Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 89*


__ADS_3

Di kediaman Firman


Malam ini Firman benar benar dibuat tidak bisa memejamkan mata oleh bayangan sosok seorang Raisya.


Sosok wanita yang sempurna dimatanya.


Sejak bertemu tadi siang di kantor Arya, ia sungguh sungguh tak bisa melupakan pesona seorang Raisya.


Raisya sudah membius dirinya dengan pesonanya.


"Firman, ingat Raisya itu istri orang, dia istri Arya Wijaya, kamu tak kan pernah bisa bertaruh melawan seorang Arya Wijaya."


Gumam Firman mengingatkan dirinya sendiri bahwa wanita yang sudah membiusnya dengan pesona nya itu adalah istri Arya, sampai kapanpun ia takkan pernah bisa mendapatkannya.


"Benar apa yang dikatakan oleh Reva, pantas saja Arya sangat mencintai istrinya, karena istrinya itu aku rasa bukan wanita biasa, dia adalah reinkarnasi bidadari yang turun ke bumi, dan beruntungnya Arya bisa mendapatkannya."


......................


"pagi ma pa,"


sapa Raisya ketika melihat mertuanya datang ke meja makan.


"pagi sayang,, kenapa kamu yang siapin sarapan ? bibi kemana?"


"gak apa apa ma, Raisya cuma bantuin, tadi ada bahan dapur yang habis, jadi bibi keluar sebentar untuk beli."


"tapi kamu jangan terlalu kecapean Lo Sya, ingat kamu lagi hamil."


"iya ma, mama gak perlu khawatir, Raisya ngerti kok."


Akhirnya setelah semua kumpul di meja makan, mereka sarapan bersama.


Kebetulan hari ini Raisya memasak nasi goreng untuk sarapan.


Dan itu favorit keluarganya.


Semua yang berada di meja makan sangat lahap menikmati nasi goreng buatan Raisya.


"oiya ma,pa, semalam Raisya ngomong ke Arya, bagaimana kalau nanti setelah Bella menikah, kita cari ganti buat bantu ngurusin Pelangi, kan gak mungkin juga Bella terus jadi pengasuhnya Pelangi, dan begitu juga dengan Raisya, kandungannya semakin membesar pasti dia akan kerepotan mengurus Pelangi. Bagaimana menurut mama dan papa?"


Akhirnya Arya menyampaikan apa yang ia bicarakan semalam dengan Raisya, soal mencari pengasuh untuk Pelangi.


"Tapi Arya, Raisya gak semudah itu cari pengasuh untuk Pelangi, lagipula kita gak segampang itu kita percaya sama orang lain.


Apa kalian sudah tahu kira kira siapa yang akan kalian minta untuk jadi pengasuh pelangi?."


Tanya ibu Lina.


Arya dan Raisya saling memandang satu sama lain.


"sebenarnya sih kami sudah ada pandangan siapa orang yang bisa dipercaya mengasuh Pelangi."


"memangnya siapa?".


"ibu Ari, cleaning servis dikantor ma,"


"ibu Ari? sebentar sebentar sepertinya mama pernah dengar nama itu ya,"


ibu Lina mencoba mengingat ingat tentang nama itu.


"itu ma yang temani Raisya dirumah sakit, bagaimana apa mama sama papa setuju."


"oiya, mama baru ingat..kelihatannya orangnya baik juga dan sepertinya jujur ."

__ADS_1


"kalau begitu bagaimana apa mama sama papa setuju." tanya Arya memastikan sebelum ia dan Raisya bicara dengan ibu Ari soal hal ini.


"kalau mama sih terserah kalian saja, yang penting orang itu bisa dipercaya mengasuh Pelangi dan juga tentunya dia harus menyukai anak anak."


"yasudah ma, kalau begitu nanti Arya dan Raisya akan coba bicara sama Bu Ari, karena belum tentu juga kan beliau mau jadi pengasuh Pelangi."


Selesai sarapan Arya pamit untuk pergi ke kantor karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini juga.


"ma pa, Arya berangkat ke kantor dulu ya.."


Pamit Arya pada orang tuanya seraya bersalaman dan tak lupa mencium punggung tangan keduanya.


"iya kamu hari hari dijalan gak usah ngebut ."


"iya ma,"


"sayang aku berangkat dulu ya, kamu jangan capek capek dirumah, kalau butuh apa apa minta bantuan bibi." pesan Arya pada istri tercintanya.


"iya mas, mas juga hati hati dijalan ya,"


"iya sayang,"


"biar aku antar mas ke depan ya." Raisya beranjak dari duduknya untuk mengantar Arya ke depan tapi Arya melarangnya dan memintanya untuk melanjutkan sarapannya.


"gak usah sayang kamu lanjutkan sarapannya, biar aku sendiri saja, sekalian pamit sama Pelangi di depan."


"ma pa Arya pergi dulu ya, sayang aku pergi dulu Assalamualaikum."


"waalaikumsalam," Raisya dan mertuanya menjawab kompak.


Arya pun berangkat ke kantor, setelah sebelumnya berpamitan dengan putri kecilnya yang sedang di taman depan bersama Bella.


...----------------...


Setelah Arya berangkat ke kantor Raisya bersama Bella dan juga si kecil pergi ke mall milik keluarga Wijaya untuk sekedar jalan jalan dan refreshing.


Karena mereka tahu Raisya adalah menantu keluarga Wijaya pemilik mall tempat mereka bekerja.


"selamat siang mbak Raisya, apa kabar lama tidak berkunjung kesini?" sapa salah satu pegawai mall itu.


