Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 80*


__ADS_3

Pagi ini berita tentang Raisya yang terjebak di dalam lift semalam sudah tersebar luas.


Begitu juga di lingkungan kantor.


Semenjak Leo datang pagi ini. Velicia sudah menanyakan kebenaran perihal tersebut, karena wartawan dari tadi pagi sudah berkumpul di depan kantor Wijaya grup untuk memperoleh informasinya.


"pak Leo bagiamana ini..banyak wartawan diluar sana untuk mencari berita tentang mbak Raisya."


tanya Velicia kebingungan.


"kamu tenang saja, beritahu mereka sebentar lagi saya akan mewakili keluarga Wijaya akan mengadakan konferensi pers mengenai hal ini, minta mereka untuk sedikit bersabar saya akan menghubungi pak Arya dulu." jawab Leo.


"baik kalau begitu pak, saya permisi dulu."


ucap Velicia yang kemudian pergi untuk menemui para wartawan diluar.


Sementara itu Leo mencoba menghubungi Arya melalui ponselnya tapi tidak ada jawaban sama sekali.


Kemudian Leo menghubungi pak Ridwan selaku ayah dari Arya.


"halo, selamat pagi pak maaf saya mengganggu bapak."


"pagi Leo, ada apa ? apa ada masalah dikantor?"


"iya pak, disini ada banyak wartawan yang sedang menunggu konfirmasi kejelasan tentang kejadian yang menimpa mbak Raisya semalam, apa yang harus saya lakukan pak, apakah saya harus hadapi mereka atau menunggu pak Arya, saya sudah berusaha menghubungi pak Arya tapi tidak ada jawaban." terang Leo pada pak Ridwan Wijaya.


"baiklah kalau begitu,, saya akan ke kantor sekarang, dan mencoba memberikan penjelasan pada wartawan.,dan tolong kamu minta para wartawan untuk berkumpul di aula kantor kita, katakan pada mereka kalau saya sendiri yang akan memberikan penjelasan Soal kejadian semalam."


"baik pak kalau begitu saya akan menyiapkan semuanya..selamat pagi pak."


"iya pagi."


"telepon dari siapa pa?" tanya ibu Lina yang datang membawa secangkir kopi untuk pak Ridwan yang baru saja menerima panggilan telepon dari Leo.


"ini Leo..dia bilang kalau banyak wartawan di kantor untuk mencari informasi mengenai kondisi Raisya pasca kejadian semalam dan dari tadi Leo mencoba menghubungi Arya tapi tidak diangkat. jadi Leo telepon papa karena dia tidak tahu harus melakukan apa karena Arya tak menjawab teleponnya."


"tumben tumbenan Arya tak menjawab telepon dari Leo, apa mungkin terjadi sesuatu sama Raisya pa ?" ibu Lina jadi khawatir jika terjadi sesuatu sama menantu kesayangannya.


"mama jangan berpikiran yang aneh aneh lah,,kan tadi dokter bilang sendiri kalau Raisya sudah melewati masa kritisnya dan kondisinya berangsur pulih..lagipula kalau terjadi sesuatu sama Raisya pasti Arya akan kabari kita,,dan lagi disana juga ada ibu Widya yang membantu menjaga Raisya.


Ya mungkin saja tadi pas Leo meneleponnya Arya lagi keluar sebentar atau ke kamar mandi mungkin."


"iya juga sih pa, tapi mama tetap saja khawatir, apalagi Raisya kan lagi hamil pa, sudahlah pokoknya mama mau telepon Arya sekarang."


Ibu Lina yang merasa khawatir dengan keadaan menantunya langsung saja mencoba menghubungi Arya untuk memastikannya.

__ADS_1


Dan baru pada sambungan pertama, ibu Lina sudah bisa tersambung dengan Arya.


"hallo Arya kamu kemana saja, dari tadi Leo mencoba menelepon kamu tapi gak nyambung, gak terjadi sesuatu yang buruk sama Raisya kan ? gak kan ?" cerocos ibu Lina ketika teleponnya tersambung dengan Arya.


Arya hanya bisa menggeleng sambil tersenyum ketika mendengar suara mamanya yang bicara tanpa jeda.


"ma, satu satu dong kalau nanya, Arya bingung nih mau jawab yang mana dulu."


"iya, iya mama mau tanya Raisya gak apa apa kan ? gak terjadi sesuatu sama dia kan?"


"ma, Raisya gak apa apa, kalau mama gak percaya Arya video call mama bicara langsung dan mama juga bisa lihat langsung bagaimana kondisi menantu kesayangan mama..tunggu sebentar ya ma." Arya menjeda teleponnya sebentar untuk mengalihkan ke panggilan video call.


Dan kini video call telah tersambung, jadi ibu Lina bisa melihat kondisi menantu kesayangannya.


