Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 22*


__ADS_3

Setelah 3 hari berada di Bali..hari ini hari ke 4 mereka..Hari ini Arya mengajak Raisya untuk mencoba naik perahu atau kapal boat.



"Sya..kita naik itu yuk.." Arya menunjuk ke tempat persewaan perahu.


"gak mas,,aku takut..mas aja yang naik..biar aku yang tunggu disini.." tolak Raisya karena ia benar benar takut karena ia tak pernah mencoba nya..bagaimana mau mencoba membayangkan nya saja membuat perutnya mual.


"sudah gak usah takut..ada aku..aku yang akan ngajarin kamu...ayo.." Arya langsung menarik tangan Raisya hingga Raisya terpaksa mengikuti langkah sang suami.


"selamat pagi pak buk..mau naik..??" tanya salah seorang di tempat persewaan perahu boat..dan di sambut dengan senang hati oleh Arya.


"pagi pak..iya pak kami mau naik iya kan sayang..." Arya menekankan kata sayang seraya menoleh pada sang istri..membuat hati Raisya bergetar aneh..mendengar sebutan kata sayang dari sang suami.


"ini pak buk mau 1 atau 2 perahu..??".tanya si tukang perahu.


"hem 1 aja soalnya istri saya takut naik sendirian.." jawab Arya sambil tersenyum.


"baiklah pak perahunya sudah siap disana..bapak silakan naik.." ucap sang tukang perahu sambil menunjukan dimana letak perahunya yang akan disewa Arya dan Raisya.


Mereka memakai baju pengaman juga seperti pelampung.


"ayo sayang.." ajak Arya pada sang istri sambil menggandeng tangan sang istri.


Sampai di dekat perahu Arya mengajak Raisya untuk naik ke atas perahu bersamanya.Tapi Raisya ragu,,ia takut untuk naik perahu.


Tapi meskipun takut dan ragu Raisya tetap ikut naik karena ia percaya bahwa Arya akan menjaga dan melindunginya.


"ayo..kamu pegangan dengan erat kalau takut tutup aja mata kamu sejenak..bila sudah merasa rileks kamu coba buka mata..yaa..!! " Arya mencoba meyakinkan Raisya dan Raisya pun mengikuti instruksinya.


Dalam tahap awal Raisya sangat takut..tapi setelah perjalanan kurang lebih 15 menit ia mulai merasakan semilirnya angin laut..baru kemudian ia berani membuka mata..dan ia merasa takjub akan pemandangan di tengah laut,,baru pertama kalinya ia merasakan hal ini..ini pengalaman baru dalam hidupnya.


"bagaimana kamu sudah gak merasa takut lagi kan?? " tanya Arya dengan suara yang kencang agar sang istri bisa mendengar suaranya.


Raisya pun mengangguk gembira sambil memeluk erat pinggang suaminya.


Setelah berputar putar di tengah laut selama kurang lebih 1 jam..mereka pun kembali ke daratan atau tepi pantai dan saat turun dari perahu Raisya sempat sedikit oleng,,kepalanya sedikit pusing karena berkelana. bersama sang suami di tengah lautan.


"kamu gak apa apa Sya..?? " tanya Arya khawatir saat melihat sang istri sedikit oleng saat berjalan.


"gak apa apa mas,,cuma kepala ku sedikit pusing..mungkin karena ini kali pertama aku naik perahu boat.." jawab Raisya sambil memijit kepalanya yang terasa pusing.


"Ya sudah kita duduk dulu disana.." Arya mengajak Raisya duduk di salah satu tenda untuk istirahat sebentar.


"biar aku pesan minum buat kamu.." Arya memesan 2 buah kelapa muda untuk dirinya dan juga Raisya untuk menghilangkan dahaga mereka.


Dengan beristirahat sebentar rasa pusing di kepala Raisya mulai hilang dan mereka pun melanjutkan jalan jalan mereka ke tujuan berikutnya..yakni pusat oleh oleh khas Bali.


Sampai di tempat pusat oleh oleh Arya dan dan Raisya mengambil beberapa makanan khas untuk di bawa pulang kembali ke jakarta sebagai oleh oleh untuk keluarga tercinta.


Selain itu mereka juga membeli kain batik khas Bali untuk oleh oleh.


"gimana udah selesai belanjanya..?? " tanya Arya setelah berjam jam ia dan Raisya berada di pusat oleh oleh.


"sudah mas,,coba mas cek dulu apa masih ada yang kurang atau gak,,mumpung kita masih disini." jawab Raisya sambil memperlihatkan belanjaannya pada Arya sang suami.


"hem..sepertinya sudah cukup..sekarang kamu pengen jalan jalan kemana lagi..?? atau ada sesuatu yang pengin kamu beli..??." tanya Arya kembali pada sang istri saat keluar dari pusat oleh oleh.


Raisya pun menggeleng,,karena barang belanjaan mereka sudah cukup banyak hari ini..


