
Setelah kejadian di acara tadi,,Arya dan Raisya langsung pamit pulang lebih dulu dan mohon maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan.
Dalam perjalanan pulang,,Raisya hanya duduk diam tak bersuara sedikitpun..ia merasa kasihan pada dirinya sendiri atas kejadian tadi..ia merasa di cap sebagai seorang pelakor..dan itu sangatlah menyakitkan.
"Sya,,kenapa kamu diam saja sayang,,kamu masih kepikiran masalah tadi..?? bener bener Reva sudah membuat kesabaran ku habis..besok aku akan memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasama bisnis dengan perusahaan temannya itu.."
"jangan mas,,jangan campur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan.."
"kamu masih saja membela Reva setelah apa yang dia lakukan sama kamu tadi..?? "
"mas,,aku tau bagaimana perasaan Reva,,pasti dia masih sangat mencintai kamu..hingga ia bisa berbuat seperti itu tadi..dan mungkin memang Reva yang lebih pantas mendampingi kamu..dia wanita yang sempurna..dia cantik,,pintar,,berpendidikan,,berwawasan..dan 1 lagi dia bisa mewujudkan impian keluarga mas untuk memiliki cucu..sedangkan aku tidak.." ujar Raisya di sertai tangisannya.
Seketika Arya mengerem laju mobilnya..membuat badan Raisya maju ke depan.
"sudah cukup ngomongnya..?? sekarang giliran aku yang ngomong,,seandainya kamu yang berada di posisi aku dimasa lalu,,apa yang akan kamu lakukan ketika orang yang kamu pikir baik ternyata menghianati kamu..?? apa kamu akan kembali mengulang kesalahan yang sama,,? enggak Sya aku bukan laki laki seperti itu..sekali aku di hianati,,aku tak kan bisa menerimanya lagi.." kata Arya pelan namun tegas .
"tapi mas,,Reva masih sangat mencintai kamu,,"
ucap Raisya sambil menitikkan air mata.
"tapi aku mencintai kamu sayang bukan Dia..bahkan asal kamu tahu aku mencintai kamu melebihi cinta ku pada diriku sendiri aku rela melakukan apapun demi kebahagiaan kamu.." ucapnya seraya memegang lembut tangan istrinya yang sedang menangis.
"sudah,,jangan hiraukan kata kata mereka lagi,,yang terpenting,,aku dan kamu,,kita berdua saling mencintai itu saja sudah cukup.." Arya menghapus air mata istrinya dengan ujung jarinya..
"kamu sudah berjanji gak akan menitikan air mata kesedihan lagi.."
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan pulang kerumah.
Sesampainya dirumah..mereka bertemu dengan mama dan papanya yang masih menonton tv.
"assalamualaikum ma pa.."
"waalaikumsalam..kalian sudah pulang..gimana acaranya..?" tanya ibu Lina sang mama..namun beliau melihat sisa sisa air mata di wajah menantunya..
"biasa biasa saja ma.." jawab Arya.
"ma pa Raisya ke kamar dulu ya.." pamit Raisya pada mertuanya..
"mas,,"
"iya sayang nanti aku nyusul.."
Raisya berjalan ke lantai atas menuju kamarnya..ingin sekali ia menangis sejadi jadinya mengingat apa yang terjadi tadi.
Sementara di bawah Arya mendapat tatapan tajam dari sang mama yang meminta penjelasan tentang kenapa menantu kesayangannya terlihat seperti habis menangis.
"Arya bisa kamu jelaskan apa yang terjadi dengan istri kamu..?? " tanya sang mama to the point.
"tadi saat di acara ada banyak wartawan yang menanyakan soal kejadian kemarin,,dan mereka pun mengungkit ungkit soal masa lalu Arya dengan Reva yang kandas..dan saat itu Reva muncul dan mengatakan kalau Raisya penyebab kandasnya hubungan kami dulu.."Arya menjelaskan apa yang telah terjadi pada mama dan juga papanya.
"terus apa yang kamu lakukan untuk membela istri kamu..?? " giliran pak wijaya yang bertanya.
"Arya berusaha menjelaskan pada mereka semua tentang apa yang sebenarnya terjadi..kalau bukan Raisya yang menyebabkan hubungan kami kandas waktu itu,,tapi karena Reva yang telah berselingkuh di belakang Arya..dan Arya juga mengatakan kalau kami putus jauh sebelum Arya mengenal Raisya,,jadi Raisya gak ada sangkut pautnya dengan masalah ini.." ucap Arya menerangkan pada kedua orang tuanya.
