Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 66*


__ADS_3

Hari ini Arya sengaja mengosongkan semua jadwalnya di kantor,


Ia ingin menemani istri dan putri kecilnya dirumah.


Arya merasa bersalah pada Raisya, istrinya karena kemarin sudah membuatnya mengkhawatirkan dirinya.


"mas, jam segini kok kamu masih belum siap siap ke kantor?" tanya Raisya yang melihat sang suami masih bersantai dan bermain di taman belakang bersama Pelangi, Puteri kecil mereka padahal waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


"iya sayang, hari ini aku gak pergi ke kantor."


"loh kenapa mas? mas Arya sakit ?" tanya Raisya kembali.


"enggak sayang, hari ini aku sengaja gak pergi ke kantor, karena aku ingin menemani kamu dan Pelangi dirumah."


"terus kantor bagaimana? "


"tenang saja, Leo yang akan menghandle semuanya,"


Raisya terlihat senang, karena hari ini suaminya akan menemaninya di rumah, dan tentu saja bersama si kecil.


Raisya pun duduk bersama Arya menemani Pelangi yang sedang bermain disana.


"oiya sayang, kamu ada rencana apa hari ini?" tanya Arya pada Raisya, sang istri.


"gak ada mas, memangnya kenapa?" kini giliran Raisya yang bertanya balik pada suaminya.


"hemb... bagaimana kalau kita jalan jalan, kita ajak Pelangi juga?"


"jalan jalan kemana mas?"


"terserah kamu, kita ke taman atau shopping? lama kan kita gak ajak Pelangi jalan jalan?".


Raisya mengangguk kegirangan mendapat ajakan jalan jalan dari suaminya.


"ya sudah, sekarang kamu siap siap, biar aku minta tolong sama Bella untuk mengganti baju Pelangi."


titah Arya yang mendapat anggukan dari Raisya.


Raisya pun segera ke kamar untuk ganti baju dan bersiap.


Sedangkan Arya mengantar Pelangi pada Bella untuk di gantikan bajunya dan disiapkan bekal susu dan yang lainnya untuk jalan jalan.


Tepat jam 9, semuanya sudah siap dan pamit pada orang rumah untuk pergi keluar sebentar.


"loh cucu Oma sudah cantik mau kemana sayang?" ujar ibu Lina melihat Pelangi sudah berdandan cantik seperti princess dalam gendongan Arya, papanya.


"iya Oma.. Pelangi mau pergi jalan jalan sama papa sama Mama." jawab Raisya mewakili Pelangi.


"memang kalian mau pergi kemana?" tanya ibu Lina kepada anak dan menantunya.


"kita mau ajak Pelangi jalan jalan keluar ma, sudah lama gak diajak jalan jalan, mama mau ikut sekalian?" jawab Arya sekaligus memberi tawaran mamanya untuk ikut pergi bersama mereka.


"gak usah mama dirumah saja, kalian saja yang pergi," jawab ibu Lina menolak ajakan Anak dan menantunya.


"yasudah kalau begitu, kami pergi dulu ya ma mumpung masih pagi." pamit Arya pada mamanya seraya bersalaman dan mencium tangan mamanya, begitu juga dengan Raisya.


"yasudah kalian hati hati ya,,Arya jaga Raisya dan Pelangi dengan baik, jangan sampai mereka kecapean." pesan ibu Lina pada Arya sebelum pergi.


"iya ma..daaaaah Oma Assalamualaikum."


"waalaikumsalam,,hati hati di jalan ya sayang, jangan rewel." ucap ibu Lina seraya mencium cucu kesayangannya dengan gemas.


Arya dan Raisya pun berangkat jalan jalan bersama Puteri kecilnya, Pelangi.


Arya sengaja tidak menggunakan jasa sopir untuk mengantarnya jalan jalan karena ia ingin menikmati kebersamaan bersama Raisya dan Puteri kecilnya.


Arya mengajak Raisya jalan jalan ke mall sekalian mengantar istrinya shopping.


Karena semenjak menjadi istrinya, Raisya tak pernah punya niatan untuk shopping.


Raisya tak seperti istri pada umumnya, istri yang dengan senang hati menghabiskan jatah belanja dari suami untuk ber shopping ria, membeli barang-barang branded dengan harga yang fantastis.