Ia pun segera meraih belanjaan dari tangan Arya..ia merasa tak enak hati melihatnya karena biasanya selalu ada asisten yang setia membawakan barang bawaan si bos.


"maaf mas biar aku saja yang bawa belanjaannya..!! "Raisya mencoba mengambil alih barang belanjaan dari tangan Arya tapi Arya melarangnya.


"sudah gak apa apa biar aku yang bawa.." Ucap Arya tak terbantahkan membuat Raisya selalu menurut apa yang pria itu katakan.

__ADS_1


***


Hari ini hari terakhir mereka berada di pulau Bali..jadi Arya dan Raisya memuaskan diri untuk menikmati jalan jalan mereka disana..mereka jalan jalan di pantai sambil berfoto foto ria untuk di jadikan kenangan di suatu hari nanti..mereka mengambil banyak foto di beberapa lokasi apalagi Arya,,ia sangat senang mengambil foto Raisya secara diam diam yang hasilnya terlihat sangat natural.


Keesokan paginya mereka bersiap untuk kembali ke Jakarta dengan penerbangan pagi.Karena sesuai jadwal sore ini Arya ada meeting penting dengan klien dari Jepang yang tak bisa di wakilkan bahkan oleh ayahnya sendiri.


Kurang lebih 90 menit perjalanan udara dari Bali ke Jakarta.


Akhirnya Arya dan Raisya menginjak kan kakinya kembali di jakarta. Dan sampai bandara sudah ada sopir yang menjemput mereka.


"kita langsung ke apartemen saja pak.." ucap Arya pada sang sopir.


"Baik pak.." setelah sang sopir memasuk kan barang barang ke dalam bagasi mobil..mereka pun berangkat menuju apartemen.


drrt drrt drrt.


Baru saja Arya mengaktifkan ponselnya,,sudah ada panggilan dari Leo sang asisten..Leo mengingatkan soal meeting nanti sore.


"Hallo selamat siang pak .bapak sudah sampai Jakarta?? " tanya Leo sopan saat panggilan nya telah tersambung.


"iya Leo kita masih dalam perjalanan pulang ke apartemen..ada apa..?? " tanya Arya.


"tidak ada apa apa pak,,saya hanya mau mengingatkan kalau nanti sore bapak ada meeting dengan klien dari Jepang yang tak bisa di wakilkan.." jelas sang asisten.


"iya saya ingat..makasih sudah mengingatkan..oiya bagaimana kantor saat saya cuti..??" tanya Arya lagi.


"semua baik baik saja pak,,tidak ada masalah.."


"baiklah kalau begitu terimakasih atas semuanya sampai ketemu nanti sore di kantor.."


"sama sama pak..selamat siang.."Leo memutuskan sambungan telpon nya dengan sang direktur setelah selesai berbicara.


Setelah selesai menerima panggilan dari Leo,Arya memasukan kembali ponsel nya ke dalam saku jaket nya..dan melihat sekilas ke arah Raisya yang duduk di sampingnya sedang melihat pemandangan dari kaca mobil..


30 menit perjalanan,,kini mereka telah sampai di loby apartemen.


Arya membawa koper barang barang mereka ke apartemen mereka tang berada di lantai 23 yang sebelumnya telah di keluarkan dari bagasi mobil oleh sang sopir.


"ada lagi yang bisa saya bantu pak buk ..kalau tidak saya langsung kembali ke kantor.." tanya sang sopir pada atasannya dengan sopan.


"iya pak,,bapak langsung kembali ke kantor..terimakasih sudah menjemput kami tadi .." jawab Arya tak kalah sopan walaupun hanya bicara dengan seorang sopir.


"sama sama pak ini sudah menjadi tugas saya..kalau begitu saya permisi dulu pak buk.." pamit sang sopir sebelum meninggalkan loby apartemen mewah milik sang majikan.


Setelah mobil yang mereka tumpangi menghilang dari pandangan..Arya dan Raisya pun masuk ke dalam apartemen menuju pintu lift..dan menekan tombol 23..tempat tujuan mereka,lantai 23.


ting..


Pintu lift lantai 23 terbuka dan mereka sampai di apartemen yang mereka tinggali..


Arya membuka pintu dengan kode atau password.


Setelah pintu terbuka mereka masuk,Arya membawa 2 koper yang berisi barang barang mereka saat berlibur ke Bali.


"akhirnya kita sampai juga.." ucap Arya ketika sampai di apartemen.


"aku ke kamar dulu ya mas..mau menaruh koper.." pamit Raisya sebelum ia pergi ke kamarnya.


Sementara Arya masih enak enak kan duduk di sofa.


"Iya.." jawab Arya memberikan ijin saat Raisya pamit ke kamar sebentar.


Tak lama Raisya pun kembali dan sudah membawa 2 gelas orange juice untuk Arya dan juga untuknya.


