
"Bella,,gimana tadi Pelangi gak rewel kan..?" tanya Raisya saat ia baru pulang menghadiri acara makan malam dengan klien bersama Arya.
"gak ko pelangi gak rewel,,dia baru aja tidur..dia juga sudah makan.." jawab Bella.
"syukurlah,,makasih banget ya Bell kamu udah mau bantu aku jagain Pelangi.."
"iya sama sama,,aku juga seneng bisa bantu jagain Pelangi,,apalagi Pelangi anaknya lucu,,gemesin lagi..siapa coba yang ga suka sama dia.."
"kalau gitu aku lihat Pelangi dulu ya.." ucap Raisya kemudian sebelum pergi ke kamar melihat Pelangi.
Raisya dan Arya pergi ke kamar putri kecilnya,,disana mereka melihat Pelangi seperti seorang bidadari cantik yang tengah tertidur,,terlihat damai sekali.
Arya dan Raisya bergantian mencium malaikat kecilnya,,pelita hati mereka.
"lihat Sya,,dia mirip sekali seperti kamu..walaupun kamu bukan ibu yang melahirkannya,,dia sangat cantik,,seperti mamanya,,aku juga yakin saat dewasa nanti dia juga akan menjadi pribadi yang baik seperti kamu,,pintar,,dan disukai banyak orang tapi cukup satu orang yang bisa memiliki hatinya..seperti halnya kamu,,hanya aku yang bisa memiliki hati kamu.." mendengar ucapan Arya,,Raisya tersenyum tersipu malu.
"biar pun Pelangi bukan lahir dari rahim aku,tapi dia sudah seperti anak kandungku sendiri mas,,aku gak bisa bayangkan bila nantinya aku kehilangan dia..pasti aku akan mati.."
"usstt,," Arya menutup bibir Raisya dengan jarinya.
"kita gak akan pernah kehilangan Pelangi..dia akan selalu bersama kita sayang..apapun yang terjadi.."
Arya kemudian merengkuh istrinya dalam pelukannya.
Dia tahu jika istrinya itu baru saja merasakan kebahagiaan setelah sepeninggal putra mereka.,dan keinginannya tak banyak,,ia hanya ingin melihat wanita yang ia cintai bahagia.
"sudah sekarang kamu ganti baju terus istirahat..ini sudah malam.. Pelangi juga sudah tidur.."
Raisya pun mengikuti ucapan Arya dan segera pergi ke kamar mandi untuk ganti baju dan kemudian istirahat.
Setiap harinya,,bila malam Si kecil selalu tidur sekamar dengan Arya dan Raisya..walaupun sekarang sudah ada bella yang bantu mengurusnya..tapi bila malam tetap Raisya dan Arya yang menjaganya.
*****
Pagi ini Pelangi terbangun lebih dahulu,,ia melihat mama dan papanya masih tidur.
si kecil pun berusaha membangunkan papanya dengan merangkak naik di atas tubuh papanya yang masih tidur.
"sayang kamu sudah bangun,," Ucap Arya saat melihat Pelangi sudah berada di atas tubuhnya..bayi kecil itu pun tersenyum manis.
Tak lama Raisya pun membuka mata dan melihat suami dan putri kecilnya sudah terbangun.
"sayang lihat mama sudah bangun.."
"pagi sayang.."
"pagi mama,,"
Arya pun menidurkan putri kecilnya di tengah tengah,,diantara ia dan Raisya.
"anak siapa sih jam segini sudah bangun..anak nya papa yaa..?" Arya berbicara pada putri kecilnya.
"pa....pa.."
Dan bayi kecil itu mengucap kata papa dengan jelas,,membuat Arya dan Raisya terkejut dan bahagia.
"sayang kamu dengar Pelangi baru saja panggil aku papa.." ucap Arya dengan nada bahagia.
Raisya pun mengangguk,,ia juga sangat bahagia melihat si kecil mengucap kata papa untuk yang pertama kalinya..ia juga tahu Arya pasti lebih bahagia karena si kecil memanggilnya papa..kata pertama yang keluar dari bibir mungil itu.
"sekali lagi sayang papa pengen dengar.."
"pa...pa.."
Arya langsung memeluk putri kecilnya itu dengan erat saking bahagianya.
Sikecil pun gak merasa risih di peluk erat oleh Arya..terlihat ia sangat bahagia mendapatkan orang tua baru seperti mereka.
"sayang,, Pelangi nya mama,,sekarang sudah pagi kita mandi yuk..
