Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 51*


__ADS_3

Hari ini Pelangi sudah di perbolehkan pulang oleh dokter,,dan dengan senang hati Raisya dan yang lain mendengar kabar tersebut


Bella pun menyiapkan barang barang yang hendak dibawa pulang..lain dengan si kecil,,sedari pagi ia tak mau pisah dengan mamanya..mungkin ia takut akan disuntik lagi oleh dokter..karena setiap bertemu orang berseragam perawat ia selalu menangis.


Setelah semua urusan administrasi selesai..mereka pun langsung pulang sudah ada sopir yang menjemput mereka.


****


Setengah jam perjalanan,,mereka sudah sampai dirumah..ibu Widya pun ikut kerumah keluarga Wijaya menemani sang cucu kesayangan.


"akhirnya kita sampai juga dirumah ya sayang.." ucap Raisya seraya membawa putri kecilnya yang berada di gendongannya masuk ke dalam rumah.


Mereka masih duduk duduk di ruang keluarga..sebelum akhirnya bibik datang mengatakan kalau makan siang sudah siap.


Akhirnya mereka pun makan siang bersama..dan lagi lagi si kecil masih tidak mau turun dari gendongan sang mama.


"sayang,,ikut Tante dulu yuk..biar mama makan dulu,,nanti gendong mama lagi ya..kasian Mama dari tadi belum makan.." Bella mencoba membujuk Si kecil untuk ikut bersama nya tapi gagal.


"sudah gak apa apa Bella biar Pelangi sama aku aja..aku bisa kok..sambil makan.." ucap Raisya pada Bella.


Belum juga satu suap Arya makan,,sudah ada telepon dari kantor.


"maaf sebentar Arya angkat telepon dulu.." Arya ijin pada keluarganya untuk terima telepon sebentar.. sambil beranjak dari tempat duduknya.


Dan memang ada urusan kantor yang sempat ia lupakan..karena sibuk mengurus Pelangi dirumah sakit.. sampai sampai ia lupa kalau siang ini ada meeting dengan klien..apalagi Leo lagi di surabaya.jadi mau tidak mau ia sendiri yang harus datang.


"maaf semua,,saya harus pergi ke kantor sekarang karena ada urusan mendesak.." pamit Arya pada seluruh keluarganya yang masih ngumpul di ruang makan.


"memangnya gak bisa di wakilkan sama Leo.? " tanya sang papa.


"bisa sih pa sebenarnya,,tapi masalahnya Leo masih di Surabaya..Arya yang kasih dia cuti untuk q time sama mamanya..jadi terpaksa Arya yang harus handel semuanya disini.."


"mas gak makan dulu..dari pagi mas belum makan soalnya.." tanya Raisya.


"gak apa apa sayang,,kebetulan siang ini ada meeting diluar bisa sekalian makan siang..aku pergi dulu ya..kamu jaga Pelangi di rumah.."pamit Arya pada sang istri seraya mencium kening istrinya kemudian beralih pada putri kecilnya yang berada di pangkuan Raisya.


"mas hati hati ya.."


"iya sayang,,ma pa .ibu saya pergi dulu Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam..hati hati.."


Hari ini sudah lebih dari jam 7 malam tapi Arya belum juga pulang,,Raisya menghubungi ponselnya juga tidak aktif..hingga membuatnya khawatir.


Akhirnya ia menelepon kantor dan orang kantor mengatakan kalau bos nya masih berada di kantor ada urusan yang mesti diselesaikan malam ini juga.


Mendengar hal itu Raisya bisa sedikit tenang,karena suaminya berada di kantor..dan tadi sopir juga yang mengantarnya..jadi kemungkinan besar pulangnya juga akan diantar sopir kantor..karena mobilnya dirumah.


***


Lain halnya dengan Arya di kantor..sebelum pulang ia kembali mengecek laptopnya..tentu saja tentang pekerjaannya selama ini..dan ia menemukan Surat kontrak pernikahannya yang dulu dengan Raisya..melihat itu ia segera men delete filenya dan mencoba mencari surat yang asli di dalam kotak besi di ruangannya.


"akhirnya ketemu juga..aku akan menghancurkannya .." ucap Arya sambil tersenyum karena saat ini ia dan Raisya sudah saling mencintai jadi surat itu sudah tak ada gunanya lagi..


Arya merobek surat perjanjian itu dan membuangnya ke tempat sampah


kemudian keluar dari ruang kerjanya menuju parkiran karena sopir sudah menunggunya.


