
Setelah mendapatkan informasi akurat tentang keberadaan Raisya Arya, Leo dan juga yang lain bersama dengan beberapa orang teknisi menuju ke lokasi lift yang membuat Raisya terjebak di dalamnya .
Kini mereka sudah berada di depan pintu lift tempat Raisya terjebak.
"Sya, sayang kamu kamu bertahan ya sayang, kami sedang berusaha membuka pintu lift ini, " teriak Arya dari luar pintu lift, ia sangat khawatir dengan keadaan Raisya, bagaimana istrinya di dalam.
Pastinya istrinya itu ketakutan dan yang paling ia takutkan kalau saja Raisya kekurangan asupan oksigen di dalam sana.
"cepat pak,, lakukan sesuatu, saya tidak mau tejadi sesuatu yang buruk pada istri saya." Arya berteriak meminta tolong pada tim teknisi untuk segera membuka ataupun mencongkel paksa pintu lift itu untuk menyelamatkan Raisya. Apalagi dari tadi istrinya tak bersuara sedikitpun, hal itu membuat Arya semakin khawatir.
Butuh waktu lumayan lama untuk bisa membuka pintu lift tersebut.
Arya semakin frustasi tak karuan karena mereka belum juga berhasil membuka lift tersebut.
"Arya, kamu yang tenang, kita doakan saja Raisya baik baik saja di dalam." ucap sang papa di ikuti mamanya.
"bagaimana Arya bisa tenang ma, pa Raisya sedang terjebak di dalam lift, dan Arya tak tahu bagaimana keadaannya sekarang."
"mama tahu Arya, lebih baik kita berdoa semoga para teknisi ini bisa segera membuka pintu lift ini dan Raisya bisa keluar dalam keadaan baik baik saja." pinta sang mama menenangkan Arya.
Setelah hampir 40 menit, barulah pintu lift itu bisa dibuka dengan cara dicongkel.
Begitu pintu lift terbuka, orang pertama yang masuk kedalam adalah Arya.
Alangkah kagetnya Arya ketika masuk ke dalam lift ia mendapati sang istri terkulai lemas disana, ya Raisya kekurangan oksigen setelah terjebak di dalam lift sekitar satu jam.
"Raisya,,sayang..." Arya segera menghampiri Raisya memeluk dan mencium wanita pujaan nya itu.
"Sya bangun sayang, ini aku,, Sya jangan buat aku takut begini,kamu bangun sayang.." Arya menangis sambil memeluk tubuh Raisya yang masih di dalam lift.
Melihat kondisi tersebut, Leo dengan sigap menelepon ambulan untuk datang memberikan pertolongan pertama pada Istri bosnya itu.
"Raisya bangun sayang, ini mama ,," kini giliran ibu Lina sang mertua yang menangis ketika melihat kondisi menantu kesayangannya dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Beberapa menit kemudian, petugas rumah sakit datang untuk membawa Raisya kerumah sakit terdekat.
"pak Arya maaf,,perawat sudah datang, mereka akan segera membawa mbak Raisya ke rumah sakit." ucap Leo pada Arya yang hingga saat ini masih setia memeluk Raisya sambil menangis.
Kemudian Arya pun membiarkan beberapa petugas dari rumah sakit untuk membawa Raisya ke mobil ambulan dan segera membawanya ke rumah sakit.
Setelah Raisya dimasukkan ke dalam ambulans, dengan sigap Arya ikut naik menemani sang istri yang masih tidak sadar kan diri.
Begitu pula dengan yang lain, Leo bersama Bella dan si kecil Pelangi masuk ke dalam mobil mereka, begitu pun dengan Pak Ridwan dan ibu Lina, mereka membawa mobil yang tadi mereka naiki bersama Arya dan Raisya sewaktu berangkat ke tempat acara.
__ADS_1
Mereka semua mengikuti mobil ambulans yang membawa Raisya ke rumah sakit.
...----------------...
"sayang,,Raisya bangun sayang,,ayo buka mata kamu, aku ada disini menemani kamu sayang,," lagi lagi Arya mencoba menyadarkan Raisya namun hasilnya nihil..sampai saat ini Raisya tak juga mau membuka matanya,
Bahkan kali ini petugas dari rumah sakit sudah memasang oksigen untuk membantu Raisya bertahan.
Arya menangis sembari terus menggenggam tangan Raisya.
Ia terlihat sangat khawatir karena keadaan sang istri yang seperti sekarang ini.
Arya sudah pernah berkata sebelumnya, ia bisa kehilangan apapun di dunia ini asalkan bukan Raisya.
Karena ia tak bisa hidup tanpa wanita itu, Raisya adalah belahan jiwa nya, Raisya adalah hidupnya, ia bisa tiada bila sampai terjadi sesuatu dengan Raisya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya ambulans yang membawa Raisya sampai juga di rumah sakit.
"suster,dokter tolong selamatkan istri saya.." ketika keluar dari ambulans, Arya langsung berteriak minta tolong pada perawat/ dokter yang ada di rumah sakit itu.
Dan dengan cepat pula perawat di ikuti oleh dokter datang dan membawa masuk Raisya ke ruang IGD rumah sakit.
