Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 33**


__ADS_3

Hari hari Arya di liputi oleh rasa bahagia atas kehamilan Raisya istrinya.


Walaupun dimasa kehamilannya sang istri sangatlah merepotkan..seperti hal nya malam ini.


"mas,,mas Arya bangun..." Raisya membangunkan Arya yang tengah tidur lelap disampingnya..dan hanya jawaban heemmm yang keluar dari mulut suaminya.


"mas,,banguuun.." ucapnya sekali lagi..


"ada apa sayang,," Arya mulai mengerjabkan dan membuka matanya lalu menatap istrinya yang sudah duduk disebelahnya..


"ada apa sayang,,??" tanya Arya lagi.


"aku mau nasi goreng,," jawab Raisya singkat.


"nasi goreng,,??" tanya balik Arya yang kaget dengar permintaan istrinya..apalagi ia melihat jam sudah menunjukan jam 1 dini hari.


"sayang jam segini mana ada tukang nasi goreng yang masih buka..? besok pagi saja ya...? biar mama atau bibik yang buatin.."


"gak mau,,maunya sekarang,,dan mas Arya yang masak.."


"aku...?" nah permintaan Raisya kali ini yang membuat Arya bingung,,karena ia sama sekali tak bisa memasak,,kalau sekedar masak mie instan sih dia bisa tapi ini dia sama sekali belum pernah melakukannya.


"Sayang kamu tahu sendiri kan kalau aku gak bisa masak..? besok aja ya ?"


"maunya sekarang.." Raisya memohon,,ekspresinya membuat Arya tak tega untuk menolak permintaan sang istri..apalagi saat ini istrinya sedang hamil,,dan orang bilang kalau keinginan orang hamil gak diturutin..anaknya bisa ileran pas lahir.


"ya sudah,,kamu tunggu disini ya. biar aku buatin.." Arya meminta Raisya untuk menunggunya di kamar tapi Raisya gak mau,,jadi mereka ber dua pergi ke dapur untuk membuat nasi goreng.


Sampai di dapur Arya membuka ponsel dan membuka aplikasi google guna mencari resep nasi goreng,,setelah mendapatkannya,,ia pun segera meng eksekusi bahan bahan yang ada,,dan disisi lain Raisya hanya duduk di meja bar yang ada di dekat Arya memasak.


Raisya merasa ada kebahagiaan tersendiri saat melihat kegiatan suaminya memasak nasi goreng untuknya.


"nah ini sudah mateng,,kamu coba dulu yaa,,kalau gak enak jangan dimakan..nanti kamu malah mual lagi.." Arya menyodorkan sepiring nasi goreng buatannya tepat di depan Raisya..dan disambut gembira oleh sang istri.


"gimana enak gak..?" tanya Arya ketika melihat istrinya memasukkan nasi goreng ke mulutnya..dan Raisya pun mengangguk senang,,kelihatan sekali istrinya sangat menikmati nasi goreng buatannya.


"pelan pelan Sya,,nanti kamu tersedak.." ucap Arya saat melihat istrinya makan dengan lahap.


"beneran enak yaa,,??" rasa penasaran Arya muncul melihat istrinya lahap makan nasi goreng buatannya..


"he em..mas mau coba...?" Raisya menyodorkan se sendok nasi goreng ke mulut suaminya..dan saat sampai di mulut,,Arya langsung lari ke wastafel dan memuntahkannya disana karena nasi goreng buatannya gak layak untuk dimakan manusia,,mungkin bila di kasihkan ke ayam pun gak mau..ia segera mengambil piring Raisya yang masih ada sisa nasi gorengnya..


"sudah jangan dimakan.." tindakan Arya ini membuat Raisya kaget,,ia pun mengambil kembali piring dari tangan Arya.


"mas,,kenapa diambil aku mau ngabisin..!"


"tapi Sya ini gak enak.."


"siapa yang bilang gak enak,,ini enak banget mas,,aku mau habisin.." Raisya memakan kembali nasi goreng nya dengan lahap di depan Arya..


Sungguh ini di luar kuasanya,,makanan yang orang lain anggap gak enak,,baginya malah enak.


Setelah menghabiskan nasi goreng dan minum segelas air putih mereka kembali ke kamar.


"mas kita sholat malam dulu ya,,biar aku amblil wudhu dulu..." Raisya pamit ke kamar mandi untuk wudhu..bergantian dengan Arya.


Sungguh bahagianya Raisya bisa sholat berjamaah bersama Arya,,orang yang ia cintai,,dan ayah dari bayi yang dikandungnya..Damai rasa hatinya,,ia tak menyangka pernikahan yang awalnya ia jalani hanya sebatas kontrak,,kini menjadi pernikahan yang sesungguhnya..


