
Hari ke hari minggu ke minggu..hubungan Arya dan Raisya semakin dekat,,hampir bisa dikatakan hubungan suami istri yang sehat.
Sejak saat itu hubungan ke duanya layaknya suami istri yang sesungguhnya.
Seperti hal nya pagi ini,,karena hari ini akhir pekan jadi Arya dan Raisya tak pergi ke kantor.
Raisya pun menggunakan kesempatan hari liburnya ini untuk mencoba resep masakan baru yang ia dapatkan dari internet beberapa waktu yang lalu.
Raisya yang sedang bergelut dengan bahan masakan di dapur di kagetkan dengan sebuah pelukan hangat tangan kekar dari belakang..dan tak usah ditanya lagi ia tahu pasti siapa yang memeluknya.
"mas aku lagi masak jangan ganggu yaa,,"
"hhhmmm.." hanya gumaman yang keluar dari mulut pria itu..dagunya di letakkan di atas pundak dan tangannya melingkar di pinggang ramping Raisya...
Mungkin pria itu belum sepenuhnya tersadar dari alam mimpinya,,ia masih tak peduli dengan gerakan Raisya memasak di dapur,,pria itu tetap saja tak bergerak sedikit pun.
"yaa Tuhaan Arya apa yang kamu lakukan pagi pagi begini..?" teriak ibu Lina saat melihat tingkah anak laki laki nya di dapur..yang hanya memakai celana panjang tanpa memakai atasan.
Raisya mencoba melepas pelukan Arya karena malu ada mertuanya tapi Arya malah enak enakan manja.
"eh ingat..adik kamu masih kecil masih kuliah,,jangan pamerkan kemesraan kalian di depan nya..,mandi dulu sana jangan ganggu istrimu menyiapkan sarapan.." perintah ibu Lina.
"mama,..aku masih pengin disini ma,," protes Arya dengan tetap pada posisinya yang semula..namun setelah mendapat tatapan tajam dari sang mama,,baru dia melepaskan istrinya kemudian kembali ke kamar untuk mandi dan bersih bersih.
***
"entah lah apa yang terjadi dengan anak itu akhir akhir ini,,terutama setelah menikah dengan kamu..jadi manja sepeti anak kecil." gerutu ibu Lina setelah kepergian putranya dari dapur.
Raisya hanya bisa menanggapinya dengan senyuman..sambil meneruskan memasaknya.
"kamu jangan terlalu memanjakan Arya Sya..anak itu akan semakin manja nantinya..dan kamu yang akan kewalahan menghadapinya.." ibu Lina memberikan nasehat pada menantunya agar tak terlalu memanjakan putranya...Raisya pun hanya bisa mengangguk,,padahal ia merasa lucu saja melihat pria dewasa seperti Arya bertingkah seperti anak anak.
Setelah semua menu sarapan siap di meja makan,,Raisya pergi ke kamar untuk memanggil suaminya.
"mas,,sarapan sudah siap,,kita sarapan dulu,,mama papa dan Tania sudah menunggu di meja makan.."
"iya sebentar lagi.." jawab Arya seraya masih berkutat dengan ponselnya,,entah apa yang ia kerjakan..padahal ini hari hari libur..
"yasudah aku duluan yaa,," ucap Raisya setelah mendapat jawaban dari Arya dan beranjak pergi ke meja makan...namun langkahnya terhenti ketika Arya memanggilnya.
"eh tunggu,," Arya langsung mematikan ponselnya saat Raisya pamit meninggalkan kamarnya.
Dan mereka pun bersama saling bergandengan tangan menuju meja makan.
"pagi ma,,pagi pa.." sapa Arya pada mama dan papanya yang sudah duduk di meja makan.
"pagi,," jawab mama dan papanya kompak.
"kalian ber 2 ini kenapa terlihat seperti pengantin baru aja sih,,padahal kan udah hampir 8 bulan,," cibir Tania saat melihat ke dua kakaknya yang baru saja bergabung untuk sarapan.
