
Ibu Ari terlihat bahagia dan semangat bekerja semenjak beberapa hari yang lalu bertemu dengan Arya,,putera kandungnya.
Sepeti hal nya hari ini, ibu Ari sudah membersihkan ruangan Arya dan merapikan semuanya sehingga nanti ketika Arya masuk ruang kerjanya sudah bersih dan rapi.
"selamat pagi mbak Velic.." sapa ibu Ari ketika bertemu dengan Velicia, sekretaris Arya.
"selamat pagi Bu Ari, oiya Bu apa ruangan pak Arya sudah ibu bersihkan semuanya karena sebentar lagi pasti beliau akan datang." tanya Velicia memastikan ruangan bosnya sudah bersih dan rapi ketika beliau datang.
"sudah mbak.."
"yasudah kalau begitu ibu Ari bisa meneruskan pekerjaan ibu yang lain saya permisi dulu ya Bu...selamat bekerja."
"iya mbak.." ibu Ari kembali melanjutkan pekerjaannya dengan membersihkan ruang meeting.
Karena sesuai jadwal hari ini akan ada meeting penting dengan para klien.
Dan seperti apa yang Velicia katakan 15 menit kemudian Arya sudah tiba di kantor dengan wajah yang sumringah.
"selamat pagi pak," sapa Velicia saat melihat kedatangan atasannya.
"pagi..Velic berkas berkas untuk meeting hari ini sudah siap.?" tanya Arya pada Velicia sekretaris nya.
"sudah pak,,semua sudah ada di meja bapak silakan bapak cek dulu."
"baiklah kalau begitu,,terima kasih,,saya ke ruangan saya dulu kamu siapkan ruang meeting." perintah Arya pada Velicia sebelum masuk ke ruangannya.
"iya pak?" Velicia pun langsung menjalankan perintah dari atasannya untuk menyiapkan ruang meeting.
Arya pun segera pergi ke ruangannya untuk mengecek beberapa berkas penting untuk bahan meeting pagi ini.
Hari ini akan menjadi hari yang sibuk untuk Arya..karena agenda meeting hari ini full.
Banyak meeting kemarin yang tertunda akibat dari masalah pribadinya.
"iya sayang ini aku sudah sampai di kantor,,kamu gak usah khawatir ya.. kamu jangan berpikiran macam macam karena kalau kamu stres bisa mempengaruhi bayi kita sayang." Arya menerima panggilan video call dari Raisya,,entah kenapa dari pagi bawaannya khawatir terus.
Jadinya Arya sampai kantor harus menghubunginya untuk memastikan kalau suaminya itu baik baik saja.
***
"yasudah kamu tenang aja aku gak apa apa..hari ini aku juga gak ada jadwal meeting diluar karena semua meeting di lakukan di kantor."
***
"iya sayang nanti aku akan langsung pulang..sudah dulu ya,,ini aku akan mengecek berkas berkas untuk meeting hari ini.. iya sayang aku akan selalu hati hati.,,bye bye sayang sampai nanti dirumah."
__ADS_1
Akhirnya Arya memutuskan sambungan video call nya dengan Raisya karena ia harus segera menghadiri meeting pagi ini.
"kalau boleh tahu istri bapak kenapa kelihatannya khawatir sekali." tanya ibu Ari yang sedang berada disana mengantarkan minum untuk Arya ketika Arya sedang menerima panggilan video dari Raisya.
"iya itu Bu, istri saya dari pagi bawaannya khawatir terus sama saya, takut saya kenapa kenapa, padahal biasanya gak begitu, saya juga bingung malah pagi ini istri saya melarang saya ke kantor karena takut terjadi sesuatu sama saya.. atau mungkin ini bawaan kehamilannya ya Bu." Jawab Arya seraya menjelaskan masalahnya pada ibu Ari,,cleaning service baru di kantor nya yang sebenarnya adalah ibu kandungnya.
Ibu Ari hanya tersenyum mendengar cerita dari Arya soal istrinya.
"namanya juga seorang istri pak, wajar kalau mengkhawatirkan suaminya."
"tapi gak biasanya istri saya seperti ini Bu..saya takut kalau istri saya terlalu banyak pikiran ia akan stres dan itu akan berpengaruh pada bayi dalam kandungan nya." cerita Arya pada ibu Ari.
"pak Arya tenang saja, percayalah tidak akan terjadi apa apa dengan istri dan calon bayinya.,mungkin ini hanya bawaan orok saja pak." ujar ibu Ari menerangkan.