"kenapa belum tidur..??" tanya Arya yang melihat istrinya masih terjaga setelah mereka sholat berjamaah tadi.


"gak apa apa,," jawab Raisya sambil tersenyum..


"ya sudah sini,," Arya merentangkan lengannya mengundang Raisya untuk tidur dalam pelukannya,,dan dengan senang hati Raisya menyambutnya.


"tidurlah,,ini masih malam.." ucapnya kemudian mencium puncak kepala Raisya dengan lembut.


Tak lama Raisya pun akhirnya terlelap dalam pelukan suaminya.


Esok paginya..saat Arya sudah siap ke kantor Raisya masih tertidur lelap dalam selimut..sepertinya ia enggan bangun..karena tadi pagi sudah bangun untuk sholat subuh kemudian tidur lagi.


Arya duduk di sebelah istrinya yang masih tidur..ia tersenyum melihat istrinya,,saat tidur,,Raisya begitu cantik natural..kini pipinya makin tembem karena tengah hamil dan mulai doyan makan.


Ia membelai rambut istrinya yang menutupi wajah cantiknya..dan cup..Arya menciumnya kembali..tapi kali ini ciumannya bukan di kening atau di pipi melainkan di bibir mungil istrinya.


dan hal itu membuat istrinya terbangun.


"hemm.." Raisya tersenyum saat ia membuka mata yang pertama kali ia lihat adalah wajah suaminya.


"pagi sayang.." sapa Arya sambil tersenyum.


"pagi mas,,,mas sudah mau berangkat..??" tanyanya ketika melihat Arya telah berpakaian rapi lengkap beserta dasi yang terpasang di krah lehernya.


"iya,,kenapa..?? hemm..." tanya Arya balik.


"aku mau ikut.."


"mau ikut ke kantor,,ngapain ??..nanti kamu bosen disana,,hem gini aja,,gimana kalau aku antar ke rumah ibu??" tanya Arya..saat istrinya ingin ikut ke kantor.


"gak mau,,aku mau ikut ke kantor..boleh yaa,,janji gak bakal ngrepotin,,..ya boleh ya,," pinta Raisya sambil memohon..


"ini bayinya yang pengin ikut...ya kan dek,,? " ucap Raisya sambil mengelus perutnya layaknya sedang bicara dengan bayi dalam kandungannya.


Hal itu membuat Arya tak bisa menolak apa pun permintaan sang istri dan ia pun meng iya kan nya..

__ADS_1


Raisya pun langsung kegirangan dan bangun memeluk suaminya kemudian berlari ke kamar mandi,,sepertinya ia lupa kalau sedang hamil.


"sayang hati hati..nanti kamu jatuh.." ucap Arya saat melihat istrinya lari ke kamar mandi.


"iya,," terdengar suara Raisya dari dalam kamar mandi.


Setelah semua siap,,Arya dan Raisya pamit ke kantor..sebenarnya mamanya melarang Raisya untuk ikut,,takut kecapean karena usia kandungannya masih pada tahap trimester 1 jadi masih rawan,,tapi Raisya merengek pengen ikut,,akhirnya mertuanya pun mengalah,,dan mewanti wanti Arya untuk menjaga Raisya dengan baik.


***


"sekarang kamu duduk disini..aku mau kerja dulu yaa..",,Raisya mengangguk pelan menanggapi ucapan Arya..Ia pun duduk di sofa yang tak jauh dari meja kerja Arya.


"Sya,,kamu mau minum apa,,biar aku pesan kan buat kamu..?" tanya Arya ketika melihat istrinya sudah merasa agak bosan disana..padahal baru satu jam mereka disana.


"ehm aku mau jus jeruk aja,,sedikit es.." ucap Raisya sambil tersenyum.


Arya pun segera menghubungi salah seorang karyawannya untuk membuatkan jus pesanan Raisya...Dan tak lama kemudian pesanannya pun datang..


Karena hari ini pekerjaan Arya lumayan banyak jadi ia tak begitu memperhatikan istrinya yang sedari pagi menemaninya di kantor...tau tau istrinya ketiduran di sofa sambil tangan masih memegang ponsel.


Arya pun tersenyum,kemudian ia berdiri dari kursinya dan berjalan menuju sofa mendekati sang istri.


"kasian kamu Sya,,sampai ketiduran disini,," ucap Arya pelan sambil membelai rambut istrinya.


Merasakan tangan Arya berada di keningnya,,Raisya pun terbangun..ia tersenyum saat membuka matanya melihat orang yang ia cintai tersenyum juga padanya.