"emangnya kenapa Nia,,? bukannya seneng kakakmu bahagia..malah ngomongnya gitu.??" tanya mamanya.
"bukannya begitu ma,,liat mas Arya,,kayaknya terlalu protektif sama mbak Raisya,,,kemana mana di kintilin terus sama mas Arya..udah kayak anak ayam yang takut kehilangan induknya,,"
"eh anak kecil tahu apa kamu,,lagian yang mas ikutin istri mas sendiri,,wajar kan,,??,," Arya akhirnya menjawab cibiran adiknya..kelakuan kakak beradik itu selalu membuat kangen dalam keluarga Wijaya..mereka selalu berdebat soal hal yang tidak penting,,begitu pula saat ini..
"sudah sudah,,kalian ini kebiasaan ya,,selalu begini kalau ketemu,,udah sarapan dulu,,ini tadi Raisya nyoba resep barunya,,dari tampilan dan aromanya sih mama yakin ini pasti enak sekali.." ucap ibu Lina mengakhiri perdebatan ke 2 anaknya.
Setelah selesai sarapan Raisya membantu bibik membereskan sisa sarapan di dapur..
"Sya,,,"
Raisya yang lagi di dapur seketika menoleh saat mendengar namanya disebut dan.....
klik,,klik,,klik
Terdengar suara jepretan kamera yang sedang berada di tangan Arya.
"mas,,ngapain sih pakai foto segala,," protes Raisya ketika Arya memotretnya secara diam diam.
"gak apa apa,,,aku suka aja memotret istri aku.."
jawab Arya sambil tersenyum melihat ekspresi istrinya kemudian beralih pada kameranya melihat hasil jepretannya,,dan hasilnya sangat memuaskan.
"oiya Sya,,kamu hari ini ada rencana kemana,,?? aku ikut.." Raisya mengerutkan keningnya ketika mendapat pertanyaan seperti itu dari suaminya yang kini sedang duduk di kursi bar yang ada di dapur.
"maksud aku,,apa kamu gak ada rencana keluar kemana gitu hari ini,,shopping,,atau kemana,,biasanya kan cewek suka shopping,,biar aku temani..bosen aku dirumah.." jelas Arya seraya. memakan buah jeruk yang ada di meja depannya.
Raisya berpikir sejenak..karena sebelumnya memang ia tak punya rencana mau keluar.
"hem,,gimana kalau ke makam ayah,,sebentar lagi kan puasa....sekalian nanti mampir ke rumah ibu.
"boleh juga,,lagipula aku belum pernah kamu ajak ke makam ayah kamu..yasudah mendingan kamu siap siap sebentar lagi kita berangkat,,mumpung masih pagi,,gak terlalu panas..,,biar beres beresnya di lanjutin sama bibik..,
bik tolong lanjutin ya,,soalnya kita mau keluar dulu nyekar ke makam ayahnya Raisya.."
"iya mas,," jawab sang bibik singkat.
"bik maaf ya gak bisa bantu sampai selesai.."
"iya gak apa apa mbak,,ini kan sudah tugas bibik,,mbak Raisya pergi aja,," ucap sang bibik ketika Raisya mohon maaf tak bisa bantu bereskan dapur sampai selesai.
Raisya menuju ke kamarnya untuk siap siap karena mau nyekar ke makam ayahnya sementara Arya menunggu di bawah.
Beberapa menit kemudian Raisya sudah kembali dan sudah siap untuk berangkat.
__ADS_1
"sudah siap.,? kita berangkat sekarang,?" tanya Arya ketika melihat sang istri sudah berdiri di dekatnya,,dan Raisya pun menjawabnya dengan anggukan..
Mereka berangkat ke makam setelah sebelumnya berpamitan dengan mama dan papanya.
"mas bagaimana kalau kita kerumah ibu dulu,,kita ajak ibu dan Nadia bareng bareng ke makam.."
"boleh,,," Arya segera melajukan mobilnya berangkat menuju rumah mertuanya.
******
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di plataran rumah sang ibu..dan kedatangan mereka disambut gembira oleh Nadia.
