Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 58*


__ADS_3

Malamnya Raisya gak bisa tidur..entah kenapa..ia hanya bergerak kesana kesini.. tapi tetap saja matanya tak ada tanda tanda mengantuk..sementara Arya sudah tidur dari tadi mungkin karena kecapean juga.


Tak lama kemudian..Arya pun terbangun..mungkin karena orang yang disampingnya gerak gerak terus.


"Sayang..kamu belum tidur..?" tanyanya pada sang istri..


"aku gak bisa tidur mas.." ucapnya manja.


"kenapa ? ada yang sakit..? kita ke dokter sekarang ya..? " Arya terlihat sangat khawatir.


"gak mas..gak ada yang sakit..cuma akunya yang gak bisa tidur..."


"yasudah sini .." Arya membuka lengannya..mengundang sang istri untuk tidur dalam pelukannya.


Raisya pun menyambut nya dengan senang hati.


Rasanya memang sangat tenang dan bahagia setiap hari bisa memeluk pria yang ia cintai dan juga sangat mencintainya.


"kenapa gak bisa tidur..? bayi kita rewel ya..?"


"gak mas..cuma aku aja yang gak tau kenapa gak bisa tidur..hemb...gimana kalau kita keluar jalan jalan..?"


"jalan jalan.??" ulang Arya..dan disambut anggukkan oleh Raisya.


"sayang..ini sudah malam..lihat sudah jam 11 lewat tuh..besok aja ya jalan jalannya..sekalian ajak Pelangi..kan besok hari Minggu jadi aku bisa temani kamu kemanapun kamu mau " sambil menunjuk ke arah jam meja yang berada diatas meja.


"tapi aku pengennya sekarang...yasudah lah kalau mas Arya gak mau nganterin.." nah ini lah yang ditakutkan Arya..Raisya merajuk..dan akhirnya Arya pun mengiyakannya..


"yasudah ayok..kamu ganti baju atau pakai jaket aja.." Terlihat senyuman manis Raisya ketika sang suami mau mengantarkannya jalan jalan.


"aku ambil jaket dulu ya.." Raisya segera bangun dan mengambil jaket dalam lemari pakaiannya begitu juga dengan Arya..ia mengambil jaket lalu mengambil kunci mobilnya dari laci meja.


Mereka ber 2 akhirnya pergi jalan jalan...


"kamu mau kemana Sayang..? tanya Arya pada wanita yang duduk di sebelahnya.


"kemana aja mas..yang penting kita jalan jalan dulu aja.." jawab Raisya.


"baiklah kalau begitu..." lanjut Arya dan terus menjalankan mobilnya menyusuri jalanan kota Jakarta di tengah malam seperti ini..dan ini semua demi istri tercintanya.


Kini jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari..namun sudah lewat tengah malam begini Arya dan Raisya masih mengitari jalanan.


Memang benar jalanan ibu kota ini tak pernah tidur..karena selalu ramai selama 24 jam penuh.


Begitu juga Raisya belum ada tanda tanda mengantuk..ia masih saja terkagum kagum melihat pemandangan malam kota Jakarta...padahal bukan baru sehari dua hari ia tinggal di kota ini..sudah berpuluh tahun ia tinggal disini.


"Sya..kamu ini ya.. seperti baru kemarin saja tinggal di Jakarta.." ucap Arya seraya tersenyum.


"emangnya kenapa mas..?"


"iya dari cara kamu melihat pemandangan malam kota Jakarta seakan kamu tak pernah menikmatinya dulu.."


"memang baru kali ini aku menikmati indahnya malam kota Jakarta ,,berkeliling kota seperti ini..kamu tahu mas walaupun dari kecil aku tinggal di kota ini..tapi baru kali ini aku benar benar menikmatinya..kalau dulu waktu malam tiba aku hanya merasa lelah habis bekerja dan ingin rasanya cepat sampai dirumah dan kembali bertemu esok hari..tapi sekarang aku benar benar menikmatinya..dan aku menikmatinya bersama kamu mas..suami aku..orang yang sangat aku cintai..rasanya damai..tenang,,dan bahagia menikmati indahnya malam kota ini..dan aku gak mau malam ini cepat berlalu karena aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan kamu.." ucap Raisya panjang lebar..sehingga membuat Arya terharu dan juga sedih..karena masa lalu sang istri tak seberuntung dirinya..walaupun dulu ia juga menderita sebelum akhirnya di angkat anak oleh keluarga Wijaya.


