Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 34*


__ADS_3

Hari ini hari pertama Ramadhan...Arya sengaja menyetel alarm ponselnya agar bisa bangun sahur tepat waktu.


Sekarang ini waktu menunjukan pukul 3 pagi..alarm ponsel nya berbunyi..membuat Arya terbangun untuk mematikan alarm nya.


"sya,,sudah waktunya sahur..bangun yuk..katanya mau ikut puasa.."Arya bicara sendiri tanpa tahu kalau istrinya sudah tak disampingnya lagi..


Arya pun kaget tak melihat keberadaan sang istri di sampingnya.


Ia pun langsung bangun kemudian pergi ke kamar mandi,,untuk melakukan ritual paginya.Setelah itu ia pergi ke dapur untuk mencari istrinya dan yang benar saja,,istrinya sedang menyiapkan sahur di dapur membantu bibik..


"mas,,kamu sudah bangun..?? baru aja aku mau bangunin kamu,," ucap Raisya ketika melihat suaminya sudah berada tak jauh darinya,, Arya duduk di meja makan menunggu mama dan papanya untuk sahur


"Sya,,kamu yakin mau ikut puasa..??kalau gak kuat mending gak usah,,aku takut nantinya kamu malah sakit,,dan kalau kamu sakit bayi kita juga ikutan sakit.." tanya Arya penuh kekhawatiran.


"insyaAllah aku kuat kok mas,,ini kesempatan emas aku untuk banyak banyak bersyukur pada Tuhan karena aku dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan..dan ramadhan kali ini adalah ramadhan pertama ku sebagai seorang istri,dan aku gak mau menyia nyiakan kesempatan ini mas.,lagipula dokter juga bilang gak apa apa..." jelas Raisya


"ya sudahlah Arya,,gak apa apa kalau Raisya maunya begitu,," ucap sang mama yang muncul di tengah tengah mereka bersama suaminya.


"tapi ma,,kan Raisya lagi hamil,,,?"


"gak ada larangan bagi ibu hamil untuk berpuasa Arya,,kamu tenang saja ...Raisya yang paling ngerti kondisinya,,iya kan sayang..?" tanya mamanya pada Raisya sambil tersenyum.,dan Raisya pun mengangguk.


"yasudah kita sahur sekarang nanti keburu imsak.." ibu Lina mengakhiri perdebatan di meja makan dan mereka pun segera sahur.


***


Puasa Ramadhan kali ini di jalani Raisya dengan penuh semangat,,kehamilannya tak menyurutkan semangatnya untuk berpuasa,


Bahkan setiap hari ia ikut mempersiapkan makanan untuk berbuka Arya dan mertuanya..seperti hal nya hari ini..


"Assalamualaikum Sya,,aku pulang,,kamu dimana sayang,," mendengar suaminya datang Raisya segera meninggalkan dapur sebentar untuk menyambutnya..


"waalaikumsalam mas sudah pulang??" Raisya menjawab salam dan seperti biasa,,mencium tangan suaminya dan membawakan jasnya,,sementara untuk tas nya,,Arya sendiri yang membawanya.


"gimana pekerjaan hari ini,,lancar semua kan??"


"Alhamdulillah lancar sayang,,,terus gimana ni anak papa rewel gak di ajak mamanya puasa..??" ucapnya sambil mengelus dan mencium perut istrinya.


"aku gak apa apa kok mas,,malah aku ngerasa lebih enakan dari biasanya.."


"syukurlah,,oh iya nanti kan ada jadwal kamu periksa ke dokter Sya,,? " Raisya mengangguk mendengar ucapan Arya.


"iya mas nanti dokter nya praktek habis buka.,lebih baik sekarang mas mandi dulu,,ganti baju ,,terus istirahat..biar seger nantinya.." Arya mengangguk menyetujui ucapan istrinya,,dan mereka ber 2 pun pergi ke kamar.


Raisya menyiapkan baju ganti untuk suaminya,,saat sang suami masih mandi,,setelah itu ia kembali ke dapur melanjutkan masak untuk buka puasa.


***


Sehabis buka puasa dan sholat maghrib berjamaah,,Arya dan Raisya pamit untuk periksa kandungan ke dokter pada mama dan papanya.


"ma,pa kita mau pamit pergi ke dokter sebentar,,waktunya Raisya periksa ke dokter kandungan.."


"yasudah kalian hati hati ya,,kalau sudah selesai langsung pulang,,udara malam gak baik buat orang hamil.." pesan sang ibu sebelum anak dan menantunya berangkat..


