
"kamu jadi pergi ke Surabaya hari ini Arya..? " tanya mamanya saat melihat Arya menenteng sebuah koper ukuran sedang dan sudah rapi dengan jaket kulit dan celana panjangnya.
"iya ma,,karena besok pagi ada meeting jadi daripada keburu buru mending berangkat sekarang.." jawab Arya.
"kamu kesana sama Leo saja..?" giliran pak Wijaya yang bertanya.
"iya ma,,sekalian Leo mau menengok mamanya disana dan nyekar ke makam papanya.."
"kenapa kamu gak ikut Arya aja Sya,,sekalian jalan jalan..?"
"sebenarnya Arya juga sudah meminta Raisya untuk ikut ma,,tapi dia bilang lain kali aja,,kasian kalau Pelangi di ajak bepergian jauh dia masih sangat kecil..dan Mamanya gak tega ninggalin.."
"iya istri kamu benar,,kasihan Pelangi kalau di ajak pergi jauh usianya masih sangat kecil..takutnya dia rewel di pesawat dan kecapean..mungkin kalau sudah lebih dari setahun sudah bisa diajak jalan jauh.." ujar sang mama.
"oiya Pelangi mana kok gak kelihatan??.."
"tadi mama lihat ada di belakang sama Bella dekat kolam.."
"biar aku aja yang cari Pelangi.." Raisya pergi ke belakang mencari Pelangi..& benar ternyata Pelangi sedang bermain di teras belakang bersama Bella.
"sayang,,ternyata kamu disini,,ayo ikut mama,,papa mau berangkat kerja..nyari kamu.."
Raisya meraih Pelangi yang sedang bermain.
"papanya jadi berangkat ke Surabaya Sya..?" tanya Bela pada Raisya.
"iya Bella mas Arya berangkat bentar lagi pesawatnya jam 8 malam.."
"kenapa kamu gak ikut aja,,?"
"Kalau aku ikut gimana dengan Pelangi..? aku gak tega ninggalin pelangi .."
"ya ampun Sya kan ada aku yang jagain Pelangi..ada oma dan opanya juga.. mending kamu ikut aja deh sekalian honeymoon.."
"Bell,, mas Arya itu ke surabaya buat kerja bukan jalan jalan.." ucap Raisya.
"iya aku ngerti,,tapi kamu gak kasian apa..ngebiarin suami kamu sendirian disana..?? kan kalau ada kamu enak apa apa ada yang urus.." Raisya jadi berpikir ulang mendengar ucapan Bella..mungkin memang ini saat yang tepat buat q time ber 2 dengan Arya.
"sudah gak usah banyak mikir,,soal Pelangi serahin ma aku..sekarang kamu ke depan bawa Pelangi,,biar aku siapin baju kamu sekalian telpon pak Leo untuk siapkan 1 tiket lagi buat kamu.."
"makasih ya Bell kamu udah banyak bantuin aku selama ini.." Raisya memeluk Bella dengan erat..ia tak menyangka sahabatnya itu se perhatian ini dengan nya.
"iya sama sama,,kita kan sahabatan lama dan sudah seharusnya seperti ini kan..?"
Raisya pun membawa Pelangi ke depan untuk bertemu dengan papanya.
"ini dia anak papa..sini sayang,," Arya mengambil alih Pelangi dari gendongan Raisya.
"sayang papa mau pergi sebentar ya, Pelangi gak boleh rewel..dirumah sama mama,,oma,,opa,,tante Bela,,dan juga bibik..papa janji kalau urusan papa sudah selesai papa bakal segera pulang dan kita jalan jalan lagi sama mama.."
"sepertinya ucapan mas Arya perlu diralat.." Bella tiba tiba muncul dengan membawa koper milik Raisya.
"maksudnya..??"
"iya Raisya akan ikut mas Arya ke Surabaya,,soal Pelangi serahkan saja sama aku disini aku bakalan jagain dengan baik.."
Arya masih tak percaya jika Raisya akan ikut bersamanya..padahal baru beberapa menit yang lalu Raisya bilang kalau gak bisa ikut dengan alasan kasihan Pelangi jika di tinggal sendiri..tapi sekarang koper miliknya sudah siap..dan Arya semakin percaya Raisya mengangguk ketika ia menanyakan kebenarannya.