"sayang..aku juga sangat mencintai kamu..sangat dan sangat mencintai kamu..maafkan aku yang tak pernah memahami kamu.." Arya menarik sang istri ke dalam pelukannya..di dekap hangat Raisya dalam dadanya..di kecupnya dengan lembut kening Raisya.


"sebenarnya kita ini sama Sya..biarpun dari kecil kita tinggal disini di kota ini..tapi baru kali pertama juga aku menikmati indahnya malam..seperti sekarang ini.. walaupun saat itu aku sudah menjadi seorang Arya Wijaya..tapi hidupku sepi..tak ada yang mengisi hidupku..tapi kali ini..malam ini terasa sangat indah..karena aku bersama kamu..bersama wanita yang sangat aku cintai...." batin Arya dengan posisi masih sama..memeluk Raisya.


"aku berjanji sayang..kita akan sering menikmati indahnya malam seperti sekarang ini.." Raisya mengangguk dan tersenyum saat mendengar ucapan suaminya itu..ia sangat bahagia.


Saat ini mereka berada di sebuah taman yang lumayan ramai pengunjung walaupun hari sudah menjelang pagi.


Arya dan Raisya tetap berada didalam mobil..sambil menikmati indahnya kembang api yang menghiasi langit malam kota Jakarta.


02:00


"Raisya kenapa Arya..?" tanya sang mama khawatir..karena melihat Arya masuk membopong istrinya yang sedang tidur.


"gak apa apa ma..Raisya ketiduran saja di mobil..jadi daripada kebangun mending Arya gendong aja..kasihan.."


"yasudah kalau gitu cepat bawa istri kamu ke kamar.."


"ya ma.." Arya segera melanjutkan perjalanan nya ke kamar untuk menidurkan istrinya.


Sampai di kamar..dengan hati hati ia membaringkan Raisya diatas ranjang..kemudian menyelimutinya.


"sayang,, terimakasih karena sudah hadir dalam kehidupan ku menjadi bagian dari hidup ku.. terimakasih sudah membuatku dan keluarga ku bahagia..aku berjanji pada diriku sendiri,,bahwa aku akan selalu membahagiakan mu dan anak anak kita.. bagaimanapun caranya...kalian prioritas utama dalam hidup aku..aku sangat mencintai kamu Raisya Wijaya.." bisik Arya pelan dan lirih sambil membelai lembut rambut dan mengecup kening Raisya yang tengah tertidur pulas.


Karena capek dan semalaman gak tidur..Arya pun mengambil tempat di sisi Raisya untuk istirahat..bukan hanya mengistirahatkan tubuhnya tapi juga pikirannya.


09:00


Arya keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan segelas susu untuk istrinya.


"pagi ma.."


"pagi..Raisya masih tidur..?" tanya mamanya saat melihat Arya membuat susu di dapur.


"enggak ma..sudah bangun..tapi katanya mual terus dari pagi.."


"mual kok malah kamu buatin susu..nanti bisa tambah mual Arya..sudah sini biar mama buatin air jeruk untuk Raisya kamu kembali saja ke kamar temani Raisya.."


"iya ma.. makasih.."


Disaat mamanya membuat minuman jeruk untuk Raisya..Arya kembali ke kamar untuk menemani sang istri yang masih terlihat lemas karena muntah..sampai sampai tak ada yang dimuntahkannya.


"sayang kamu dimana..? Sya.." Arya memanggil manggil istrinya karena saat masuk kamar tak melihat nya..dan ternyata tak lama Raisya keluar dari kamar mandi dengan terus memegang perutnya karena mual.


"sayang..belum berkurang juga mualnya..?" tanya Arya khawatir..melihat sang istri keluar dari kamar mandi..ia pun segera menuntun Raisya Kembali ke tempat tidur.


Setelah Raisya duduk,,Arya memijat tengkuknya pelan..ia juga sangat khawatir dan sekaligus kasihan melihat Raisya begini demi menghadirkan buah hati mereka.

__ADS_1


Tak lama mamanya masuk membawa minuman jeru hangat untuk Raisya.


"Sya..ini mama buatin minuman jeruk hangat untuk ngurangin mualnya..kamu minum ya.." ibu Lina memberikan jahe hangatnya pada Arya kemudian duduk di depan Raisya.


