
"mas,,hari ini kamu ada waktu gak..aku pengen ke makam Arsya.." tanya Raisya seraya memasang kan dasi di leher suaminya.
"maaf sayang hari ini aku ada meeting,,gimana kalau besok..aku janji besok aku akan temani kamu.."
"kalau begitu aku sendiri aja ya..aku kangen banget sama Arsya mas,,boleh ya..?" Raisya memohon agar di ijinkan pergi ke makam Arsya.
Akhirnya Arya pun mengijinkan..ia tak bisa menolak permintaan istrinya itu.
"tapi kamu perginya sama sopir ya,jangan sendiri.." Raisya mengangguk mengiyakan ucapan Arya.
"dan kalau boleh nanti setelah dari makam aku mau kerumah ibu..nanti mas jemput aku disana.."
Arya semakin gemas melihat ekspresi sang istri ketika memohon sesuatu.,ia pun mencubit gemas pipi Raisya.
"iya sayang,,apa sih yang enggak buat kamu..humb..apapun pasti akan aku berikan buat kamu selama aku mampu.."
"terimakasih ya mas,,mas Arya memang yang terbaik buat aku.." Raisya pun langsung memeluk Arya sebagai tanda terima kasihnya.
"ya sudah aku kerja dulu ya,,nanti kamu hati hati di jalan ya.." pesan Arya sebelum berangkat ke kantor..kemudian mencium kening istrinya begitu pula dengan Raisya selalu mencium punggung tangan suaminya.
"biar aku antar kedepan.."
"gak usah,,mendingan kamu siap siap berangkat ke makam,,kalau siang kan panas..aku pergi dulu ya..assalamualaikum.."
"waalaikumsalam hati hati mas.."
"iya sayang.."
Setelah Arya berangkat ke kantor Raisya pun bersiap untuk pergi ke makam putranya.
Namun ketika sudah siap sopir rumah malah sedang pergi mengantar mertuanya..gak tau sampai jam berapa..jadi terpaksa Raisya pesan taxi online meskipun Arya sudah melarangnya..tapi ia tak tahu jam berapa mertuanya pulang..daripada kesiangan mending pakai taxi.
sejam kemudian
Raisya telah sampai di area makam putranya.
Pemakaman umum..xxx.
Sebelumnya Raisya sudah membeli bunga tabur untuk makam putranya.
"Assalamu'alaikum sayang,,ini mama datang sayang,,tapi mama sendiri papa kamu sedang sibuk tapi papa nitip salam buat kamu,,katanya papa juga kangen sama kamu..gak apa apa kan kalau cuma mama yang kesini..?..kamu baik baik saja kan sayang disana,,? mama sama papa juga sama,,kami sudah ikhlas,,mama janji gak akan nangis lagi..mama sudah ikhlas sayang,,jadi kamu juga harus tenang ya disana..?? mama & papa akan selalu berdoa buat kamu karena kamu buah hati kami..buah cinta mama & papa..kami sangat menyayangimu..tapi ternyata Tuhan lebih sayang sama kamu di banding kami..Tuhan ingin kamu bersamanya.."
Raisya bicara sendiri di makam putranya seraya menaburkan bunga segar di atas tanah makamnya.
"sayang mama pulang dulu ya,,sudah siang,,kapan kapan mama kesini lagi sama papa..kamu tenang dan bahagia disana yaa..Assalamu'alaikum sayang.." perlahan Raisya meninggalkan makam putranya.
Ia berjalan menuju parkiran makam sambil memesan taxi online lewat ponselnya.
"tumben jam segini susah banget cari taxi.."
gerutu Raisya karena belum ada konfirmasi dari taxi online yang ia pesan.
Sambil menunggu konfirmasi..Raisya berjalan ke luar area makam.
"ada apa disana kok rame banget.." Raisya melihat kerumunan orang yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Ia pun melanjutkan langkahnya ke arah kerumunan itu.
"ada apa ya mas disana kok rame banget apa ada kecelakaan ??" tanya Raisya saat ber papasan dengan seorang laki laki muda yang terlihat berjalan dari arah kerumunan itu.
"itu mbak ada bayi dibuang disana.."
"bayi dibuang,?? masih hidup atau sudah meninggal..?"
"masih hidup mbak..permisi mbak.."
"iya makasih atas infonya mas.."
Mendengar ada bayi dibuang..Raisya bergegas ke tempat itu.. sampai disana ia menerobos kerumunan orang orang.
"maaf permisi permisi.."
Dan Raisya melihat seorang bayi mungil perempuan cantik menangis..bayi itu berusia sekitar 6 bulan.