"tapi tiketnya cuma ada 2 satu buat aku dan satu buat Leo.."
"masalah tiket gak usah khawatir pak,,saya sudah mendapatkan tiket untuk mbak Raisya ."kali ini leo yang datang dan memberitahukan bahwa tiket untuk Raisya juga sudah siap..dan penerbangan tetap pukul 8 malam ini.
Arya merasa sangat beruntung memiliki keluarga,, sahabat,,asisten dan semua orang yang selalu mendukungnya dalam segala hal termasuk urusan pribadinya.
"terimakasih Leo..Bella atas semuanya,,saya pastikan kalian akan mendapatkan bonus bulan ini.." ucap Arya disambut senyuman oleh Bella dan LEO dan juga bapak dan ibu wijaya yang ada disana.
"sudah..lebih baik kalian berangkat ini sudah jam 7..nanti kalian bisa telat.." ucap mamanya mengingatkan..dan akhirnya mereka ber 3,,Arya,,Raisya dan juga Leo pamit pada orang rumah dan lupa menitipkan si kecil Pelangi pada seluruh keluarga dirumah.
Sebenarnya Raisya tak tega meninggalkan Pelangi tapi ia juga pengin q time bersama sang suami..jadi dengan berat hati ia pun menitipkan si kecil pada orang rumah.
Kurang lebih perjalanan 1 jam dari jakarta ke Surabaya dengan penerbangan jam 8 malam.
Sampai di bandara Juanda Surabaya,,sudah ada pihak hotel yang menjemput mereka dan mengantar mereka ke penginapan.
"kamu lelah Sya..?" tanya Arya saat mereka sampai di kamar..Raisya pun menggeleng dan tersenyum.
"kalau gitu gimana kalau kita makan malam diluar..tadi dirumah kita belum sempat makan malam kan..? gimana kamu mau makan apa..?"
"apa aja mas,,"
"ya sudah ayo berangkat.." ajak Arya sambil mengulurkan tangannya pada Raisya dan kemudian mereka pergi ke resto untuk makan malam.
Usai makan malam Arya dan Raisya kembali ke kamar dan istirahat.
"sayang,,"
"hmmmb.." Raisya yang tidur beralaskan lengan Arya menjawab panggilan suaminya dan mendongak menatap wajah sang suami.
"setelah sekian lama kita menikah..baru kali ini kita pergi ber 2,,maksud aku tanpa ada embel embel kontrak pernikahan..rasanya seperti mimpi aku bisa menjadikan kamu istri seutuhnya..mungkin perjalanan rumah tangga kita tak bisa selalu mulus,,tapi aku sudah berjanji pada diri ku sendiri..aku akan selalu dan akan terus berusaha untuk membahagiakan kamu.." ucap Arya seraya mencium puncak kepala istrinya..dan Raisya pun tersenyum.
__ADS_1
"aku yang merasa semua ini seperti mimpi mas,,bisa menjadi istri kamu,,istri seorang Arya wijaya yang dulu namanya hanya bisa ku dengar pada masa kuliah ku,,seorang ceo perusahaan besar..tapi sekarang aku bisa melihat mu setiap saat,,bahkan aku bisa memilikimu.."
"kamu tahu Sya,,selama hidup aku,,aku belum pernah merasakan mencintai seseorang seperti aku mencintai kamu,,belum pernah aku merasakan perasaan sedalam ini..bahkan aku mencintai kamu lebih dari hidup ku sendiri...aku rela kehilangan seluruh dunia ku asal aku tidak kehilangan kamu,,karena kamulah dunia ku sekarang dan selamanya..jangan pernah kamu ninggalin aku yaa,,aku bisa mati jika itu terjadi.." ucap Arya tulus dari hati.
Mendengar ucapan Arya yang terlihat sangat tulus dari hati,,Raisya pun bangun dan mencium tangan Arya seraya meyakinkan jika ia tak akan pernah meninggalkan pria itu.
"mas,,jangankan pergi meninggalkan kamu,,dalam mimpi pun tak pernah terlintas untuk aku meninggalkan kamu..karena kamu segalanya buat aku mas,,aku sangat bersyukur karena Tuhan telah memberikan aku seorang pendamping hidup yang begitu baik dan sempurna seperti mas Arya.."