"maafin Raisya ya ma..Raisya jadi ngrepotin mama.."


"Sya..kamu ini ngomong apa sih..kamu ini sudah mama anggap anak mama sendiri..jadi mama gak merasa direpotkan.." ibu Lina meraih tangan menantu kesayangannya dengan lembut memberi pengertian tentang statusnya dirumah itu.


"yasudah kamu minum air jeruknya..selagi hangat.."


Arya mengambilkan cangkir berisi jahe hangat untuk istrinya.


"kamu minum dulu sayang..awas masih panas.." sebelum memberikanya pada sang istri terlebih dahulu Arya meniup air jahenya agar berkurang panasnya.


"yasudah kamu istirahat aja ya..mama keluar dulu..kalau butuh sesuatu panggil saja mama.."


"iya ma.. makasih.."


"sama sama sayang.."


Setelah mamanya keluar..Raisya kembali berbaring..di temani sang suami yang setia di sampingnya.


"kamu istirahat ya..aku akan temani kamu disini.."


mendengar ucapan suaminya Raisya hanya menurut dan mengangguk sambil menahan gejolak mual di perutnya.


___


Hari berganti waktu berlalu...esok adalah hari pertunangan Leo dan Bella..otomatis Raisya juga ikutan sibuk membantu persiapan nya..apalagi acaranya di adakan di Raisya Hotel dan Resto miliknya.


Terlihat sekali Raisya hari ini lumayan capek dan lelah karena membantu mengurus pertunangan sahabatnya itu.


"Sya..kamu gak apa apa? muka kamu terlihat pucat sekali..kamu duduk dulu disini aku akan ambil minum buat kamu.." ucap Bella ketika melihat sahabatnya yang nampak pucat..


Raisya pun menurut apa kata Bella dengan duduk di kursi..sambil menunggu Bella mengambil minum.


"ini kamu minum dulu.."


Raisya menerima dan langsung meminum air dalam gelas pemberian Bella.


"makasih ya.."


"iya sama sama ..sudah kamu istirahat saja dikamar gak usah ikut ikutan persiapan acaranya..biar aku antar ke kamar ya.."


Bella mengantar ke salah satu kamar tipe presiden suite yang biasa ditempati Raisya ketika berada di sana.


"sudah kamu tidur saja disini..atau perlu aku panggil suami kamu supaya temani kamu disini.."


"gak usah..mas Arya pasti repot sekarang.."


"udah gak apa apa biar aku panggil suami kamu..aku tau orang lagi hamil pasti pengennya deket terus sama suami..ya kan.."


"kamu ini sok tahu..kayak udah pernah punya suami aja.."


Bella keluar meninggalkan Raisya di kamar..


Seperti janjinya Bella memanggil Arya untuk menemani Raisya di kamar.


"sayang kamu gak apa apa kan ..?" kalimat pertama yang keluar dari mulut Arya ketika masuk ke dalam kamarnya.


"aku gak apa apa mas..cuma agak lemes aja tadi..Bella aja yang sudah berlebihan.."


Kemudian Arya duduk disamping Raisya dan menemaninya dikamar..dia terlihat sangat khawatir mendengar sang istri sakit.


"beneran gak apa apa..? "


"iya aku gak apa-apa.."


"oiya dari pagi kamu belum makan ..biar aku pesan makanan buat kamu ya..?"


"nanti aja mas..aku belum lapar.."


"sayang jangan turutin malasnya..ingat kamu bukan makan untuk kamu sendiri..tapi untuk anak kita juga..kamu gak kasihan sama anak kita yang di dalam..pasti dia juga lapar..karena mamanya gak makan....? makan ya..?"


melihat anggukan dari sang istri Arya segera menelpon pegawainya untuk menyiapkan makan untuk Raisya sesuai dengan permintaan Raisya.


Setelah makanan datang..dengan penuh perhatian Arya menyuapi Raisya.


Tapi baru berapa suapan Raisya merasa mual dan mau muntah..ia pun segera lari ke kamar mandi..


"sayang..jangan lari larian.." Arya langsung mengikuti istrinya ke kamar mandi.


memijat tengkuk sang istri yang sedang muntah muntah.


