
Akhirnya acara yang ditunggu tunggu telah tiba..dimana Leo & Bella akan bertunangan malam ini.
Dalam acara bahagia ini semua keluarga besar hadir..tak lupa pula mereka mengundang anak anak panti asuhan.
Malam ini Raisya masih terlihat pucat karena makanan apapun yang masuk ke dalam perutnya selalu dimuntahkannya.
"sayang kamu istirahat saja di kamar ya..aku akan antar kamu dan temani kamu di kamar.."
ucap Arya yang sedari tadi berdiri di samping sang istri dan melihat wajah istrinya semakin lama semakin pucat.
"aku gak apa apa mas..mas gak usah khawatir.." jawab Raisya menenangkan.
Padahal jujur ia merasa sangat lemas dan pusing.. karena memang perutnya tak terisi apa apa hari ini..apa yang ia makan selalu muntah..tapi ia mencoba kuat..ia tak mau mengecewakan sahabatnya.. Bella.
"ya sudah mendingan kita duduk saja ya kalau kamu maunya tetap disini.." Arya mengajak sang istri duduk di salah satu meja kosong disana..dan Raisya pun hanya bisa menurut apa yang dikatakan suaminya.
"Arya..Raisya kenapa..?" tanya ibu Lina yang tiba tiba sudah di dekat Arya dan Raisya saat mereka mau duduk.
"mama.. kenapa mama kesini..?" tanya Arya
"harusnya mama yang tanya..tadi mama lihat kamu menuntun Raisya kesini jadi mama ikutin..
Sya..wajah kamu pucat sekali sayang..kamu gak apa apa..? tanya ibu Lina khawatir melihat wajah menantu kesayangannya pucat pasi.
"Raisya gak apa apa ma.." jawab Raisya pelan sambil tersenyum.
"gak apa apa gimana..muka kamu pucat banget sayang..Arya kamu ambilkan teh atau jeruk hangat sekarang kasian istri kamu.." perintah ibu Lina pada Anak laki lakinya..dan Arya pun langsung pergi mencari pegawai resto untuk menyiapkan minuman hangat untuk sang istri..sedangkan mamanya menemani Raisya.
Beberapa saat kemudian Arya kembali dengan membawa secangkir jeruk hangat untuk Raisya.
"ini sayang kamu minum dulu ya.." Ibu Lina langsung mengambil cangkir berisi jeruk hangat dari tangan Arya dan memberikannya pada Raisya untuk diminum.
"sebaiknya kamu ajak istri kamu ke kamar Arya biar bisa istirahat..kasian dia kalau disini terus banyak orang soalnya..pastinya gak nyaman.
Kamu ke kamar saja ya sayang kamu istirahat biar Arya yang temani kamu.." ucap sang mertua penuh perhatian.
"tapi ma,, acara nya kan belum selesai..gak enak sama tamunya..." ucap Raisya
"sudah gak apa apa nanti mama yang akan jelaskan pada mereka pasti mereka juga mengerti kondisi kamu..yang penting sekarang kamu istirahat ya sayang.." ucap ibu Lina kembali seraya membelai puncak kepala menantunya.
Arya pun segera membawa istrinya kembali ke kamar mereka untuk istirahat.
"mas.."
"hem... apa sayang..?" tanya Arya ketika mereka sudah sampai di kamar.
"apa gak sebaiknya mas Arya kembali ke acara saja..kan disini mas Arya tuan rumah..yang punya acara..? jadi gak enak juga kan kalau mas gak ada.."
"sayang..yang punya acara disini itu Leo sama Bella..bukan kita....kita cuma bantu menyediakan tempat saja disini.."
"tapi mas..mas yang punya tempat ini ..dan pak Leo adalah tangan kanan mas Arya..jadi pasti para tamu mencari mas Arya.."
"biarkan saja..lagipula ada papa dan mama dan yang lain disana..kan mama juga sudah bilang tadi kalau mama akan jelaskan pada para tamu kalau saja mereka menanyakan kita..sudah kamu gak usah banyak pikiran.. sekarang kamu istirahat'..atau mau ganti baju dulu..?"
"iya aku mau ganti baju dulu..gak nyaman juga tidur pakai baju seperti ini.."ucapnya sambil menunjuk baju/gaun yang sedang dipakainya.
"yasudah kamu ganti dulu ..oiya kamu dari tadi belum makan biar aku pesankan makan ya..sama Susu nya sekalian.." Raisya mengangguk pelan saat mendengar ucapan suaminya sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.
