tidak boleh kecapean,gak boleh angkat angkat jadi aku mohon banget sama kamu..tolong ikuti kata dokter ya sayang..ini gak akan lama..hanya sampai bayi kita lahir..setelah itu kamu bisa main sepuasnya dengan Pelangi dan anak kita yang masih ada dalam perut kamu..bisa kan..?" Arya mencoba memberi pengertian pada Raisya.


Dan akhirnya dengan berat hati Raisya mengiyakannya karena ia sadar semua demi kebaikan dia dan calon buah hatinya.


"sekarang kita tidur..sudah malam.. lagipula besok kita ada acara tasyakuran dengan anak panti.. tapi ingat kamu gak boleh kecapean.." untuk kehamilan Raisya kali ini..Arya sangat overprotektif..dia tak mau kejadian buruk menimpa istri dan calon bayi mereka.


Surabaya..


Ibu Sarah juga sudah menyiapkan hadiah untuk Raisya atas kehamilannya..karena Leo sudah cerita bila istri bosnya itu positif hamil..dan karena besok beliau juga diundang ke acara tasyakuran bareng anak panti di kediaman keluarga Wijaya..dan pastinya ingin segera bertemu dengan Bella yang sangat diharapkan untuk bisa menjadi pendamping Leo anak semata wayangnya.


"besok aku akan ke Jakarta..dan aku sudah siapkan hadiah untuk wanita yang mungkin berjodoh dengan Leo..dan aku bakal punya menantu yang sama baiknya dengan mbak Raisya..Aamiin.."


Arya sudah menyiapkan sopir untuk menjemput ibu Sarah di bandara,karena Leo masih ada tugas darinya.


Bandara


Sopir dari rumah Arya yang ditugaskan menjemput ibu Sarah di bandara sudah stay di bandara tinggal menunggu orang yang dijemput.


Melihat banyak penumpang yang masuk ke area kedatangan..dengan bermodal selembar kertas.. bertulis kan nama ibu Sarah dari Surabaya dengan mudah ibu Sarah mengenali sopir suruhan Arya.


"iya pak..saya ibu Sarah..ibunya pak Leo dari Surabaya.."


"perkenalkan buk..saya Tono..yang ditugaskan pak Arya untuk menjemput ibu Sarah..mari buk saya bawakan tasnya..dan saya tunjukan mobilnya..".


Tono..sopir keluarga Arya mengambil koper dari tangan Bu Sarah kemudian mengajak Bu Sarah untuk ke mobil yang terparkir di tempat parkir bandara.


Setelahnya mereka langsung meninggalkan bandara.


"oiya maaf buk..tadi ibu Raisya meminta saya mengantar ibu ke apartemen pak Leo kemudian membawa ibu kerumah.."


"iya pak.."


"ternyata begitu baiknya bosnya Leo..sampai sampai meminta sopir keluarganya untuk menjemput ku ke bandara..pantas saja Leo betah dan sangat setia dengan bosnya dan juga keluarganya.." ucap Bu Sarah dalam hati memuji kebaikan bos anaknya beserta keluarganya.


Sesuai permintaan..Tono mengantar Bu Sarah ke apartemen pak Leo ..dan tanpa diberi tahu Tono sudah menjalankan mobilnya ke arah apartemen Leo karena sudah biasa mengantar Arya kesana..


Dan Ibu Sarah pun saat tiba di apartemen anaknya..langsung mengambil kunci apartemen yang sudah dititipkan ke resepsionis apartemen.


"selamat siang buk..ada yang bisa kami bantu.." tanya sang resepsionis dengan sopan.


"siang mbak..saya kesini mau minta kunci apartemen anak saya..namanya Leo Priambodo tadi anak saya bilang suruh minta ke resepsionis.."


"unit pak Leo..sebentar ya buk saya ambilkan.." resepsionis segera mengambilkan kunci apartemen milik Leo dan memberikan pada ibu Sarah.


"ini buk kuncinya.."


"makasih ya mbak.."


Setelah menerima kunci..ibu Sarah segera menuju ke unit apartemen milik putranya untuk memasukan barang bawaannya ke sana..kemudian keluar lagi karena sopir Arya sedang menunggu di parkiran.


Hanya beberapa saja yang dibawa ke kediaman keluarga Wijaya..yaitu hadiah atau oleh oleh untuk tuan rumah.


