Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 49*


__ADS_3

Seperti biasa rutinitas Raisya di pagi hari..selesai mandi dan bersih bersih ia pun menyiapkan segala keperluan sang suami untuk pergi bekerja..setelah itu ia memesan sarapan pagi karena saat ini mereka masih berada di Surabaya.


Karena semua sudah siap..dan Arya juga belum keluar dari kamar mandi..Raisya pun memutuskan untuk menelepon ke rumah yang ada di Jakarta guna menanyakan kabar si kecil khususnya,,dan semua keluarga.


"Assalamualaikum .."


"waalaikumsalam..Sya..pasti kamu mau tahu kabar si kecil kan..ni dia udah mandi,,udah cantik.." Bella mengarahkan kamera ponselnya pada Pelangi agar Raisya bisa melihatnya.


"halo sayang,,kamu cantik banget sih..mama kangen banget sama kamu..kamu kangen gak sama mama..humb..........." Raisya mengajak bicara si kecil via video call..beberapa saat kemudian tiba tiba Arya sudah duduk tepat di belakangnya dan gabung melihat si kecil dengan masih memakai kaos oblong warna putih dengan bawahan celana pendek warna cokelat muda.


"anak papa sudah cantik...papa kangen banget sama kamu nak..tapi tenang saja besok mama dan papa sudah balik ke Jakarta lagi..kita bisa main lagi ya....oiya anak papa mau di belikan oleh oleh apa nanti..??......." mereka asyik ngobrol dan bercanda dengan si kecil Pelangi..hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul setengah 8 pagi dan sebentar lagi Arya harus segera berangkat untuk meeting...sehingga mereka terpaksa harus memutus sambungan video call nya dengan si kecil..dan kemudian Arya dan Raisya lanjut untuk sarapan.


"oiya mas besok kita jadi balik ke Jakarta kan..?" tanya Raisya di sela sela sarapan.


"iya..kenapa..? kamu masih pengen disini..?"


"gak lah,,malah aku pengen buru buru pulang..karena aku sudah kangen banget sama Pelangi..ini aja rasanya sudah lama banget gak ketemu..".


"sama sayang,,aku juga kangen banget sama dia..gak nyangka ya.. Pelangi bisa membuat hidup kita jadi berwarna begini,,ia menambah kebahagiaan hidup kita.." ujar Arya.


"iya mas..dia akan selalu dan selalu memberi warna dalam kehidupan kita..karena dia Pelangi kita.."


"oiya rencana kamu apa hari ini..?? gimana kalau kamu ikut aku meeting aja..cuma sebentar kok.."


"gak lah mas..aku disini aja..lagipula buat apa aku ikut, aku sekarang bukan sekretaris kamu lagi..sudah ada pak Leo juga kan..?"


"iya memang kamu bukan sekretaris aku lagi tapi kan kamu istri aku..wajar kan kalau seorang istri nemeni suami kerja.." Arya terus mencoba mengajak sang istri untuk ikut meeting bersamanya,,tapi tetap saja Raisya tak mau..bukannya apa..gak enak dilihat orang masak suami kerja di ikutin terus sama istrinya.


"yasudah lah kalau kamu gak mau ikut..aku berangkat sekarang ya..kasian Leo sudah nunggu di lobby.." Arya beranjak dari duduknya kemudian pamit pada sang istri diikuti dengan Raisya yang selalu mencium punggung tangan suaminya..begitu pula sebaliknya,,Arya mencium kening sang istri..untuk jadi penyemangatnya dalam bekerja.


Hari ini Arya harus dengan segera menyelesaikan urusannya jika tidak,ia akan semakin lama di surabaya.


Kurang lebih 2 jam Arya bergelut dengan dokumen penting bersama dengan para petinggi perusahaan lainnya yang ikut dalam meeting tersebut.


"bagaimana pak..apa bapak dan mbak Raisya akan pulang besok..?" tanya Leo pada bosnya setelah mereka selesai meeting.


"tentu saja Leo bahkan kalau hari ini ada penerbangan ke Jakarta yang tidak terlalu malam saya dan Raisya akan pulang hari ini juga.."


"baiklah pak kalau begitu saya akan segera mencarikan tiket untuk pulang ke Jakarta.."