"aku sangat mencintai kamu sayang.."
"aku juga sangat mencintai kamu mas.." Dan Arya pun kembali memeluk erat istrinya kemudian istirahat.
Pagi harinya saat Sang suami masih mandi,,Raisya sudah memesankan beberapa menu makanan untuk sarapan..jadi saat nanti suaminya selesai bersiap sarapan pun sudah tersedia.
"sudah selesai mas,,? bajunya udah aku siapin..laptop juga sudah aku cas..mas siap siap aja dulu..nanti kita sarapan bareng.." ucap Raisya ketika melihat sang suami keluar dari kamar mandi.
Arya pun mengikuti ucapan sang istri,,karena bentar lagi ada meeting dengan klien rencananya,,dihotel tempat mereka menginap..jadi gak perlu banyak waktu menuju tempat meeting.
Setelah selesai ganti baju Arya dan Raisya pun sarapan bareng di kamar sambil ngobrol.
"oiya mas tadi aku sempat telepon kerumah.."
"iya,,gimana Pelangi rewel gak kita tinggal..?"
"Alhamdulillah gak rewel si mas,semalam cuma kebangun sekali minta susu..semalam dia juga tidurnya sama omanya.."
"syukurlah kalau begitu..kita jadi tenang disini..oiya gimana kalau kamu nanti ikut meeting aja,,daripada dikamar sendiri..?"
"gak lah mas,,mau ngapain aku ikut meeting,,kan sudah ada pak Leo..lagipula aku juga bukan sekretaris kamu lagi sekarang..jadi aku tunggu disini aja ya..sekalian nanti aku mau video call sama Pelangi..aku sudah kangen banget sama dia.."
"yasudah kalau mau kamu begitu..aku berangkat sekarang ya..kasian Leo sudah nunggu tadi dia sudah kirim pesan kalau sudah ada di tempat meeting.."
"mas hati hati ya ..moga semua berjalan lancar.."
"Aamiin " Arya dan Raisya kompak mengucap kata Aamiin.
Sebelum berangkat seperti biasa Raisya tak lupa bersalaman dengan Arya seraya mencium punggung tangan suaminya,,begitu juga sebaliknya,,Arya tak lupa mencium puncak kepala sang istri sebelum memulai aktivitasnya sebagai penyemangat.πππ.
Setelah Arya berangkat,,Raisya membereskan sisa sarapan paginya.Habis itu ia mencoba menelepon Bella untuk menanyakan kabar si kecil.
"assalamualaikum..Sya."
"waalaikumsalam Bell..gimana Pelangi sudah bangun..?"
"sudah,,ini lagi main,.barusan aku suapin..kamu mau video an sama Pelangi.."
Raisya mengubah panggilan telponnya menjadi video agar bisa melihat Pelangi..
"anak mama,,udah cantik..lagi main apa sayang..?"
"lihat tu sayang mama telpon bilang sama mama,,mama cepetan pulang..Pelangi kangen mama.." ucap Bella.
"mama juga kangen banget sama kamu sayang,,mama janji kalau urusan papa disini sudah kelar..mama dan papa akan segera pulang.. Pelangi jangan rewel ya dirumah sama tante Bella,oma,,dan juga opa.."
"ma...ma.." si kecil juga sudah bisa mengucap kata mama..hal sekecil itu pun sudah bisa membuat Raisya bahagia.
"iya sayang,,ini mama.."
Mereka berbincang beberapa menit sebelum akhirnya Raisya memutus sambungan video call nya karena si kecil mau pup.
Karena bosan di dalam kamar sendirian,,akhirnya Raisya pergi keluar kamar..ia pun tak lupa meminta ijin pada Arya sang suami dengan mengirimkan pesan singkat via ponsel.
"mas aku keluar bentar untuk membeli sesuatu di supermarket depan..kalau mas sudah kembali tolong hubungi akU,,aku akan segera pulang."
Arya yang mendapatkan pesan singkat dari sang istri hanya tersenyum kemudian menjawabnya dengan persetujuan di ikuti simbol.ππππ.
Setelah mendapat ijin dari sang suami,,Raisya pun segera berangkat ke tempat tujuannya.