"mbak Raisya,,mas Arya,," teriak Nadia ketika melihat kakak dan kaka.k iparnya keluar dari mobil..Nadia langsung lari berhambur ke pelukan Raisya.
"gimana kabar kamu dek..?" tanya Raisya pada Nadia yang masih berada dalam pelukannya.
"baik mbak..mbak sendiri baik juga kan,,?" kakak beradik itu saling bertukar kabar,,seakan sudah bertahun tahun gak ketemu..
"ibu..mbak Raisya datang.." teriak Nadia saat masuk ke dalam rumah bersama kakak nya.
"iya ibu tahu karena suara kamu itu udah menggelegar kemana mana....gimana kabar kamu Sya..? tanya sang ibu ketika sudah bersama putri kesayangannya dan mereka saling berpelukan....kemudian mereka duduk di sofa ruang tamu..
"Alhamdulillah baik bu,,,ibu sendiri,,baik juga kan..?" tanya balik Raisya.
"Alhamdulillah sayang,,,hemmm ngomong ngomong ibu liat kamu agak gendutan Sya..?" ucap sang ibu ketika mengamati perubahan tubuh putrinya yang terlihat lebih berisi.
"masak sih bu,,aku ngerasa biasa aja sih..mungkin karena akhir akhir ini aku sering dapat undangan makan kali ya jadi tambah gendut,,,??" Raisya sempat mengamati tubuhnya sekilas saat sang ibu mengatakan tubuhnya lebih berisi..dan dia hanya menanggapinya dengan senyuman..
"oiya tadi ibu dengar kamu datang sama Arya,,mana dia,,? " Raisya melihat kearah teras ketika sang ibu menanyakan keberadaan suaminya..
"sepertinya masih ada di luar bu...mungkin masih nerima telpon.." jawab Raisya santai..
"Sya,,"
"hemmm...ya bu ada apa..??"
"ibu mau ngomong serius sama kamu.."..Raisya mengangguk dan siap mendengarkan apa yang akan di katakan sang ibu padanya.
"mumpung Arya masih diluar,,ibu cuma mau mengingatkan kamu..,,,ini tentang pernikahan kalian yang ibu rasa tinggal beberapa bulan lagi.." deg deg deg jantung Raisya seketika berdetak lebih cepat dari biasanya mendengar ucapan ibunya soal status pernikahannya..ia pun menunduk lesu,,seakan ia tak mau pernikahan itu berakhir secepat ini,,beda dengan di awal..pada awalnya ia selalu berpikir untuk segera menyelesaikan kontrak pernikahannya dengan Arya..
"ibu lihat akhir akhir ini hubungan kalian semakin dekat saja,," Raisya hanya bisa terdiam & menunduk mendengar ucapan sang ibu.
"dulu ibu pernah menanyakan hal ini sama kamu,,dan kali ini ibu ingin menanyakannya sekali lagi..tolong kamu jawab jujur.."
"apa kamu mencintai Arya nak....?" dan inilah yang ia takutkan,,ibunya menanyakan hal ini lagi padanya..pertanyaan yang ia sendiri belum yakin apa jawabannya..
Dan belum sempat ia menjawab,,tiba tiba Arya masuk..
"assalamualaikum bu.. bagaimana kabar ibu..? " sapa Arya ketika bertemu dengan mertuanya...yang sebelumnya melakukan ritual salaman dan cium tangan..kemudian ia duduk sofa sebelah Raisya.
"alhamdulillah Arya,,ibu baik baik saja..kamu bisa lihat sendiri kan,,?? dengan melihat anak anak dan menantu ibu bahagia ibu juga ikut bahagia.." jawab sang mertua sambil tersenyum.
"oh kalian mau ke makam,,yasudah sekalian saja ibu juga mau ikut..kalian tunggu sebentar yaa,,ibu siap siap dulu sekalian panggil adikmu.." ucap sang ibu yang ingi ikut pergi ke makam ayah Raisya bersama anak dan menantunya.