"tolong carikan penerbangan pertama untuk besok ya.."


"baik pak..akan saya usahakan.."


Selanjutnya Arya kembali ke hotel untuk menemui sang istri.


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam..mas sudah kembali..gimana urusannya hari ini ?? lancar ??.." tanya Raisya ketika membukakan pintu untuk Arya dan menjawab salam.


"Alhamdulillah sayang semua lancar.."


Jawab Arya sambil berjalan masuk ke kamar di dampingi Raisya.


"berarti besok kita jadi pulang ke Jakarta mas,,?" tanya Raisya antusias..dan di balas anggukan oleh Arya.


"tentu saja..dan kalau Leo bisa mendapatkan tiket ke Jakarta malam ini,,malam ini juga kita akan pulang.."


"benarkah..?? aku sudah gak sabar pengen pulang ketemu Pelangi mas..semoga saja Pak Leo bisa mendapatkan tiketnya malam ini.."


"iya sayang.."


"oiya mas,,gimana kalau kita undang mamanya pak Leo untuk makan siang bareng..sebagai salam perpisahan..??"


"boleh juga sayang..biar aku coba hubungi Leo ya.."


Arya pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Leo..sementara Raisya menaruh tas dan jas Arya di kursi.


"bagaimana mas,,bisa..??" tanya Raisya ketika Arya sudah selesai menelepon Leo.


"iya sayang bisa.."


"kalau gitu kita pesan tempat aja dulu ya..kira kira dimana ya yang enak dan nyaman.. mas Arya tahu gak..??"


"jujur ya aku gak pernah tahu tempat makan yang enak..dari dulu semua diurus sama Leo..dan juga kamu..waktu masih jadi sekretaris aku.."


"Yasudah kalau gitu aku coba browsing aja dulu kali ya..cari tempat yang recomended.."


"he emb..kalau gitu aku mandi dulu ya,,gerah banget.." Arya meninggalkan Raisya yang masih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya..sambil tak lupa mencuri ciuman dari sang istri.


"ihh mas Arya sudah mandi dulu sana.. bau asem.." ucap Raisya ketika Arya mencuri ciuman darinya sebelum masuk ke kamar mandi..dan Arya menanggapinya hanya dengan senyuman.

__ADS_1


15 menit kemudian Arya keluar dari kamar mandi hanya memakai celana pendek dan kaos lengan pendek warna putih..dengan handuk yang digunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah karena habis keramas.


Arya pun kembali mengambil duduk di samping Raisya.


"gimana sudah dapat tempatnya..??" tanya Arya pada Raisya yang masih sibuk dengan ponselnya.


"iya ini aku ada 3 pilihan..sepertinya recomended banget..mas pilih yang mana..??" Raisya memberikan ponselnya pada Arya dan meminta Arya memilih satu dari 3 resto yang berhasil ia temukan di browser.


Setelah dipilih dan dipilih,,Arya akhirnya memilih satu resto yang tempatnya tidak begitu jauh dari hotel tempatnya menginap,,dan juga tak jauh dari rumah mamanya Leo..dan menu makanannya kelihatannya enak..di lihat dari review para pengunjung.


"gimana kalau yang ini sayang,,kamu setuju gak...tempatnya gak begitu jauh dari sini..hanya perlu waktu setengah jam dari sini.."


"hemb boleh juga mas..kita pilih yang ini saja ya.."


"iya sayang..coba kamu reservasi sekarang keburu gak dapat tempat.."


Raisya mengangguk,,kemudian langsung memesan tempat di resto pilihan mereka..


Jam 1 siang Arya dan Raisya sampai di resto tujuan..begitu juga Leo dan mamanya sudah menunggu di parkiran depan.


"maaf kami sedikit terlambat.." ucap Arya ketika sampai resto dan melihat Leo dan mamanya sudah berada disana.


"tidak apa apa pak..saya dan mama saya juga baru sampai.." jawab leo dengan sopan.


"apa kabar tante..??" sapa Raisya pada ibu Mayang mamanya Leo ketika bertemu.


"alhamdulillah baik mbak.."


"kalau begitu bagaimana kalau kita lanjutkan ngobrolnya di dalam sambil makan siang.." Arya mengajak Leo dan juga mamanya untuk bersama sama masuk ke dalam resto.