"ini mas minumnya.." Raisya menyerahkan segelas jus jeruk pada Arya dan Arya pun langsung menerimanya dengan senang hati dan meminumnya.

__ADS_1


"oiya mas,,mas mau aku masak apa untuk makan siang nanti..?" tanya Raisya yang di tanggapi dengan rasa keterkejutan Arya.


"kamu mau masak..??" tanya Arya kembali.


Raisya pun mengangguk pelan.


"kenapa mas,,kok mas terkejut,,bukannya kalau kita di rumah aku yang masak buat makan siang ? " jawab Raisya sekaligus bertanya kembali.


"hari ini kamu gak usah masak..untuk makan siang kita pesan saja.."


"kenapa mesti pesan mas kan aku bisa masak ?"


Raisya masih ngeyel dengan ucapan Arya..membuat Arya berdecak.


"Raisya,,kita ini baru pulang dari perjalanan jauh apa kamu gak capek,,kamu itu istri aku bukan asisten rumah tangga aku..yang setiap hari harus kerja keras.....sudah sekarang lebih baik kamu mandi..terus istirahat .untuk makan siang nanti kita pesan saja.." jelas Arya panjang lebar dan mempertegas status Raisya yang notabene adalah istrinya..menimbulkan rasa asing yang sering muncul dalam hati Raisya..ketika Arya menyebutkan kata istri..


Dan kali ini pun Raisya tak bisa membantah apa yang di katakan Arya..ia pun menurut..dan pergi ke kamar untuk mandi kemudian beristirahat.


pukul 13:00 wib.


Raisya keluar dari kamarnya sudah fresh setelah tadi beristirahat sebentar.


Raisya celingukan mencari keberadaan Arya sang suami..namun ia tak mendapati sang suami.


Raisya pun pergi ke dapur untuk mengambil minum..dan disana ia melihat makan siang sudah tersedia disana..komplit.


Ia pun yakin bahwa sang suami lah yang menyiapkan semuanya..karena perhatian kecil itu terlukis senyuman di wajah cantiknya.


"mas Arya kenapa gak bangunin aku,,malah dia sendiri yang nyiapin makan siang..tapi sekarang mas Arya kemana kok gak ada..??" Raisya bertanya pada dirinya sendiri dimana keberadaan sang suami.


Karena tak menemukan sang suami ia pun kembali ke kamar untuk memanggil ponselnya.


Raisya pun mencoba menghubungi Arya..sambil berjalan keluar dari kamar.


Belum sampai tersambung ternyata Arya sudang datang..


"kamu nelpon siapa Sya..??" Tanya Arya membuat Raisya terkejut karena pria itu datang tiba tiba.


"eh mas..tadi aku mau nelpon mas..soalnya pas aku bangun mas gak ada terus makanan sudah siap di meja makan..kenapa mas gak bangunin aku,,buat nyiapin makan siang..?? jadi mas gak perlu repot.." celoteh Raisya panjang lebar..hingga membuat Arya tersenyum gemas.


"gak apa apa,,lagi pula gak ada salahnya kan sekali kali aku bantu istriku nyiapin makan siang,,tadi aku gak tega bangunin kamu jadi ya aku yang pesan makanan dan siapin semuanya.."terang Arya menjelaskan.


Ada rasa bahagia yang muncul ketika Arya menyebut kata *istriku* yang di tujukan untuknya.


"baiklah kalau gitu kita makan saja sekarang nanti makanannya keburu dingin.." Arya mengajak Raisya menuju meja makan untuk makan siang bersama.


Raisya dengan sigap menyajikan makan siang untuk Arya sang suami,,mulai dari mengambilkan nasi sampai sayur dan lauk nya..


"kalau boleh tahu tadi mas Arya kemana kok baru pulang..?? " tanya Raisya sedikit ragu.


"hmm itu tadi ada temen telpon dan nunggu di loby jadi aku ke loby sebentar.." jawab Arya seraya memasukan makanan ke mulutnya.


"kenapa gak di ajak masuk aja mas..sekalian makan siang bareng..??" tanya Raisya


"yah pikir ku juga begitu,,tapi orangnya gak mau katanya buru buru masih ada urusan..jadi ya sudahlah.." jelas Arya.


"oiya Sya nanti jam 3 aku ada meeting sama klien tapi kamu dirumah saja..gak usah ikut dan satu lagi tadi mama minta kita makan malam dirumah..karena mama tahu kita pulang hari ini..sekalian nanti kita jemput ibu dan Nadia..jadi nanti kamu siap siap saja biar nanti selesai aku meeting kita bisa langsung berangkat.."


"iya mas,," Raisya menurut apa kata suaminya untuk nanti bersiap pergi kerumah mertuanya untuk makan malam.


Setelah selesai makan Arya bersiap siap untuk pergi meeting dengan klien..Raisya pun bergegas menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya beserta blazer dan tas kerjanya.


...****************...


to be continued ✍️✍️👉👉👉👉

__ADS_1


__ADS_2