Arya pun segera menghubungi salah satu pegawai resto untuk memesan makan untuk Raisya dan juga dirinya.
Beberapa menit di kamar mandi akhirnya Raisya pun keluar sudah dengan pakaian tidurnya.
Dia menyusul sang suami yang sudah duduk di tepi ranjang.
"sudah selesai sayang..? sini sini duduk sini.." Arya memberikan tempat untuk sang istri.
Terlihat sekali Raisya terlihat kurang enak badan.
"kamu kenapa sayang..mual lagi..?" tanyanya khawatir..dan mendapat anggukan dari sang istri.
"yasudah kamu tunggu sini aku Carikan minyak angin ya..." Arya mencari minyak angin di laci dekat ranjang tidurnya..dan setelah menemukannya ia pun segera memijat tengkuk Raisya sekaligus mengoleskan minyak angin agar mualnya berkurang.
"gimana masih mual..?" tanya Arya yang sedang memijit tengkuk sang istri.
Raisya pun mengangguk pelan karena memang belum berkurang rasa mualnya.
"kita ke dokter aja ya..? atau kita panggil dokternya kesini saja..??"
"gak usah mas.. nanti semua pada khawatir aku gak mau mengacaukan acara Bella dan Leo mas..ini acara pertunangan mereka.."
"tapi sayang kalau kondisi kamu tetap seperti ini aku juga khawatir..gini aja kita ke dokter sekarang kemudian dari dokter kita langsung pulang kerumah..tanpa sepengetahuan yang lain..nanti sekiranya acara sudah selesai kita hubungi mama / papa.."
Akhirnya ajakan Arya kali ini mendapat persetujuan dari Raisya..karena jujur ia sudah gak kuat menahan mualnya.
"yasudah aku minta sopir buat nyiapin mobil kita lewat pintu belakang..biar gak ada yang tahu.."
Raisya pun mengangguk dan Arya pun segara menghubungi sopir untuk menyiapkan mobil.
Beberapa menit kemudian sopir sudah konfirmasi kalau mobil sudah siap..
Raisya dan Arya pun juga sudah siap..Arya hanya menambahkan jaket atau baju hangat untuk Raisya.
Arya segera merangkul sang istri berjalan keluar dari kamar menuju loby lewat pintu belakang.
"ini pak kunci mobilnya.." pak sopir menyerahkan kunci mobil pada Arya yang datang dengan sang istri.
"terimakasih pak..oiya tolong bapak jangan kasih tahu siapapun kalau saya dan istri saya keluar ya..kami gak lama kok.."
"baik pak buk..hati hati.."
Arya pun segera membukakan pintu mobil untuk Raisya..kemudian beralih ke pintu bagian kemudi.
Mereka pun segera melajukan mobilnya ke arah rumah sakit terdekat.
"mas kita langsung pulang aja ya..sudah malam pasti dokternya sudah gak ada.."
"gak sayang kita ke rumah sakit sekarang..aku gak mau ambil resiko sama kamu dan calon anak kita sayang..".
"tapi mas.."
"sayang dengerin aku ya..kita periksa ke rumah sakit dulu kita ikuti kata dokter..kalau memang kamu perlu dirawat ya kita ikuti saja ya.."
Akhirnya Raisya mengikuti kata kata suaminya untuk pergi ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit sudah jam 9 malam..Arya pun langsung mengajak Raisya masuk ke ruang IGD.
"selamat malam pak buk..ada yang bisa kami bantu..?" tanya seorang perawat ketika melihat Arya dan Raisya datang.
"begini suster..istri saya dari pagi mual dan muntah terus..apapun yang dimakan pasti dimuntahkan jadinya badannya lemes.."
__ADS_1
"baik kalau begitu silakan ibu berbaring dulu disini..saya akan panggilkan dokter.."
"iya sus.. terimakasih.."
Beberapa saat kemudian dokter datang beserta suster yang tadi mempersilakan Arya dan Raisya menunggu.
"ini dokter pasiennya.."
"iya sus....selamat malam ibu..ada keluhan apa ibuk..?" tanya sang dokter perempuan itu sopan pada Raisya yang tengah berbaring.
"iya dokter..dari pagi saya mual dan muntah terus..apapun yang saya makan keluar lagi.."
"maaf apakah Anda sedang mengandung..?" tanya sang dokter dan di jawab dengan anggukan dan senyuman oleh Raisya.
"iya dokter masuk bulan ke 3.."
"kalau begitu saya ucapkan selamat ya ibu..oiya apakah ibu kesini sendirian..? "tanya sang dokter karena dari saat ia masuk tak ada orang yang menemani si pasien.