****
Beberapa menit kemudian mereka berangkat ke makam bersama ibu dan adiknya setelah semua siap.
Sampai di makam,,Raisya yang menabur bunga diatas nisan sang ayah. dan Arya yang menyiramnya dengan air setelahnya.
Mereka memanjatkan doa bersama di atas nisan sang ayah.
Yah,,,ini Raisya datang,,Raisya datang bersama mas Arya,,suami Raisya menantu ayah..
maafkan Raisya yah kalau pernikahan kami tidak seperti pernikahan pada. umumnya..Raisya melakukan ini awalnya hanya untuk menyelamatkan Nadia..tapi entah kenapa sekarang perasaan Raisya berubah yah,,Raisya terlanjur nyaman bersama mas Arya..dan usia pernikahan kami sekarang memasuki 8bulan dan tak lama lagi semua ini akan berakhir..tapi kenapa hati Raisya terasa sakit saat mengingat ini yah..apa yang mesti Raisya lakukan sekarang yah,,??
kalau saja ayah masih ada,,Raisya pasti akan meminta pendapat ayah....Raisya bingung yah mesti gimana sekarang.....ucap Raisya dalam hati sambil mengelus nisan sang ayah..ia mengadu pada sang ayah dalam hati..tentang apa yang ia rasakan sekarang.
"Sya,,ayo.." ajak Arya ketika ia sudah selesai berdoa dimakam ayah mertuanya.
Dan akhirnya Raisya pun mengakhiri doa dan curhatnya pada sang ayah.
"yah Raisya pergi dulu ya,,nanti kapan kapan Raisya kesini lagi.."
kemudian Raisya mencoba untuk bera.njak dari makam sang ayah,,namun tiba tiba kepalanya terasa pusing..dan ia hampir saja jatuh..untung ada Arya disampingnya..
"kamu gak apa apa Sya.." tanya Arya dan ibunya bersamaan dengan nada khawatir.
"gak tau mas tiba tiba aja kepala ku pusing.." jawab Raisya sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing..
"ya sudah kita pulang sekarang,,.." Arya membantu Raisya dengan merangkul pinggang Raisya kemudian berjalan menuju mobil dan diikuti oleh ibu dan adiknya dari belakang.
"kamu masuk dulu.." Arya membukakan pintu depan mobilnya untu Raisya dan disusul sang ibu dan adiknya yang masuk lewat pintu belakang....Arya pun bergegas ke arah pintu kemudi dan segera masuk.
Melihat raut wajah sang istri yang pucat membuatnya sangat khawatir..ia segera menyodorkan botol minum yang ada dalam mobilnya.
"kamu minum dulu Sya.." Raisya meraih botol air minum dari tangan Arya dan segera meminumnya.
"kamu gak apa apa Sya,,,wajah kamu pucat,,kita ke dokter yaa..??" tanya Arya khawatir sambil membelai puncak kepala Raisya seraya mengajaknya ke dokter...namun Raisya menolak ajakannya.
"gak usah mas,,aku gak apa apa istirahat sebentar juga pasti baikan..kita pulang saja.." jawab Raisya pelan.
"kamu yakin baik baik saja Sya..?" tanya Arya memastikan.
Raisya pun mengangguk pelan..
"mungkin tekanan darah kamu rendqh lagi Sya.." ucap sang ibu..memang dulu Raisya biasa seperti ini kalau kecapean..dan itu di sebabkan oleh tekanan darahnya yang ngedrop.
__ADS_1
"Arya nanti sebelum pulang kerumah jangan lupa kamu mampir ke apotik..belikan Raisya vitamin penambah darah,,,pasti dia akan segera baikan..dulu sebelum menikah juga sering begitu kalau kecapean.." jelas sang ibu pada menantunya,,dan Arya pun mengerti,,ia langsung menjalankan mobilnya..mengantar ibu mertua dan adiknya pulang kerumah..
Dalam perjalanan Arya selalu memperhatikan Raisya yang duduk di sebelahnya..di sela sela mengemudikan mobilnya,,terlihat jelas perhatiannya pada Raisya...ia selalu menggenggam tangan Raisya dengan satu tangannya..karena tangan yang satunya di gunakan untuk menyetir.
