
Arya begitu puas dengan kejadian malam ini..ia mengenalkan Raisya sebagai istrinya,,istri yang sangat dicintainya,,wanita yang dulu mereka hina karena miskin..dan kini Raisya jauh berada diatas mereka.
Dari dulu Arya memang tak suka melihat orang direndahkan hanya karena status ekonominya..
Karena dulu ia pun bukan siapa siapa jika tidak di angkat anak oleh keluarga Wijaya.
"sayang,,perkenalkan ini tante Mayang mamanya Leo.." Arya memperkenalkan Raisya pada wanita paruh baya,,mungkin seumuran dengan mamanya,,yaitu mamanya Leo sang asisten.
"saya Raisya tante..senang berkenalan dengan tante.."
"sama sama ibu Raisya..saya juga senang berkenalan dengan ibu ..Leo sudah sering bercerita soal ibu.."
Raisya dan mamanya Leo saling berjabat tangan dan saling berpelukan.
"tolong kalau boleh jangan panggil saya ibuk ..panggil saja Raisya..biar lebih akrab.."
"tapi ibu kan atasan anak saya,,akan terlihat tidak sopan.."
"gak apa apa tante..yang atasan pak Leo adalah suami saya itu pun jika di kantor..kalau di luar kantor kami sudah seperti saudara..iya kan mas.?." tanya Raisya seraya melirik sang suami.
"iya tante..istri saya benar..kita sudah seperti keluarga.." jawab Arya membenarkan ucapan sang istri.
Mereka pun semakin akrab satu sama lain..Raisya berbincang santai dengan ibu Mayang mamanya Leo..sedangkan Arya berbicara dengan Leo soal kerjaan atau hal yang lain..termasuk soal keluarga Kevin beserta calon istrinya Vanesa..semua akan diselidiki.
"bagaimana pak dengan keluarga pak Kevin..??" tanya Leo pada atasannya yaitu Arya.
"seperti yang saya duga sebelumnya..mereka semua terkejut saat mengetahui bahwa Raisya adalah istri saya.."
"terus bagaimana dengan mbak Raisya pak..apa mbak Raisya juga kaget ketika bertemu dengan keluarga pak Kelvin..?"
"Raisya memang terlihat sedikit terkejut tapi ia berusaha tampil dengan wibawanya sebagai istri saya.."
"mungkin mbak Raisya teringat akan penghinaan mereka waktu dulu.."
"kamu benar Leo..saya pun jika mengalami hal yang sama pasti sangat kesal dan marah,,direndahkan hanya karena status sosial."
Arya merasa miris jika harus mendengar cerita masa lalu sang istri yang dulu di hina dan direndahkan hanya karena ia berasal dari keluarga miskin..seandainya ia mengenal Raisya dari dulu,,ia tak kan membiarkan seorang pun menghina dan merendahkan wanita yang dicintainya.
Disela sela ngobrol dengan Leo..tiba tiba terdengar panggilan untuk Arya dari atas podium..untuk memberikan sedikit sambutan selaku pemilik Wijaya group.
"pak nama anda di panggil..silakan anda maju kedepan.." Leo mempersilakan Arya untuk maju ke depan untuk memberikan sedikit kata sambutan.
Arya pun berjalan penuh wibawa menuju podium untuk memberikan sedikit kata sambutan.
Satu dua kata terucap dari mulut Arya..dan pada akhirnya.
"saya dahulu tidak seperti yang anda sekalian lihat sekarang,,saya hanyalah seorang anak gelandangan yang di angkat anak oleh keluarga Wijaya saat berusia 7 tahun."
"Banyak cobaan dan penderitaan yang saya alami saat itu..mulai dari penghinaan orang orang hingga direndahkan oleh orang sekitar karena miskinnya saya waktu itu..
tapi nasib berkata lain saya ditemukan tergeletak di pinggir jalan oleh pak Wijaya dan istrinya yang kala itu sedang melintas..dan sampai akhirnya mereka mengadopsi saya dan memberi nama keluarganya di belakang nama saya.. " mendengar ucapan Arya Keluarga Kelvin seperti terkena sindiran..apalagi Arya saat berbicara menghadap ke arah meja mereka...ya memang itu rencana Arya,,ia ingin sekali membalaskan sakit hati sang istri yang pernah mereka hina dimasa lalu.
"Disaat usia saya yang sudah cukup untuk berumah tangga,,saya pun dipertemukan dengan seorang wanita spesial ..ia yang saya kenal hanya sebagai orang biasa..anak penjual sayur keliling,,tapi ia dan orang tua angkat saya yang membuat saya mengerti arti sebuah cinta dan ketulusan.."