Di dalam supermarket atau boleh dibilang mall,,Raisya melihat banyak mainan anak anak..terutama anak perempuan.
Jadi ia pun sangat antusias memilih mainan untuk putri kecilnya.
"Raisya..." Raisya menoleh ketika mendengar namanya di sebut.
"kevin..." iya ternyata Kevin yang memanggilnya.
"hay apa kabar,,?kok kamu bisa ada disini..?
kevin mengulurkan tangannya dan saling jabat tangan dengan Raisya.
"iya,,suami aku ada urusan disini jadi aku ikut..kamu sendiri apa kabar..? vanesa ga ikut..?"
"Vanesa..? dia..."
"aku disini.." Tiba tiba Vanesa datang dan langsung merangkul lengan Kevin seakan takut kekasihnya itu direbut oleh Raisya..dalam hati Raisya ingin tertawa melihat Vanesa yang seperti anak kecil takut kehilangan boneka kesayangannya...
"kamu pikir aku gak ada jadi kalian bisa leluasa nostalgia.." ucap Vanesa ketus.
"kenapa kamu selalu berprasangka buruk sama aku..padahal kamu tahu sendiri aku sudah tak ada hubungan dengan Kevin dan kamu juga tahu jika aku sudah menikah..jadi tak mungkin aku mengkhianati suami aku demi seorang Kevin.."
__ADS_1
Sungguh ucapan Raisya kali ini sangatlah menohok bagi Kevin dan juga Vanesa..tapi ucapan Raisya ada benarnya,,dari segi kekayaan aja Arya berbanding jauh dari Kevin..dari segi fisik pun Arya lebih segalanya..dan yang terpenting Raisya hanya mencintai Arya suaminya..jadi sebodoh bodohnya Raisya sangatlah tidak mungkin jika ia berpaling dari Arya hanya untuk seorang Kevin.
"sayang,,kamu disini rupanya,,aku cari kemana mana,," terdengar suara Arya dari kejauhan..Raisya pun kaget melihat suaminya sudah berada disana.
"mas,,sudah selesai urusannya,,?" tanya Raisya ketika suaminya sudah berdiri di sampingnya sambil merangkul pinggangnya dan tak lupa mengecup pipinya.
"iya sayang.."
"kenapa gak telepon aku,, aku kan bisa balik ke hotel.."
"gak apa apa..aku sengaja nyusul kamu kesini.." Arya dan Raisya mengobrol sendiri seakan tak melihat ada sepasang manusia di depannya.
"oiya ini kan temen kamu yang datang waktu acara reuni itu kan..? kenalkan saya Arya,,suami Raisya..maaf dulu kita gak sempat kenalan.." ucap Arya memperkenalkan diri pada Kevin dan Vanesa.
Arya memperkenalkan diri dengan gaya khas nya sebagai seorang Sultan terlihat sangat berwibawa sekali membuat orang yang berhadapan dengannya menunduk.
"bagaimana kalau kita ngopi ngopi dulu..mumpung ketemu disini.."
Arya mengajak Kevin dan Vanesa ngopi bareng di resto yang ada di mall itu..dan mereka pun menyetujuinya.
"kamu mau pesan apa mas..??" tanya Raisya pada Arya saat ia membuka menu minuman.
"apa aja sayang,,terserah kamu.." jawab Arya sambil tersenyum ke arah sang istri,,hal ini tentu saja membuat orang yang melihatnya menjadi baper apalagi yang ada di hadapannya sekarang.
"oiya kalian silakan pesan apa aja biar nanti saya yang bayar sebagai tanda perkenalan..teman Raisya berarti teman saya juga jadi gak usah sungkan..kalau saya,,saya selalu percaya pada pilihan nya..karena dia yang paling tahu dan paling mengerti apa yang terbaik buat saya.." Arya menyebut kata nya sambil memandang ke arah sang istri..
Disela sela ngobrol..tiba tiba ponsel Arya berdering.
"maaf sebentar..saya terima telpon dulu.."
Arya menerima telpon dari seseorang dan terdengar ia memberi tahu nomor meja mereka.
"siapa mas,,?" tanya Raisya.
"Leo.." jawab Arya singkat.
