
Di kantor Wijaya Group.
"selamat pagi pak.." sapa para karyawan kantor saat melihat sang direktur datang.
"pagi.." jawabnya singkat dan langsung menuju lift menekan tombol no 3 karena ruangannya yang ada di lantai 3 gedung itu.
Sampai di dalam ruangannya,Arya meletakkan tas kerjanya di atas meja.
Membuka jasnya dan menaruhnya di sandaran kursi.
Sepagi ini di atas meja kerjanya sudah ada bertumpuk berkas yang harus ia tanda tangani.
Namun sayangnya pikirannya saat ini sedang tidak fokus pada pekerjaan melainkan pada hal lain.
Arya pun segera menekan tombol 1 di pesawat teleponnya yang tertuju pada sekretarisnya yang baru pengganti Raisya yaitu Velicia.
Bukan baru juga sih.
Velicia sudah bekerja menjadi sekretarisnya kurang lebih satu tahun.
Saat itu Raisya berhenti bekerja karena tengah mengandung Arsya putra pertama Arya & Raisya yang telah meninggal dunia sebelum ia sempat terlahir di dunia.
"Velic keruangan saya sekarang.." perintah Arya tegas via telepon.
Tak lama kemudian Velicia pun datang dan masuk ke ruangan Arya,setelah sebelumnya mengetuk pintu.
"iya pak ada yang bisa saya kerjakan..?" tanya Velicia hati hati mengingat raut wajah atasannya yang lain dari biasanya
"tolong kamu batalkan semua jadwal meeting hari ini..atur jadwal lagi semuanya..dan satu lagi kamu bawa semua berkas yang ada di atas meja saya..kamu simpan dulu..nanti akan saya cek kembali.." jelas Arya pada Velicia sang sekretaris.
"baik pak ,,ada lagi pak..?"
"sementara cukup kamu bisa kembali ke meja kerja kamu.." jawab Arya seraya meminta Velicia untuk pergi dari ruangannya.
"baik pak..kalau begitu saya permisi " Velicia hanya bisa mengiyakan perintah sang atasan.
Walaupun ia akan mengalami sedikit kesulitan memberikan alasan kepada para klien penting,mengapa meeting hari ini di batalkan secara mendadak.
Tapi dengan melihat raut wajah kaku sang direktur ia tak bisa apa apa,,kalau sampai dia menyampaikan pendapat atau lebih tepatnya meminta alasan pada sang atasan pasti akan kena peringatan keras / sp.
___
__ADS_1
"eh Vel,,kenapa lagi si bos..? " tanya Tia salah seorang karyawan Wijaya group saat melihat Velicia keluar dari ruangan direktur.
Velic hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ia juga tidak tahu bagaimana kondisi mood bos nya itu.
"aku juga gak tau,,sejak tadi pagi raut wajahnya sudah menakutkan..ini aja si bos minta aku re-schedule jadwal meeting hari ini " Jawab Velic sambil bergidik ngeri.
"mungkin si bos lagi ada masalah..?" imbuh Tia.
"mungkin juga tapi sepertinya bukan soal pekerjaan..soalnya selama ini urusan kantor berjalan lancar,bahkan banyak tender atau proyek besar yang berhasil di dapatkan si bos..mungkin ini lebih ke masalah pribadi.." jelas Velicia.
"mungkin kamu benar..sudahlah lah lagian kita disini dibayar buat kerja bukan buat ngurusin urusan pribadi si bos.."
Akhirnya Tia dan Velicia kembali ke meja kerja nya masing-masing untuk melanjutkan tugas mereka.
Lain hal nya dengan Leo.
Hari ini ia sengaja datang ke kantor sedikit telat karena masih ada urusan penting di luar,,,yaitu ke panti asuhan tempat Arya Wijaya dulu tinggal sebelum di angkat anak oleh keluarga Wijaya.
Panti asuhan
"Assalamualaikum,,selamat pagi ibu Diana " sapa Leo pada wanita berhijab yang dikenalnya bernama Diana,
Diana salah seorang pengurus panti juga.
"iya Bu..Bu panti nya ada saya ada pesan dari pak Arya untuk beliau.."
"ada pak mari silakan masuk.." ibu Diana mengantar Leo ke dalam menemui ibu Panti,yaitu ibu Safitri.
"permisi Bu..maaf ada pak Leo ingin bertemu dengan ibu.." ucap ibu Diana diikuti oleh Leo di belakangnya ketika bertemu dengan ibu Safitri.