"nah ma, mama bisa lihat sendiri kan?" Arya mengarahkan ponselnya pada Raisya yang tengah berbaring di ranjang pesakitan rumah sakit.


"hallo ma,"


terlihat wajah cantik Raisya di ponsel berhadapan dengan wajah sang mertua.


Walaupun masih lemah Raisya berusaha untuk tersenyum di depan mertuanya agar mertuanya itu tak terlalu mengkhawatirkannya.


"iya sayang kamu gak apa apa kan? " tanya ibu Lina penuh kekhawatiran.


"iya ma, Raisya baik baik saja, mama gak perlu khawatir, disini juga sudah ada ibu yang menemani Raisya."


"iya ma, maaf tadi Arya keluar sebentar untuk menemui dokter dan ponsel Arya ada di kamar rawat jadi gak tahu kalau Leo telepon..tapi tadi Arya sudah telepon Leo kok..katanya papa yang akan handel urusan di kantor."


"iya papa mu baru saja berangkat sama sopir,"


"oiya Sya ibu kamu ada disana kan?"


"iya ma, ibu ada disini tadi diantar sama pak Leo."


Raisya mengarahkan ponselnya pada ibu Widya agar mertuanya dan ibunya bisa saling bercakap dan melihat satu sama lain.


"iya Bu, saya ada disini menjaga Raisya, ibu tenang saja, Raisya baik baik saja disini." ucap ibu Widya pada sang besan.


"iya Bu,,maafkan keluarga kami yang tidak bisa menjaga putri ibu dengan baik sehingga ini semua terjadi pada Raisya." ibu Lina minta maaf kepada Ibu Widya karena sudah lalai menjaga Raisya sebagai menantu mereka.


"iya bu, tidak ada yang perlu dimaafkan, ini semua musibah, kalau bukan Raisya pasti orang lain yang mengalami musibah ini, ibu gak perlu merasa bersalah."


" terimakasih Bu,,atas pengertiannya ada, saya juga tidak menyangka bakal ada kejadian seperti ini."


"iya Bu sama sama, yang namanya musibah ga ada yang tahu, dan gak ada yang bisa menghindar."

__ADS_1


Setelah beberapa saat mengobrol dengan anak, menantu dan juga besan, ibu lina terpaksa harus mengakhiri sambungan Video call nya karena Raisya ada pemeriksaan lagi oleh dokter.


......................


Dikantor Wijaya group


Pak Ridwan Wijaya mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan keadaan menantunya saat ini pada awak media.


Pak Ridwan menjelaskan bahwa kondisi menantunya sudah baik baik saja, walaupun semalam sempat mengalami kondisi kritis karena terlalu lama terjebak di dalam lift, tapi Alhamdulillah sekarang sudah berangsur pulih.


Pak Ridwan juga meminta maaf karena Arya, sang putra tidak bisa hadir disini karena ia harus menemani sang istri dirumah sakit.


Konferensi pers berlangsung kurang lebih 30 menit dan berakhir dengan baik.


Karena pihak wartawan dan juga keluarga sama sama saling menghormati dan menghargai satu sama sama lain.


...----------------...


"maaf mbak, kok banyak wartawan disini ada apa ya?"


tanya ibu Ari pada salah seorang pegawai kantor yang sedang melintas di depannya.


"iya Bu ada konferensi pers di aula kantor."


"konferensi pers apa mbak?"


"lho apa ibu belum dengar berita kalau semalam mbak Raisya istrinya pak Arya masuk rumah sakit karena terjebak di dalam lift?"


Ibu Ari terlihat sangat terkejut mendengarnya karena beliau memang sama sekali tak tak hal itu.


"astagfirullah hal adzim, terus bagaimana kondisi ibu Raisya sekarang mbak? apa beliau baik baik saja?"


"yang saya dengar sih Bu, semalam mbak Raisya sempat kritis karena kekurangan oksigen tapi Alhamdulillah pagi ini sudah membaik dan berangsur pulih."


"syukurlah kalau begitu mbak, saya ikut lega mendengarkan, ibu Raisya orang baik pasti selalu di lindungi."


"iya Bu, ibu Ari benar, mbak Raisya dari dulu memang sangat baik, bahkan sejak sebelum jadi istrinya pak Arya."


"lho berati ibu Raisya dulu kerja disini juga ya mbak?"


"iya Bu, dulu sebelum menjadi istri pak Arya mbak Raisya itu sekertarisnya Pak Arya, bahkan mbak Raisya yang membuat pak Arya berubah baik seperti sekarang ini Bu."


Entah apa yang ada dipikiran ibu Ari, ia terlihat sangat terkejut mendengar cerita salah satu karyawan di kantor soal Arya dan Raisya.


...****************...

__ADS_1


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


......................


__ADS_2