Arya mencintai kamu Sya,,ibu bisa lihat dari caranya memperhatikan kamu..memandang kamu dan dari sikapnya selama ini ke kamu nak..dan ibu juga tahu bagaimana perasaan kamu..kalian sama sama saling mencintai,,,Yaa Tuhaan ku mohon berikan keputusan yang terbaik bagi mereka ber 2.. batin sang ibu melihat kedekatan anak dan menantunya..beliau sangat yakin dengan pikirannya..bahwa ke dua insan yang kini duduk di baris depannya itu saling mencintai satu sama lain..dan keyakinan seorang ibu tak pernah salah.
Seperti anjuran mertuanya,,setelah menurunkan mertua dan adik iparnya,,Arya dan Raisya pamit pulang,,sekalian mampir apotik terdekat membeli obat untuk Raisya.
Setelah membeli obat mereka langsung pulang kerumah..dan Arya mengantar Raisya istirahat di kamar.
"kamu tunggu disini..aku akan ambilkan minum dulu di dapur,," ucap Arya lembut penuh dengan perhatian...dan Raisya pun menuruti kata kata suaminya...ia pun berbaring di ranjang,,entah kenapa tiba tiba kepalanya terasa sangat pusing..padahal hari ini ia tak mengerjakan apa apa kecuali menyiapkan sarapan untuk keluarganya,,itu pun di bantu art.
Tak lama Arya pun datang dengan membawa segelas air minum untuk Raisya.
"kamu minum obat dulu ya.." dengan penuh perhatian Arya menyiapkan obat beserta air minum untuk istrinya,,ia pun duduk di samping sang istri di ranjang..
"sekarang kamu istirahat,,aku akan disini temani kamu,," Arya meminta Raisya untuk berbaring setelah meminum obatnya.
"mas,,tadi kamu bilang mau ketemu klien,,?? kok gak cepat berangkat..??" tanya Raisya dengan wajah yang masih pucat.
"biar nanti aku cancel saja,," jawab Arya singkat sambil menemani dan istrinya yang kini tengah berbaring di ranjang.
"kok di cancel,,kata mas ini klien penting,,??"
"sudah gak apa apa,,sekarang ini tak ada yang lebih penting buat aku selain kamu,,gak mungkin aku ninggalin kamu yang lagi sakit begini.."
hemmmmss so sweet banget ni cowok..cewek mana coba yang gak meleleh mendengar ucapannya.
"tapi mas,,aku sudah gak apa apa,,lagipula mama bentar lagi juga pulang ada bibik juga dirumah.."
"baiklah kalau begitu,,,aku akan telepon Leo buat gantiin aku ketemu klien,," karena tak ingin lama lama berdebat dengan Raisya Arya pun segera mengambil ponselnya dan ia menghubungi Leo untuk mewakilinya ketemu klien hari ini tepatnya satu jam lagi..
"nah urusan kerjaan sudah beres,,jadi sekarang jangan larang aku buat jagain istri aku di rumah....sudah sekarang tidurlah.." Arya merangkul Raisya dengan sebelah lengannya sebagai bantalnya.
Raisya pun menurut saja apa kata suaminya,,ia terlelap dalam pelukan suaminya.
Setengah jam kemudian ibu Lina masuk ke kamar anak dan menantunya setelah mendapat kabar dari art kalau Raisya sakit.
"Arya,,ta...di.." ucapan mamanya terhenti saat melihat kode dari Arya..sang mama pun langsung masuk karena pintunya terbuka sedikit.
"jangan keras keras ma,,Raisya baru saja tidur,," ucap Arya berbisik...kemudian mamanya duduk di ranjang sebelah Arya untuk melihat keadaan menantunya.
"Raisya kenapa Arya,,tadi pagi dia baik baik saja,,kenapa tiba tiba gini..??"