"terimakasih ya Bu atas semuanya,,mungkin ibu benar ini hanya bawaan kehamilan istri saya saja."
"kenapa pak Arya berterima kasih pada saya,? saya gak melakukan apa apa untuk pak Arya,."
"memang ibu tidak melakukan apa-apa untuk saya tapi setidaknya ibu menjadi teman ngobrol saya pagi ini." entah kenapa Arya merasa sudah kenal lama dengan ibu Ari padahal ia baru bertemu 2 kali dengan nya.
Apakah memang inilah yang dinamakan ikatan batin antara ibu dan anak.?
"ini pak minumnya sudah saya siapkan."
"terimakasih Bu,,"
"iya Bu silakan saya juga sebentar lagi akan ke ruang meeting."
Bu Ari pun meninggalkan ruangan Arya dengan hati berbunga bunga karena bisa ngobrol dengan putera semata wayangnya yang sudah lama terpisah.
"Terimakasih Tuhan Kau telah ijinkan hamba bertemu putera hamba satu satunya walaupun dia tak tahu jika hamba ini ibu kandungnya." batin Bu Ari setelah keluar dari ruangan Arya.
Bu Ari bersyukur bisa melihat puteranya kembali, anak yang telah ia tinggalkan di panti 28 tahun yang lalu.
Dan yang membuatnya semakin bahagia, puteranya hidup bahagia dan berkecukupan dengan keluarga barunya.Ia pun telah menikah dan memiliki seorang istri yang sangat cantik dan baik.
Terlihat sang putera sangat bahagia bersama istri dan anak nya yang lucu di foto yang ada di ruang kerja Arya.
Dirumah keluarga Wijaya
Raisya terlihat mondar mandir sambil mencoba menelepon seseorang dengan ponselnya.
Dia terlihat kesal karena orang yang dia hubungi tak menjawab teleponnya.
"mas Arya angkat donk teleponnya.." gerutu Raisya.
__ADS_1
Tak lama sang mertua muncul dan menanyakan ada apa dengannya.
"Raisya," ibu Lina menepuk pundak Raisya dari belakang membuat Raisya sedikit terkejut.
"eh mama, iya ma." Raisya berbalik ke arah mamanya.
"kamu kenapa sayang, dari tadi mondar mandir? kamu lagi nelpon siapa?" tanya sang mertua
"ini ma, mas Arya dari tadi tidak mengangkat telepon Raisya." ucap Raisya cemberut.
"memangnya kenapa? ada apa kamu nelpon Arya? kamu butuh sesuatu? bilang saja ke mama biar mama yang mencarikannya untuk kamu." tanya ibu Lina penuh perhatian.
"gak ada apa apa sih ma, cuma mau tahu saja mas Arya lagi ngapain." ujar Raisya polos.
Ibu Lina yang mendengar jawaban menantunya hanya bisa tersenyum.
"Sya, Arya kan lagi kerja sayang, mungkin Arya lagi sibuk. "
"tapi ma.. kan bisa mas Arya angkat telepon Raisya sebentar saja."
"Sya,,sudah kamu duduk sini dulu,," Ibu Lina mengajak Raisya untuk duduk di sofa bersamanya.
"kamu kenapa sayang? gak biasanya kamu seperti ini.?biasanya kamu tenang tenang saja aja di tinggal Arya ke kantor."
"ada apa sayang, cerita sama mama."
"ma, gak tau dari pagi perasaan Raisya gak enak aja, Raisya takut mas Arya kenapa napa ma." akhirnya Raisya bercerita tentang kekhawatirannya kepada sang suami pada mertuanya.
"sayang, kamu jangan punya pikiran seperti itu,,kamu berdoa saja semoga suami kamu baik baik saja.
Asal kamu tahu doa istri itu sangat manjur untuk suaminya." ibu Lina mencoba memberi nasihat dan menenangkan Raisya, menantu kesayangannya.
"tapi ma.."
"sudah.. Jangan punya pikiran yang aneh aneh,mungkin Arya lagi meeting sama klien jadi tidak bisa angkat telepon kamu.
Pasti nanti kalau dia tahu kamu meneleponnya dia pasti akan menelepon balik. ya sayang,,lebih baik kamu istirahat di kamar mumpung Pelangi lagi jalan jalan sama Bella."
"iya ma,,Raisya ke kamar dulu ya ma.." pamit Raisya pada mama mertuanya.
"iya sayang, kamu istirahat ya jangan terlalu banyak pikiran."
"iya ma." Raisya pun pergi ke kamar walaupun masih dengan pikiran yang tidak enak.
...****************...
__ADS_1
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