Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 72*


__ADS_3

Malam ini dirumah, tepatnya di dalam kamarnya.


Raisya menemani Arya,sang suami yang sedang menyelesaikan pekerjaannya mengecek beberapa laporan.


"mas,"


"apa sayang?" tanya Arya ketika Raisya memanggilnya.


"masih lama ya selesainya?" tanya Raisya.


Mendengar ucapan sang istri, Arya pun menoleh pada sang istri seraya tersenyum.


"memang kenapa? kamu kalau ngantuk tidur aja dulu, sebentar lagi juga aku selesai ngecek laporannya." Jawab Arya.


"aku gak ngantuk mas, tapi aku mau cerita sesuatu sama mas Arya." jawab Raisya sedikit kecewa karena suaminya terlalu sibuk dengan pekerjaannya walaupun sudah dirumah.


"kalau mau cerita, ya cerita aja sayang, aku pasti dengerin."


"nanti aja lah kalau begitu..mas Arya lanjutin saja pekerjaan mas." Raisya terlihat sewot dan langsung naik ke tempat tidur bersama Pelangi yang sudah tidur dari tadi.


Melihat sang istri kecewa,Arya pun menutup berkas laporannya dan mendatangi istri dan putrinya di tempat tidur.


Arya mengambil tempat di sebelah Raisya.


"kamu kenapa sayang, mau cerita apa? sudah cerita saja gak usah sewot begitu." ucap Arya seraya memeluk Raisya dari belakang.


Karena saat ini posisi Raisya membelakangi Arya dan menghadap Pelangi.


Raisya masih terdiam, ia bener bener masih kecewa dengan Arya karena mengacuhkannya dan lebih mementingkan pekerjaannya dari pada dirinya.


"sayang,,katanya mau cerita, kok malah munggungin suami gitu,,gak baik loh." ucapan Arya kali berhasil membuat Raisya berbalik dan menghadap kearah suaminya.


"kamu kenapa sewot gitu hemmz..? " tanya Arya sekali lagi.


"habisnya mas Arya dari tadi sibuk sama pekerjaan mas, gak dikantor gak dirumah sibuk terus." jawab Raisya. dengan nada kesal.


Arya tersenyum melihat Raisya merajuk seperti ini. ia. langsung memeluk erat istri cantiknya itu dan menghujaninya dengan banyak ciuman.


.


"mas Arya apa apaan sih..?"


"kamu pasti kangen kan sama aku, iya kan? makanya dari tadi kamu sewot melulu.? iya kan ? ngaku aja kamu."


"siapa juga yang kangen, lagipula mau kangen darimana kalau setiap hari aja bertemu., tadi aku cuma mau cerita sama mas Arya saja, tapi mas Arya sibuk sendiri sama pekerjanya, yasudah gak jadi cerita."


"kok gak jadi kenapa? kamu mau cerita aja sayang..gak baik Lo menyembunyikan. sesuatu dari suami, dosa."


Mendengar ucapan Arya, Raisya pun duduk kembali bersandar pada kepala ranjang.


"mas tadi aku pas di pantry kantor, aku lihat ibu Ari , yang ketemu kita di panti asuhan kemarin itu lagi duduk sendiri di pantry, eh ternyata ibu Ari itu habis nangis mas." Raisya mulai bercerita.


Arya pun ikut duduk di ranjang bersandar kepala ranjang dan meraih Raisya dalam pelukannya.


"terus kamu gak tanya kenapa ibu Ari nangis?"


"ya aku tanyalah mas, awalnya sih ibu Ari ragu untuk cerita akhirnya aku ajak ibu Ari ke kantin agar bisa leluasa bercerita, makanya tadi Velicia yang ngantarin kopi nya mas Arya." jelas Raisya.

__ADS_1


"terus Bu Ari cerita apa sama kamu?" tanya Arya penasaran.


"kasihan banget mas Bu Ari,, ternyata selama ini Bu Ari punya anak ."