"iya ma,,kalau begitu kita berangkat dulu..takut telat,,sudah janjian soalnya..gak enak kalau dokternya yang nunggu..Assalamualaikum,,"


"waalaikumsalam,,hati hati,,"


Arya dan Raisya berangkat setelah pamit pada mama dan papanya.


****


Di tempat praktek dokter,,Raisya di periksa dengan sangat teliti.

__ADS_1


Dilakukan usg juga untuk bisa lebih jelas melihat perkembangan janin nya.



Dokter menjelaskan dengan layar monitor tentang perkembangan janin Raisya.


"bagaimana kondisi calon anak kami dokter..? tanya Arya penasaran.


"begini pak,,untuk usia kandungan istri bapak yang masuk 8 minggu..bisa di lihat disini..ekor belakang embrio mulai hilang,,sehingga calon buah hati bapak dan ibu akan memasuki masa yang di sebut sebagai janin,,Daun telinga sudah mulai terbentuk,,baik bagian dalam maupun luar,,,jenis kelamin sudah mulai terbentuk,tapi alat kelamin masih akan terus berkembang,,tungkai mulai memanjang dan tulang rawan mulai terbentuk.


disini juga sudah dapat di dengar detak jantung janin..janin akan semakin berkembang dengan bertambahnya usia kehamilan,,lengan dan kakinya sudah mulai terlihat...serta organ tubuh lainnya seperti..jantung,,paru paru,,usus,,mulut dan juga mata.." mata Arya berkaca kaca ketika melihat calon buah hatinya di layar monitor saat sang dokter menjelaskan kondisinya..ia sangat terharu di dalam perut istrinya,,ada sosok makhluk hidup yang berukuran masih sangat mungil,,yang tak lama lagi akan lahir ke dunia,


"terus untuk usia sekarang ini apa masih dikatakan rawan dokter,,?" tanya Arya lebih lanjut..


"kalau masih tahap trimester pertama,,masih tetap di katakan rawan,,di masa ini dikatakan masa awal perkembangan baik janin maupun plasenta,,maka dari itu,,calon ibu tidak boleh kecapean,,dan stres,,dan satu lagi tolong untuk saat ini jangan terlalu sering melakukan hubungan suami istri,,karena akan berakibat timbulnya perdarahan,," jelas sang dokter.


"baik dokter kami mengerti,," jawab Arya setelah memahami penjelasan dokter.


"baiklah kalau begitu,,karena ibu bilang sudah gak ada keluhan lagi..untuk itu saya hanya akan meresepkan vitamin saja untuk ibu..kalau boleh tahu,,ibu ikut puasa?? " tanya dokter.


"iya dokter,,istri saya memaksa ikut puasa,,apa itu tidak akan berpengaruh dengan calon anak kami nantinya..?" tanya Arya penasaran.


"selama si calon ibu sehat,,gak akan berpengaruh jika ikut berpuasa,,tapi jangan lupa di jaga asupan gizi dan nutrisinya..agar ke 2 nya tetap sehat.." jelas dokter sambil tersenyum.


"adalagi yang mau bapak ibu tanyakan?? kalau begitu ini resepnya,,silakan di tebus di apotik.."


Dokter memberikan selembar kertas resep untuk Raisya..dan setelah itu Arya dan Raisya langsung pulang..


****


Di jalan mereka mampir sebentar di apotik untuk tebus resep Raisya.


"sekarang kamu pengin kemana lagi..?" tanya Arya pada istrinya yang duduk di sebelah nya setelah ia kembali dari apotik.


"kita langsung pulang aja mas,,aku sudah ngantuk.." jawab Raisya.


****


"mas aku ke kamar mandi dulu ya mau ganti baju,,,terus sholat,," sampai kamar Raisya meletakkan tas kecilnya di atas ranjang dan masuk ke kamar mandi.


"iya sayang,,aku ambilkan minum dulu buat kamu" mendengar ucapan Arya,,,Raisya tersenyum sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.


Arya pergi ke dapur untuk membuat segelas susu untuk istrinya,,selalu ia sendiri yang membuat kan susu untuk istrinya,,ia hanya ingin memberikan perhatian lebih pada sang istri apalagi di saat istimewa seperti ini,,saat istrinya mengandung buah cinta mereka.


"kamu sudah pulang Arya,,?" tanya sang mama yang tiba tiba datang..


"eh mama,,sudah pulang teraweh..? " ibu Lina mengangguk sambil tersenyum.


