
Sudah beberapa hari berlalu..Arya maupun Leo sang asisten belum mendapatkan informasi lagi soal ibu Mustari,yaitu ibu kandung Arya.
Kondisi Arya pun sudah semakin terkendali mengingat pesan yang disampaikan oleh sang istri Raisya.
Hari ini di kantor ada seorang Cleaning service baru..bernama ibu Ari.
Ibu Ari ini usianya sudah kepala 5.namun beliau terlihat masih sangat aktif.
Berhubung kantor Arya sedang butuh Cleaning service, akhirnya ibu Ari pun diterima kerja disana.
Dan hari ini beliau mulai bekerja.
"baik buk ada lagi yang perlu di tanyakan..? " tanya Vera bagian kepegawaian yang baru saja menerangkan sekaligus menjelaskan tugas Cleaning service pada pegawai baru yaitu ibu Ari.
"gak ada mbak..sekali lagi terimakasih ..saya berjanji akan bekerja dengan baik disini.." jawab ibu Ari seraya mengucapkan terimakasih pada Vera.
"sama sama ibuk..semoga ibuk betah bekerja disini..oiya 1 lagi ,bila ibu berkenan kantor kami menyediakan mes karyawan yang rumahnya jauh..jadi ibu bisa tinggal disana bersama karyawan yang lain.."
"iya mbak sekali lagi terimakasih.."
"kalau begitu saya permisi dulu ya buk..bila perlu apa apa silakan beritahu saya.." pungkas Vera sebelum akhirnya berlalu dari hadapan ibu Ari.
Ibu Ari pun segera memulai pekerjaannya hari ini..apalagi beliau mendapatkan tugas membersihkan ruangan Direktur..siapa lagi kalau bukan Arya Wijaya.
Dengan hati hati ibu hari memasuki ruangan direktur..beliau takut jikalau pemilik ruangan ada disana,,sungguh beliau belum siap bertemu dengan pemilik kantor/ perusahaan itu.
Di dalam sana ibu Ari melihat ada sebuah foto dibingkai sangat mewah terpasang rapi di dinding ruangan itu.
Dalam foto itu terdapat 6 wajah.
2 diantaranya sepasang laki perempuan mungkin usianya sekitar 20-30 an.
2 lainnya paruh baya.. 1 orang gadis muda usia 20 an mungkin, dan ada satu gadis kecil berada di pangkuan wanita paruh baya itu.
Ya foto itu foto keluarga Wijaya..yang sengaja di pasang Arya di ruangannya.
Di foto itu ada Arya,
Raisya,mama dan papanya,,dan tak lupa Pelangi yang tersenyum gemas di pangkuan ibu Lina sang Oma.
Ibu Ari memperhatikan wajah Arya yang sempat ia lihat di ponsel ibu Safitri, pengelola panti Asuhan.
Ya ibu Ari adalah ibu Mustari ,ibu kandung Arya yang dulu meninggalkan putranya di panti asuhan saat bayinya masih sangat kecil.
Tanpa sadar air mata ibu Ari menetes saat melihat foto putra semata wayangnya yaitu Arya.
Putra yang sangat ia rindukan selama ini.
__ADS_1
Bukan niatnya dulu untuk meninggalkan Arya di panti asuhan,,ia pun terpaksa,agar sang putra tak mengalami nasib seperti dirinya,hidup dalam dunia malam yang kelam.
Dengan sangat terpaksa ia meninggalkan putranya yang masih bayi merah di panti asuhan.
Kemudian Ibu Ari pun beralih membersihkan meja kerja Arya.
Disana juga terdapat foto pernikahannya dengan Raisya.
Dalam foto itu Arya terlihat sangat tampan dan juga wanita yang mendampinginya terlihat sangat cantik.
Sungguh memang pasangan yang sangat serasi.
"maafkan ibu Arya..ibu sudah meninggalkanmu .." ucap ibu Ari seraya memandang foto pernikahan Arya dan Raisya.
Beliau mengusap wajah di foto itu dan lagi lagi ibu Ari menangis..beliau sangat ingin bertemu dan memeluk putranya itu tapi apalah daya,,pasti sang putra sudah sangat membencinya karena dulu ia di campakkan begitu saja oleh ibu kandungnya sendiri.
Lain halnya dengan Arya, ia masih di rumah sarapan dengan istri dan keluarganya.
"mas kamu mau sarapan pakai apa..? nasi goreng atau roti pakai selai .?" tanya Raisya pada sang suami dengan penuh perhatian.
"aku sarapan roti aja sama selai cokelat " jawab Arya.
"yasudah aku siapin dulu ya.." Raisya pun dengan sigap menyiapkan sarapan yang di inginkan sang suami.
Setelah sarapan Arya pun pamit untuk pergi kantor.
"oiya mas hari ini aku mau keluar sama Bella boleh gak..?" tanya Raisya sekaligus minta ijin pada Arya sang suami.
