Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 88*


__ADS_3

"iya Bu, disini kita itu keluarga Bu, jadi sudah sepatutnya kita saling membantu." Ujar Arya dan di dukung oleh Raisya.


"keluarga? ya benar kita ini keluarga nak, saya ini ibu kamu, ibu kandung kamu, ibu yang sudah melahirkan kamu, tapi ibu tidak bisa mengatakannya pada kalian," batin ibu Ari sedih.


Bagaimana ibu Ari tidak sedih,ia sangat dekat dengan Arya dan Raisya yang merupakan Anak dan menantunya tapi ia tidak bisa mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya bahwa ia adalah ibu kandung Arya, wanita yang sudah mengandung dan melahirkan Arya ke dunia ini.


"ibu kenapa sedih?" tanya Raisya.


Ibu Ari menggeleng.


"tidak ada apa apa mbak, saya hanya teringat anak kandung saya."


Raisya merasa trenyuh dengan nasib ibu Ari yang kehilangan anaknya, ibu Ari tak tahu dimana keberadaan anaknya sekarang.


Untung saja suaminya sedang menerima telepon di luar, kalau tidak pasti ia tak akan senang melihat nasib ibu Ari.


Ya beberapa waktu yang lalu Raisya sempat bercerita bahwa ibu Ari dulu terpaksa meninggalkan bayinya di panti asuhan karena ia tidak ingin anaknya ikut menderita bersamanya.


Hal itu bisa di mengerti oleh Raisya,namun bagi Arya seorang ibu yang baik tidak akan pernah tega meninggalkan anaknya dengan alasan apa pun.


"ibu yang sabar ya, pasti suatu saat nanti ibu akan bertemu kembali dengan anak ibu."


Ucap Raisya menenangkan ibu Ari.


Ibu Ari pun mengangguk pelan, dalam hati ia berkata.


"sebenarnya Arya, suami kamu adalah anak saya Raisya, dan kamu adalah menantu saya, tapi apa daya saya tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada kalian.Saya takut kalau saya mengatakan hal yang sebenarnya saya malah akan kehilangan kalian." batin ibu Ari.


Tak lama kemudian Arya masuk dengan membawa obat dari dokter yang sudah di tebus di apotik oleh orang suruhan Arya.


"sayang, ini obat nya ibu Ari kamu siapkan sekalian biar ibu Ari bisa meminumnya." pinta Arya pada Raisya seraya menyerahkan kantong plastik berisi obat milik Bu Ari.


"iya mas."


Raisya pun segera menyiapkan obat untuk segera diminum oleh ibu Ari.


"yasudah sekarang ibu istirahat saja, tadi saya sudah minta orang saya untuk mengantarkan makanan untuk ibu, ibu harus makan dan banyak istirahat biar cepat sehat."


ucap Arya pada ibu Ari.


"iya Bu mas Arya benar ibu harus banyak istirahat dan jangan telat makan ya." tambah Raisya.


"terimakasih pak Arya , mbak Raisya, kalian berdua sudah sangat baik sama saya, padahal saya hanyalah orang kecil yang tak layak mendapat perhatian seperti ini dari bapak dan mbak berdua."


"ibu jangan bicara sepertinya itu, ibu adalah karyawan kantor saya, ibu adalah bagian dari kantor saya, kita semua adalah keluarga besar.

__ADS_1


Saya dan istri saya begitu juga keluarga saya akan melakukan hal yang sama pada seluruh staf kantor, sama seperti yang kami lakukan pada ibu. Jadi ibu gak perlu sungkan."


Jelas Arya pada ibu Ari dan mendapatkan anggukan oleh Raisya.


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu, kalau ibu perlu bantuan atau butuh sesuatu ibu tinggal menghubungi penjaga mess di depan ya."


Pesan Arya pada ibu Ari sebelum ia dan Istrinya meninggalkan kamar ibu Ari.


"iya pak Arya, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih atas semuanya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan pak Arya dan juga mbak Raisya."


"Aamiin, terimakasih atas doa nya ya Bu, kami permisi dulu, assalamualaikum."


"waalaikumsalam.."


Selanjutnya Arya dan Raisya langsung pulang mengingat Pelangi takutnya mencari keberadaan mamanya.


