
Belum juga acara reuni selesai..Arya terima telepon dari papanya,,mengabarkan kalau mamanya gak enak badan
"sayang,,barusan papa telpon..papa bilang mama lagi kurang enak badan,,jadi aku pulang duluan yaa,,kamu lanjutin acaranya biar nanti Leo yang jemput kamu.." Arya menghampiri Raisya yang sedang ngobrol dengan teman temannya.
"gak mas aku ikut pulang bareng mas Arya saja biar aku pamit ke Bella dan Dimas dulu.," tanpa menunggu jawaban Arya Raisya berlalu menemui Bella dan Dimas untuk pamit pulang duluan.
"Bella ,,maaf aku pulang duluan ya..mama lagi gak enak badan..tadi papa ngabarin mas Arya."
"tante Lina sakit Sya,,??sakit apa??.." tanya Bella ikut khawatir.
Raisya menggeleng pelan tanda ia belum tahu persis kondisi ibu mertuanya.
"yasudah,,kamu balik duluan,,biar acara disini aku dan Dimas yang urus,,"
"makasih ya Bell..aku pergi dulu mas Arya sudah nunggu di depan.." Pamit Raisya dengan langkah buru buru menuju parkiran depan,,karena Arya sudah menunggunya disana.
"Raisya mau kemana Bella kok keliatannya buru buru banget..?" tanya Dimas pada Bella yang masih berdiri mematung di tempatnya melihat kepergian Raisya secara buru buru.
"itu ibu mertuanya katanya lagi gak enak badan,,jadi dia sama pak bos pulang duluan.." jawab Bella.
"memang tante Lina sakit apa..?"
"belum tau juga sih tadi katanya om Wijaya telepon pak bos cuma bilang kalau tante Lina lagi gak enak badan..jadi mereka langsung cabut..kita doain aja tante Lina cuma sakit biasa dan bakalan cepat sembuh.."
"Aamiin.." Bella dan Dimas kompak mengamini doa mereka.
45 menit perjalanan..Arya dan Raisya sampai dirumah keluarga Wijaya.
Mereka pun segera masuk dan di sambut oleh irt rumah itu.
"eh mas Arya,,mbk Raisya..sudah datang.."
"gimana mama bik,,??" tanya Arya khawatir.
"ibu di kamar mas,,lagi di periksa dokter.."
"ya sudah makasih ya bik,,Sya ayo.." Arya menarik tangan Raisya untuk segera ke atas melihat keadaan mamanya.
Sampai di kamar mereka ber 2 langsung masuk karena pintu tak ditutup..
"Malam pa,,ma..malam om.." sapa Arya pada seluruh penghuni kamar itu..
Seperti biasa ketika bertemu mama dan papanya mereka selalu cium tangan.
"bagaimana mama om,??" tanya Arya pada dokter Haris yang sedang memeriksa mamanya.
"mama kamu gak apa apa,,cuma sepertinya lagi banyak pikiran jadi tekanan darahnya agak naik..kalau begitu ini om kasih resep tolong di tebus di apotik..kalau nanti sampai obatnya habis belum ada perubahan segera hubungi om.." dokter Haris menjelaskan keadaan ibu Lina pada Pak wijaya dan Arya beserta Raisya.
Setelah selesai memeriksa dan memberikan resep dokter Haris pamit pulang karena sudah malam.
****
"mah,,mama gak apa apa kan??" tanya Arya yang duduk di sisi ranjang mamanya dengan nada khawatir.
"mama gak apa apa Arya,,kalian tenang saja ya,,!!.." jawab mamanya dengan suara yang sedikit lemah karena tak makan dari pagi.
"mama,,tadi om Haris bilang kelihatannya mama lagi banyak pikiran,,apa lagi sih ma yang mengganggu pikiran mama,,??" tanya Arya menyelidik.
"mama gak apa apa,,Sya kemarilah duduk dekat mama.." ibu Lina mengundang Raisya untuk duduk disamping nya berlawanan dengan Arya.
Ibu Lina meraih tangan Arya dan Raisya,,menyatukan tangan mereka..
"sayang,,kamu lihat kan sekarang,,mama dan papa sudah mulai menua,,mama mohon sama kalian segeralah kalian punya momongan biar mama punya kesempatan ikut merawat cucu mama.. hanya itu yang mama inginkan dari kalian.." mendengar ucapan mamanya Arya dan Raisya saling berpandangan,,mereka bingung apa yang harus mereka lakukan,mengingat status mereka yang hanya pernikahan kontrak yang akan berakhir dalam kurun waktu satu tahun,,dan hari ini tepat 4 bulan pernikahan mereka.Dan jika di hitung dari sejak penandatanganan perjanjian itu hanya tinggal 6-7 bulan lagi.