"mas, kenapa kita kesini?"


"aku mau ngajak kamu shopping, aku mau membelikan baju baju yang baru buat kamu dan Pelangi."


"mas, tapi kan baju aku sudah banyak, ngapain beli lagi sih, buang-buang uang saja..lagipula banyak bajuku yang belum sempat ke pakai juga kan?" tolak Raisya ketika Arya menghentikan mobilnya di area mall dan mengajaknya masuk.


"sudahlah ayo masuk, lagipula aku juga pengen ngerasain gimana rasanya di peras istrinya untuk membayar semua barang belanjaan nya, karena selama ini jatah bulanan yang aku kasih ke kamu gak pernah kamu gunakan,,iya kan?"


"cckk.." Raisya berdecak ketika mendengan keluhan suami nya yang aneh itu.


"mas, kamu itu aneh ya,.?"


"aneh?' maksud kamu?" tanya balik Arya.


"iya, kamu bilang kamu iri , kamu pengen ngerasain di peras istri kamu, tapi kamu mungkin tidak tahu bagaimana rasanya jadi mereka yang uangnya dihabiskan oleh istrinya hanya untuk belanja barang barang yang menurut ku gak penting.

__ADS_1


pasti banyak laki laki dlluar sana yang mengeluhkan hal itu.,,lah ini kamu malah....?"


"sayang, bagiku bekerja mencari nafkah itu tujuannya hanya untuk membahagiakan kamu, orang yang aku cintai, jadi aku wajar kan kalau aku manjain kamu dengan barang barang mewah seperti kebanyakan orang diluar sana..memangnya kamu pikir untuk apa aku bekerja seharian, kadang sampai malam kalau bukan untuk kamu sayang." ujar Arya panjang lebar membuat Raisya gak bisa menolaknya.


cup.


Sebuah kecupan manis diberikan Raisya pada Arya sebagai rasa syukurnya karena memiliki suami sebaik dan setulus dia.


"iya iya sayang, tapi jangan salahkan aku, kalau nanti aku borong semua yang ada di mall ini." ucap Raisya sekaligus mengancam jika ia akan menghabiskan uang suaminya untuk memborong semua dagangan yang ada di mall itu


"sayang saatnya kita habiskan uang papa kamu,,biar papa kamu kapok." ucap Raisya pada Pelangi yang kini masih duduk anteng di pangkuannya.


"gak apa apa..malah papa senang, bahkan kalau kalian mau, papa bisa mengambil alih mall ini sekarang juga buat kalian." jawab Arya santai.


Raisya membelalakkan matanya ketika mendengar Arya akan mengambil alih kepemilikan mall itu kalau ia mau..dengan kata lain suaminya itu bisa dengan mudah membeli mall itu.


"gak usah aneh aneh deh mas..gak lucu tau."


Melihat reaksi sang istri, Arya hanya tersenyum..kemudian ia mengajaknya turun dari mobil..mengeluarkan striker baby yang ada di bagasi mobilnya untuk mengajak si kecil jalan jalan.


.


Raisya pun ikut keluar dengan menggendong Pelangi yang sedari tadi duduk di pangkuannya.


Arya mengambil alih Pelangi dari gendongan Raisya kemudian mendudukkannya di atas stroller dan mereka pun langsung masuk ke mall yang mereka datangi.


Ternyata sampai di dalam mall, Raisya punya ide yang brilian.


Ia mengajak Arya untuk belanja baju baju mulai dari ukuran kecil hingga dewasa.


Arya sedikit bingung karena istrinya mengambil banyak baju yang dirasa bukan ukurannya.


Tapi ia tak berkomentar apapun, ia hanya mengikuti istrinya saja sambil mendorong si kecil yang ada di atas strollernya.


Setelah puas dengan bagian baju, Raisya mengajak Arya pergi ke bagian mainan anak anak dan lanjut ke bagian buku buku dan peralatan sekolah.


Raisya membeli banyak buku dan peralatan sekolah disana.


"sayang, kamu beli mainan dan buku buku sebanyak ini mau kamu apakah..?" tanya Arya sedikit bingung dengan apa yang di beli oleh istrinya.


"sudah, mas Arya tenang saja, kan tadi mas Arya bilang, aku boleh membeli apa saja disini.?" jawab Raisya tanpa memberitahu untuk apa barang barang itu semua.