Tak lama Leo pun datang dengan membawa tas berukuran sedang dan menghampiri Arya.
"selamat siang pak,,mbak.."
"siang.."
"saya kesini cuma mau mengantarkan barang pak Arya yang ketinggalan..ini pak.."
"makasih Leo..oiya ayo kita ngopi dulu sini sambil makan siang.."
"sebelumnya terimakasih pak, mbak ..tapi maaf mama saya sudah menunggu untuk makan siang bersama,,jadi kalau sudah tak ada yang perlu saya kerjakan saya mau permisi dulu.."
"ya sudah kalau begitu salam buat mama kamu.."
"iya pak nanti saya sampaikan..kalau begitu saya permisi dulu selamat siang.."
Setelah kepergian Leo Arya pun membuka tas tadi dan mengambil isinya,,sebuah kotak berwarna biru..dan memberikannya pada Raisya ,,sang istri tercinta.
"apa ini mas..?" tanya Raisya saat menerima kotak itu dari suaminya.
"kamu buka aja sendiri dan kamu akan lihat apa isinya.."
Perlahan namun pasti..Raisya membuka kotak pemberian Arya..dan ternyata isinya sebuah kalung berlian ukuran dewasa dan satu lagi ukuran kecil.
"cantik sekali mas,,ini buat aku..? tapi kan aku gak ulang tahun..?"
Arya mengangguk sambil tersenyum.
"apa harus menunggu ulang tahun untuk memberikan hadiah untuk istriku sendiri..? aku sengaja beli ini untuk kamu dan Pelangi.. hadiah kecil ini tak ada apa apanya di banding dengan kebahagiaan yang sudah kamu berikan sama aku..terimakasih sudah bersedia menjadi istri aku,,terimakasih sudah mau menemani hari hari ku pada saat susah maupun senang.."
Arya mengambil kalung itu dan memakaikan di leher sang istri..seakan ia tak sadar kalau ada 2 orang yang melongo di depannya..
"eh maaf kami sampai lupa kalau ada anda berdua disini.." Arya meminta maaf karena telah mengabaikan Kevin dan Vanesa..padahal ia memang sengaja memperlihatkan kemesraannya di hadapan mereka ber 2..tentu saja melihat kemesraan Arya dan Raisya Kevin merasa panas apalagi Vanesa,,dia terlihat iri dan tak suka melihat orang yang selalu di hina dan direndahkannya kini hidupnya lebih bahagia dibanding dirinya..Raisya mendapatkan suami sangat mencintainya sedangkan ia,,hubungannya dengan Kevin tak ada perubahan,,karena kevin selalu menunda untuk menikahinya.
"oiya kalau boleh tahu kalian sudah nikah berapa lama,,karena dulu waktu saya dan Raisya menikah kalian tak hadir.."
"hemm kami belum menikah..dan kami waktu itu tinggal di Surabaya jadi tak bisa hadir di acara pernikahan kalian.." jawab Kevin.
"ow gitu..kenapa gak cepetan nikah aja..biar bisa sebahagia kita..iya gak sayang.." tanya Arya pada Kevin.
"itu karena saya masih banyak pekerjaan takutnya gak bisa fokus sama pernikahan kami." jawab Kevin.
"kalau boleh saya kasih saran,,jangan jadikan kesibukan sebagai alasan untuk menunda pernikahan..contohnya saja kami dulu..urusan pernikahan saya serahkan sama mama dan Raisya karena dulu saya harus bolak balik keluar kota,,tapi kalian bisa lihat sendiri kan..kami tetap harmonis sampai sekarang..karena prinsip kami keluarga nomer 1,,kalau nuruti kerjaan gak akan ada habisnya.."
Mendengar ucapan Arya,,kevin dan Vanesa hanya bisa diam.
"oiya jika nanti kalian sudah memutuskan untuk menikah jangan ragu untuk minta tolong pada kami..kami siap membantu..bahkan saya bisa aturkan tempat untuk acara resepsi,,itung-itung kita kan teman jadi saling support.."
Ucapan Arya kali ini membuat kevin merasa di rendahkan,,namun ia sadar ia memang bukan siapa siapa di banding seorang Arya Wijaya.
...****************...
to be continuedπππππ
__ADS_1