Kemudian juga menyapa Bella yang ada bersama Raisya.


"siang, Alhamdulillah baik, hanya saja semenjak hamil mas Arya ngelarang aku buat jalan jauh jauh. Jadi ya lebih sering dirumah saja." jawab Raisya dengan ramah seperti sedang ngobrol dengan temannya.


"ya itu tandanya pak Arya sangat perhatian dan sayang sama mbak,"


"iya memang tapi terlalu over. Apa apa dilarang,"


Pegawai mall itu tersenyum ketika mendengar ucapan Raisya.


"halo cantik, tambah lucu saja kamu .."


kini giliran menyapa Pelangi yang sedang duduk di stroller nya dengan nyaman.


"oiya mbak Raisya butuh apa? biar saya yang siapkan?"


"gak usah , kita cuma mau sekedar jalan jalan saja disini..kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu ya."


"ow, begitu, yasudah kalau begitu tapi nanti kalau mbak Raisya butuh sesuatu bilang saja ke saya atau pegawai yang lain."


Raisya mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi jalan jalan bersama si kecil dan juga Bella.


"eh Sya, kamu kenal semua pegawai disini juga, ya kalau pegawai disini semua kenal kamu sih aku gak heran soalnya kamu istri dari pemilik tempat ini." tanya Bella pada Raisya.

__ADS_1


"kenal, tapi gak semua juga sih cuma beberapa saja, lagipula mana bisa aku hafalin satu persatu karyawan disini yang jumlahnya lebih dari 100 orang."


"lha itu tadi kamu kenal?"


"ya kebetulan saja awal peresmiannya mall ini aku sudah dekat dengan mas Arya jadi kami kenal."


"keluarga suami kamu itu benar benar bukan orang sembarangan ya Sya, punya mall di berbagai tempat, punya hotel dan juga resto yang jumlahnya tidak hanya satu. Belum lagi pabrik dan lain lain. Rasanya seluruh harta yang keluarga kamu gak akan habis tujuh turunan."


Raisya hanya tersenyum menanggapi ocehan sahabatnya itu.


"ya mungkin kamu benar, tapi untuk mencapai ini semua tidaklah mudah bagi keluarga mas Arya, memang benar keluarga mas Arya dari awal sudah menjadi keluarga yang kaya raya, tapi banyak hal yang orang tidak tahu bagaimana kondisi di dalamnya."


"maksud kamu? bukannya keluarga Wijaya itu selama ini terlihat baik baik saja dan bahagia, sungguh keluarga yang sempurna."


"ya itulah pandangan kamu, pandangan orang orang, tapi asal kamu tahu keluarga mas Arya itu dulunya rapuh, karena kamu tahu sendiri kan mama Lina divonis dokter tidak bisa punya anak karena kedua ovarium nya diangkat. Itu adalah hal yang sangat menyedihkan bagi mama Lina dan Papa Ridwan, apalagi di tambah dengan kejadian mas Arya yang dulu gagal menikah dengan Reva, hal itu sudah sangat membuat keluarga Wijaya tercoreng,"


"jadi suami kamu dulu sudah hampir mau menikah dengan perempuan gila itu? maksud aku Reva?"


Raisya mengangguk.


"Untung saja suami kamu gak jadi menikah sama nenek lampir itu, kalau sampai nikah aku gak tahu bagaimana keluarga mereka selanjutnya, untungnya kalian cepat ketemu dan langsung jatuh cinta, cinta mati pula, jadi apapun yang di lakukan nenek lampir itu tak tak bisa menggoyahkan cinta kalian berdua."


"kamu bisa saja,"


"beneran Sya, bayangin coba kalau suami kamu dapat istri seperti Reva, aku jamin kena serangan jantung karena ulah istrinya itu, untung saja kamu yang jadi istrinya."


"oiya Bella, Minggu depan kan Pelangi ulang tahun, bagaimana kalau kita cari pernak perniknya sekalian, mumpung disini."


"boleh juga, apa kita butuh bantuan pegawai mall atau kita sendiri saja? tapi aku takut kamunya nanti kecapean, atau begini saja, kamu bilang saja sama aku,apa yang dibutuhkan buat ulang tahun nya Pelangi biar aku yang cari?"


"gak apa apa, kita jalan pelan pelan saja. Kalau capek kita istirahat dulu."


"ya sudahlah terserah kamu saja, ayo sayang kita cari mainan dan pernak pernik ulang tahun Kamu."


Raisya dan Bella mulai berjalan ke bagian pernak pernik souvernir mainan.


Mulai dari balon, tulisan ,dan lain lain.


Dan kini ada seorang pegawai yang membantu mereka mencari semua yang diperlukan.


Setelah kurang lebih satu jam semua yang Raisya butuhkan sudah tersedia.


Namun sebelum pulang, Raisya dan Bella mengajak Si kecil Pelangi untuk bermain di arena bermain yang disediakan di mall itu sekaligus menikmati makan siang disana.


Raisya asyik bercanda dengan putri kecilnya tanpa disadari ada seseorang yang memperhatikannya dari tadi.


"Sya,"


"iya, apa?"


"coba kamu lihat deh disana ada cowok yang dari tadi kayaknya merhatiin kita terus deh,"


"kamu salah kali, memangnya siapa sih?"


"itu,"


Bella menunjuk dengan mata kearah sosok laki laki yang duduk di meja pojok yang tak jauh dari tempat mereka berada.


Raisya pun menoleh kearah yang ditunjukkan oleh Bella.


Dan ternyata laki laki yang di maksud Bella adalah Firman, teman Arya.


"Mas Firman,"

__ADS_1


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2