Dan setelah melalui beberapa menit perjalanan..akhirnya sampai juga di kediaman keluarga Wijaya.


"ini rumahnya pak Arya ya pak..wah bagus sekali sangat luas.." tanya ibu Sarah ketika mobil yang ia naiki sudah berhenti di halaman rumah keluarga Wijaya.


"iya buk..kita sudah sampai..silakan masuk..ibu Raisay sudah menunggu ibu di dalam..mari saya antar.."


"terimakasih pak.."


Ibu Sarah masuk ke dalam rumah itu di antar oleh Tono..si sopir yang menjemputnya di bandara.


"Assalamualaikum buk...ini tamunya sudah datang.."


"waalaikumsalam..Tante sarah..silakan masuk.."


Ibu Sarah dan Raisya saling berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


"mbak Raisya apa kabar..?"


"Alhamdulillah baik Tante..Tante sendiri bagaimana..?"


"Alhamdulillah Tante juga baik .."


Kemudian Raisya mempersilahkan tamunya untuk duduk dan meminta bibik untuk menyajikan minum untuk tamunya.


"bik..tolong buatkan minum untuk Tante Sarah..beliau ini mamanya pak Leo.."


"apa kabar buk....ibuk mau minum apa..teh atau kopi..?"


"baik bik..terserah saja asalkan tidak merepotkan.."


"tentu saja tidak buk.... tunggu sebentar ya buk.."


Si bibi pergi ke dapur untuk membuat minum untuk tamunya..semetara Raisya sedang mengobrol dengan ibu Sarah.


"eh ada tamu.." ibu Lina muncul sambil menggendong cucu cantiknya..Pelangi..kemudian duduk disamping Raisya.


"ma..kenalkan..ini Tante Sarah mamanya pak Leo....Tante kenalkan ini mama Lina..mamanya mas Arya.." Raisya memperkenalkan mertuanya dan ibunya pak Leo.


Dan mereka pun saling berkenalan dan berjabat tangan.


"senang sekali akhirnya setelah sekian lama bisa bertemu dengan ibunya Leo .."


"sama buk..saya juga sangat senang bisa bertemu dan berkenalan dengan ibunya Pak Arya atasannya Leo.."


"lho Sya..kamu sudah pernah bertemu dengan ibu Sarah sebelumnya..?"


"iya ma,,waktu Raisya dan mas Arya ke Surabaya beberapa waktu yang lalu.."


"iya buk kami bertemu saat sama sama menghadiri acara di Surabaya...oiya saya dengar dari leo mbak Raisya sedang hamil ya..selamat yaa mbak..berati ini anak ke dua ya..?" tanya ibu Sarah.


"iya Tante terima kasih..ini anak kami yang ke 3...doakan saja yang terbaik ya.." jawab Raisya


"pasti mbak Raisya.."


Tak lama bibik datang mengantar teh dan camilan untuk tamu.


"terima kasih buk.."


"sama sama buk silakan..oiya mbak Raisya ada telpon dari mas Arya.."


"oiya sebentar..Tante..ma Raisya terima telepon dari mas Arya dulu.." Raisya pamit meninggalkan kedua wanita paruh baya itu untuk terima telepon dari Arya.


"cantik banget ya buk cucunya.. seperti mamanya..ngomong ngomong..anak yang pertama usia berapa buk..?" tanya ibu Sarah pada ibu Lina.


"sebenarnya cucu pertama saya sudah tidak ada beberapa bulan yang lalu..sebelum sempat dilahirkan karena sebuah kecelakaan.." dengan nada sedih ibu Lina bercerita tentang cucunya yang telah tiada..serta menceritakan soal Pelangi pada ibu Sarah.


"saya turut berduka cita ya buk atas meninggalnya cucu ibu..saya tak menyangka begitu besar cobaan yang dialami mbak Raisya dan pak Arya..saya kagum pada mbak Raisya yang begitu kuat menghadapi ini semua.."


"sebenarnya sangat sulit Raisya keluar dari kesedihan itu..Raisya begitu terpukul apalagi saat ia tahu salah satu ovariumnya telah diangkat yang menyebabkan ia akan sulit untuk punya anak kembali....namun dengan dukungan Arya dan juga seluruh keluarga.. Alhamdulillah..Raisya bisa keluar dari keterpurukannya..apalagi setelah bertemu dengan Pelangi..gadis kecil ini bagaikan Pelangi yang benar benar memberi warna dan kebahagiaan dalam hidup Keluarga kami..terutama Raisya..." jelas ibu Lina membuat terharu orang yang mendengarnya.