Arya sedikit kaget ketika mendengar dari Raisya kalau ibu Ari punya anak.


Karena yang ia tahu, ibu Ari ini hidup sebatang kara dan tak punya sanak saudara, apalagi anak.


"loh bukanya bu Ari itu sebatang kara, dan gak punya sanak saudara, kok kamu bilang punya anak sayang, kamu tahu dari mana?"


"aku tahu karena ibu Ari sendiri yang cerita sama aku di kantin tadi mas."


"ohh" Arya hanya ber ohh ria mendengar cerita dari Raisya.


"terus sekarang anaknya dimana, kenapa anaknya biarin ibunya hidup sendirian di sini."


"untuk itu ibu Ari juga gak tahu, ternyata ibu Ari sudah meninggalkan anaknya itu saat anaknya masih bayi, anaknya itu di tinggal di panti asuhan, karena alasan tertentu."


"dan yang ibu Ari dengar, anaknya itu tak mau bertemu dengannya, bahkan melihat fotonya saja tak mau, jadi kemungkinan besar anaknya itu tidak tahu kalau ibu Ari itu ibunya jikalau suatu saat nanti mereka bertemu."


Arya mendengarkan dengan seksama cerita sang istri.


"kenapa begitu sayang?"


"ya mungkin karena anaknya itu merasa dibuang oleh ibunya sendiri, anaknya itu membenci ibu ya sendiri tanpa tahu alasan sebenarnya kenapa ibunya dulu meninggalkannya di panti asuhan."


"ya wajarlah sayang, kalau anaknya itu benci dan marah sama ibu Ari. bayangkan saja bagaimana tidak terluka nya sang anak ketika mendengar bahwa ibu kandungnya sendiri yang meninggalkannya di panti asuhan." kini Arya malah membela anak dari ibu Ari yang saat ini diceritakan oleh Raisya.


"kok kamu ngomong gitu sih mas, kamu kan gak tahu apa alasan ibu Ari meninggalkan anaknya dulu di panti asuhan." giliran Raisya yang membela ibu Ari


"ya menurut aku ya, apapun alasannya, meninggalkan anak kandungnya sendiri di panti asuhan itu sudah merupakan kesalahan yang fatal.


"memangnya mas Arya percaya orang seperti ibu Ari tega meninggalkan anak kandungnya sendiri? kalau aku sih enggak percaya, pasti ada alasan yang kuat kenapa ibu Ari melakukan itu."


Arya dan Raisya saling berdebat mengenai ibu Ari yang menjadi karyawan baru di kantor.


"ya masalah percaya ga percaya itu tergantung penilaian masing masing sayang, ya sudahlah ngapain juga kita ikut campur urusan orang lain toh gak ada sangkut pautnya juga sama kita, iya kan? yang terpenting buat aku, Bu Ari bisa bekerja dengan baik tanpa membuat masalah itu saja sudah cukup..mengenai urusan pribadinya, kita gak perlu ikut campur, karena kita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya." terang Arya menghentikan perdebatannya dengan Raisya.


"iya, ya sudah, sekarang sudah malam ,waktunya istirahat." ujar Raisya selanjutnya.


"kok tidur? gak jadi kangen sama aku?" tanya Arya sambil tersenyum jail pada sang istri, Raisya.


"sudah, gak usah aneh aneh deh, nanti Pelangi terbangun."


"siapa yang aneh aneh,,? kalau begitu gimana kalau kita pindah ke kamar sebelah saja, kebetulan tadi aku lihat bibi baru beresin." ucap Arya selanjutnya.


Arya pun langsung menarik tangan Raisya untuk keluar dari kamar.


"mas, terus gimana dengan Pelangi, masak iya di tinggal sendiri? nanti kalau jatuh bagaimana?" tanya Raisya pada suaminya.


"bagaimana kalau kita minta tolong mama sebentar buat jagain Pelangi?" jawab Arya santai,


"astaga mas, kita mau pakai alasan apa nitip Pelangi ke mama, memang mas Arya gak malu apa, nitip Pelangi karena kita mau begituan?"