Raisya pun langsung menggendong bayi cantik itu.
"maaf pak buk ini bayi siapa kok di biarkan nangis..?" tanya Raisya pada orang orang disana.
"kami juga gak tahu mbak kami menemukanya sudah menangis disini.." jawab salah seorang yang ada disana.
"apa sudah ada yang lapor polisi soal temuan ini..? "
"belum mbak,,kami gak berani takutnya malah kami di tuduh menculik bayi ini.."
"ya sudah kalau begitu biar saya yang membawa bayi ini ke kantor polisi ya..saya akan telepon suami saya dulu.." Raisya mengambil ponselnya yang ada dalam tas sambil menggendong bayi kecil itu.
__ADS_1
"halo Assalamualaikum mas,,mas bisa datang ke parkiran dekat makam gak sekarang..?? ini urgent mas..ya sudah aku tunggu disini.." selesai menelpon Raisya memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.
Di kantor Wijaya group.
"lho bapak mau kemana,,saya mau menginformasikan kalau meeting di tunda besok pak.." kata Leo ketika bertemu Arya keluar dari ruangannya.
"kebetulan kalau begitu..kamu bisa ikut saya sebentar ke pemakaman xxx..sekarang..?"
"bisa pak.." tanpa bertanya Leo langsung mengikuti ajakan Arya ke makam..
Arya dan Leo sebagai sopir..berangkat menuju makam..Dalam perjalanan pun Leo tak berani bertanya ada apa..karena ia melihat raut wajah khawatir pada diri bos nya.
Untung saja jalanan tak macet jadi sekitar 40 menit mobil yang mereka kendarai sudah sampai di area pemakaman.
Arya dan Leo langsung turun dari mobil ketika melihat kerumunan orang tak jauh dari area makam.
"maaf permisi permisi.."Arya meminta akses jalan untuk menuju kerumunan itu..dan sampai disana ia melihat Raisya sedang menggendong seorang bayi.
"sayang kamu gak apa apa..? ini bayi siapa??" tanya Arya khawatir.
"mas sudah sampai..? ini mas kasihan bayi ini tadi di temukan warga menangis disini ..bagaimana kalau kita lapor polisi..biar nanti polisi yang mencari siapa orang tua bayi ini..?"
"Baiklah kalau begitu..kita bawa ke kantor polisi saja..maaf pak ibu..saya dan istri saya akan bawa bayi ini ke kantor polisi,,jika nanti ada orang yang mencarinya..mohon diminta menghubungi kantor polisi terdekat ya.." ucap Arya pada orang orang yang berkerumun disana.
"iya pak..mbak kasian anak ini..dari tadi menangis..dan baru diam setelah di gendong oleh mbaknya.." kata seorang ibu yang ada dalam kerumunan itu dan ikut menemukan sang bayi.
"baiklah kalau begitu kami permisi dulu..ya terimakasih atas bantuannya.."
"sama sama pak.."
"Leo kita langsung ke kantor polisi terdekat.."
"baik pak.." Leo pun segera menuju ke mobil diikuti oleh Arya dan Raisya yang sedang menggendong si bayi..mereka langsung pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan penemuan bayi tersebut.
Setelah berada di kantor polisi dan melalui berbagai tahap pelaporan, pihak kepolisian akan berusaha mencari siapa orang tua bayi tersebut,,salah seorang polisi perempuan mengambil alih si bayi dari gendongan Raisya.
Namun bayi itu seketika menangis saat terlepas dari tangan Raisya...
Raisya merasa sangat sedih melihat bayi mungil itu menangis,,betapa teganya orang yang telah meninggalkannya,,padahal banyak orang di luar sana yang menginginkan seorang anak..termasuk ia sendiri.
"kami akan merawat bayi ini sampai beberapa hari ke depan jika tak ada seorang pun yang mencari si bayi,,kami akan membawanya ke panti asuhan.." jelas seorang anggota polisi pada Arya dan Raisya.
Saat mendengar bahwa bayi itu akan dibawa ke panti asuhan..Raisya merasa tak tega..ia pun berbisik pada Arya yang duduk disampingnya..bagaimana kalau selama menunggu kejelasan tentang orang tua bayi itu..mereka yang rawat.
Mendengar itu semua Raisya langsung mengambil alih kembali si bayi dari tangan polisi wanita yang menggendongnya.
Entah sejak pertama ia bertemu dengan bayi itu,,ia sudah sangat menyayanginya.. mungkin naluri nya sebagai seorang perempuan yang sangat menginginkan kehadiran seorang anak muncul..sehingga ketika melihat seorang bayi terlantar ia tak tega.