Setelah reda karena sudah memuntahkan semua isi perutnya ke closet kamar mandi..Arya mengajak Raisya kembali ke kamar.


Raisya terlihat lemas karena memuntahkan semua makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya.


"kamu minum dulu ya.." Arya memberikan air putih hangat untuk Raisya yang kini tengah duduk di ranjang tempat tidurnya.


"gimana rasanya...masih mual..?" tanya Arya khawatir.


"sedikit.." jawab Raisya pelan.


"kita ke dokter ya..konsultasi ke dokter..biar mual kamu berkurang.."


"gak usah mas..aku gak apa apa..kan dokter juga sudah bilang trimester pertama memang begini.."


"tapi Sya..semua makanan yang kamu makan kamu muntahkan...kamu gak bisa seperti ini terus sayang..aku khawatir sama kondisi kamu dan calon bayi kita..kalau mamanya gak bisa makan apa apa..gimana dengan yang di dalam.." ucapnya sambil mengelus perut sang istri yang masih rata.


"gak apa apa kok mas.. insyaallah aku dan bayi kita kuat.." ucap Raisya menenangkan Arya sang suami yang terlihat sangat mengkhawatirkannya.

__ADS_1


"sayang..kamu baik baik ya dalam perut mama..kalau kamu pengen apa apa kamu bilang sama mama,,papa pasti akan kabulkan apapun permintaan kamu semampu papa..tapi jangan begini..kasihan mama..anak papa gak boleh rewel.." Arya berbicara dengan anak yang masih ada dalam perut Raisya seakan bayi itu sudah hadir di tengah tengah mereka..kemudian mencium lembut perut Raisya.


"iya papa.." jawab Raisya sambil tersenyum seakan mewakili bayi dalam kandungannya.


Dan pandangan ke duanya bertemu dan saling tersenyum satu sama lain..Arya merengkuh Raisya dalam pelukannya mencium puncak kepalanya dengan lembut.. pertanda ia sangat mencintai istrinya itu.


Derttt...drrt..drrt.


Ponsel Arya yang tergeletak diatas meja bergetar tanda ada telpon masuk.


"sebentar sayang.." Arya melepas pelukannya terhadap Raisya sebentar untuk menerima panggilan di ponselnya.


"ya Halo..ada apa....."


"maaf saya hari ini tak bisa ke kantor....sebaiknya kamu antar kesini saja berkas berkasnya untuk saya tanda tangani..saya ada di Raisya hotel & resto.. kamu bisa kesini sekarang.


"ya saya tunggu."


Arya memutus sambungan teleponnya dengan salah satu stafnya di kantor..karena hari ini ia dan Leo memang ia tak pergi ke kantor..Arya membantu persiapan pertunangan Leo dan Bella.


Mungkin kalau Leo ada di kantor..Leo bisa menghandle semua pekerjaannya di kantor..tapi hari ini adalah hari spesial buat Leo.


"siapa mas.."tanya Raisya.


"orang kantor.. memberitahukan ada berkas yang harus aku tandatangani..ya karena aku tak bisa ke kantor..jadi aku minta mereka membawa berkas nya kesini.


"seharusnya mas pergi saja ke kantor..urusan disini kan sudah ada EO yang mengatur.."


"memang acara ini udah di handle sama EO..tapi kamu nya seperti ini..mana mungkin aku ninggalin kamu sayang.."


"tapi mas,,,,"


"sudah jangan banyak bicara,,lebih baik kamu istirahat..atau kamu mau kita pulang kerumah saja..?"


"enggak mas..nanti malam kan acara pertunangan Bella sama pak Leo..masa iya kita pulang.


Aku gak apa apa mas..percaya deh.." Raisya berusaha meyakinkan suaminya bila ia baik baik saja..ini hanya efek hamil mudanya saja.


"iya iya,,aku percaya kamu baik baik saja..yasudah sekarang kamu istirahat..aku akan temani kamu disini.." Arya memposisikan dirinya untuk ikut berbaring di sisi sang istri..dan tak lupa merengkuh hangat istri tercintanya.


Sejam kemudian..ada seseorang yang datang ke restoran mencari Arya..dan orang itu adalah staf kantornya yang mungkin datang untuk mengantar berkas berkas yang harus di tandatangani oleh Arya.


"maaf pak Leo di depan ada orang kantor yang mencari pak Arya..katanya ada hal penting yang harus di sampaikan pada pak Arya "salah seorang pegawai resto memberitahukan pada Leo soal kedatangan staf kantor.