"mau kemana sayang..gimana kalau kamu nunggu aku pulang kantor,,aku yang antar kamu kemanapun kamu mau.." Arya mencoba melarang sang istri untuk pergi sendiri..bukan ia tak percaya,tapi ia tak ingin terjadi sesuatu sama istrinya..mengingat ibu kandungnya mencarinya, pasti wanita itu juga akan mengusik istrinya,
Dan itu yang ia tak mau.
"mas,,aku cuma mau jalan aja sama Bella ..gak lama kok..aku bosen di rumah..boleh ya..diantar sopir kok..aku janji gak akan lama.." Raisya merengek dan memaksa untuk pergi dan pada akhirnya Arya pun mengijinkannya..asalkan ponselnya terus aktif, sehingga bila ia menelepon selalu bisa.
"ya sudah,kamu boleh pergi asal jangan lama lama dan ponsel kamu jangan sampai ketinggalan atau mati..biar aku bisa selalu pantau kamu dari manapun.." pesan Arya pada Raisya istri tercintanya.
"iya mas..makasih ya..oiya mungkin nanti aku langsung nyusul mas ke kantor dan pulang bareng mas Arya.." Raisya pun terlihat bahagia karena Arya mengijinkannya untuk pergi bersama dengan Bella.
"ya sudah aku berangkat dulu ya.." pamit Arya seraya mencium puncak kepala sang istri dan begitu pula sebaliknya..Raisya selalu mencium punggung tangan sang suami sebelum sang suami berangkat ke kantor.
"sayang papa kerja dulu ya..kamu baik baik sama mama,jangan rewel ya.." kini giliran sang calon bayi yang masih ada dalam perut Raisya mendapatkan sebuah ciuman dari papanya.
"Assalamualaikum.."
"waalaikumsalam hati hati mas.."
Akhirnya Arya pun berangkat ke kantor dengan mengendarai mobil mewahnya.
__ADS_1
Sampai di kantor.
"selamat pagi pak.." sapa para karyawan yang bertemu dengan Arya sang direktur.
"pagi.." jawab Arya dengan senyuman ramah kelihatannya ia sudah menjadi Arya yang biasanya..karena beberapa hari yang lalu wajahnya selalu kaku dan terlihat menakutkan sama seperti waktu masih belum menikah dengan Raisya...wajahnya selalu kencang dan kaku.
"wah sepertinya pak Arya sudah kembali lagi seperti yang dulu ya.." ucap salah satu karyawan Arya saat melihat atasannya kembali seperti semula.
"iya ya..syukurlah kalau pak Arya sudah bisa kembali seperti yang dulu..kan jadi enak kerjanya kalau bosnya gak menakutkan kayak kemarin." imbuh karyawan yang lain.
"ya sudah kita kembali bekerja yuk..semangat lagi kan.."
Para karyawan pun kembali ke meja kerjanya masing masing untuk melanjutkan pekerjaannya.
Begitu juga dengan Arya,,ia langsung ke ruangannya.
Kembali ke rutinitasnya membaur dengan berkas berkas dan file penting yang sudah antri menunggu di meja kerjanya.
Belum lama dia berada di ruangannya ada suara orang yang mengetuk pintu ruangannya.
"ya masuk.." ucapnya tanpa melihat siapa yang datang.
"maaf pak..ini minumnya.." terdengar suara yang asing di telinganya ,,sehingga membuat Arya mengalihkan pandangannya dari file yang ada di tangannya beralih pada seseorang yang mengantarkan minum untuknya.
"maaf ibu ini pegawai baru ya..soalnya saya baru sekali melihat ibu disini..?" tanya Arya dengan sopan pada pegawai yang mengantarkan minuman untuknya.
"iya pak ,,saya ibu Ari, saya baru disini dan baru hari ini saya mulai bekerja disini.." jawab pegawai baru itu yang ternyata adalah ibu Ari,,alias ibu Mustari ibu kandung Arya.
"kalau begitu selamat bergabung dengan kami disini Bu Ari..semoga ibu betah bekerja disini..." ucap Arya seraya mengucapkan selamat datang pada ibu Ari selaku karyawan baru di kantornya.
"iya pak terimakasih..kalau begitu saya permisi melanjutkan pekerjaan saya lagi..jika bapak butuh sesuatu panggil saya saja.."
"iya Bu.. terimakasih .."
"permisi pak.."
"iya Bu..selamat bekerja.."
Akhirnya ibu Ari bertemu juga dengan sang putra yaitu Arya.
Setelah kurang lebih 27 tahun tak bertemu.
Rasa lega membanjiri hatinya saat ini..walaupun beliau tak bisa memberitahukan bahwa ia adalah ibu kandungnya.
...****************...
to be continued ✍️ ✍️ ✍️ ✍️ 👉 👉 👉 👉
__ADS_1