Setelah semua beres,,Arya & Raisya berangkat pulang diantar oleh Leo.
Dalam perjalanan tak henti henti nya Raisya tersenyum sambil menciumi bayi mungil yang ada di pangkuannya itu.
Arya yang ada disampingnya ikut bahagia melihat sang istri bahagia.
"oiya mas,,sebelum kita pulang ,,mampir dulu ke baby shop ya,,untuk membeli keperluan bayi ini beserta susunya.."
"iya sayang.. terserah kamu saja.."
Sampai di baby shop Arya & Raisya yang belanja sendiri kebutuhan bayi itu mulai dari baju hingga susu dan kereta bayi..semua lengkap..Raisya sendiri yang memilihnya semua warna untuk bayi perempuan.
"apalagi yaa mas yang kurang..??"
"sepertinya sudah cukup sayang,,ayo kita ke kasir..dan segera pulang pasti mama khawatir sama kamu karena belum pulang."
"iya mas...sayang kita pulang sekarang.." ucap Raisya sambil mencium bayi yang ada dalam gendongannya.
Mereka pun segera pulang kerumah..hari ini Raisya terlihat sangat bahagia karena bertemu dengan bayi mungil itu.
Satu jam kemudian.
"Assalamualaikum .."
"waalaikumsalam..kali...an,,,lho lho bayi siapa ini Sya..??" ibu Lina kaget melihat anak dan menantunya datang membawa seorang bayi.
"biar kita duduk dulu ma,,nanti kita jelasin.." ucap Arya pada mamanya..
Arya dan Raisya duduk dan mamanya duduk di sebelah Raisya sambil memperhatikan bayi kecil itu.
"jelaskan sama mama ini bayi siapa..?"
"begini ma,,tadi Saat Raisya pulang dari makam..tak jauh dari area makam,, Raisya menemukan bayi ini ma,,dan tadi kami juga sudah lapor ke polisi tentang temuan bayi ini,,dan polisi pun mencoba mencari siapa orang tua bayi ini..sambil menunggu info dari kepolisian kami sepakat mengasuh bayi ini dulu disini daripada nanti dia gak ke urus di kantor polisi.." jelas Arya pada mamanya.
"kok ada ya yang tega ninggalin bayi secantik ini di jalan..sedangkan keluarga kita saja sangat berharap mempunyai bayi tapi Tuhan belum berkehendak.." ibu Lina menatap haru pada bayi itu..dan bayi itu pun tersenyum sangat cantik.
"oiya mas,,pasti si kecil lapar dari tadi belum minum susu..biar aku buatkan susu dulu ya.."
__ADS_1
"sini biar ganti mama yang gendong,,ihhh lucunya kamu sayang,,sini sini ikut oma.." ibu Lina mengambil bayi itu dari pangkuan Raisya dan menyebut dirinya dengan sebutan oma.
Raisya pun segera membuat susu untuk bayi itu kemudian segera memberikannya dengan dot..terlihat sekali bayi itu kelaparan,,dalam waktu sekejab saja satu botol susu sudah habis tak bersisa.
"sekarang si cantik mandi dulu ya..sama mama Raisya..ganti baju biar cantik.." ibu Lina pun mengajarkan si kecil menyebut nama mama Raisya pada menantunya.
"ayo sayang mandi dulu sama mama.."
Dan setelah mandi bayi itu di dandani cantik oleh Raisya,,di pakaikan baju yang bagus dengan bandana di rambutnya.
Sungguh sangat menggemaskan bayi itu..membuat orang orang yang melihatnya langsung sayang padanya.
"lihat oma aku sudah cantik.." ucap Raisya saat kembali membawa si kecil bersama mamanya dan juga Arya setelah selesai memandikan.
"cucu oma cantik banget..sini sini sayang,,Oma mau cium pasti harum sekali.." kembali si bayi itu di pangkuan ibu Lina,,beliau sangat gemas melihatnya..sehingga menciuminya berkali kali.
Raisya merasa bahagia melihat ibu mertuanya menyukai bayi itu.
"Arya sampai kapan batas waktu yang diberikan polisi untuk mencari keberadaan orang tua bayi ini..?"
"sekitar 1 minggu ma,,"
" bagaimana jika nanti tak ada kabar soal orang tuanya,,kita aja yang rawat bayi ini..kita urus adopsinya secara resmi..soalnya mama sudah sayang sekali sama dia..sekalian bisa buat pancingan agar kalian bisa segera punya momongan lagi..?"