"Anda semua perlu tahu..saya sempat ragu saat mengenalkan calon istri saya dulu pada kedua orang tua saya..karena bisa di bilang keadaan status sosial kami berbeda jauh..tapi saya salah,, karena justru mereka lah yang mendukung saya untuk segera menikahinya.."
"mereka tak memperdulikan asal usul calon istri saya disaat itu..yang mereka tahu saya sudah memilih partner hidup yang tepat..keluarga saya hanya menilai dari kepribadian dan sikap seseorang bukan dari segi miskin atau kaya nya mereka dan wanita yang menjadi istri saya sekarang dianggap mereka sebagai jelmaan malaikat yang dikirim Tuhan untuk keluarga kami..karena setelah kehadirannya di tengah tengah kami hidup keluarga kami selalu di liputi kebahagiaan.."
"Keluarga besar kami menganggap semua orang itu sama di hadapan Tuhan..miskin ataupun kaya itu hanyalah sebuah titipan..kekayaan bukan untuk kita sombongkan,,begitu pula dengan kemiskinan bukan untuk dihina dan direndahkan.."
"Dan kali ini di hadapan anda semua saya akan mengenalkan wanita spesial dalam hidup saya.." dan Arya pun berjalan turun dari podium untuk menjemput Raisya, Wanita spesialnya,,istrinya..
Arya menggandeng tangan sang istri berjalan kembali ke atas podium..saat mereka ber 2 berjalan beriringan..kilatan Blitz kamera terus menerpa mereka bergantian..seakan mereka seorang pejabat atau superstar..dan tentu saja di ikuti riuh tepuk tangan dari para tamu undangan malam itu.
"inilah wanita spesial dalam hidup saya...dia cinta terakhir dalam hidup saya..setelah mama saya..dialah Wanita sederhana anak dari tukang sayur keliling,,tapi sekarang ia adalah hidup saya..dialah Raisya,,istri saya.." Arya kembali berkata kata setelah sampai diatas podium ditemani Raisya..semua orang yang hadir merasa terharu dengan perjalanan hidup seorang Arya Wijaya yang mungkin mereka pikir tak memiliki masa lalu yang kelam.
Akhirnya Arya pun mengakhiri sambutannya dan kembali ke meja nya bersama sang istri Raisya.
Mereka ber 2 kembali ke tempat semula bersama Leo dan mamanya.
15 menit kemudian Arya dan Raisya beserta Leo dan mamanya pamit pada sang tuan rumah padahal mereka tahu acara malam ini belum selesai.
__ADS_1
"maaf pak Wahyudi dan ibu kami mohon pamit.." ucap Arya seraya pamit pada Keluarga bapak Agus wahyudi alias keluarga Kelvin.
"tapi pak Arya,,acara kan belum selesai..jadi kenapa sudah mau pamit..apa ada pelayanan kami disini yang kurang berkenan bagi pak Arya beserta istri atau...." Pak Wahyudi berusaha menahan Arya dan Raisya untuk tetap tinggal disana sampai acara selesai..tapi Arya menolaknya dengan sopan.
"maaf pak bukan karena itu,,tapi memang kami masih ada acara lain yang lebih penting, jadi sekali lagi kami mohon maaf harus pamit sekarang.."
Jawab Arya dengan nada yang dirasa cukup sopan.,,padahal itu hanya basa basi saja,,seandainya mereka bukan keluarga yang dulu pernah menghina istrinya,,pasti ia akan merasa nyaman dalam acara itu..tapi terlalu lama berada disana ia takut tak bisa mengontrol emosi dan juga kata katanya pada keluarga wahyudi.
Raisya yang berada disamping Arya tak berucap sepatah katapun saat pamit..ia hanya berjabat tangan dan berpelukan dengan ibunya Kevin beserta Livi,,adik perempuan Kelvin.
Dan tentu saja pamit pada Kevin dan Vanesa. yang juga berada disana.
Pada akhirnya mereka pun meninggalkan tempat itu.
Sebelum kembali ke hotel..Arya mengajak Leo beserta mamanya untuk makan malam di restoran ternama di Surabaya..yang tentu saja tak terlalu jauh..Karena jujur saat di undangan tadi Arya tak berselera makan..ia hanya fokus pada keluarga Kelvin.
"Leo..bagaimana kalau kita pergi makan malam dulu,,?" Ucap Arya yang duduk bersebelahan dengan Leo yang sedang mengemudi.
"bagaimana tante,,tante tidak keberatan kan kalau kita makan malam dulu..?" kini giliran Arya yang menoleh ke belakang bertanya pada mamanya Leo yang duduk bersebelahan dengan Raisya..
"ya mumpung kita lagi di Surabaya.." ucap Arya selanjutnya.
"kalau tante sih ngikut apa kata pak Arya saja.." jawab ibu Mayang polos.