"sudah bangun...?" tanya Arya pada Raisya yang baru saja membuka matanya.


Raisya pun kembali tersenyum..dan memeluk tangan suaminya dengan manja.


"kita pulang yuk..!" ajak Arya


"mas sudah selesai kerjaannya,,?" tanya Raisya karena ini masih jam 11 ketika ia baru saja melihat layar ponselnya.


"pekerjaan bisa dilanjutkan besok..aku gak mau istri dan calon bayi ku kecapean karena menunggu papanya kerja.." Raisya kembali tersenyum mendengar ucapan Arya yang menurutnya sangat perhatian padanya.


Kemudian Arya kembali ke meja kerjanya untuk mengambil jas dan tas kerjanya..kemudian berangkat pulang bersama Raisya.


"gimana kalau kita makan siang dulu,,?" tanya Arya saat mereka dalam perjalanan pulang..saat itu Raisya sedang bergelayut manja di lengan Arya yang sedang mengemudi.


"hummmb,,kamu pengen makan dimana..?"


"Dimana aja terserah mas Arya aku ngikut.."


"baiklah kalau begitu,,kita ke resto tempat biasa kita makan yaa..?" Raisya mengangguk mendengar ucapan Arya.


Mereka pun makan siang di resto favorit mereka..saat di resto Arya bertemu dengan teman lamanya ,,seorang wanita..dan terlihat mereka lumayan akrab,,sehingga membuat Raisya kesal..


"oiya kenalkan ini istri aku Raisya,,,,sayang kenalin ini,,Sarah temen kuliah ku dulu.." Arya memperkenalkan Raisya pada teman lamanya yang bernama Sarah.


"mas,Aku ke toilet sebentar yaa,,"


"hmm perlu aku antar..?" tanya Arya ketika Raisya minta ijin ke toilet,,dan Raisya menjawabnya dengan gelengan kepala..dan Raisya pun segera pergi meninggalkan Arya dan sarah menuju ke toilet.


Sampai dalam toilet ia mencuci tangannya..merapikan rambutnya yang kurang rapi..ia bener bener kesal melihat suaminya akrab dengan wanita lain..walaupun itu teman lamanya..


Setelah selesai ia pun kembali ke mejanya bersama Arya,,dan melihat Arya dan teman wanitanya masih ngobrol dan ketawa ketiwi entah apa yang mereka omongin..hal itu membuatnya semakin kesal..


"sayang kamu sudah selesai ..?" tanya Arya saat melihat Raisya sudah berdiri di dekatnya.


"mas,,aku mau pulang capek,," ucap Raisya singkat dengan ekspresi wajah yang susah di tebak..Arya pun kaget melihat Raisya yang terlihat kesal..dan ia pun segera undur diri dari sana dan pamit pada Sarah..Sedangkan Raisya sudah jalan duluan keluar resto dengan wajah kesal.


"Sarah maaf aku duluan yaa...kapan kapan kita lanjut lagi ngobrolnya.." pamit Arya pada sarah dan langsung pergi nyusul Raisya keluar resto.


****


Dalam perjalan pulang Raisya hanya diam saja di mobil tanpa bicara sepatah katapun,,ia masih kesal karena suaminya akrab dengan perempuan lain.


Arya yang bingung dengan perubahan sikap istrinya,,mencoba mengajaknya ngobrol tapi hanya di jawab dengan anggukan atau gelengan oleh istrinya..Raisya tetap duduk menghadap ke arah luar kaca di sampingnya ketika Arya mengajaknya ngobrol..


Mengerti mood istrinya sedang kurang baik,,Arya pun memilih diam karena takut istrinya emosi dan itu akan mengganggu perkembangan bayinya.


Sampai dirumah,,Raisya pun langsung turun..dan masuk kerumah.


"sayang sudah pulang,,'"sapa ibu Lina ketika melihat menantu kesayangannya datang..


"iya ma,," sambil mencium tangan mertuanya.


"Raisya ke kamar dulu ya ma,,capek.."


"iya sayang kamu istirahat yaa..oiya kamu sudah makan..?" tanya ibu Lina perhatian.


"sudah ma.." jawabnya singkat dan langsung pergi meninggalkan mertuanya menuju ke kamarnya dengan wajah cemberut..ibu lina pun merasa ada yang aneh ketika melihat ekspresi menantunya yang sepertinya sedang kesal.


Tak lama Arya pun masuk dan memberi salam pada mamanya.


"kenapa dengan istri kamu Arya..? kon dia kelihatan kesal..?"