"iya iya terserah kamu saja..yang penting kamu bahagia..iya gak sayang,,apapun akan papa lakukan untuk kebahagiaan mama dan juga kamu." ucap Raya pada si kecil yang ada di strollernya.


...*****...


"yasudah kita cari makan dulu ya,, kamu mau makan apa.?"


"hmmz,,apa aja deh lihat nanti.."


"ayo sayang kita cari makan dulu, mama sama adik kamu sudah lapar katanya." ucap Arya pada Pelangi dan menyebut bayi yang masih dalam perut Raisya adalah adiknya.


Mereka,,Arya, Raisya dan Pelangi pergi ke restoran yang ada di mall tersebut untuk makan siang.


Sebenarnya belum waktunya makan siang, tapi sang Raisya sudah merasa kelaparan.


Kebetulan di area restoran tersedia area bermain anak atau Playground..jadi ketika Arya dan Raisya makan siang bisa sekalian menemani si kecil bermain.


Sekitar satu jam mereka ada di restoran,


"bagaimana sudah puas belanjanya?" tanya Arya pada Raisya yang baru saja selesai makan.


"hmm masih ada satu lagi yang kurang,," jawab Raisya seraya pergi dari resto dan mengajak sang suami belanja lagi.


Kali ini Raisya membeli bahan bahan pokok, seperti beras,gula, dan yang lainnya.


Ia membeli beras beberapa karung isian 10 kiloan per karungnya.


"sepertinya sudah cukup untuk hari ini,, sekarang kita langsung ke panti." ucap Raisya pada akhirnya.


"oh jadi kamu belanja ini semua untuk anak panti.?" tanya Arya pada Raisya yang ternyata seperti dugaannya istrinya itu belanja banyak barang untuk penghuni panti asuhan.


"lha iyalah mas, untuk siapa lagi, lagipula dirumah persediaan kita masih banyak, sedangkan di panti? mereka perlu uluran tangan kita mas, perlu kepedulian kita."


"terus kamu sendiri ? gak ada sesuatu yang pengin kamu beli?" tanya Arya kembali.


"mas, kan aku sudah bilang, kalau aku gak butuh apa apa, karena yang aku butuhkan sudah tersedia dirumah. Jadi untuk apa lagi aku beli,,ngabisin uang saja..mendingan uangnya kita tabung buat masa depan Pelangi dan anak kita nanti." jawab Raisya dengan bijak.


"sayang, aku salut sama pemikiran kamu, tapi asal kamu tahu saja, untuk masa depan Pelangi dan bayi kita yang sebentar lagi akan lahir, aku sudah menyiapkan semuanya..insya Allah mereka tak akan kekurangan dalam hal pendidikan atau apapun, apalagi kasih sayang kita."


Raisya tersenyum mendengar ucapan Arya, suaminya itu begitu memperdulikan masa depan anak anaknya tanpa ia ingatkan.


Arya benar benar suami dan ayah yang bertanggung jawab.


"aku bahagia dan bangga mas, punya suami seperti mas Arya..mas Arya suami dan ayah terbaik buat aku dan anak anak kita."


"apalagi aku sayang, aku bahagia dan juga bangga sekali pada diriku sendiri, karena aku bisa mendapatkan istri sebaik kamu."

__ADS_1


Arya dan Raisya saling memuji satu sama lain, mereka benar benar pasangan yang harmonis dan selalu terlihat bahagia.


Karena memang mereka berdua mengutamakan kebahagiaan keluarga di atas yang lainnya


Kehidupan mereka layaknya seperti surga dunia, saling mencintai dan menyayangi satu sama. lain.


......................


Panti Asuhan.


Kini Arya dan Raisya dan juga si kecil Pelangi sudah sampai di panti Asuhan tujuan mereka.


Tempat dimana keluarga Wijaya mengadopsi secara resmi Arya dan menjadikannya anak mereka.


Banyak kenangan yang Arya lalui disana.


Suka maupun duka pernah ia rasakan di tempat itu.


Tempat dimana wanita yang dikatakan ibu kandungnya meninggalkannya.


"Assalamualaikum pak.." sapa Arya pada pak Wito penjaga panti asuhan.


Pak Wito mengabdi di panti sudah sejak lama, bahkan dari kecil Arya sudah mengenal pak Wito.