"maaf, pak saya mohon bapak menunggu diluar biarkan kami dan tim dokter disini yang menangani istri anda." pinta salah satu perawat ketika melihat Arya akan ikut masuk ke dalam ruang IGD.
"iya pak kami tahu, ijinkan kami menangani dan menolong istri bapak." lanjut perawat itu melarang Arya masuk ke ruang IGD.
Dan sesaat kemudian perawat itu masuk ke ruang IGD dan menutup pintunya dari dalam, sehingga dengan sangat terpaksa Arya harus menunggu dari luar dengan perasaan cemas.
Tak lama kemudian, pak Ridwan dan ibu Lina sampai di rumah sakit, begitu juga dengan Bella dan Leo sekaligus Pelangi.
Mereka bertemu dengan Arya di depan ruang IGD.
Mereka semua sangat mengkhawatirkan kondisi Raisya, apalagi dari tadi Pelangi rewel terus.
Mungkin ia juga seperti yang lainnya, mengkhawatirkan kondisi mamanya yang kini berada di dalam ruang IGD
"bagaimana dengan Raisya Arya, apa dia baik baik saja?" tanya ibu Lina khawatir.
Arya menggeleng pelan, ia pun mengacak acak rambutnya dengan frustasi..ia tak bisa seperti ini terus, ia tak bisa menunggu terlalu lama di sini tanpa tahu bagaimana kondisi Raisya di dalam.
"Arya, kamu harus tenang, dokter terbaik yang akan menanganinya Raisya di dalam.
Kamu tenang ya, mama dan papa tahu bagaimana perasaan kamu sekarang, tapi coba kamu kendalikan dirimu, lihat Pelangi dari tadi dia menangis terus, mungkin dia juga merasakan hal yang sama seperti kamu, mengkhawatirkan kondisi mamanya yang ada didalam." tutur ibu Lina.
__ADS_1
.
Mendengar ucapan sang mama, Arya pun beralih memandang si kecil Pelangi, gadis kecil itu terlihat menangis sesenggukan dalam gendongan Bella.
Dengan perlahan Arya pun berjalan mendekati Pelangi yang ada di gendongan Bella.
Kemudian ia mengambil alih gadis kecilnya itu dari Bella.
Arya memeluk dan mencium Pelangi dengan penuh kasih sayang.
"cup cup cup sayang, Pelangi anak papa gak boleh rewel ya, kita sama sama doakan mama agar mama bisa segera pulih dan kembali bersama kita lagi ya sayang." Arya mencoba menenangkan putri kecilnya yang sedari tadi rewel dan menangis.
Gadis kecil itu pun seketika diam mendengar ucapan Arya, seakan ia mengerti apa yang di katakan oleh papanya.
Sudah hampir satu jam, Raisya beserta tim medis di dalam, tapi belum ada seorangpun yang keluar membawa kabar berita tentang Raisya.
.
Arya yang sudah tak sabar menunggu, ia pun berencana menerobos masuk ke dalam ruang IGD.
Namun sesaat sebelum itu, tiba tiba ada seorang dokter yang keluar dari ruangan itu.
Arya dan dokter itupun sama sama terkejut karena saling berpapasan di pintu ruang IGD .
"bagaimana keadaan istri saya dokter, apa istri saya baik baik saja, bagaimana istri saya sekarang dokter..? bagaimana kondisi janin dalam kandungannya,,? apakah semuanya baik baik saja?"Arya bertanya tanpa jeda pada dokter yang baru saja keluar dari ruang IGD.
Arya menanyakan bagaimana kondisi istri dan calon bayinya yang masih ada dalam kandungan Raisya.
"untuk sekarang ini kamu sebagai tim medis hanya bisa mengatakan kalau kondisi istri bapak saat ini sedang kritis karena istri bapak kekurangan oksigen saat terjebak di dalam lift..kami akan terus memantau kondisi istri bapak., semoga istri bapak segera dapat melewati masa kritisnya." terang sang dokter yang menangani Raisya.
"tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya dokter, berapa pun biayanya akan saya bayar, asalkan istri dan calon anak kami bisa selamat dan kembali seperti sedia kala." mohon Arya pada dokter yang menangani Raisya di dalam.
"bapak tenang saja, kami sebagai tim medis akan melakukan ya g terbaik untuk istri dan bayi yang ada dalam kandungan istri bapak agar keduanya tetap baik baik saja." ucap dokter sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam ruang IGD
"apa saya bisa menemui istri saya dokter?" tanya Arya pada sang dokter.
"maaf pak,untuk saat ini kondisi istri anda belum stabil jadi kami harap bapak dan keluarga untuk bersabar,.kami perlu waktu sekitar satu jam untuk mengevaluasi kondisi istri bapak sebelum kemudian di pindah ke ruang rawat.
Dan bapak beserta keluarga bisa menemuinya di ruang rawat." terang dokter yang kemudian kembali kedalam ruang IGD
Bagaimana keadaan Raisya selanjutnya? apakah ia akan berhasil melewati masa kritisnya ataukah ia akan meninggalkan Arya beserta orang orang yang sangat dicintainya?
...****************...
__ADS_1
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