Saat mereka masuk,,ada seorang petugas yang bertanya apakah mereka sudah memesan tempat atau belum..karena jika belum mohon maaf sekali mereka harus mencari tempat lain karena tempat sudah penuh.


"atas nama Arya Wijaya.." jawab Raisya ketika ditanya oleh karyawan resto yang bertugas di depan.


"baik buk,,silakan masuk saya akan mengantar bapak dan ibu ke meja pesanan.." karyawan itu mengantar Arya beserta yang lain menuju meja pesanan mereka.


"silakan duduk dulu pak buk..sambil menunggu pesanan datang.."


Setelah pegawai itu pergi ada seorang pelayan yang datang dengan membawa buku menu makanan dan diberikan kepada Arya dan yang lain.


"kamu mau makan apa mas..?" tanya Raisya yang kini tengah memegang buku menu di tangannya.


"apa aja sayang,,kamu kan tahu mana yang terbaik buat aku.."


"sayang gitu aja sewot.." ucap Arya seraya mencubit pipi istrinya dengan gemas...seakan tak ada orang lain di sekitarnya.


"yasudah biar aku yang pilih..oiya Leo..tante silakan pilih menunya.."


"iya pak.."


Setelah memilih beberapa menu makanan..mereka pun ngobrol ngobrol sambil menunggu pesanan mereka datang.


"jadi mas Arya dan mbak Raisya mau pulang hari ini juga..?" tanya ibu Mayang pada Arya dan Raisya.


"iya tante..semoga saja Leo bisa mendapatkan tiketnya hari ini...gimana Leo apa kamu sudah dapatkan tiketnya..??'" tanya Arya pada asistennya.


"maaf pak saya sampai lupa menyampaikan..bahwa bapak dan ibu bisa kembali ke Jakarta sore ini dengan jadwal penerbangan jam 6 sore..untuk masalah reservasi tiketnya sudah saya kirim ke ponsel bapak.." jelas Leo.


"terimakasih Leo..dan seperti janji saya..saya akan beri kamu ijin cuti satu minggu disini..biar bisa temani mama kamu.."


"terimakasih pak..tapi bagaimana untuk pekerjaan saya selama saya disini..?? apa pak Arya gak akan kerepotan nantinya..??"


"kamu tenang aja ada Raisya yang akan membantu saya selama kamu disini.." ucap Arya seraya melirik ke arah sang istri yang duduk di sebelahnya.


"mbak Raisya..??" tanya Leo.


"iya,,kenapa?? apa kamu lupa kalau dulu Raisya pernah menjadi sekretaris saya..?"


"maaf pak..bukan begitu maksud saya.." Leo sedikit kikuk dengan ucapannya sendiri padahal Arya hanya becanda.


"saya hanya becanda Leo..iya istri saya yang sementara akan bantu saya..iya kan sayang..kamu mau bantu aku..??" ucap Arya seraya bertanya pada sang istri.


"tentu saja mas,,,aku akan siap membantu semampu aku..pak Leo tenang saja..nikmati kebersamaan pak leo dengan tante Mayang."


"terimakasih buk.."


"Leo..kamu beruntung sekali punya atasan seperti pak Arya..dan istrinya,,mereka begitu baik.." ucap ibu sarah pada Leo anaknya.


Tak lama pesanan mereka pun datang dan mereka pun menjeda obrolan mereka untuk menikmati makan siang.


drrrt..drrt..drrt

__ADS_1


Leo merogoh sakunya karena ponselnya berdering.


"maaf pak,,mbak saya permisi terima telepon sebentar.."


"silakan.." jawab Arya disertai dengan anggukan Raisya.


"sebentar ya ma.."


"iya.."


Leo pergi sebentar meninggalkan meja nya meninggalkan Arya dan yang lainnya.


Dan kini giliran ponsel Raisya yang berdering..dan ternyata dari Bella.


"siapa Sya..?" tanya Arya ketika melihat sang istri mengambil ponselnya yang berdering.


"Bella mas..maaf tante saya terima telepon sebentar.."


"iya silakan.."


"Halo yaa Bell ada apa........tumben kenapa Pelangi rewel terus,,gak biasanya..mungkin gak enak badan.." Raisya bicara sambil memandang ke arah Arya.