***


Beberapa menit perjalanan Arya pun sampai dirumah..ia pun masuk disambut oleh Risya istri tercintanya.


"kenapa sampai malam begini mas..?" ucap Raisya seraya mengambil alih tas kerja Arya..dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"iya sayang banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini juga,,apalagi Leo gak ada..jadi terpaksa aku sendiri yang harus menghandle..maaf ya sudah buat kamu nunggu Sampai malam " Arya minta maaf.


"iya gak apa apa,,tadi aku memang telepon mas,,tapi ponsel mas gak aktif,,jadi aku coba telepon ke kantor..kata orang kantor mas lagi ada meeting dan bentar lagi selesai.."


Arya merogoh saku jasnya mengambil ponselnya lalu mengeceknya.


"oh iya,,baterainya habis,,lupa nge charger..maaf ya..?"


"iya gak apa apa..oiya mas mandi aja dulu..biar aku siapin makan malamnya ya.."


"iya sayang,,oiya gimana Pelangi? apa dia masih rewel?"


"gak kok mas Pelangi baik baik saja.. sudah mas mandi dan ganti baju aku akan siapkan makan malam yaa.."


Arya mengambil tas yang ada di tangan istrinya untuk dibawa masuk dalam kamar.


Sementara itu Raisya pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.


"kamu lagi ngapain Sya..?" tanya ibu Lina sang mertua ketika melihat menantu kesayangannya sibuk di dapur malam malam.


"eh mama..ini ma..lagi nyiapin makan malam buat mas Arya.."


"Arya sudah pulang..? kenapa malam banget pulangnya..?"

__ADS_1


"iya ma..soalnya ada meeting mendadak dan pak Leo sedang di Surabaya..jadi mas Arya yang harus handle semuanya.."


"yasudah kalau gitu..mama balik ke kamar dulu ya..mama tadi cuma mau ambil air putih aja..kamu juga nanti cepetan istirahat..dari kemarin kamu kurang istirahat..jangan sampai kamu jatuh sakit.." pesan sang mama mertua.


"iya ma.."


Setelah semua siap Raisya pergi ke kamar dengan membawa makan malam beserta minuman untuk suaminya..dan ternyata Arya belum selesai mandi.


Mendengar Arya yang masih di kamar mandi..Raisya menyiapkan baju gantinya..dan di letakkan di atas tempat tidur..setelah itu ia pun ganti baju tidur karena waktu sudah menunjukan jam 9 malam lebih.


cklek...terdengar suara pintu kamar mandi terbuka..dan munculah sang suami dengan handuk melilit di pinggang tanpa baju atasan dan rambut yang masih basah.


"bajunya sudah aku siapin mas..mas ganti baju dulu habis itu makan malam.." ucap Raisya ketika melihat sang suami selesai mandi.


Tapi bukannya ganti baju..Arya malah memeluk istrinya dari belakang,,waktu itu sang istri sedang mengambil tas kerjanya yang masih tergeletak di sofa.


Arya menenggelamkan wajahnya di lekuk leher istrinya..dan ke dua tangannya memeluk erat pinggang istrinya.


Raisya hanya tersenyum mendapatkan perlakuan seperti ini dari sang suami..seraya tangannya mengusap lembut kepala sang suami.


"eh sudah malam mas ganti baju dulu..makan malam..terus istirahat.." pinta Raisya.


"tetaplah seperti ini sebentar saja.."ucap Arya tanpa mengubah posisinya yang semula.


"kenapa suami aku jadi manja gini sih..gak malu sama anaknya..?" canda Raisya sambil tersenyum.


"apa salahnya kalau aku manja sama kamu,,toh kamu istriku..atau kamu pengen aku manja sama perempuan lain.." Raisya seketika berbalik menghadap ke arah suaminya..karena mendengar ucapan suaminya itu..sambil membulatkan kedua bola matanya.


"jangan coba coba mas Arya manja sama yang lain..karena kalau itu sampai terjadi aku bisa mati.." ucap Raisya sambil menatap dalam wajah suaminya.


Arya pun tersenyum kemudian menangkup wajah cantik Raisya dengan ke 2 tangannya.


"sayang..dengarkan aku..tak akan ada wanita lain di hati aku selain kamu..karena kamu adalah oksigen bagiku..jadi mana mungkin aku bisa hidup tanpa kamu..apa pun yang terjadi..kita akan terus bersama sampai ajal memisahkan.." ucap Arya meyakinkan.


Mendengar ucapan Arya,,Seketika Raisya berhambur kepelukan suaminya.