"gimana hasil cek nya Raisya,,semua baik baik saja kan,,calon cucu mama sehat kan??"


"alhamdulillah ma semua sehat mama sama calon bayinya sehat..dan dokter juga gak melarang Raisya untuk ikut berpuasa,selama kondisinya sehat.."


"syukurlah kalau semua baik baik saja,,Arya sekarang istri kamu sedang hamil...dia perlu perhatian lebih dari kamu..jadi mama harap kamu bisa meluangkan banyak waktu untuk nya dimasa kehamilannya ini..wanita hamil moodnya berubah ubah jadi kamu juga harus ekstra sabar,,itu ujian kalian untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempurna dalam hidup kalian .." ibu Lina menasehati putranya pelan pelan sambil santai di ruang makan...Arya pun meng iya kan ucapan mamanya,,karena selama ini ia juga sudah berusaha memberikan perhatian lebih pada istrinya,,ia hanya ingin membahagiakan wanita yang kini tengah mengandung buah hatinya.


"yasudah kamu antar susu nya dulu untuk istri kamu,,kasian dia pasti sudah nunggu..mama mau istirahat juga,,kamu juga harus istirahat yaa,,"


"iya ma,,kalau begitu Arya ke kamar dulu ma.." mamanya mengangguk mendengar ucapan Arya untuk kembali ke kamar.


***


"Sya,,ini su,,,,,su,,,nya,,,Yaa Tuhaan sayang kamu sampai ketiduran.." sampai di kamar Arya melihat Raisya sudah tertidur dengan masih menggunakan mukena,, dan terduduk di lantai dengan kepala bersandar di tepi ranjang,,tangannya masih memegang Al Quran.. ia terlihat sangat capek.."


"Sya bangun sya,,pindah ke ranjang,,nanti kamu masuk angin kalau tidur dibawah gini..Sya.." Arya mencoba membangunkan istrinya namun istrinya hanya melenguh pelan..dan hal itu membuatnya gak tega untuk membangunkannya lagi..akhirnya ia mengangkat istrinya ke ranjang setelah mengambil Al Quran yang ada di tangan sang istri.

__ADS_1


Arya tersenyum bahagia ketika melihat wanitanya tertidur pulas dengan wajah polosnya..damai sekali rasanya.


Perlahan ia mencium kening sang istri..mencium ke 2 kelopak matanya yang tertutup..sehingga membuat istrinya terbangun.


Raisya membuka matanya perlahan karena merasakan sentuhan hangat dan lembut dari suaminya,,ia pun tersenyum ketika tersadar wajah tampan suaminya yang ia lihat.


"bangun dulu sayang minum susu dulu ,,lalu tidur..ayo.." Arya membantu Raisya untuk duduk.


"Yaa Tuhaan maaf mas aku ketiduran.." ucapnya kaget kemudian membuka mukenanya dan meletakkannya di laci meja samping ranjang.


"iya gak apa apa,,ni kamu minum susunya dulu ya.." Arya menyodorkan segelas susu pada Raisya,,dan Raisya pun langsung meminumnya seperti anak kecil sampai ada sisa susu di sudut bibirnya.


Arya menghapus sisa susu di sudut bibir istrinya dengan ujung jarinya..


"sekarang kamu tidur lagi aku mau sholat dulu..' Raisya mengangguk mendengar ucapan suaminya..kemudian kembali berbaring di ranjang,,entah kenapa matanya sulit untuk diajak kompromi hari ini,,rasanya berat banget untuk bangun.


*****


5 bulan kemudian


Kini usia kandungan Raisya memasuki 6 bulan,,perutnya yang awalnya datar,,kini sudah mulai terlihat membesar..


Hari ini jadwal Raisya periksa ke dokter..seperti biasa dengan setia Arya menemaninya..dia selalu mengutamakan istrinya di banding kerjaannya,,walaupun kerjaan itu sangat penting,,karena baginya yang terpenting saat ini adalah keluarganya,,yakni istri dan calon buah hati mereka.


Hari ini saat periksa kandungan dokter mengatakan bahwa jenis kelamin bayinya adalah laki laki..dan dalam kondisi sehat..


Mendengar hal itu Arya dan Raisya sangat bahagia..karena semuanya sesuai dengan harapan mereka.


"Sya hari ini kamu pengen kemana lagi..?" tanya Arya ketika mereka selesai periksa ke dokter.