"ma,,mama jangan mikir macam macam dulu yaa,,kami akan terus berusaha mewujudkan keinginan mama..mama dan papa ikut bantu doa ya.. " ucap Arya menenangkan mamanya.
"Raisya,,apa kalian sudah pernah cek ke dokter kandungan..??" pertanyaan mamanya kali ini membuat Raisya bingung menjawabnya..ia kemudian melihat ke arah Arya,,namun pria itu tak memberikan bantuan apapun...dan akhirnya hanya gelengan kepala yang menjadi jawaban Raisya.
Mendengar jawaban itu mamanya hanya bisa berdecak gemas..apalagi melihat ekspresi menantunya yang polos..
"Arya,,besok pagi kalian coba pergi ke dokter kandungan,,mama punya rekomendasi dokter kandungan terbaik di Jakarta...kalau nanti hasilnya kalian ber 2 tak ada masalah kalian bisa segera melakukan program hamil.." Arya hanya bisa mengiyakan ucapan mamanya agar tak membuat mamanya kepikiran dan sakitnya makin parah.
"nah sekarang mama sudah lega kan mendengar jawaban dari mereka..? lebih baik sekarang mama makan dulu dari pagi mama gak mau makan.." ucap pak wijaya..
__ADS_1
"mama belum makan,,?? biar Raisya buatkan bubur saja ya ma,,,atau mama mau makan yang lain akan Raisya buatkan.." Raisya menawarkan bubur untuk mamanya tapi mamanya menggeleng..
"gak usah sayang,,mama makan apa aja yang ada,,tadi bibik juga sudah masak.."
"kalau begitu Raisya ke dapur dulu ambil makanan buat mama ya..!" Raisya beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur untuk mengambilkan makan ibu Lina.
Mulai malam ini dan seterusnya Arya dan Raisya tinggal di rumah keluarga Wijaya atas permintaan mama dan papanya,,agar mamanya ada teman ngobrol jadi tidak stres..dan akhirnya jatuh sakit seperti ini..
......................
"aku bingung Sya,,apa yang harus aku lakukan ,,ku pikir setelah aku menikah semua akan selesai dan mama juga papa akan bahagia..ternyata begini kelanjutannya..maafkan aku ya Sya..aku sudah menarik kamu dalam masalah keluarga ku.." ucap Arya lemah,,seakan ia sangat merasa bersalah pada Raisya dan juga keluarganya,,karena tak bisa berbuat apa apa.
Kemudian Raisya duduk di ranjang di samping Arya,,ia sangat paham bagaimana perasaan pria itu sekarang,,ia ingin membahagiakan orang tuanya tapi apa daya pernikahan mereka hanya terbatas kontrak dan tak mungkin dalam kontrak ini hadir seorang anak...karena dalam perjanjian tak ada kesepakatan soal itu.
Di sisi lain Raisya juga sangat paham bagaimana perasaan mertuanya..mereka ingin setelah anak nya menikah segera memiliki momongan..apalagi ada riwayat dalam keluarga ini..Arya dan Tania hanya berstatus anak angkat bukan anak kandung,,jadi hal yang lumrah bila mertuanya sangat menginginkan keturunan dari pernikahannya dengan Arya.
"aku paham sekali dengan perasaan mama mas,,kita gak boleh menyalahkan mama.." ucap Raisya pelan sambil duduk di samping Arya,
"iya kamu benar Sya,,karena ini semua salahku,,aku yang salah sudah memberikan harapan palsu pada mereka semua,,terutama mama,,ini salah ku Sya.." Kali ini Arya bicara sambil menunduk..dan ohh tidak Raisya melihat seorang Arya wijaya yang terkesan angkuh dan dingin,,kini meneteskan air mata..
Arya menyandarkan kepalanya di bahu Raisya..lagi lagi ia menangis..
"mas Arya menangis...??" tanya Raisya seraya memberanikan diri memegang tangan Arya.
"ini bukan kesalahan mas,,jangan menyalahkan diri mas karena hal ini,,semua ini sudah ketentuan Tuhan,,kita hanya bisa berencana tapi tetap Tuhan yang memutuskan.,"
"maafkan aku ya Sya,,karena sudah menyeret kamu masuk ke dalam masalah keluargaku.." Arya meminta maaf seraya menatap wajah Raisya.