"saya dengan suami saya..tapi lagi terima telepon sebentar.."
"baiklah kalau begitu sambil menunggu suami ibuk..saya coba periksa dulu ya.."
Dokter muda dan cantik itu mulai memeriksa Raisya dan juga melakukan USG pada janinnya.
"bagiamana dengan istri saya dokter..?" tanya Arya yang tiba tiba saja sudah berada di dekat sang istri.
"semuanya baik baik saja..gak ada yang perlu dikhawatirkan.." tanpa menoleh sang dokter menjelaskan kondisi Raisya sambil menatap layar monitor didepannya.
"tapi kenapa istri saya tetap mual dokter..?"
"begini..." sambil menoleh dan dokter itu terkejut karena melihat Arya.
"Arya..?"
"kamu...Safira kan..? apa kabar lama gak ketemu..?" tanya Arya yang akrab dengan Dokter muda itu hingga membuat Raisya sedikit cemburu.
Arya dan dokter Safira berjabat tangan sambil bertukar salam.
"aku baik..kamu sendiri ..?"
"kamu bisa lihat sendiri kan..? oiya kenalin ini Raisya..istri aku.."
Arya memperkenalkan Raisya pada Safira dan mereka pun saling berjabat tangan.
"sayang ini Safira teman SMA ku dulu..dia ini selalu jadi bintang kelas waktu SMA.."
"kamu bisa aja..kamu juga kan..oiya Raisya kamu beruntung banget bisa mendapatkan seorang Arya..apa kamu tahu dulu waktu SMA banyak cewek yang suka sama dia..tapi dianya super duper cuek.." mendengar ucapan Safira,,Raisya hanya tersenyum kecut."
"mulai deh..oiya terakhir aku dengar kamu lanjut kuliah di luar negeri kapan kembali ke Jakarta ?"
"iya..Minggu lalu aku tiba di Jakarta..kalau kamu masih tinggal di apartemen yang lama atau..?"
"enggak..kami tinggal dirumah papa..mereka gak ijinkan kita tinggal di apartemen.."
"ya maklum lah Arya mereka gak ada temennya kalau kamu tinggal di apartemen..oiya ngomong gimana kabar om dan Tante..?"
"Alhamdulillah mereka baik baik saja..kamu mampir aja kerumah pasti mereka seneng banget.."
Raisya terlihat sedikit kesal karena melihat suaminya akrab dengan wanita lain seakan tak ada dirinya disana.
Namun sesaat kemudian Arya membahas soal kesehatan Raisya ketika ia melihat raut kekesalan di wajah sang istri.
"iya gak ada yang perlu dikhawatirkan..aku akan resepkan vitamin aja dan juga pengurang rasa mualnya.."
Raisya pun bangun dan turun dari ranjang IGD..dan tentunya di bantu oleh Arya.
"hati hati sayang..,"
"ini resepnya silakan di ambil di apotek..oiya nomer ponsel kamu masih sama kan ?"
"iya masih sama..kalau gitu terimakasih kami permisi dulu selamat malam.."
"malam..hati hati di jalan salam buat om dan Tante"
Setelah di berikan resep Arya dan Raisya pun kembali ke mobil setelah sebelumnya mengambil obat di apotek.
"Sya.. kamu mau makan apa,, biar sekalian kita mampir..?" tanya Arya pada wanita yang duduk disebelahnya.
"gak aku gak lapar..kita langsung pulang ke rumah saja.." jawabnya sedikit sinis..dalam hati ia berkata aku sudah kenyang dengan melihat reuni kamu bersama dokter itu mas..
Arya yang merasa ada aroma kekesalan pada diri sang istri akhirnya menjalankan mobilnya menuju ke kediaman keluarga Wijaya.
Diperjalanan Raisya tak bicara sepatah katapun..ia memandang ke arah jalanan.
Saat sampai di rumah pun Raisya langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan suaminya yang masih bingung diluar.
"selamat malam bik.."
"selamat malam mbak Raisya kok sudah pulang.?"
"iya bik..ya sudah,,aku ke kamar dulu ya..capek.."
"iya mbak.."
Raisya langsung menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas..sekali lagi tanpa menunggu Arya suaminya.
Sampai kamar..ia langsung ganti baju kemudian ke kamar mandi sebentar dan langsung tidur.
"Sya..kamu sudah mau tidur..?" tanya Arya yang baru saja masuk ke kamar melihat sang istri bersiap untuk istirahat.