"tak pernah terlintas sedikit pun di pikiran ku..untuk mencari perempuan lain di luar sana..karena bagi aku..cuma kamu,,dan hanya kamu,,cukup kamu saja yang aku inginkan untuk menemani hidup ku..aku gak mau yang lain lagi.." ucap Arya tulus dari dalam hatinya..seraya mengeratkan pelukannya terhadap Raisya,,istri yang sangat ia cintai.


Setelah beberapa saat mengungkapkan rasa sayang dan cinta masing masing..Arya pun memakai baju yang telah di siapkan oleh sang istri kemudian lanjut makan malam..ditemani sang istri pula.


*******


Beberapa minggu kemudian Raisya merasa kurang enak badan..namun ia tetap memaksakan diri untuk melakukan pekerjaannya..yaitu memasak untuk sarapan keluarganya..tapi tetap di bantu oleh Bella dan Art keluarga.


uwek...uwek..


Bela pun mengajak Raisya untuk duduk di kursi meja makan..sambil memijat tengkuk Raisya.


"bik bisa tolong ambilkan minyak angin gak buat Raisya..?" Bella minta tolong pada bibik untuk mengambilkan minyak angin.


"iya mbak sebentar.." bibik pun meninggalkan dapur dan pergi mencari minyak angin di laci depan


"kamu gak apa apa Sya..mendingan kamu istirahat aja dikamar..biar aku sama bibik yang nerusin masaknya.."


"gak tau kenapa..tiba tiba pusing dan mual.." ucapnya sambil memegang perutnya yang terasa mual.


"Sya,,jangan jangan kamu..?"


"jangan jangan kenapa..?gak usah mikir aneh aneh.."


"siapa yang mikir aneh aneh sih..sekarang aku mau nanya sama kamu kapan terakhir kali kamu mens..?"tanya Bella to the point.


Raisya mikir mikir sebentar,,ia mencoba mengingat ingat..terakhir kali ia dapat mens..ternyata sudah hampir 2 bln.


"harusnya sih aku mens tanggal 5 kemaren.."


"nah iya kan,,sekarang tanggal berapa..?sekarang sudah mendekati akhir bulan..jadi mungkin kamu hamil Sya.."


"hamil..? gak mungkin Bell..kamu tahu sendiri kan kalau peluangku buat hamil hanya 25 %..jadi gak mungkin.." ucap Raisya pesimis..karena ia tahu ia akan sulit untuk kembali mengandung..ia hanya punya 1 ovarium.


"kamu jangan pesimis gitu donk Sya..gak ada bagi Tuhan yang gak mungkin.."


"mungkin aku cuma masuk angin aja Bell..gak apa apa..?? dan tolong jangan beritahu siapa pun soal ini ya..terutama mas Arya..aku gak mau mas Arya punya harapan besar soal ini.."


"aiishh kamu ini ya,,oiya gimana kalau kamu coba test sendiri aja pake test pack ..?biar aku nanti yang belikan diapotik.."


"gak usah Bella,,jangan berlebihan..aku cuma masuk angin.."


tolak Raisya..ia hanya tak ingin memberi harapan palsu pada dirinya sendiri dan keluarganya.


****


"kamu gak apa apa sayang..?" tanya Arya yang tiba tiba muncul dengan membawa minyak angin.


Raisya dan Bela kaget melihat Arya yang tiba tiba sudah berada di dekat mereka dengan pakaian kerjanya.


"kata bibik tadi kamu pusing..?" tanya Arya khawatir sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut.

__ADS_1


Bella yang sedari tadi berada di dekat Raisya minggir untuk memberikan ruang pada Arya.


"aku gak apa apa mas..mungkin aku cuma masuk angin aja .."


"bener kamu gak apa apa..? gimana kalau kita ke dokter..aku gak mau kamu kenapa napa.."


"gak usah mas..nanti juga baikan aku cuman masuk angin aja.."


"ya sudah kalau itu mau kamu..kamu istirahat dulu aja di kamar biar aku antar ya.."


"iya Sya kamu istirahat aja dikamar..biar aku yang terusin masaknya.." Bella pun menganjurkan Raisya untuk istirahat dikamar..dan akhirnya Raisya pun nurut apa kata Arya dan bela untuk istirahat di kamar.


**


Sampai di kamar..Raisya masih terasa mual..ia berlari ke kamar mandi kamarnya..


"sayang kamu gak apa apa..?" Arya mengikuti Raisya di kamar mandi sambil memijit tengkuknya pelan..ia terlihat sangat khawatir melihat Raisya begini.