Mendengar ucapan mamanya Raisya menoleh ke Arya dan begitu pula sebaliknya.
"iya mas mama benar,,gimana kalau kita adopsi saja bayi ini..?"
"sayang,,,mama,Arya setuju setuju aja adopsi bayi ini,,tapi kita tetap harus ikuti arahan dari kepolisian,jika memang tak ada yang mencari bayi ini hingga waktu yang ditentukan maka kita bisa adopsi bayi ini secara resmi..takutnya bayi ini korban penculikan anak ma..".Raisya dan ibu lina mengangguk menyetujui ucapan Arya.
"biar nanti Leo yang mengurus semuanya ya..?"
Malam ini bayi mungil itu tidur di kamar Arya & Raisya..karena mereka belum menyiapkan kamar khusus untuknya,,dan juga Raisya yang ingin selalu berada di dekat bayi itu.
"mas,,bayinya tidur sama kita gak apa apa kan,?
"iya sayang gak apa apa..terserah kamu saja.."
Arya pun naik ke tempat tidur disisi kanan bayi begitu juga Raisya di sisi kiri bayi.
"lihat mas,,dia cantik banget ya,,kulitnya putih,,hidungnya mancung,,rambutnya lurus..gemesin banget..rasanya aku gak rela kalau ada orang yang ambil dia dari kita mas.."
"sayang aku ngerti perasaan kamu..tapi kita tetap harus ingat bayi ini juga punya orang tua..kasian kan mereka kehilangan bayinya.."
"semoga aja gak ada yang nyari ya mas biar kita bisa adopsi dia jadi anak kita.." ucap Raisya sendu..sungguh ia sangat menyayangi bayi itu,,begitu juga bayinya,,terlihat bahwa ia juga menyukai Raisya..ia nyaman bersama Raisya.
****
Hari ini adalah hari dimana keputusan pihak kepolisian untuk membawa bayi kecil itu ke panti atau bisa di adopsi oleh keluarga yang menginginkannya.
Dikarenakan sampai hari ini tak ada pihak yang mencari keberadaan bayi itu dan pihak kepolisian pun tak berhasil mendapatkan info tentang siapa orang tua bayi itu.
Pihak kepolisian pun segera memberitahukan kabar ini kepada Arya untuk memberikan hak adopsi secara resmi atau kah bayi itu di bawa ke panti asuhan.
Dengan senang hati Arya segera meminta Leo membantunya mengurus adopsi resmi bayi itu..dan pada akhirnya tak perlu waktu lama hak adopsi itu Arya bisa dapatkan.
Ia pun segera pulang untuk memberikan kabar gembira ini pada istri dan mamanya.
"sayang,,,sya...lihat apa yang aku bawa..?" sampai rumah Arya langsung mencari keberadaan istrinya yang ternyata sedang ditaman belakang menyusui si kecil bersama mamanya.
"mas Arya sudah pulang.."
"iya sayang,,lihat apa yang aku bawa..?"
"apa mas,,?" Arya memberikan map berwarna cokelat pada istrinya yang isinya tentang hak adopsi bayi itu.
"ini beneran mas,,sekarang bayi cantik ini resmi jadi anak kita.." Arya mengangguk menanggapi ucapan istrinya yang terlihat sangat bahagia..begitu pula mamanya..beliau sangat bahagia melihat menantu kesayangannya bahagia.
"syukurlah,,akhirnya kalian bisa mendapatkan hak adopsi si cantik ini,,oiya ngomong ngomong mau kalian kasih nama siapa si kecil..?" tanya mamanya setelah mengucap syukur atas hak adopsi yang didapatkan anak & menantunya.
Arya dan Raisya saling pandang dan tersenyum..karena mereka sudah punya nama untuk bayinya itu..
"ma Arya dan Raisya sepakat untuk beri nama bayi ini *Pelangi Putri Wijaya*..karena dia bagaikan pelangi yang muncul setelah badai yang sempat melanda keluarga kita..bagaimana mama setuju..?" Arya menjelaskan.
"mama setuju sekali..semoga *pelangi* yang ini bukan hanya datang sesaat tapi dia akan selalu bersama kita selamanya..Aamiinπ€²π€²"
"Aamiin,," Raisya dan Arya mengaminkan dengan kompak.
"oiya besok kan hari jumat,,bagaimana kalau kita adakan pengajian atau syukuran lah atas nikmat yang telah Tuhan berikan pada kita,,sekalian memperkenalkan *pelangi* kita ini pada keluarga dan kerabat.." usul sang mama dan disetujui oleh anak dan menantunya.
...****************...
to be continue.....πππππ
__ADS_1