"kasihan Raisya..dia pasti merasa tertekan karena disebut sebagai perusak hubungan kamu & Reva..mama gak habis pikir kenapa Reva bisa senekat itu....terus bagaimana pendapat para wartawan setelah mendengar penjelasan kamu..apa mereka percaya..?"
"ya ma,,sepertinya mereka percaya dengan apa yang Arya katakan..dan Arya pun bisa memberikan bukti perselingkuhan Reva dengan laki laki itu..kalau mereka mau.." jelas Arya pada akhirnya.
"syukurlah kalau begitu,,sekarang kamu susul istri kamu..kasian dia..apa perlu mama bantu ngomong sama Raisya..??"
"gak usah ma..biar Arya sendiri yang menyelesaikan masalah ini..mama dan papa tenang saja ya..Arya ke kamar dulu..ma pa.."
Setelah memberikan penjelasan panjang lebar soal kejadian yang ia alami dengan Raisya malam ini pada mama & papanya..ia pun pergi ke kamar menyusul sang istri..
"Sya..sayang kamu dimana..?" Arya masuk ke kamar tapi tak melihat keberadaan istrinya di sana.
"Sayang,,kamu dimana..??" Arya mencoba mencarinya di kamar mandi..dan pintunya terkunci dari dalam...terdengar gemericik air disana.
"Sya,,kamu gak apa apa ,,? sayang..??" Arya menggedor gedor pintu kamar mandi beberapa kali.Dan setelah ketukan ke 5 Raisya baru keluar dengan masih memakai baju yang sama saat pergi tadi.
"sayang kamu gak apa apa..??"
__ADS_1
"aku gak apa apa mas..aku mau ganti baju dulu terus tidur aku capek ngantuk.." Raisya mencoba menghindari Arya yang masih ingin mendengar penjelasan darinya.
Arya pun hanya bisa mengiyakan ucapan istrinya,,ia tak ingin membuat istrinya semakin sedih lagi.
Melihat sang istri berangkat tidur setelah ganti baju..ia pun segera bersih bersih dan juga ganti baju kemudian berangkat tidur disamping sang istri.
Tapi tak seperti biasanya,,Raisya tidur membelakangi Arya suaminya.
Arya mengerti dan dapat merasakan bagaimana perasaan istrinya saat ini..mungkin Raisya perlu ketenangan..jadi Arya pun memutuskan untuk tak mengganggunya malam ini.
Semalaman Raisya tak bisa tidur pikirannya masih terbayang kata kata pelakor tadi malam..dan itu sangatlah menyakitkan hatinya..dia bukan pelakor ,dia & Arya saling mencintai..walaupun sebelumnya pernikahan mereka hanya berstatus kontrak tapi sekarang kontrak itu sudah di batalkan dan mereka telah menjadi pasangan suami istri seutuhnya.
Begitu juga dengan Arya..ia pun tak bisa tidur nyenyak malam ini..ia merasa sangat bersalah pada Raisya atas kejadian tadi malam. Dan ini semua gara gara Reva,,wanita itu benar benar membuat kesabarannya habis..ia bersumpah tak akan mau berhubungan lagi dengan wanita itu..bertemu pun sudah tak sudi..apalagi bekerja sama dengan klien yang melibatkan wanita itu di dalamnya.
Pagi harinya seperti biasa,,Raisya bangun lebih awal dari Arya dan yang lain..setelah melakukan ritual paginya,,ia pun segera turun ke dapur untuk memasak & menyiapkan sarapan untuk suami & mertuanya.
"mbak Raisya sudah bangun,,?" sapa bibik ketika melihat menantu majikannya tiba didapur.
"iya bik..bibik mau masak apa pagi ini..biar Raisya bantu.."
"gak usah mbak,,biar bibik aja yang masak mbak Raisya tunggu aja..disana sambil duduk atau mau bibik buatkan teh atau susu hangat..?"
"gak usah bik makasih nanti Raisya buat sendiri aja..Raisya mau buatkan kopi panas untuk mas Arya saja bik.."
"iya mbak..air panasnya ada disana tinggal di tuang aja,,tadi barusan bibik isi.."
Bibik menunjukkan termos air panas yang ada di meja dapur pada Raisya yang akan membuat kopi untuk suaminya.
Setelah kopinya jadi Raisya segera mengantarnya ke kamar sebelum nanti keburu dingin.
"mas,,bangun sudah siang.." Raisya membangunkan suaminya sambil membuka korden dan jendela kamarnya agar udara pagi yang segar bisa masuk.
"bangun mas,,sudah siang.." Raisya duduk di tepi tempat tidur,,dimana ada suaminya yang masih tidur.