"tolong saya mohon sama tante,,jangan panggil saya pak..memang saya ini atasan Leo,,tapi itu di kantor..kalau di luar jam kantor kami sudah seperti keluarga..jadi tante panggil saja Arya ya.."
"iya pak,,eh Mas Arya,,boleh kan kalau saya panggil mas saja..?"
"iya tante gak apa apa..lagipula saya juga masih pantas kan untuk di panggil mas..??" canda Arya untuk mencairkan ketegangan antara atasan dan bawahan.
Beberapa menit kemudian mobil yang mereka kendarai sampai di parkiran sebuah restoran xx.
Dengan mesra nya Arya menggandeng sang istri masuk ke restoran,,di ikuti Leo dan mamanya dari belakang.
Setelah memilih tempat yang tepat mereka pun duduk saling berhadapan..dan setelah mendapatkan buku menu makanan..Raisya pun dengan sigap melayani sang suami memilih menu makanan.
"mas,,mau makan apa.."
"apa aja sayang,,apapun pilihan kamu pasti aku makan.." jawab Arya seraya menatap hangat sang istri yang ada disampingnya..
"inilah yang akan selalu kami tunjukan pada seluruh dunia kalau kami saling mencintai satu sama lain..iya kan sayang..?" jawab Arya lagi lagi tersenyum memandang lekat istrinya..serta memegang tangan sang istri.
Raisya pun turut tersenyum seperti sang suami..karena hanya kebahagiaan lah yang ia rasakan saat ini dan ia berharap untuk selamanya sampai maut memisahkan mereka.
"senang sekali melihat mbak dan mas bahagia terus seperti ini..semoga langgeng terus ya mas,,mbak.."
"Aamiin.." mereka ber 4 kompak meng Aamiin kan doa ibu Mayang.
"makasih ya tante atas doanya.." jawab Raisya berterima kasih.
"sama sama mbak mas..itu lho Leo makanya kamu cepetan nikah..apa kamu gak pengen seperti bos kamu ini.." kata ibu Mayang untuk Leo anaknya.
"ma..menikah itu bukan sebuah perlombaan,,memang mungkin Tuhan belum ngasih Leo jodoh mau gimana lagi.." jawab Leo memelas,,minta pengertian dari sang mama.
"mbak Raisya dan mas Arya,, kalau punya kenalan seorang wanita boleh donk dikenalin sama Leo..tante juga sudah pengen banget punya menantu..apalagi kalau orangnya seperti mbak Raisya..sudah orang nya cantik,,baik,,pinter lagi..pasti bahagia banget hidup tante..sama seperti apa yang dirasakan orang tua mas Arya..karena punya menantu sebaik mbak Raisya.." ujar bu Mayang.
Ibu Mayang kelihatan sangat menyukai sosok Raisya..ia jadi sangat ingin memiliki menantu seperti Raisya..walaupun gak sama persis setidaknya calon menantunya nanti memiliki kepribadian seperti Raisya.
"tante ini terlalu berlebihan memuji,,saya jadi merasa gak enak.." ucap Raisya malu ketika mendengar ibu Mayang memujinya.
"tante gak memuji tapi ini memang kenyataannya iya kan mas..?" giliran ibu Mayang melontarkan tanya pada Arya.
"iya sayang apa yang di katakan tante Mayang memang benar adanya..pasti banyak pasangan orang tua diluar sana yang menginginkan sosok menantu seperti kamu..dan aku dan keluarga ku lah yang pertama kali beruntung bisa mendapatkan seorang istri & juga menantu seperti kamu.." lagi lagi Arya memuji sang istri di depan umum...membuat Raisya melayang di awang awang.
Selesai makan malam..Arya meminta Leo dan ibunya untuk tidak mengantarnya dan Raisya kembali ke hotel..
"bapak & mbak Raisya mau kembali ke hotel sekarang atau masih mau diantar kemana..??" tanya Leo.
"gak usah Leo,,ini sudah malam kamu antar saja mama kamu pulang.."
"tapi bagaimana dengan bapak dan mbak Raisya..??"
__ADS_1
"kamu gak perlu khawatir..saya dan Raisya bisa pulang naik taxi..sekalian kita mau cari angin sebentar.."
"baiklah kalau begitu pak..saya dan mama saya permisi dulu selamat malam pak buk.."
"selamat malam.."
Sebelum berpisah mereka saling bertukar salam..begitu juga dengan Raisya dan ibu Mayang,,mereka sempat berpelukan sebentar sebelum berpisah.
Usai Leo dan mamanya pergi..Arya dan Raisya memesan taxi untuk kembali ke hotel..karena hari sudah larut.
Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di hotel tempat mereka menginap.
"mas,,aku ganti baju dulu ya.." Raisya pamit kamar mandi untuk ganti baju dan melakukan ritual rutinnya sebelum tidur malam.