Mendengar ucapan Raisya, Arya jadi punya ide.


"begini saja, kita nitip Pelangi ke mama, bilang aja kalau kita mau ke apartemen sebentar mau ambil sesuatu disana. Gimana menurut kamu?"

__ADS_1


"malam malam begini ke apartemen? gak ah ..lagian apartemen pasti banyak debunya karena lama gak di pakai." tolak Raisya ketika Arya mengajaknya ke Apartemen miliknya.


"la terus gimana?" tanya Arya balik.


"kita tunda dulu aja ya, sampai besok..ya.. ya.. ya.." ucap Raisya sambil memohon pada Arya,.suaminya.


"tapi sayang aku pengennya sekarang, masak mesti di tunda besok sih, bisa mati aku." ujar Arya yang terlihat kecewa.


"ust ..jangan ngomong kayak gitu aku gak suka.."


"makanya ayo keluar, kalau kamu gak mau ke apartemen, kita ke hotel saja..ayolah sayang." Arya memohon kepada Raisya dengan sangat agar istrinya itu mau pergi bersamanya.


Ia akan menggunakan berbagai cara agar istrinya itu menuruti apa maunya.


"kamu siap siap saja, aku mau ke mama dulu."


Ujar Arya langsung meninggalkan kamar dan Raisya menuju kamar mamanya.


Beberapa menit kemudian Arya datang bersama mamanya.


"sudah kalian pergi saja biar mama yang jagain Pelangi. " kata ibu Lina pada menantunya, entah apa yang sudah dikatakan Arya padanya, hingga ibu Lina mengijinkan Raisya ikut pergi malam malam begini.


Arya dan Raisya akhirnya pergi juga.


Arya mengajak Raisya ke Raisya hotel & resto yang diresmikan bersamaan dengan ulang tahun Raisya waktu itu.


"kok kita kesini mas?" tanya Raisya ketika mobil yang ia naiki bersama Arya berhenti di Raisya hotel & resto.


"iya, memangnya kamu maunya kemana sayang? ini hotel yang paling dekat dari rumah, ayo turun." Arya mengajak sang istri untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel .


Disana mereka tak perlu lagi memesan kamar, karena sudah ada beberapa kamar khusus yang disiapkan jikalau sewaktu waktu keluarga datang dan menginap disana.


Arya dan Raisya langsung saja menuju ke kamar presidet suite. kamar yang super mewah yang disediakan khusus untuk keluarga.


"nah disini tak ada yang mengganggu kita, " ucap Arya seraya memeluk Raisya dari belakang setelah menutup dan mengunci pintu kamarnya.


Arya menyembuhkan wajahnya di lekuk leher Raisya , membuat Raisya kegelian.


"anggap saja ini bulan madu kita yang ke dua sayang," ujar Arya seraya menciumi istrinya dengan gemas.


Raisya pun berbalik menghadap sang suami.


Kini keduanya saling berhadapan.


Raisya menangkap wajah tampan suaminya dengan kedua tangannya.


"Kamu tau tidak mas, di dunia ini dan di seluruh permukaan bumi ini, tidak ada satu orang wanita pun yang seberuntung dan sebahagia aku, karena aku menjadi pendamping kamu, menjadi istri kamu."


"karena memang hanya kamu yang pantas mendapatkan ini semua sayang.


aku janji seumur hidupku dan di sisa hidup aku, aku akan selalu berusaha membahagiakan kamu, walaupun kadang kala aku membuat kamu sedih dan menangis." ucap Arya yang kemudian mencium kening sang istri dengan lembut.


Raisya pun memeluk erat pinggang suaminya, dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik suaminya.


* untuk yang berikutnya silakan lanjutkan sendiri yaa readers🀭🀭.*


...****************...

__ADS_1


to be continued βœοΈβœοΈβœοΈβœοΈπŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


__ADS_2