Arya membuka matanya perlahan dan melihat sang istri nya sudah duduk cantik di sampingnya.
"bangun sudah siang..ini sudah aku buatin kamu kopi..ntar keburu dingin.."
"gak mau..." bukannya bangun Arya malah menarik sang istri hingga terjatuh di pelukannya.
"ini masih pagi sayang bentar lagi yaa.." Arya semakin mengeratkan pelukannya ketika merasa sang istri berusaha melepaskan diri dari dekapannya.
"mas lepasin aku mau nyiapin sarapan di bawah.." Raisya berusaha melepaskan diri ari rengkuhan suaminya.
"sudah ada bibik yang nyiapin,,kamu disini saja temani aku sebentar.." Arya bicara tanpa membuka matanya tapi tangannya dengan begitu erat merengkuh istrinya.
"mas,,mama manggil aku.." Raisya mencoba mengalihkan perhatian Arya agar pria itu melepaskannya.
"mana ,,? aku gak denger suara mama.."
"beneran mas,," dan Akhirnya Raisya berhasil melepaskan diri dari dekapan suaminya dan berlari keluar kamar,,sampai di pintu ia berhenti sejenak dan menatap suaminya dengan senyuman jahilnya..
"awas kamu nanti yaa,," Ancam Arya sambil tersenyum melihat sang istri kabur dari rengkuhannya.
setengah jam kemudian.
Arya kebawah dan langsung menuju dapur..karena pastinya sang istri ada disana.
"pagi sayang.." Arya datang dan memeluk istrinya dari belakang.
"mas,,aku lagi goreng ikan ini..lepasin.." Raisya kembali berusaha melepaskan pelukan suaminya karena saat ini ia sedang menggoreng ikan lagipula disana ada bibik juga.
"mas,,malu diliatin bibik disini.." Akhirnya Arya melepas pelukannya saat ia sadari ada orang lain disana yaitu bibik.Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena menahan malu kelakuannya diliat si bibik.
Raisya hanya bisa menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah suaminya..yang terlihat malu karena bibik melihat Arya memeluk nya.
Sambil menunggu Raisya menyiapkan sarapan Arya membaca surat kabar yang baru saja di antar oleh satpam depan ditemani secangkir kopi buatan sang istri.
Alangkah kagetnya ia saat melihat halaman depan surat kabar pagi ini..disana terpampang jelas fotonya bersama Raisya semalam..disana juga ada foto Reva.
Pada halaman depan itu tertulis dengan jelas..judulnya *.isu orang ketiga kandasnya hubungan konglomerat muda Arya wijaya dengan Reva Angeline dimasa lampau ternyata bukan berasal dari pihak Arya melainkan Reva*
__ADS_1
Arya membaca dengan seksama berita itu siapa tahu ada yang membuat berita hoax lagi..dan ternyata mereka memuat tentang klarifikasi Arya soal isu bahwa Raisya bukan orang ke 3 di balik kandasnya hubungannya dengan Reva dimasa lalu melainkan Reva ada hubungan dengan pria lain di belakangnya..dan sekarang para wartawan sedang mencari tahu siapa pria itu..Arya tersenyum puas melihat berita hari ini karena masalahnya dengan Reva sudah berakhir dan nama baik sang istri sudah kembali.
Ia pun segera menyembunyikan surat kabar itu di bawah meja agar Raisya tak melihatnya..pikirannya pasti akan sedikit terganggu bila melihat berita ini,walaupun ini bukan berita buruk..tapi bila menyangkut soal Reva,,pasti sang istri sangat sensitif,, jadi akan lebih baik bila semua itu tak diketahui Raisya.
Diapartemen Reva.
"brengsek,,bener bener menyebalkan kamu Arya..berani beraninya kamu membongkar semuanya di depan wartawan..kamu sudah membuatku malu..karena pasti sekarang para wartawan sedang memburuku untuk mencari informasi tentang Firman.." Ya Firman adalah kekasih Reva saat ia menjalin kasih dengan Arya dulu..dan sampai sekarang pun mereka masih tetap berhubungan.
"enggak ini gak boleh terjadi,,wartawan gak boleh sampai bertemu dengan Firman..kalau sampai mereka ketemu bisa hancur reputasiku.."
***
"sayang gimana kalau kita jalan jalan,,ini kan hari minggu.." Arya mencoba mencerahkan suasana hati istrinya yang sedari tadi murung dengan mengajaknya jalan jalan.
"gak lah mas,,aku lagi males kemana mana,,aku mau dirumah aja.." tolak Raisya.