"iya pak..saya akan menemuinya.. terimakasih.."


"sama sama pak.."


Leo segera ke ruangan depan menemui staf kantor dan ternyata benar staf bagian keuangan datang mencari pak Arya.


"selamat siang pak..ada keperluan apa mencari pak Arya..?" tanya Leo dengan sopan.


"selamat siang pak Leo..maaf kalau saya mengganggu persiapan pertunangan bapak..tapi ada berkas yang perlu tanda tangan pak Arya secepatnya..dan tadi saya sudah telepon pak Arya..dan beliau meminta saya untuk datang kesini.."


"baiklah kalau begitu..boleh bapak serahkan berkasnya pada saya..karena pak Arya sedang menunggu istrinya yang sedang kurang sehat.."


"silakan pak.." staf kantor menyerahkan berkas yang dibawanya kepada Leo..dan Leo pun minta ijin untuk memberikannya pada pak Arya.


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu..saya akan serahkan ini pada pak Arya..bapak silakan menunggu disini sebentar saya akan segera kembali.."


"baik pak.."


Leo meninggalkan ruangan itu dan pergi kelantai 3 dimana tempat istirahat atasannya beserta keluarga Wijaya.


Dengan pelan Leo mengetuk pintu kamar Arya dan Raisya..sebenarnya ia tak mau mengganggu atasannya itu..tapi ini penting..ada berkas yang harus segera di tandatangani oleh Arya.


Mendengar suara ketukan pintu..perlahan Arya melepas pelukan nya pada sang istri yang baru beberapa menit yang lalu tertidur.


Arya berjalan menuju pintu dan membukanya dengan perlahan agar tak menimbulkan suara yang akan membuat sang istri terbangun dari tidurnya.


"maaf pak saya mengganggu..ini tadi ada staf keuangan kantor yang datang mengantar ini untuk segera bapak tandatangani.."


"kita bicara disana saja Raisya baru saja tertidur..kasihan kalau dia kebangun.." Arya menunjuk pada sepasang meja kursi yang tak jauh dari kamarnya untuk ia dan Leo bicara..ia pun menutup pintu kamarnya kembali dengan sangat hati hati.


"bagaimana apa kamu sudah cek semuanya .?" tanya Arya sambil melihat berkas yang harus ia tandatangani.


"iya pak saya sudah mengeceknya tadi..jadi bapak tinggal tandatangani saja.."


Arya membaca sekilas isi dari map yang diberikan asistennya pada nya..kemudian Leo memberikan pen untuk digunakan tanda tangan.


Tanpa pikir panjang Arya pun menandatangani nya..karena sebelumnya sudah di cek oleh Leo dan ia juga sudah membaca isinya walaupun sekilas..


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak saya akan serahkan berkas ini dulu.." ucap Leo ketika Arya sudah mengembalikan map berisi berkas yang sudah ia tandatangani sebelumnya.


"oiya Leo..maaf kamu jadi harus mengurus acara kamu sendiri.. karena saya harus menemani Raisya yang kamu tahu sendiri sedang hamil muda..masih agak lemah..tapi kalau kamu perlu sesuatu jangan ragu untuk bicara sama saya.."


"iya pak,,bapak dan mbak Raisya beserta keluarga sudah sangat membantu saya dan mama saya..oiya bagaimana keadaan mbak Raisya?..apakah sudah membaik..tadi saya sempat dengar dari Bella kalau mbak Raisya kembali lemas dan mual.."


"Alhamdulillah Raisya sudah bisa tidur..walaupun semua makanan yang masuk dimuntahkan kembali.."


"apa perlu saya panggil kan dokter pak..?"


"gak usah Leo..tadi saya juga sudah membujuk Raisya untuk kedokter.. tapi dianya gak mau..katanya ini memang bawaan bayi.."


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak..kalau bapak perlu apa apa saya ada di bawah.."


"iya kamu tenang aja..kamu urus saja acara kamu ya,,"


"baik pak.."


Arya kembali ke kamar setelah sebelumnya Leo kembali ke lantai dasar menyerahkan kembali map yang berisi berkas penting yang sudah ia tandatangani.

__ADS_1


...****************...


to be continued..✍️✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉👉


__ADS_2