Selesai memandikan si kecil giliran Raisya yang melakukan ritual paginya..dan Arya yang bertugas menjaga si kecil.
Mereka tetap main di dalam kamar,,sampai sang mama kembali.
Setelah semua bersih ..Arya dan Raisya mengajak si kecil untuk sarapan bersama keluarga yang lain.
"selamat pagi oma opa,," ucap Raisya mewakili si kecil memanggil oma dan opanya yang sudah duduk di ruang makan.
__ADS_1
"pagi sayang,,cucu oma sudah cantik,,sini sama oma.." ibu Lina mengulurkan tangannya untuk menggendong si kecil tapi dia nya gak mau malah memeluk erat sang mama yang menggendongnya.
"kok gak mau.." ibu Lina terlihat sedikit kecewa karena sang cucu tak mau di gendong.
Tak lama Bela pun datang berniat mengambil Pelangi untuk disuapi ..tapi tetap aja si kecil tak mau lepas dari gendongan mamanya.
"Pelangi cantik ikut tante Bella dulu yuk,,biar mama sarapan dulu,, Pelangi makan sama tante"
"biar aja Bella kalau gak mau,,mungkin Pelangi takut ditinggal mamanya kayak kemaren.." ucap Arya melihat Pelangi tetep gak mau ikut siapa pun.
"iya Bel mending kamu ikut sarapan aja sini.."
"gak usah Sya,,aku di belakang saja sama bibik.." Bella pun undur diri untuk ke belakang sarapan dengan bibik.
****
"Sya gimana kalau kita ajak Pelangi jalan jalan..? dia pasti bosen dirumah terus.." ajak Arya saat mereka duduk santai di teras bersama si kecil.
"jalan kemana mas,,?" tanya Raisya .
"ke mall atau ke taman..biar Pelangi gak bosen.." usul Arya.
"hem boleh juga..ya sudah aku siapin Pelangi dulu yaa,,nanti gantian mas yang pegangin Pelangi aku yang siap siap.." Arya mengangguk mengiyakan ucapan istrinya yang kemudian beranjak pergi ke kamar untuk siap siap.
Kurang lebih 30 menit mereka sudah siap untuk berangkat jalan jalan.
Hari ini mereka hanya jalan ber 3 menghabiskan waktu bersama tanpa suster dan sopir.
Sampai di mall Pelangi terlihat sangat bahagia,,ia selalu tersenyum sambil ngoceh ketika melihat sesuatu yang ia sukai.
"kamu senang ya sayang jalan jalan..? kalau gitu nanti kita akan sering sering q time bareng yaa.." ucap Arya sambil berbicara pada putri kecilnya yang duduk di stroler baby.
"wau,,,wau,,wau sungguh pemandangan yang menyenangkan..sepasang suami istri sedang jalan jalan dengan anak pungutnya.."
"mau apa lagi kamu Reva..?" tanya Arya dengan ekspresi tak suka melihat wanita itu,,yaa mereka bertemu Reva,,wanita di masa lalu Arya.
"enggak,,aku cuma mau katakan aja sama kamu,,pasti kamu menyesal kan sudah meninggalkan aku demi menikahi sekretaris kamu ini..yang ternyata tak bisa memberimu keturunan...." ucap Reva menghina Raisya.
Mendengar ucapan Reva,,Arya menjadi emosi..ia mengepalkan tangannya..namun Raisya yang paham akan situasi..segera menarik tangan Arya berusaha menenangkan.
"mas,,sudah..gak usah dengerin ucapannya..ayo kita pergi saja dari sini..jangan sampai Pelangi melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat.." Raisya segera menarik lengan Arya agar tidak semakin emosi menghadapi Reva.
"jangan berani berani kamu menyebut istri ku wanita j****g,,dia wanita terhormat bukan seperti kamu,,coba kamu bercermin lebih dahulu sebelum berucap.." ucap Arya tegas.
"sudah mas,gak usah di ladeni,,malu dilihat banyak orang.."
"kenapa kamu malu karena kamu merebut calon suami ku dan sekarang kamu dapat karmanya dengan tak bisa memiliki keturunan.."