"ayolah sayang,,aku gak mau liat kamu murung gini terus..ya kita ke mall atau kemana gitu.."
"mas aku gak apa apa beneran..dirumah aja ya.." Melihat sang istri enggan di ajak jalan akhirnya Arya pun menyerah..dan menemani sang istri dirumah sambil memainkan ponselnya,,sedang sang istri sedang membaca majalah fashion..kelihatannya Raisya mulai tertarik di bidang fashion.
"oiya mas,,baju ini bagus ga...??" Raisya memperlihatkan sebuah gaun sederhana berwarna biru dengan aksen pita bagian depannya.
"iya bagus,,kamu mau,,? kalau kamu mau kita bisa beli.." jawab Arya kemudian setelah melihat gambar yang ditunjukkan Raisya padanya.
Raisya berdecak mendengar tawaran Arya yang mengajaknya membeli baju itu.
"enggak mas,,baju ku sudah banyak,,dan sebagian juga belum aku pakai sama sekali.."
"lha terus,,??"
"pasti seneng banget ya perancangnya bisa membuat baju sebagus ini..??" akhirnya Arya paham kalau sang istri mulai tertarik dengan dunia fashion.
"jadi kamu mulai tertarik dengan dunia Fashion?? gimana kalau kamu kuliah aja lagi di bidang fashion designer..? "
"mas,,aku ini sudah menikah & jadi ibu rumah tangga,,jadi mana mungkin aku kuliah lagi,,lagipula kalau aku kuliah lagi takutnya gak ada yang ngurusin kebutuhan kamu mas..?"
"lha terus mau kamu apa sekarang,,? setahu aku gak ada larangan wanita sudah menikah untuk kuliah lagi "
"iya tapi nantinya aku pasti akan terlalu sibuk dengan kuliah ku..gak usah lah.."
Tak lama ibu Lina muncul dengan pakaian rapi dan menenteng tas kecil brandednya bersama suaminya.
"lho mama sama papa mau kemana rapi amat,,? tanya Arya penasaran.
"lho kalian kok belum siap siap,,kalian lupa kalau hari ini kita ada undangan acara di panti asuhan..?"
"ya Tuhan iya ma Arya lupa,,oiya sayang kita ada undangan tasyakuran di panti karena gedung mereka yang baru sudah jadi..aku lupa kasih tahu kamu.."
"ya sudah kalian ganti baju sana gih mama sama papa tunggu di mobil,,jangan lama lama,"
Raisya dan Arya segera kembali ke kamar untuk ganti baju..dan pergi ke acara panti bersama mama dan papanya.
Arya dan orang tuanya berharap dengan pergi ke panti dan bertemu anak anak panti Raisya bisa sedikit terhibur..Dan keluarga Wijaya memang sudah lama menjadi donatur tetap di panti itu.
Kedatangan mereka disambut gembira oleh anak anak panti..dan keluarga Wijaya pun tak pernah kesana dengan tangan kosong..mereka selalu membawa oleh oleh untuk anak anak panti disana.
Dan benar saja,,Raisya terlihat bahagia bermain bersama anak panti disana,,ia bisa sedikit menepikan kesedihannya.
"Lihat Arya istri kamu terlihat sangat bahagia bermain dengan anak anak..dia sangat menyukai anak anak.." ujar sang mama.
"iya ma Arya tahu tapi sayang sekali kesempatan nya memiliki anak sangatlah kecil..dan itulah yang membuatnya merasa tak sempurna menjadi seorang istri dan seorang menantu.." Arya bicara pelan sambil menatap sang istri yang sedang bermain dengan anak anak panti.
"kamu yang sabar Arya..kamu harus selalu berikan motivasi untuk istri kamu,,harus lebih banyak meluangkan waktu untuknya agar ia merasa di perhatikan dan dibutuhkan.." pesan ibu Lina pada Arya.
Arya pun mengangguk mengiyakan ucapan mamanya.
"bagaimana kalau kalian mengadopsi salah satu anak dari panti asuhan ini,,sekalian bisa di jadikan pancingan agar kalian cepat memiliki momongan.."
"untuk saat ini Arya rasa waktunya belum tepat ma,,dokter menyarankan agar Raisya tidak terlalu lelah..bila kami mengadopsi seorang anak..pasti lah Raisya sangat senang tapi ia akan kecapean dan nantinya akan mengganggu kesehatannya.."
"kamu benar juga Arya..kasian dia.." ibu Lina menatap menantunya dengan tatapan sedih.Karena beliau paham begaimana perasaan menantunya itu dokter memfonisnya sulit punya momongan.
__ADS_1
...****************...
to be continuedπππππ