"gak tau juga ma,,tadi waktu di makam tiba-tiba Raisya ngerasa kepalanya pusing..dan hampir jatuh di makam...."
"kenapa gak kamu bawa ke dokter,,malah pulang,,gimana kalau makin parah.."
"tadi Arya juga pengennya gitu tapi Raisya gak mau,,dia cuma minta beli vitamin aja di apotik..mungkin tekanan darahnya nya saja yang ngedrop..kata ibunya sebelum nikah dulu Raisya juga sering begini kalau kecapean.." jelas Arya.
"apa mama bilang,,dari dulu mama sudah bilang sama kamu,,kamu cari sekretaris lain..biar istri kamu bisa fokus dengan program hamilnya,,biar dia juga gak kecapean,,kalau sudah begini gimana,,??..mama gak mau tau mulai besok Raisya tinggal di rumah gak usah ngantor lagi titik.." tegas sang mama,,mendengar ucapan mamanya,,Arya hanya bisa diam..benar juga apa yang di katakan mamanya..kasian Raisya kalau dia tetep bekerja.
"iya ma nanti Arya akan coba ngomong dulu dengan Raisya..."
Ke esokan paginya Raisya semakin lemah..wajahnya makin pucat..hal ini membuat Arya dan yang lain khawatir.
"Sya,,makan dulu ya,,habis itu minum obat.." Arya kembali ke kamar membawa sepiring nasi beserta lauk dan sayur untuk istrinya,,bersama segelas susu.
Arya duduk di sampingnya dan membantu Raisya untuk duduk.
"makan dulu ya,,," Arya menyendok makanan dari piring untuk menyuapi Raisya,,namun belum sampai ke mulut,,Raisya merasa perutnya bergejolak mual,,ketika mencium bau makanan yang ada di tangan Arya.
Raisya menutup mulutnya,,dan mencoba bangkit untuk pergi ke kamar mandi..
"kamu kenapa Sya..??" Arya menyusul istrinya ke kamar mandi ia tak melihat Raisya muntah tapi tak ada yang dimuntahkan..Arya menemaninya dan memijit tengkuk istrinya..setelah dirasa membaik ia mengajak Raisya kembali ke kamar untuk istirahat.
"kamu gak apa apa Sya..?? wajah kamu makin pucat..biar aku panggil dokter buat periksa kamu,,aku gak mau kamu kenapa napa.." ucap Arya ketika sudah kembali ke kamar bersama istrinya.
"aku gak apa apa mas,,mungkin cuma masuk angin aja,,gak perlu panggil dokter.." tolak Raisya.
"sudah kamu gak usah bantah kata suami..aku akan telepon om Haris sekarang.."
Arya segera mengambil ponselnya dan menelpon dokter keluarga mereka.
"pagi sayang,,gimana keadaan kamu..udah baikan??" tanya sang ibu mertua saat masuk ke dalam kamar anak dan menantunya.
"Raisya gak mau makan ma,,,baru sesendok saja sudah muntah.." Arya menjelaskan kepada mamanya soal keadaan istrinya..
"jangan jangan ini,,,Sya kamu mual.??,,pusing..??"
Raisya mengangguk pelan tak berani banyak gerak,,karena bila di pakai gerak gejolak di perutnya kembali lagi.
"ini gak salah,,jangan jangan...??" wajah ibu Lina terlihat sumringah ketika menebak apa yang terjadi pada menantunya.
"jangan jangan apa ma,,,mama jangan bikin takut Arya ma,,." tanya Arya khawatir melihat ekspresi dan ucapan mamanya.
"lebih baik kamu telepon dokter sekarang biar dokter nanti yang jelaskan..mama takut salah.."
"sudah ma,,bentar lagi om Haris datang..beliau dalam perjalanan.."
30 menit kemudian..Dokter datang dan memeriksa Raisya dengan teliti..serta menanyakan beberapa hal pada Raisya..
Dan hasil akhir yang di dapat adalah..
"selamat Arya sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah.." ucap sang dokter memberikan kabar kehamilan Raisya.
...****************...
__ADS_1
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