"aku gak apa apa mas.."


Setelah memuntahkan semua isi dalam perutnya..Raisya di temani sang suami kembali ke kamar..Arya meminta sang istri untuk duduk..sambil terus memijit tengkuknya dengan pelan menggunakan minyak angin.


"kamu mau minum dulu..?" Arya memberikan segelas air putih yang ada di meja dekat tempat tidurnya...Raisya pun meminumnya sedikit.


"ya sudah sekarang kamu istirahat aja ya..aku akan telepon Leo dulu buat nge handel kerjaan ku dikantor.."


"mas,,ga ke kantor..??"


"sayang..mana mungkin aku pergi ke kantor saat kamu sakit begini..siapa yang akan jaga kamu..?"


"aku gak apa apa mas,,mas pergi aja..lagipula ada Bella dirumah...."


"sayang..Bella ngurusin pelangi..mama juga lagi keluar kota sama papa..sudah kamu gak usah ngeyel..aku telepon Leo sebentar.."


Akhirnya Raisya berhenti mendebat suaminya..dan Arya pun segera menelepon Leo untuk mengurus semua pekerjaannya di kantor.


Setelah itu Arya melepas jas nya..dan kembali menemani Raisya yang berbaring di tempat tidur..dengan manjanya pula Raisya menggunakan lengan suaminya sebagai bantal tidurnya ..ia pun tak lupa memeluk erat tubuh sang suami..


Tak tau kenapa beberapa hari ini ia sangat senang dengan posisi seperti sekarang ini..ia selalu ingin dekat dengan sang suami..


tok tok tok .


"ya masuk.."


Ternyata Bella yang datang membawakan sarapan untuk Raisya dan Arya.


"ini mas..sarapannya sengaja aku bawa kesini..biar Raisya sekalian istirahat.." Bella meletakan sarapan nya di atas meja yang ada di dekat pintu.


"iya makasih ya Bella..oiya gimana Pelangi dia sudah makan..?"


"sudah mas..lagi sama bibik di depan..yasudah kalau gitu aku keluar dulu ya..Sya cepetan dimakan biar cepet baikan.."


Raisya mengangguk mendengar ucapan Bella..


Bella pun segera keluar..ia juga merasa gak enak lama lama di kamar Raisya..apalagi ada suaminya.


Setelah Bella keluar Arya mengambilkan sarapan untuk Raisya..dan dengan telaten ia menyuapi istrinya.


"sayang..kamu mikir gak..hari ini kamu kan pusing..mual..muntah..jangan jangan kamu hamil.." ucap Arya penuh semangat dan harapan.


Raisya pun langsung berhenti mengunyah makanan nya saat mendengar ucapan suaminya.


"mas aku cuma masuk angin..lagipula mana mungkin aku hamil mas..mas dengar sendiri kan apa kata dokter..peluang aku untuk bisa hamil sangat sedikit,,hanya 25% "


"sayang..kemungkinan itu masih ada buat kamu buat kita biarpun hanya sedikit..jadi kamu jangan pesimis gini ya..jangan pernah kamu putus harapan.."


***


"selamat siang pak.."


"siang Leo ada kabar penting apa..sehingga kamu siang siang begini kerumah..?" tanya Arya ketika menemui Leo yang siang hari ini tiba tiba datang kerumahnya.


"begini pak..saya baru saja mendapat kabar dari orang kepercayaan saya di kantor polisi..jika kemarin mbak Reva datang ke lapas..mengunjungi terdakwa kasus perampokan mbak Raisya beberapa bulan yang lalu.."


"Reva datang ke lapas mengunjungi perampok itu..?kenapa Reva menemuinya..atau jangan jangan peristiwa itu ada hubungannya dengan Reva..?" Arya sempat kaget mendengar bahwa Reva pergi ke lapas untuk menemui pelaku perampokan itu..dan ia jadi berpikir apa Reva ada di balik semua kejadian itu.


"nah itu juga yang ada dalam pikiran saya pak..apalagi mbak Reva ingin menjamin terdakwa agar bisa keluar dari penjara.."


"kalau begitu kamu cari informasi soal itu semua..kamu cari tau apa hubungan Reva dengan pelaku sampai Reva mau menjamin nya..jangan jangan Reva di balik peristiwa itu.."


"baiklah kalau begitu pak saya akan mencari tau soal itu semua dan saya akan memberikan kabar secepatnya pada bapak..saya permisi dulu pak..selamat siang ."


"siang .."


...****************...


to be continuedπŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰

__ADS_1


__ADS_2