"mas gak perlu minta maaf,,aku sendiri yang memutuskan untuk masuk dalam keluarga mas Arya.." jawab Raisya lemah,,karena memang dulu dia yang memutuskan hal itu tanpa berpikir panjang,,yang ada di pikirannya waktu itu hanyalah keselamatan Nadia..justru Raisya yang merasa berhutang budi pada Arya,,karena pria itu bersikap sangat baik padanya bahkan ibu dan adiknya,,
"lebih baik mas Arya sekarang mandi,,biar badan mas seger lagi,,aku akan siapkan air hangat buat mas mandi yaa,," Mendengar ucapan Raisya,,Arya mengangguk..
Raisya pun segera pergi ke kamar mandi,,menyiapkan air hangat untuk mandi sang suami.
*andaikan aku tak membuat kontrak sialan ini,,pasti hidup kita sudah bahagia Sya....
aku tak pernah menyesal sudah menjadikanmu istriku,,tapi yang kusesali mengapa aku menikahi kamu hanya di atas sebuah perjanjian,,* sesal Arya dalam hati..namun penyesalan itu sudah tak ada arti lagi,,semua sudah terjadi.
"mas..airnya sudah si...ap..ya Tuhan mas kamu ketiduran..pasti kamu capek sekali.." ucap Raisya saat melihat Arya tertidur..
Kemudian ia melepas sepatu serta kaos kaki yang masih melekat di kaki Arya..dan menyelimuti tubuh Arya..dan ia pun pergi ganti baju terus istirahat karena malam sudah larut.
Raisya berbaring di samping Arya,,memandang lekat wajah pria itu ketika tidur..tak sadar menciptakan seulas senyuman di bibirnya..ia pun memberanikan diri untuk membelai wajah suaminya yang sepolos itu..lembut sekali ia membelai wajah suaminya..
*aku tahu bagaimana perasaan mas Arya saat ini..mas Arya yang biasanya selalu bisa menuruti keinginan mama dan papa,,termasuk menikah dengan ku walaupun hanya sebatas kontrak,, tapi kali ini mas Arya tak bisa berbuat apa apa..* lirih Raisya sambil terus membelai wajah Arya dengan ujung jarinya seakan takut Arya terbangun.
***
04:30 wib
"pagi Sya,,," ucap Arya ketika ia tersadar dari tidurnya..tapi setelah ia membuka mata,,ia melihat Raisya di sebelahnya..Arya mengedarkan pandangannya tapi tak menemukan Raisya,,namun yang ia dengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi,,tanpa bertanya pun ia sudah bisa menebak siapa yang ada di dalam sana.
"mas Arya sudah bangun,," terdengar suara Raisya yang keluar dari kamar mandi..
"lebih baik sekarang mas mandi dulu,aku sudah siapkan air hangat biar badan mas seger.."mendengar perkataan sang istri,Arya pun bergegas pergi ke kamar mandi,,untuk melakukan ritual paginya.,setelah sebelumnya ia meminta Raisya untuk menunggunya sebentar,agar mereka bisa sholat subuh berjamaah..dan Raisya pun mengiyakannya.
Setelah sholat subuh berjamaah..Raisya meninggalkan kamar untuk pergi ke dapur..memasak dan menyiapkan sarapan untuk semuanya..terutama untuk mamanya yang sedang sakit.
Selesai memasak dan menyiapkan sarapan,,Raisya kembali ke kamar..untuk memberitahu Arya kalau sarapan sudah siap..dan Arya pun segera turun untuk sarapan,,sementara Raisya pergi ke kamar mamanya mengantar bubur.
"pagi ma,,pa"
"pagi sayang,,"
Raisya masuk ke dalam kamar mertuanya dan memberi ucapan selamat pagi...kebetulan pintu kamar terbuka jadi Raisya bisa langsung masuk.
"ma,,ini Raisya buatkan bubur untuk mama sarapan..mama makan dulu yaa,,habis itu minum obat..biar mama cepat sembuh.." Raisya duduk di kursi sebelah ranjang mamanya..dan mamanya pun bersedia untuk memakan bubur buatan menantunya.
Sementara Raisya menemani dan menyuapi mamanya makan,,Arya dan papanya sarapan berdua di meja makan.
"bagaimana urusan kamu di Jogja Arya..?" tanya pak Wijaya sambil sarapan nasi goreng buatan menantunya.
"alhamdulillah semua lancar pa,,gak ada masalah,,dan mereka bersedia bekerja sama dengan perusahaan kita...."
__ADS_1
"syukurlah kalau begitu,,oh iya kemarin kan papa sempat menelpon Raisya,dia bilang kamu gak jadi pulang tapi kok......" Ucapan pak Wijaya terhenti ketika melihat senyum kemenangan di wajah Arya.
"iya pa,,kemarin Arya sengaja bilang gitu ke Raisya,,Arya pengen kasih kejutan buat dia..dan berhasil.." jawab Arya antusias.