Ternyata Bella memberi tahu kalau si kecil dari tadi rewel terus gak tahu kenapa..sama oma nya juga masih rewel..mungkin ia kangen sama mamanya.


"yasudah aku video call ya....gak aku gak sibuk..cuma lagi makan siang aja...." Raisya mengubah sambungan teleponnya menjadi video agar bisa melihat wajah si kecil.


"sayang,,anak mama kenapa nangis ..Pelangi kangen sama mama ya sayang..iya nanti mama sama papa akan pulang ya..tapi Pelangi gak boleh rewel dirumah sama tante dan oma ya.."


Melihat wajah mamanya dan mendengar suaranya,,Pelangi pun sedikit tenang..ia senyum senyum.


"sayang hay ini papa..sayang gak boleh rewel ya..nanti mama sama papa akan pulang kok..tunggu dirumah ya sama tante dan oma.."


"anaknya ya mbak.." ucap ibu Mayang ketika sekilas melihat wajah anak kecil di layar ponsel Raisya.


"iya tante..sayang lihat ini namanya oma Mayang,,mamanya om Leo..kenalan donk.." Raisya mengenalkan ibunya Leo dengan Pelangi,,meskipun ia tahu pelangi belum paham.


"hay sayang,,hih cantik banget sih kamu..kayak mama kamu.." ucap ibu Mayang ketika melihat video Pelangi di ponsel


"makasih oma.." ucap Raisya mewakili Pelangi.


Disana ibu Mayang melihat ada seorang wanita cantik di samping Pelangi..rasa penasarannya muncul saat itu juga.


"ya sudah sayang makan dulu ya sama tante,,mama juga mau makan..dadahh sayang.."


Raisya melambaikan tangannya,,begitu juga Arya dan ibu mayang..dan setelah itu memutus sambungan videonya dan melanjutkan makan siangnya.


"sayang aku ke toilet sebentar yaa.."


"iya.."


"tante saya tinggal sebentar.."


"silakan.."


Kini tinggallah Ibu Mayang dan Raisya yang ada di meja itu..dan untuk mengobati rasa penasarannya dengan wanita yang tadi ada di video dengan Pelangi..akhirnya ibu Mayang memberanikan diri bertanya pada Raisya.


"mbak Raisya..itu tadi yang sama si kecil adiknya ya...?" tanya ibu Sarah pada Raisya.


"ohhh itu,,itu Bella tante dulu teman sekolah saya dulu..memang ada apa tante..?"


"Gak apa apa mbak..cuma tanya aja..oiya tinggal sama mbak Raisya juga.?"


"iya sudah sebulan ini..ikut bantu jagain si kecil..karena mas Arya khawatir saya kecapean..dan untuk memperkerjakan baby sister kami tidak percaya,,jadi daripada Bella kerja di perusahaan mendingan ikut bantu jagain Si kecil dirumah.." terang Raisya.


"cantik ya mbak orangnya..??"


Raisya tersenyum,,ia jadi berpikir kalau ibunya pak Leo ingin kenal dengan sahabatnya itu.


"iya buk..baik juga orangnya,,sebelumnya dia tinggal di Jogja di salah satu mall milik Wijaya group juga..bahkan pak Leo juga yang membawa Bella ke Jakarta,,karena permintaan suami saya..agar saya bisa bertemu kembali dengannya.."


"keluarganya tinggal di Jogja mbak..?"


"Bella sudah gak punya siapa siapa lagi tante ke dua orang tuanya sudah meninggal sejak Bella SMA tante..jadi selama ini ia hidup sebatang kara..setelah orang tuanya meninggal Bella bekerja keras untuk bertahan hidup.."


"kasian dia ya..oiya kapan kapan kenalin tante sama Bella ya mbak.." pinta ibu Mayang selanjutnya.


"iya tante pasti..tante main aja ke Jakarta..bareng sama pak Leo.."


"hemm boleh juga ya mbak..kalau begitu nanti tante akan ikut Leo ke jakarta.."


Ibu Mayang kelihatan senang sekali saat Raisya menawarinya untuk pergi ke Jakarta bareng Leo..seakan akan ada maksud tersembunyi di dalamnya.

__ADS_1


...****************...


to be continued✍️✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉👉


__ADS_2