"Arya juga gak tahu ma,,tiba tiba aja diem gitu..habis makan siang.."


"ya sudah kamu yang sabar,,orang hamil moodnya memang suka berubah ubah,,coba bicara sama Raisya baik baik tanyakan ada apa..kamu harus bisa jaga emosi istri kamu..." ibu Lina menasehati putra kesayangannya.


"iya ma,,Arya ke kamar dulu yaa,," Arya pamit pada mamanya untuk menyusul istrinya di kamar.

__ADS_1


*****


Sampai di kamar Arya melihat Raisya duduk diam di atas ranjang sambil memeluk bantal.


Arya pun mendekatinya dengan duduk di sebelahnya.


"sayang,,kamu kenapa??,,dari habis makan siang tadi kamu diam aja,,kenapa..??" tanya Arya pada istrinya,,tapi tak mendapat reaksi apa apa,,Raisya tetap diam tak bergerak sedikitpun.


"Sya,,liat aku,," Arya menangkup wajah sang istri dan mengarahkan pada wajahnya..sehingga mereka berdua beradu pandang..


"kamu kenapa sayang,,kamu marah sama aku,,??" tanya Arya pelan penuh perhatian.


Raisya menggeleng pelan,,


"terus kenapa kamu diemin aku dari tadi..humb"


tanya Arya kembali.


"aku kesel lihat mas akrab dengan wanita tadi,," akhirnya Raisya buka suara..dan hal itu membuat Arya sedikit bingung.


"wanita,,,,wanita yang mana sayang,,??"


" itu yang tadi ketemu direstorant.." jawab Raisya sedikit sewot.


"Yaa Tuhan sayang,,jadi kamu cemburu sama Sarah,," Arya tertawa mendengar bahwa istrinya cemburu..baru kali ini ia melihat Raisya mencemburuinya dengan wanita lain..


"sayang,,kamu ini ada ada saja..kirain kenapa..?" Arya merengkuh istrinya ke dalam pelukannya.


"sya,,kamu gak perlu cemburu dengan sarah,,aku & sarah dari dulu cuma temenan gak lebih lagipula dia juga sudah punya tunangan,,dan aku juga sudah nikah sama kamu..jadi jangan berpikiran macam macam ya,.kasian dedek bayinya kalau mamanya stress.." Arya memeluk dan mencium kening istrinya dengan lembut.


"Sya,,dengerin aku,,gak ada yang bisa menggantikan posisi kamu di samping & di hati aku.,cuma kamu yang bisa mengerti aku..aku gak butuh yang lain..apalagi harus kehilangan kamu demi orang lain.. aku cinta sama kamu,,aku sayang sama kamu,," Arya mengungkapkan perasaannya pada Raisya agar istrinya itu tak berpikiran macam macam lagi..entah kenapa akhir akhir ini istrinya itu bersikap agak aneh..pengen dimanja terus,,padahal Raisya yang dikenalnya orangnya sangat mandiri gak bergantung orang lain,,dan ia terlihat marah bila Arya berinteraksi dengan wanita lain walaupun itu staf nya sendiri,,apakah ini memang pengaruh dari kehamilannya..Arya pun tak mengerti..tapi yang jelas ia sangat bahagia.


"mas,,aku boleh tanya sesuatu gak sama mas,??"


"hemm boleh mau tanya apa,,?? aku sudah cerita semua tentang aku ,,dan kamu masih mau bertanya lagi,,mau tanya apa..?" Arya menangkup wajah cantik istrinya hingga bertatapan dengan wajahnya.


"tapi mas harus jawab jujur yaa,,"


"iya mau tanya apa,,aku akan jawab jujur sejujur jujurnya..." jawab Arya sambil tersenyum.


"sejak kapan mas Arya mencintai aku..?" tanya Raisya serius dan penuh dengan rasa penasaran..


Arya gak nyangka istrinya akan menanyakan hal itu padanya..ia pun tak tau pasti kapan tepatnya ia mulai mencintai istrinya itu.


Namun ia menjawab dengan senyuman dan mencolek hidung mancung Raisya yang tengah menuggu jawaban darinya.


"kenapa senyum..ayo jawab.."


"iya,,iya aku akan jawab...aku cinta sama kamu sejak ........."


"sejak....?" Raisya mengulang kata kata Arya dengan dengan penuh rasa penasaran.


"sejak aku mengenal kamu,,,," jawab Arya..namun jawaban Arya tak membuat Raisya puas ia kembali bertanya.


"bohong,,mas pasti bohong kan,,kalau mas Arya cinta sama aku sejak mengenal aku kenapa mas mengajukan kontrak pernikahan dengan ku waktu itu..??" Tanya Raisya kembali.