"mbak Raisya itu orang yang baik lho buk.. walaupun saya baru mengenalnya..tapi saya yakin mbak Raisya itu orangnya tulus dan penyayang.."


"ibu benar sejak anak saya mengenalkannya pada keluarga kami dulu..keluarga kami berubah menjadi bahagia..seakan dia malaikat yang dikirim Tuhan untuk kami...."


"pasti sangat spesial ya buk mbak Raisya dalam keluarga ini..?"


"iya buk...terutama bagi anak saya..bagi Arya..Raisya bukan hanya partner hidup..tapi Raisya adalah hidupnya..dia adalah nafasnya.. Arya tak bisa hidup tanpa Raisya..begitu pula sebaliknya..mereka ber 2 saling mencintai satu sama lain.."


"iya buk..terlihat sekali dari cara mereka memperlakukan satu sama lain..pak Arya dan ibu Raisya saling melengkapi satu sama lain.. mereka sungguh pasangan yang sempurna..semoga pak Arya dan mbak Raisya selalu bahagia ya buk..Aaminn " doa ibu Sarah untuk Arya dan Raisya.


"Aamiin.." ibu Lina mengaminkan doa ibu Sarah untuk anak dan menantunya.


"maaf ma..Tante agak lama.." tiba tiba Raisya datang menghentikan obrolan ibu sarah dan mertuanya.


"gak apa apa....Kenapa Arya telepon..? apa ada masalah atau..? " tanya ibu Lina pada menantu kesayangan nya.


"gak ma...cuma mas Arya menanyakan apa aja yang masih kurang untuk acara nanti malam....biar nanti pas pulang sekalian dibawakan.."


"oow yasudah..Sya ingat kamu jangan kecapean ya..ingat kata dokter..kamu harus banyak istirahat sayang.." ibu Lina mengingatkan Raisya untuk tidak terlalu memikirkan dan ikut dalam persiapan acara nanti malam karena sudah ada orang orang yang sengaja disiapkan Arya dan keluarga untuk mengurusnya.


"iya ma..mama gak usah khawatir Raisya gak apa apa....oiya Tante ..mari saya antar ke kamar..pasti Tante capek karena baru datang dari Surabaya langsung kesini...bibik sudah menyiapkan kamar buat Tante..


"iya ibu Sarah silakan istirahat dulu..sambil menunggu makan siang.." ulang ibu Lina mempersilakan tamunya untuk istirahat.


"sayang mau ikut mama.." Raisya mencoba ingin menggendong putri kecilnya..tapi lagi lagi mertuanya melarang.


"Raisya..ingat kamu gak boleh angkat angkat sayang..kamu lagi hamil muda.."


"tapi ma.." Raisya terlihat sangat kecewa...dan akhirnya ibu Lina menaikan pelangi di atas stroller baby yang berada tak jauh dari duduknya.


"nah kalau begini boleh..kamu boleh ngajak Pelangi. tapi tidak di gendong yaa.." akhirnya Raisya tersenyum kembali ketika mertuanya mengijinkannya untuk membawa pelangi bersama nya.


Segera Raisya mendorong stroller baby Pelangi menuju kamar yang sudah di sediakan untuk Ibu Sarah.


"silakan masuk Tante..silakan istirahat..dikamar ini..bila Tante butuh sesuatu silakan panggil saya atau bibik ya.." kata Raisya ketika sampai di dalam kamar itu..


"makasih mbak Raisya..jadi ngrepoti...."


"gak apa apa Tante anggap saja rumah sendiri....kalau begitu saya keluar dulu biar Tante bisa istirahat.." pamit Raisya.


"eh tunggu mbak.." cegah ibu Sarah.


"ada apa Tante..?"


"ini Tante ada hadiah kecil untuk Mbak Raisya.." ibu Sarah mengambil sebuah goodybag dan menyerap pada Raisya.


"Ya Tuhaan Tante apa ini..jadi ngrepoti..seharusnya Tante gak usah kasih Raisya hadiah...dengan Tante datang kesini saja Raisya sudah sangat senang..tapi terimakasih atas hadiahnya.." Raisya berterimakasih saat mendapat hadiah atau oleh oleh dari ibu Sarah.

__ADS_1


*t**o be continued* 👉👉👉


__ADS_2