"iya,,aku capek mas.." Raisya mencoba menyembunyikan kekesalannya..tapi semua itu sudah terbaca oleh Arya..tapi Arya tak paham apa yang sudah membuat sang istri seperti ini.
"kamu minum obatnya dulu..ini sudah aku bawakan air minum.."
Raisya pun kembali bangun dan meminum obat yang dibawakan sang suami..setelah itu kembali tidur memunggungi suaminya.
"yasudah aku ke kamar mandi sebentar ya..tadi aku juga sudah telepon mama..bilang kalau kita pulang duluan.."
Akhirnya Arya pergi ke kamar mandi untuk ganti baju dan bersih bersih..
Beberapa menit kemudian ia pun kembali ke kamar dan mengambil tempat di samping Raisya.
"Sya..kamu sudah tidur..?.." Arya bertanya tapi tak ada jawaban.
"Sya,,aku tahu kamu belum tidur..lagipula kalau tidur jangan memunggungi suami gitu kenapa..? sini hadap sini.." Arya memegang bahu Raisya untuk beralih posisi..hingga akhirnya dengan kesal Raisya kembali berbaring.
"kamu kenapa humb..? kok kesal begitu..?"
"gak apa apa aku cuma capek aja.."
__ADS_1
"jangan bohong..kamu marah sama aku..?" tanya Arya.
"enggak aku gak marah.."
"coba lihat aku.." Arya menangkup wajah Raisya dengan kedua tangannya agar menghadap wajahnya.
"kamu kenapa humb...cerita sama aku..apa yang sudah membuat kamu kesal.."
"aku gak apa apa..aku cuma capek aja.."
Akhirnya setelah berpikir beberapa saat Arya tahu kemungkinan penyebab Raisya merajuk seperti ini..
"kamu marah karena melihat aku akrab dengan Safira tadi di rumah sakit..? iya..?"
Kali ini Raisya hanya diam saja dengan ucapan Arya seakan membenarkan ucapan suaminya.
"Sayang..asal kamu tahu ya..aku dan Safira gak ada apa apa.. kita cuma teman saja gak lebih...jadi kamu jangan berpikiran macam macam ya.."
"Safira itu cantik ya mas..pinter..jadi dokter lagi..bener bener wanita yang sempurna..kenapa dulu kamu gak menikah saja sama dia sih mas...?"
"ya Allah..kan aku sudah bilang tadi kita cuma teman gak lebih..kamu percaya sama aku..iya aku akui Safira cantik..pinter..dan sukses dalam karirnya..dia wanita yang sempurna..tapi buat aku kamu lebih sempurna dan lebih segala galanya dari dia..karena kamu menyempurnakan hidupku..
Lagipula Safira bukan tipe aku juga" Arya mencoba menjelaskan hubungannya dengan Safira pada Raisya.agar tak marah lagi.
"iya sekarang..mas bilang Safira bukan tipe mas..coba nanti saat aku hamil besar..aku jadi gendut..jelek...pasti mas akan......"
cuuuup... Ucapan Raisya seketika terhenti karena bibir Arya tiba tiba mendarat di bibirnya.. ********** dengan lembut tapi kuat.
Hingga pada akhirnya Arya melepas ciumannya karena mereka berdua sama-sama kehabisan napas.
"bisa berhenti bicara gak.."ucap Arya setelahnya.
"asal kamu tahu sayang..wanita yang aku cintai ada di hadapan ku sekarang..dia tengah mengandung anak aku..jadi jangan pernah berpikir aku akan melirik wanita lain diluar sana..biar pun nantinya kamu gendut atau bagaimana pun keadaannya aku akan tetap setia di samping kamu.."
Arya kemudian mencium puncak kepala sang istri dengan lembut.
"tapi aku juga senang melihat kamu cemburu begini..itu tandanya kamu cinta sama aku.. seperti aku mencintai kamu.."
Wajah Raisya mendongak ke atas memandang wajah tampan suaminya yang sedang memeluknya.
Tatapan mereka bertemu dan akhirnya mereka melanjutkan apa yang tadi sudah mereka mulai..mengunjungi janin dalam kandungan Raisya.
___
"pagi ma pa.." sapa Arya ketika ia melihat mama dan papa nya sedang menikmati kopi manisnya sambil menunggu sarapan siap.
"pagi Arya..oiya semalam kamu bilang kamu antar Raisya ke rumah sakit...terus dokter bilang apa..? Raisya gak apa apa kan..?" tanya sang mama khawatir.