"oh pak Leo,,mari masuk silakan duduk .." ibu panti mempersilakan Leo untuk masuk dan duduk di ruangannya.
"terimakasih Bu.." jawab Leo.
"kalau begitu saya permisi dulu pak Bu..mau liat anak anak dulu.." pamit ibu Diana.
Setelah ibu Diana berlalu ,,barulah Leo bicara dengan ibu Safitri mengenai alasan kedatangannya sepagi ini ke panti.
"oiya ngomong ngomong tumben pak Leo datang ke panti sepagi ini apa ada sesuatu hal yang penting..?"
"iya Bu,, sebelumnya saya minta maaf sepagi ini sudah mengganggu waktu ibu.."
__ADS_1
"tidak apa apa pak..ada yang bisa saya bantu..?" tanya ibu panti.
"Begini Bu,saya kesini atas perintah pak Arya,,dan beliau memerintahkan saya untuk mencari informasi mengenai ibu Mustari ibu kandung pak Arya.
Pak Arya mendapat kabar jika ibu kandung beliau sudah keluar dari penjara beberapa waktu yang lalu..dan saya kemari untuk menanyakan apakah ibu Mustari sempat datang ke panti ini setelah keluar dari penjara..?" Leo menjelaskan dengan gamblang alasannya datang ke panti ke pada ibu Safitri selaku penanggungjawab panti.
Ibu Safitri terlihat terkejut dengan penjelasan Leo tentang ibu Mustari yaitu ibu kandung Arya Wijaya.
Walaupun sudah wajar jika Arya sudah mengetahui jika ibu kandungnya sudah bebas dari penjara melihat dari pengaruh kekuasaan yang dimilikinya,pastilah banyak orang kenalannya dimana mana.
"begini pak Leo,,jujur saja memang beberapa hari yang lalu ibu Mustari sempat datang kemari,,beliau menanyakan soal keberadaan putra kandungnya yaitu pak Arya..beliau sangat ingin bertemu dengan pak Arya,tapi ketika saya berniat untuk menghubungi pak Arya,beliau melarang,,"
"melarang ? memang kenapa Bu..? bukannya beliau ingin bertemu pak Arya..?" Leo terlihat bingung mendengar ucapan ibu panti.
"iya beliau hanya ingin melihat pak Arya dari jarak jauh..
karena beliau sangat yakin kalau pak Arya mungkin sangatlah membencinya karena telah meninggalkannya begitu saja di panti ini..walaupun beliau belum bisa mengutarakan alasannya mengapa dulu meninggalkan putranya di panti ini.." jelas ibu Safitri.
"kemudian apa yang ibu katakan pada beliau..& apa yang diinginkan beliau selanjutnya.." tanya Leo kemudian.
"beliau meminta alamat rumah pak Arya dan juga kantornya..dan saya mohon maaf sekali saya sudah memberikan alamat rumah beserta kantor pak Arya pada ibu Mustari..karena beliau memohon pada saya,menjadikan saya tak tega dan akhirnya saya memberikan nya..sekali Alfi tolong sampaikan permohonan maaf saya pada pak Arya." jelas ibu Safitri yang membuat Leo sedikit kaget.
"apa ibu panti tahu dimana tempat tinggal ibu Mustari sekarang..?" tanya Leo kembali.
"maaf pak, beliau tidak bersedia memberitahukan alamat tempat tinggalnya saat ini pada saya..namun yang jelas masih di Jakarta karena beliau tak punya sanak saudara lagi.."
"baiklah Bu terimakasih atas informasinya, saya permisi untuk kembali ke kantor.."
Pamit Leo pada Bu panti setelah mendapatkan informasi mengenai ibu kandung Arya.
"sama sama pak..sampaikan salam saya pada pak Arya dan Bu Raisya beserta keluarga.."
"baik buk nanti akan saya sampaikan kepada Pak Arya dan juga keluarganya..kalau begitu saya permisi dulu ,,selamat pagi.."
"Selamat pagi.."
Setelah keluar dari panti,,Leo pun bingung harus berkata apa pada Arya,,jika ibu panti sudah memberikan alamat rumah dan kantor pak Arya pada ibu Mustari tanpa seijin pak Arya.
Bisa dipastikan bos nya itu akan marah bila mengetahuinya,tapi bagaimanapun juga ia harus mengatakannya pada bosnya itu apapun konsekuensi nya.
Dan Leo pun segera kembali ke kantor.
__ADS_1
...****************...
to be continued ✍️ ✍️ ✍️✍️👉👉👉👉