"maaf,,saya tak pernah merebut calon suami anda..dan saya tidak merasa malu karena sampai sekarang belum bisa memiliki keturunan..tapi saya hanya tak ingin berurusan dengan anda..dan satu lagi anda bisa melihat sendiri kehidupan saya dan keluarga saya lebih bahagia dari pada anda sendiri..walaupun kami belum di karuniai keturunan.." Reva merasa terjatuh mendengar ucapan Raisya dan dengan reflek tangan kanannya berusaha menampar wajah Raisya..namun niatnya digagalkan oleh Arya,,tangan Arya segera menangkis ayunan tangan Reva.
"jangan coba coba menyentuh istri ataupun keluarga ku,,kalau tidak akan aku pastikan hidup kamu tidak akan tenang..ayo sayang kita pergi.." kali ini Arya dan Raisya beserta Pelangi benar benar pergi dari hadapan Reva,dan hal itu membuat Reva sangat marah dan kesal.
Raisya mengajak si kecil ke play ground untuk bermain main..Namun Arya terlihat masih sangat kesal dengan kejadian tadi bersama Reva..sungguh wanita itu benar benar membuatnya naik darah.
"mas,,ngapain diam saja..?? masih mikir yang tadi?? sudahlah,,orang seperti Reva gak perlu terlalu kita pikirkan,,dan ladeni,,kalau kita meladeninya,,berati gak ada bedanya donk kita sama dia.."
"tapi sya setiap kali dia bertemu kamu,,dia selalu menghina kamu,,dan itu aku gak suka.."
"iya aku ngerti kok mas..tapi sudahlah..biar saja dia menghina aku mati matian..toh gak ada efeknya kan buat kita,,kehidupan kita juga lebih bahagia di banding kan dia..sudahlah mas,,gak usah pedulikan dia,,anggap aja angin lalu.."
Raisya berusaha menenangkan suaminya,,padahal sejujurnya,,ia juga sakit hati mendengar kata hinaan yang keluar dari mulut Reva yang selalu mengatainya pelakor..tapi ia berusaha sabar agar tak timbul masalah baru.
"entah hati kamu ini terbuat dari apa,,kamu selalu bisa menghadapi semua hinaan Reva dengan sabar.."
"mas,,kekerasan jangan di lawan dengan kekerasan karena itu tak akan menyelesaikan masalah..tapi justru akan memperkeruh suasana..dan jika kita melawan dengan kekerasan juga,,apa bedanya kita dengan reva..?"
"kamu benar Sya,,aku harus banyak belajar sabar dari kamu untuk menghadapi situasi apapun.."
Arya merengkuh Raisya dalam pelukannya sambil melihat dan menemani si kecil bermain.
"kita mesti banyak bersyukur mas,,kebahagiaan yang Tuhan berikan pada kita sudah lebih dari cukup..kita sempat kehilangan Arsya tapi Tuhan menggantikannya dengan Pelangi..masih banyak orang diluar sana yang tak seberuntung kita.."
"iya sayang,,aku juga bersyukur,,karena Tuhan mengirimkan jelmaan malaikat untuk jadi pendamping hidup ku..entah bagaimana jalan hidup ku jika aku tak menemukan mu..aku sangat mencintai kamu sayang.."
"aku juga mas,,aku juga sangat mencintai mas..melebihi diriku sendiri.."
Arya mencium kening Raisya dan kembali merengkuhnya dalam pelukan..namun tiba tiba si kecil merangkak mendekat sambil tertawa seakan ia juga ikut merasakan kebahagiaan mama dan papanya saat ini.
__ADS_1
"sayang,,kenapa kamu iri ya papa peluk mama,,sini papa juga akan peluk kamu.." Arya meraih si kecil dan memeluknya bersama Raisya.
Semua orang yang melihat kebersamaan mereka pasti ikut bahagia terkecuali mungkin Reva,,hanya dia yang tak ingin melihat keluarga kecil itu hidup bahagia,,tapi Tuhan berkehendak lain,,Tuhan memberikan kebahagiaan dengan cara Nya sendiri untuk mereka.
Selesai main main di play ground Arya dan dan Raisya mampir ke resto yang ada di mall itu untuk makan siang..setelah capek beli mainan dan kebutuhan Si kecil.
"kamu mau makan apa mas,,??" Raisya menanyakan makanan apa yang diinginkan suaminya sambil membuka buku menu yang diberikan pelayan.
"apa aja sayang,,aku ngikut.." Arya tersenyum dan meminta Raisya untuk memilihkan menu makan siang nya,,karena istrinya itu lebih paham dengan nya di banding dirinya sendiri.
Dan akhirnya beberapa menu makan siang dipilih oleh Raisya..untuk nya dan juga suaminya..ia sangat teliti soal menu makanan,,karena suaminya punya alergi seafood.