"Alhamdulillah gak ada yang serius ma..kata dokter memang ini bawaan kehamilan jadi ya mesti ekstra perhatian aja..."
jawab Arya seraya mengambil susu untuk Raisya.
"terus Raisya nya kemana,,masih tidur..?"
"gak ma tadi pas Arya tinggal keluar dia lagi mandi..makannya Arya ambilkan susu buat Raisya.."
"oiya kalian mau sarapan di sini apa di kamar..? biar mama yang siapin.."
"nanti aja ma..Raisya juga belum mau makan kalau jam segini.. Yasudah ma pa..Arya kembali ke kamar dulu ya .."
Arya pun kembali ke kamar dengan membawa kopi dan susu untuk Raisya.
Sampai di kamar..ia melihat Raisya sedang duduk di depan cermin..istri cantiknya itu sedang mengeringkan rambutnya yang masih setengah kering.
"sayang ni aku bawakan susu buat kamu..kamu minum dulu ya.." Arya berdiri didekat Raisya sambil memberikan segelas susu ibu hamil pada istri tercintanya.
"makasih ya mas..harusnya mas Arya gak usah repot ambil kan susu buat aku..aku bisa ambil sendiri.." ucap Raisya sambil memandang suaminya yang berdiri di belakangnya dari cermin yang ada di belakanganya.
"iya sayang,,gak apa apa aku suka bisa melayani istri aku seperti ini..lagipula kalau aku lagi gak enak badan kamu juga yang urusin aku..iya kan?" Arya membelai rambut panjang istrinya kemudian mencium puncak kepalanya dengan penuh perhatian.
"itu kan sudah tugas aku jadi istri kamu mas.."
"tapi ingat aku juga suami kamu dan aku bertanggung jawab penuh atas kamu sayang,," Arya tak mau kalah dengan Raisya.
"iya deh memang gak akan ada yang bisa menang berdebat dengan seorang Arya Wijaya.." lanjut Raisya yang mengalah sambil tersenyum dengan memegang ke dua tangan Arya yang berada di pundaknya.
"oiya mas,,hari ini mas ada rencana apa..?"
"hemb sepertinya belum ada rencana apa apa..kenapa kamu ada rencana lain..?"
Kini Raisya pun berbalik Arah menghadap sang suami.
"mas..aku pengin belanja kebutuhan aku dan juga rumah.."
"sayang..belanjanya lain kali saja ya..kamu kan lagi kurang enak badan ,,kamu ingat kan kata dokter..kalau kamu gak boleh kecapean.."
"bentar aja mas..aku bosen dirumah..beda sama mas Arya yang tiap hari bisa kantor ketemu orang orang..sedangkan aku..? aku cuma bisa berdiam dirumah.."
"tapi ini demi kebaikan kamu dan calon anak kita .."
"sebentar aja aku janji..ini juga keinginan anak kamu mas..dia juga bosen dirumah..nanti kalau gak di turutin bisa ileran loh mas.
Memang mas mau anak kita nanti ileran..?"
"kamu ini masih aja percaya sama mitos..yasudah ayo tapi kita sarapan dulu ya..habis itu baru berangkat.."
"gimana kalau kita sarapan di luar mas..aku pengen nasi uduk yang ada di jalan xxx..itu mas.."
"nasi uduk pinggir jalan itu..?"
"iya.."
"tapi itu gak steril Sayang..cari di tempat lain aja ya..kita cari di resto langganan kita.."
"gak mau,,aku maunya disana ..ya..please.." Raisya memohon agar suaminya menuruti semua keinginannya makan di warung pinggir jalan.
Dan pada akhirnya Arya juga yang mengalah dengan istrinya..dan menuruti semua kemauannya.
Mereka pun berangkat setelah sebelumnya berpamitan dengan orang rumah..(mama papa..adik dan juga eyangnya).
"lihat mereka ber dua..seperti masih pacaran saja.." kata eyang putri ketika melihat kebersamaan Arya dan Raisya.
"iya ma..hanya Raisya yang bisa merubah Arya jadi pria dewasa seperti sekarang ini..Arya jadi pribadi yang hangat..penuh perhatian dan penyayang..." imbuh ibu Lina.
Memang benar apa yang diucapkan beliau..Arya berubah lebih baik karena Raisya istrinya.
Lain halnya dengan Arya dan Raisya yang sedang di jalan mencari penjual nasi uduk yang biasa mereka lewati ketika berangkat ke kantor.
...****************...
__ADS_1
To be continued ✍️ ✍️ ✍️ ✍️ 👉 👉👉👉