......................


Malam harinya setelah makan malam Raisya langsung pergi ke kamar untuk istirahat ia juga mengajak pelangi kecilnya untuk tidur bersamanya.


Sementara Arya masih sibuk dengan pekerjaannya.


"mas Arya gak tidur? "tanya Raisya ketika melihat suaminya masih sibuk didepan laptop padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Ia pun memeluk dan merangkul leher suaminya.


"iya sebentar lagi sayang ini tinggal sedikit lagi, nanggung.


Kamu tidur saja dulu ya, Pelangi juga sudah tidur dari tadi kan?" ucap Arya seraya menarik tangan kanan Raisya kemudian menciumnya.


"kerjaan mas banyak banget ya?" tanya Raisya kembali.


"lumayan sayang, kamu tahu sendiri kan kalau perusahaan kita akan membuka cabang lagi di Surabaya dan Jogjakarta."


"tapi kamu juga harus istirahat mas, kesehatan lebih penting dari segalanya.


Aku gak mau kalau sampai mas Arya jatuh sakit karena kecapean dan kurang istirahat."


Arya pun menoleh ke arah Raisya yang kini sedang memeluknya dari belakang.


"iya sayang, terus kenapa kamu juga belum tidur? lihat sekarang sudah jam berapa? ingat ada bayi kita dalam perut kamu, jadi kamu juga harus banyak istirahat."


"aku tahu, tapi aku gak bisa tidur kalau mas Arya juga belum tidur." ucap Raisya manja.


Entah kenapa semenjak hamil anak ke dua ini, Raisya sangat manja dengan Arya.

__ADS_1


Apa apa pengen ditemani.


Seperti halnya sore ini, mereka berdua pergi ke dokter untuk cek kandungan rutin.


Dan Alhamdulillah hasilnya semua bagus dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Hal itu membuat Arya dan Raisya sangat bahagia begitu juga seluruh keluarga mereka.


Arya pun kemudian mengakhiri pekerjaannya dengan menutup laptopnya.


Ia mengesampingkan pekerjaannya demi istri tercintanya yaitu Raisya.


Baginya Raisya adalah yang terpenting dalam hidupnya.


Karena tanpa Raisya ia tidak bisa hidup.


Istrinya adalah separuh nyawanya.


Istrinya adalah hidupnya, istrinya adalah nafasnya.


Jadi tak ada yang lebih penting baginya selain Raisya, istri tercintanya.


"yasudah sekarang kita istirahat, aku gak mau istri dan calon anak aku kenapa napa karena sering begadang menemani papa nya berkerja sampai larut malam.


Raisya pun tersenyum ketika Arya sang suami menghentikan pekerjaannya untuk istirahat.


Bukannya Raisya tidak mengerti akan pekerjaan suaminya sebagai pimpinan perusahaan besar, tapi ini demi kesehatan Arya juga, seharian suaminya itu sudah bekerja keras, tapi setiba dirumah juga masih harus bekerja Raisya tak mau suaminya itu jatuh sakit karena terlalu sibuk bekerja dan kurang istirahat.


"mas,"


"hmmmm ada apa?"


"sebentar lagi kan Bella akan menikah dengan pak Leo, bagaimana kalau kita minta tolong Bu Ari saja untuk bantu jagain Pelangi? gak mungkin juga kan Bella tetap bisa bantu kita mengurus Pelangi? pasti Bella juga akan punya anak sendiri setelah menikah,"


Arya terdiam sejenak mendengarkan kata kata atau yang lebih tepatnya usulan dari sang istri.


"kalau aku sih setuju setuju saja sayang, tapi kita minta pertimbangan dulu sama mama dan papa juga yang lain ya, karena biarpun ibu Ari itu orang baik, tetap saja beliau orang luar yang belum lama kita kenal juga kan?"


Raisya mengangguk menuruti apa kata suaminya, karena bagaimanapun juga mereka harus minta ijin anggota keluarga yang lain untuk memasukkan orang baru di rumah keluarga Wijaya.


"yasudah untuk hal itu kita bahas besok ya sekarang sudah malam sebaiknya kita istirahat."


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉

__ADS_1


__ADS_2