Ia dan istrinya mengabdi di panti dan mengurus anak anak dengan baik.


Kebetulan juga pak Wito dan istri tak punya anak, jadi mereka menganggap anak anak panti disana sebagai anak anak mereka sendiri.


"waalaikumsalam pak Arya, buk Raisya apa kabar?" jawab pak Wito seraya menanyakan kabar Arya dan Raisya.


"Alhamdulillah kami baik pak, bapak sendiri bagaimana ? baik baik juga kan? beberapa waktu lalu saya kesini tapi tak bertemu dengan bapak?" tanya Arya kembali.


"Alhamdulillah bapak juga baik pak...ow mungkin waktu pak Arya kemari, bapak sedang menjemput anak anak ke sekolah jadi tidak ketemu."


"oh begitu ya pak.. oiya pak apa ibu panti ada di dalam?" tanya Arya kemudian.


"ow ada pak silakan masuk, kebetulan juga di dalam ada tamu yang juga mau bertemu ibu panti."


"oiya,,berarti ibu pantinya sibuk pak..?"


"tidak juga pak, tadi bapak lihat mereka berbincang santai saja sekalian menemani anak anak bermain..pak Arya dan ibu silakan langsung masuk saja."


" baiklah kalau begitu pak kami masuk dulu..ehm di mobil ada beras dan bahan makanan yang lain bisa minta tolong untuk dibawa masuk pak ?"


"iya pak bisa,,pak Arya dan ibu langsung masuk saja biar bapak dibantu anak anak membawa masuk barang barangnya."


"iya pak, terimakasih sebelumnya. ayo sayang kita masuk. di luar panas kasian kamu sama Pelangi juga." Arya mengajak Raisya dan Puteri kecilnya masuk ke dalam panti.


"Assalamualaikum." salam Arya dan Raisya kompak ketika masuk kedalam panti .


"waalaikumsalam...pak Arya , ibu Raisya mari masuk.." jawab ibu panti kemudian mempersilakan Arya dan Raisya masuk dan duduk bersama anak anak panti yang sedang bermain.


Begitu pula dengan Pelangi,. ia senang sekali berada disana karena banyak temannya.


Banyak anak kecil disana.


"pak Arya dan ibu Raisya kabar ?" sapa ibu panti pada Arya dan Raisya sekalian menanyakan kabar.


"Alhamdulillah baik bu..ibu sendiri bagaimana?" tanya Kembali Arya pada Bu panti.


.


"Alhamdulillah baik juga pak Bu,,cuma bertiga saja kesini , tumben ibu Lina tidak ikut, biasanya beliau tidak pernah ketinggalan."


"iya Bu, sebenarnya mama tidak tahu kalau kami kemari, karena tadinya kami cuma jalan jalan keluar saja sebentar terus istri saya minta mampir kemari sekalian mengunjungi anak anak." jawab Arya seraya menemani Pelangi bermain dengan anak panti.


"ohw begitu, ngomong ngomong bagaimana kabar kehamilan ibu,,sehat sehat kan? gak ada masalah kan?" tanya ibu panti pada Raisya.


"Alhamdulillah Bu. berkat doa ibu dan anak anak kemarin, semuanya lancar dan baik baik saja, semoga kedepannya terus begitu sampai persalinan nanti." jawab Raisya di lanjutkan dengan kata. Aamiin bersamaan dengan ibu panti.


.


"iya Bu syukurlah kalau begitu, tapi itu bukan semata mata dia dari kami saja, tapi juga anugerah dari yang maha kuasa, kehamilan ibu berjalan dengan lancar."


.


"oiya Bu, tadi pak Wito bilang ibu sedang ada tamu, mana tamunya ?" tanya Arya saat tak melihat ada tamu yang lain selain dirinya dan keluarga kecilnya disana.


"ehm..." belum sempat ibu panti menjawab, tiba tiba saja muncul seorang wanita paruh baya di depan mereka.


"maaf bu, kal....." ucapan Ibu itu terhenti ketika melihat sosok yang tak asing baginya berada disana .


"ibu Ari...ibu ada disini juga..?" tanya Arya sedikit terkejut melihat ibu Ari, cleaning service di kantornya berada di panti yang sama dengannya.


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉

__ADS_1


__ADS_2