"iya sayang.."
Selagi sang istri di kamar mandi,,Arya membuka ponselnya,,ia menghubungi orang suruhannya yang ditugaskan mencari tahu tentang keluarga Agus Wahyudi..setelah beberapa menit berbicara dengan orang suruhannya Arya memutuskan sambungan ponselnya saat mendengar Raisya keluar dari kamar mandi.
"siapa yang nelpon malam malam begini mas..?" tanya Raisya yang baru saja bergabung duduk di sofa setelah sebelumnya dari kamar mandi.
"Leo.." jawab Arya singkat.
"pak Leo ?? " ulang Raisya sedikit terkejut karena baru sejam yang lalu mereka bertemu dan sekarang sudah menelepon suaminya.
"iya sayang Leo tanya apa kita sudah sampai di hotel belum..kalau belum Leo berniat kembali menjemput kita karena ia dan mamanya sudah sampai dirumah.." Arya berbohong lagi kali ini..padahal bukan Leo yang berbicara dengannya via telepon.
*maafkan saya Sya,,bukan maksud saya bohong sama kamu,,tapi saya hanya ingin tahu latar belakang keluarga itu..kenapa dulu mereka begitu kejamnya menghina dan merendahkan kamu..itu saja gak lebih* ucap Arya dalam hati sebelum ia akhirnya meninggalkan sang istri ke kamar mandi.
**
"kamu belum tidur sayang,,? " tanya Arya saat ia bergabung diranjang yang sama dengan sang istri yang sedang sibuk mengutak atik ponselnya.
"belum mas,,ini lagi WA an sama Bella..nanyain kabar Pelangi dan juga keluarga disana.." jawab Raisya sambil membalas chat dari Bella dan duduk bersandar di kepala ranjang.
"semua baik baik saja kan..?" tanya Arya.
Raisya pun mengangguk dan tersenyum..kemudian meletakan ponselnya di atas meja samping tempat tidurnya.
"syukurlah kalau begitu,,sekarang kita bisa istirahat dengan tenang.." Arya mengajak sang istri untuk istirahat dan dengan manjanya Raisya memposisikan dirinya dalam dekapan suaminya..menggunakan lengan kekar Arya sebagai bantal tidurnya.
"mas,,,"
"hemmb.."
"apa selama ini..pak Leo gak punya teman wanita atau kekasih gitu..sampai mamanya meminta kita untuk mencarikan calon istri untuknya..?" tanya Raisya dengan posisi masih pada awalnya yakni dalam pelukan suaminya.
"setahu aku memang Leo tak pernah terlihat jalan dengan seorang wanita sih sayang..tapi aku gak tau pasti juga sih..soalnya aku gak mau ikut campur urusan pribadinya..ya yang ku tahu cuma sebatas kerjaan bukan kehidupan pribadinya.." terang Arya.
"padahal Pak Leo itu orangnya ganteng, jadi semestinya gak ada kesulitan untuk cari calon istri..pastinya banyak cewek yang bersedia menjadi pendampingnya.." mendengar sang istri memuji Pria lain di depannya,,Arya memelototkan kedua bola matanya ke arah sang istri pura pura marah..ia pun melonggarkan pelukannya terhadap Raisya.
"kenapa mas Arya lihatin aku kayak gitu?? aku benar kan..?" tanya Raisya polos tak mengerti isyarat Arya.
"iya kamu memang benar,,tapi ada salahnya juga..kamu mau tau salah kamu dimana..??"
"dimana..??" ulang Raisya.
"salahnya,,kamu itu memuji pria lain di depan suami kamu.." Arya pura pura kesal jika sang istri memuji pria lain di depannya
"jadi ceritanya pak Arya cemburu dengan asistennya sendiri..??" ledek Raisya sambil tertawa geli melihat ekspresi sang suami yang pura pura cemburu.
"enggak,,aku gak cemburu..siapa juga yang cemburu sama Leo..?? gak aku gak cemburu.." elak Arya.
Cuuuuup..
"sayang,,kamu gak perlu cemburu pada pria manapun..karena sampai kapan pun dihati aku cuma ada kamu,,hanya kamu pria yang aku cintai di dunia ini setelah ayah,,selama hidup ku..jadi jangan pernah ragukan cinta ku ke kamu yaa..?" Ucapan Raisya terlihat begitu tulus dari dalam hati membuat Arya terharu..dan ia pun langsung kembali mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala sang istri dengan lembut dan juga penuh ketulusan.
"iya sayang aku gak akan pernah meragukan ketulusan cinta kamu buat aku,,begitu juga sebaliknya jangan pernah ragukan juga ketulusan ku.."
Raisya pun mengangguk..dan karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam..akhirnya mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
...****************...
__ADS_1
to be continuedπππππ
"