Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 65*


__ADS_3

Hari ini menjadi hari yang melelahkan untuk Arya dan juga Leo.


Bagaimana tidak mulai dari pagi sampai sekarang jam 5 sore mereka terus meeting dengan klien dari beberapa perusahaan.


"Bagaimana pak? apa pak Arya akan pulang sekarang?" tanya Leo pada Arya ketika mereka selesai meeting untuk yang kesekian kalinya hari ini.


"iya Leo, untuk yang lain kita selesaikan besok saja, kita pulang saja pasti kamu juga lelah karena banyaknya meeting kita hari ini."


"iya pak kalau begitu saya akan panggilkan sopir untuk mengantar bapak pulang."


"iya, kalau begitu saya ke ruangan dulu mengambil ponsel baru pulang."


"iya pak." Leo pun langsung menghubungi sopir untuk mengantar Arya pulang setelah sebelumnya bosnya itu pergi ke ruangannya.


......................


Arya pergi ke ruangannya untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan disana.


Sudah seharian ia tak memegang ponsel karena terlalu sibuk dengan jadwal meeting nya hari ini.


Ia pun segera meraih ponselnya,,dan ketika ia membuka ponsel terdapat banyak panggilan masuk dan chat dari Raisya, istrinya.


"Yaa Tuhan banyak sekali panggilan dari Raisya dan juga chat.." ujar Arya ketika melihat notiv di ponselnya.


Arya pun membuka aplikasi what******p di ponselnya.


Isi chat nya menanyakan keberadaan nya..bagaimana keadaannya,,sudah makan atau belum,,semua dari istrinya.


Baru saja ia mau menelepon balik sang istri, tiba tiba saja ponselnya lowbat, jadi ia mengurungkan niatnya untuk menelepon ke rumah dan langsung pulang.


Arya menuju lobi kantornya dan mobil beserta sopirnya sudah menunggu disana.


Arya pun langsung masuk ketika sopirnya membukakan pintu mobil untuknya.


"mau langsung pulang atau kemana dulu pak?" tanya sopir ketika mau menjalankan mobilnya.


"kita langsung pulang saja pak "


"baik pak."


Arya pun langsung pulang bersama sopirnya,


Sungguh tak seperti biasanya ia pulang telat begini tanpa mengabari Raisya.


Pasti istrinya itu khawatir dengannya.


Dan sudah dapat di tebak sesampainya di rumah ia bakal kena Omelan pajang lebar dari Raisya karena pulang telat dan tak memberi kabar sama sekali


"pasti Raisya akan marah karena aku tak menjawab teleponnya dan tak membalas chatnya." batin Arya yang kini duduk di kursi belakang mobilnya.

__ADS_1


"oiya pak mampir sebentar ke toko bunga yang biasanya ya."


"iya pak."


Arya meminta sopirnya untuk mampir ke toko bunga langganannya ketika mereka melintas di depan nya.


Arya membelikan buket bunga mawar putih kesukaan Raisya untuk mengantisipasi amarah sang istri nanti di rumah.


Setelah mendapatkan buket bunga, Arya langsung meminta sopirnya mengantarkan nya pulang.


30 menit kemudian


Mobil yang ditumpangi Arya dan sopirnya tiba di kediaman keluarga Wijaya.


Arya pun langsung masuk ke dalam dan mengucapkan salam seperti biasanya.


"Assalamualaikum."


"waalaikumsalam...itu papa pulang..." ibu Lina menjawab salam Arya seraya mengajak Pelangi menyambut papanya pulang kantor.


Arya pun langsung meletakkan buket bunga yang ia bawa di atas meja dan beralih menggendong putri kecilnya, Pelangi


"Anak papa belum bobok..belum ngantuk ya?" Arya mengajak bicara si kecil seraya menciumnya berkali kali karena gemas.


"Arya kemana saja kamu seharian ini? kamu tahu tidak Raisya seharian uring-uringan karena kamu gak bisa di hubungi." tanya ibu Lina pada Arya yang sedang menggendong Pelangi.


Leo ada sama Arya dari pagi sampai sore tadi." jelas Arya pada mamanya.