Arya dan Raisya pun menikmati makan siang mereka karena si kecil tertidur di stroler.Mungkin ia juga capek diajak jalan jalan.
Usai makan siang mereka pulang kerumah,,tapi bukan ke rumah keluarga Wijaya melainkan di rumah ibu Widya,,ibunda Raisya.
"Assalamualaikum.."
"waalaikumsalam cucu eyang..." Ibu Widya sangat senang melihat kedatangan anak dan menantunya beserta cucunya..
"sst Pelangi lagi bobok buk.." Raisya meminta ibunya untuk berbicara keras,,karena si kecil sedang tidur takutnya kebangun.
Dan seperti biasa tiap datang / pergi Arya dan Raisya selalu bersalaman dan mencium tangan orang tuanya baik keluarga Wijaya maupun keluarga Raisya sendiri.
"gimana kabar kalian..?"
"alhamdulillah baik buk,,ibuk sendiri sehat kan..?"
"kalian bisa lihat sendiri kan ibu sehat sehat saja..ngomong ngomong kalian habis belanja,,kok bawa barang banyak banget..padahal yang kalian bawakan kemarin aja belum habis.."
"gak apa apa buk,,tadi sekalian kami belanja,,untuk Si kecil juga.." ucap Arya menjelaskan.
"kok sepi buk,,Nadia kemana..?" tanya Raisya karena dari tadi tak melihat adik kesayangannya.
"oh Nadia,,dia ada les tambahan jadi pulang agak sore..maklum udah mau ujian akhir..jadi ya begitulah.."
"tapi Nadia baik baik saja kan buk..?"
"alhamdulillah Sya,,Nadia baik baik saja..oiya malam ini kalian nginap disini saja ya..pasti Nadia seneng liat Pelangi disini.."
Raisya memandang ke arah suaminya yang duduk di sebelahnya..sebelum menjawab permintaan ibunya.
"maaf kalau malam ini belum bisa buk..mas Arya sore ini mau berangkat ke Surabaya ada urusan disana..jadi lain kali aja ya buk..?"
"ya sudah gak apa apa..tapi bener ya lain kali kalian nginap disini.."
"iya buk kita janji.."
Setelah ngobrol ngobrol kurang lebih 2 jam Arya dan Raisya pamit pulang dan kebetulan si kecil pun sudah bangun..jadi dia akan sangat senang bila di ajak jalan naik mobil..karena bisa melihat jalanan sekelilingnya.
Jam 5 sore Raisya menyiapkan segala keperluan untuk di bawa Arya pergi ke Surabaya.
Ia menyiapkan baju dan yang lainnya dan memasukkannya ke dalam sebuah koper berukuran sedang.
"Sya,,"
"hemm.." Raisya yang sedang memasukan barang barang ke koper pun seketika menoleh ketika Arya memanggil namanya.
"beneran kamu gak mau ikut ke Surabaya..?" tanya Arya yang sangat berharap istrinya bisa ikut ke Surabaya bersamanya.
"mas,,kalau aku ikut kasian Pelangi..lain kali aja ya aku ikut kalau Pelangi sudah agak gede.."
"tapi aku gak bisa jauh dari kamu sayang.." Arya langsung menarik pinggang ramping istrinya hingga tubuh mereka berdua menyatu.
"mas,,kan cuma 3 hari,,aku janji kalau nanti Pelangi sudah agak gede..kita akan selalu ikut kemanapun mas pergi..tapi sekarang Pelangi masih kecil,,kasihan dia kalau di ajak perjalanan jauh..nanti takutnya di jalan dia nya rewel.."
Mendengar ucapan sang istri,,Arya pun hanya bisa diam karena memang benar apa yang dikatakan istrinya itu,,usia Pelangi masih terlalu kecil untuk diajak bepergian jauh.
"gak apa apa kan aku gak ikut..??? mas,,mas Arya..??"
Dan akhirnya cuuuup dengan sedikit berjinjit karena tinggi badan Arya yang melebihi tingginya,,Raisya pun mengecup hangat bibir suaminya.
Melihat tindakan sang istri yang diluar kebiasaan Arya pun kaget karena tak biasanya Raisya yang memulainya..dan Raisya tersenyum melihat ekspresi suaminya.
Arya pun tak melewatkan sedetikpun waktu untuk membalas perlakuan sang istri padanya.
...****************...
__ADS_1
to be continuedπππππ