"hem aku mau pulang saja mas..gak tau kenapa sekarang aku jadi gampang capek..mungkin benar kata dokter ya,,ini efek dari kandungan aku yang makin besar.." Raisya merasa semakin kesini semakin gampang capek,,tadi juga sudah bertanya pada dokter soal ini,,dokter bilang ini wajar karena bayi dalam kandungan mulai membesar dan akan menambah beban dan berat badan sang ibu,,jadi wajar kalau beraktifitas sebentar saja rasanya sudah capek.


"ya sudah kita pulang sekarang yaa,,tapi habis ini aku harus ke kantor,,ada meeting soalnya,,kamu gak apa apa kan aku tinggal?? aku janji setelah meeting selesai aku langsung pulang,,"


"iya gak apa apa mas,,aku dirumah kan gak sendirian ada mama juga ada bibik..mas tenang aja.."


Setelah sampai dirumah,,Arya mengantar Raisya ke dalam dan ternyata rumah lagi sepi cuma ada bibik..dan bibik bilang mama dan papanya sedang ada acara dengan teman lamanya..mereka baru saja berangkat.


"sayang aku ke kantor dulu yaa kamu istirahat saja..aku janji bakal cepat pulang.." ucap Arya pamit pada istrinya seraya mencium puncak kepala sang istri.


"jagoan papa,jangan rewel yaa,,papa ke kantor dulu.." Arya pun tak lupa pamit pada calon bayinya yang masih dalam perut istrinya dengan mencium dan mengelus perut Raisya dengan lembut.


"bik aku nitip Raisya yaa,,awasi dia jangan sampai kecapean.." pesan Arya pada bibik art keluarga Wijaya.


"iya mas,," jawab bibik.


Setelah Arya pergi,,Raisya juga pergi ke kamarnya untuk ganti baju..dan istirahat ..ia meluruskan ke 2 kakinya diatas tempat tidur..


Kakinya mulai sedikit bengkak karena kandungannya sudah memasuki trimester terakhir,,dan sebentar lagi bayinya akan lahir..besar harapan nya pada sang buah hati..


"sayang,,kamu sehat sehat terus yaa di dalam,,tak lama lagi kita akan bertemu,,,mama pastikan semua orang disini akan sayang sama kamu..oma,,opa,,uyut,,tante Nia,,eyang,,dan yang lainnya,,apalagi mama sama papa,,kami sangat sayang sama kamu nak..nanti kamu harus jadi anak yang soleh,,pinter,,baik,,seperti papa kamu.." Raisya berbicara dengan bayi yang ada dalam kandungannya seraya membelainya dengan lembut..dan mendengar kata katanya,,bayi yang masih dalam perutnya bergerak kencang,,seakan ia paham di ajak ngobrol mamanya.


"sayang kamu dengar kata kata mama yaa,," Raisya merasa kaget sekaligus bahagia melihat bayinya merespon ucapannya.


****


Di tempat lain..ada seseorang yang merasa sakit hati dengan kebahagiaan Arya dan Raisya..apalagi tak sengaja tadi ia sempat melihat raut kebahagiaan Arya dan Raisya saat pulang dari dokter kandungan,,,ia bersumpah akan menghancurkan kebahagiaan mereka bagaimanapun caranya.,,siapa lagi orang itu jika bukan Reva model cantik mantan tunangan Arya di masa lalu.


"silahkan kalian menikmati kebahagiaan kalian di atas penderitaan ku..apalagi kamu wanita ******* yang sudah berani merebut apa yang seharusnya menjadi milikku..akan aku pastikan kebahagiaan kalian tak akan bertahan lama,,aku bersumpah akan membuat hidup kamu seperti di neraka***,,dan aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku.." ucapnya geram saat mengingat raut kebahagiaan Arya dan Raisya tadi.


Sebenarnya dari dulu ia tidak sungguh sungguh mencintai Arya,,bisa di katakan ia terobsesi dengan Arya,,bagaimana tidak bila ia bisa bersanding dengan pria itu,,hidupnya akan terjamin hingga 7 turunan,,ia bisa berfoya foya dengan harta Arya,,namun satu kesalahan yang tak ia sengaja menghancurkan harapannya,,membuat Arya meninggalkannya dan memilih sekretarisnya untuk menjadi istrinya..


"jangan panggil aku REVA jika aku tak bisa menghancurkan rumah tangga kalian.." kata kata Reva kali ini sepertinya bersifat mengancam..jika ia tak bisa memiliki pria itu,,orang lain pun bahkan istrinya juga tak kan bisa memilikinya,,dan itu sumpahnya.

__ADS_1


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2