"iya karena waktu itu aku belum punya pikiran untuk menikah..yang ada dipikiran ku waktu itu hanyalah kerja..dan membahagiakan mama & papa,.mereka akan bahagia kalau aku menikah.."


Raisya mendengarkan dengan seksama cerita Arya sambil bermanja dipelukan suaminya.


"mungkin Ini adalah cinta ke dua aku,,sekaligus cinta terakhir aku.." Raisya kaget mendengar Arya menyebutnya cinta ke 2 ia jadi berpikir siapa cinta pertama Arya.


"kamu pengen tahu cinta pertama aku siapa..?


"aku sudah tahu..pasti Reva kan,,? model cantik itu..? jawab Raisya dengan nada ketus saat menyebut nama Reva.


Melihat ekspresi istrinya Arya tersenyum geli terlihat sekali istrinya itu cemburu pada Reva.


"sok tahu kamu,,aku kan sudah pernah cerita sama kamu kalau aku gak ada perasaan apa apa sama Reva..aku hanya menganggapnya teman..tapi dia menganggapnya lebih.."


"lah terus siapa..?"


"cinta pertama aku adalah mama,,,wanita yang menyayangi aku merawat aku dari aku kecil hingga dewasa,,dan yang ke 2, dia adalah seorang gadis yang sangat cantik dalam pandanganku..waktu itu aku bertemu dengannya di halte..aku sedang menunggu taxi online disana..gadis itu gadis penjual kue putu kami waktu itu sama sama berteduh di sana karena hujan turun sangat deras...aku lihat dagangannya masih banyak..ia memberikan sepotong buat aku untuk mencicipinya..dan karena rasanya sangat enak,,akhirnya aku borong semua dagangannya..dan ku bawa ke kantor untuk staf ku,,dan mereka pun sangat menyukainya...dan dialah cinta kedua ku sekaligus cinta terakhir ku"


Mendengar cerita Arya barusan Raisya seperti teringat memori nya yang dahulu waktu ia masih membantu ibunya jualan kue putu keliling..dan saat menyadari siapa gadis yang di ceritakan Arya padanya..ia kaget..seketika ia melepas pelukan suaminya.


"itu kan aku,,??" ucap Raisya ,,Arya yang dari tadi menunggu reaksi istrinya saat sadar siapa yang ia ceritakan hanya tersenyum geli.


"baru sadar sekarang nyonya,,?? sebenarnya aku sangat kecewa sekali waktu pertama kali ketemu kamu di kantor,,dan kamu melamar jadi sekretaris ku,,waktu itu aku berharap kamu mengingat pertemuan kita waktu itu,,tapi ternyata sama sekali kamu gak ingat..." jelas Arya dengan menunjukan ekspresi kecewa..melihat ekspresi kecewa sang suami..Raisya langsung mencium pipi Arya sambil minta maaf.


"maaf aku gak ingat ..tapi sekarang aku ingat semua kok..waktu itu kamu bayar kue putu aku dengan uang lebih kan,,,sekali lagi aku minta maaf,,karena waktu itu yang ada di pikiran aku hanya Nadia..aku tak sempat memikirkan yang lain.."


"maaf di terima.." ucap Arya sambil tersenyum dan mencium sang istri.


"jadi waktu itu mas pilih aku jadi sekretaris mas karena mas ngenalin aku..?"


"eh jangan GR dulu,,perusahaan ku tak semudah itu menerima karyawan..yang bisa masuk jadi karyawan ku..syaratnya orangnya harus pinter,,bertanggungjawab,,disiplin..berpengetahuan luas..dan waktu itu aku disodori 3 berkas dari kandidat utama calon sekretaris aku..dari ke 3 nya aku memilih kamu,,karena kamu memenuhi semua syarat yang aku butuhkan..kamu pinter,,bertanggungjawab,,enerjik,,sopan,,dan cantik.." jelas Arya panjang lebar dan di dengarkan dengan antusias oleh Raisya.


Lama kelamaan mendengarkan Arya bercerita,,Raisya pun tertidur dalam pelukannya..seakan akan sedang mendengarkan dongeng pengantar tidur😀


"Sya sya,,aku gak menyangka sekarang kamu menjadi istri aku yang sebenarnya dan calon ibu dari anak anak ku nanti,,aku janji aku akan selalu berusaha membahagiakan kamu,,bagaimanapun caranya..karena bahagiamu adalah bahagia ku juga,,"ucap Arya lirih ketika ia melihat istrinya tertidur dalam pelukannya..kemudian ia pun ikut terlelap disana.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️💘♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2