"seharusnya kamu sempatkan juga untuk menelepon istri kamu biar dia gak khawatir."


"iya ma, tapi hari ini Arya benar benar sibuk, karena banyak sekali meeting hari ini,,yang sebenarnya ini re schedule dari beberapa hari yang lalu dan baru bisa terealisasi hari ini."


"yasudah kalau begitu, kamu segera temui istri kamu dikamar, biar dia tenang kalau sudah lihat kamu dirumah."


" iya ma,, ayo sayang temeni papa ke kamar nyusul mama.."


Arya mengajak Pelangi pergi ke kamarnya dan tak lupa membawa buket bunga mawar putih yang sengaja ia bawakan untuk istri tercintanya


Sampai dikamar


"sayang, aku pulang.." ucap Arya ketika masuk ke dalam kamarnya.


Saat itu Raisya sedang duduk diatas tempat tidur sambil membaca buku artikel tentang kehamilan.


Raisya pun langsung menyambut suaminya dengan penuh syukur karena sang suami pulang dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun.


"mas Arya, kamu sudah pulang, kamu tidak apa apa kan? gak ada sesuatu yang terjadi sama kamu kan mas?" Raisya menyerbu suaminya dengan berbagai pertanyaan


Melihat kekhawatiran sang istri, Arya pun tersenyum.

__ADS_1


Kemudian ia memeluk Raisya dengan erat.


"aku tidak apa apa sayang, kamu bisa lihat sendiri kan suami kamu ini pulang tanpa kurang suatu apapun."


Arya kemudian mengajak Raisya kembali duduk di atas tempat tidur dan menurunkan Pelangi juga disana.


"tapi kenapa mas Arya gak jawab telepon ku gak balas chat ku..mas kemana saja.?" Raisya mulai merajuk pada suaminya.


"maaf sayang, hari ini aku sibuk banget,,banyak jadwal meeting yang sempat tertunda kemarin, jadi baru terealisasi hari ini."


"tadi pagi kan aku juga sudah bilang sama kamu, kalau jadwal meeting ku padat hari ini, kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya sama Leo.


karena seharian ini kamu meeting bersama."


Arya mencoba memberi penjelasan pada sang istri, tentang kenapa ia tak merespon panggilan dari istrinya seharian ini agar sang istri tidak merajuk lagi.


"dan kamu lihat sendiri, ponsel Ku lowbat jadi aku tak bisa membalas pesan dari kamu..


Sudah jangan marah lagi ya..lihat ini aku bawakan buket mawar putih spesial untuk istri ku tercinta." Arya memberikan buket mawar putih pada Raisya kemudian kembali memeluk dan mencium istrinya dengan penuh rasa sayang.


"lain kali jangan seperti ini lagi ya,, jangan buat aku khawatir, aku bisa mati kalau seperti ini lagi." ucap Raisya yang kini masih berada dalam pelukan Arya. Suaminya.


Arya langsung melepas pelukannya dan menangkap wajah cantik istrinya.


"sstss,,jangan pernah bicara seperti itu lagi sayang,


aku janji gak akan buat kamu khawatir seperti ini lagi." punya Arya pada sang istri agar tak mengatakan hal itu lagi dan ia pun berjanji tidak akan membuat istrinya itu khawatir seperti ini lagi.


Raisya pun mengangguk pelan.. kemudian kembali ke dalam pelukan sang suami.


"ma...ma.." tiba tiba saja si kecil yang sedari tadi bermain sendiri,,merangkak ke arah mama dan papanya yang sedang berpelukan.


"sayang nya mama..sini nak..." Raisya pun segera meraih Puteri kecilnya ke dalam pangkuannya.


Dan Arya pun memeluk dan mencium keduanya dengan penuh kasih sayang.


"mas Arya sudah makan?" tanya Raisya kemudian.


"belum, dan aku sudah sangat lapar sayang,," jawab Arya seraya mengelus perutnya yang kelaparan.


"kamu ini ya,,kenapa gak makan,,nanti kalau mas sakit bagaimana? yasudah mas Arya tunggu sini aku akan siapkan makan malam untuk mas."


"iya sayang, biar Pelangi sama aku di sini."


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


"

__ADS_1


__ADS_2