"Arya,,papa cuma pengin bicara sama kamu,,tolong jangan menunda lagi untuk memiliki momongan,,kasian mama kamu sampai sakit begitu.."
"iya pa,sebenarnya kami tak menunda pa,,tapi apa boleh buat memang Tuhan belum ngasih kepercayaan pada Arya dan Raisya gimana..??"
"iya papa tahu,,mungkin saran mama kamu semalam bisa kalian pertimbangkan,,maksud papa konsul ke dokter kandungan.." ucapan papanya kali ini sudah tak bisa di bantah lagi oleh Arya..dengan sedikit ragu akhirnya Arya mengiyakannya.
***
"pagi ma,,"
"pagi sayang,,kamu sudah mau berangkat ke kantor,,??" tanya ibu Lina sang mama setelah menjawab salam dari Arya,,yang sudah rapi dengan setelan kemeja dan blazer nya.
"iya ma,,pagi ini ada meeting di kantor..tapi gak lama kok,,nanti selesai meeting Arya akan langsung pulang..mama dirumah ditemani Raisya dulu ya,,,
sayang hari ini kamu gak usah ikut ke kantor dulu ya..kamu temani mama dirumah..jagain mama" jelas Arya seraya berdiri di dekat ranjang mamanya..
"iya mas,,aku akan jagain mama,,mas gak usah khawatir.."
"yasudah kalau begitu,,ma Arya berangkat dulu ya,,mama istirahat dirumah jangan banyak pikiran.." seperti biasa sebelum berangkat Arya tak lupa mencium tangan mamanya..kemudian bergantian berpamitan dengan Raisya,,ia pun mencium kening Raisya,,dan Raisya juga tak lupa mencium tangan Arya.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam hati hati mas/Arya,," Ibu Lina menjawab salam dari Arya kompak.
****
"permisi pak,,"
"iya masuk,,ada apa Yen..?" tanya Arya ketika salah seorang karyawannya yang bernama Yeni masuk ke ruangannya dengan membawa box warna putih berukuran sedang,,kemungkinan isinya nasi.
"ini pak saya kesini mau mengantarkan ini untuk bapak,tadi Si Tomy bagian keuangan mengadakan syukuran kecil kecilan pak..karena istrinya positif hamil.." ucap Yeni antusias seakan ia ikut senang mendengar kabar istri temannya positif hamil.
"benarkah...oiya tolong panggil dia ke ruangan saya,,saya akan ucapkan selamat padanya secara pribadi.."
"baik pak,,kalau begitu saya permisi dulu pak.."
Arya meminta yeni untuk memanggil Tomy ke ruangannya sebentar karena ia ingin mengucapkan selamat atas kehamilan sang istri.
Tak lama setelah Yeni keluar,,Tomy dari bagian keuangan datang menemui Arya di ruangannya..
"permisi pak,,bapak panggil saya..??"
"iya,,silakan duduk dulu.." Arya dengan sopan mempersilakan Tomy untuk duduk..
"saya dengar dari Yeni, istri kamu positif hamil..?? selamat ya,,semoga semua lancar sampai hari kelahirannya nanti,," Arya mengulurkan tangannya pada Tomy seraya mengucapkan selamat dan disambut gembira oleh Tomy.
"i iya pak,,terimakasih atas doanya,,saya doakan juga semoga pak Arya dan ibu Raisya segera di beri momongan juga seperti saya dan istri saya.." giliran Tomy sekarang yang mendoakan Arya agar segera di beri momongan juga sepertinya.
"Aamiin,,semoga yaa.." mendengar doa dari Tomy Arya hanya bisa meng Aamiin kannya semoga itu juga akan terjadi padanya dan Raisya.
"oiya,,kalau kamu butuh cuti,,saya ijinkan,,tapi jangan lama lama,,kamu bisa bicara dengan Yeni untuk hal ini.."
"sekali lagi terimakasih pak..kalau begitu saya kembali ke meja saya dulu..permisi pak.."
"iya,,oh iya ,,terimakasih juga atas ini,,," sambil menunjuk ke arah box yang tadi di antar oleh Yeni..
"sama sama pak..permisi.."
Setelah kepergian Tomy,,Arya membuka ponselnya,,di layar ponselnya terdapat foto sang istri saat liburan di Bali beberapa waktu yang lalu.
*andaikan saja Sya hal baik yang dialami Tomy itu berlaku juga untuk kita,,pasti aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini,,karena akan menjadi seorang ayah..*
Ucap Arya lirih seraya menyandarkan tubuhnya di kursi dan memandangi potret sang istri dalam layar ponselnya.
...****************...
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉
__ADS_1