
"kami akan mendalami kasus ini pak,,kami akan berusaha mencari dalang dari semua kejadian ini dari keterangan pelaku.." ucap seorang kepala polisi yang menangani kasus Raisya.
"tolong beri hukuman yang setimpal pada mereka semua pak.." ucap Arya ketika bertemu dengan polisi yang menangani kasus Raisya..
"kami akan memproses mereka sesuai hukum yang berlaku pak.."
Sepulang dari kantor polisi,Arya masih terlihat sangat emosi..mengingat ucapan sang pelaku yang mengatakan ia hanya menjalankan perintah & yang memerintahnya adalah seorang wanita muda seumuran Raisya..
Arya memukul kemudinya,,membuat Raisya yang duduk di sebelahnya tesentak kaget.
"mas..mas Arya jangan emosi begini,,dengan emosi tak akan menyelesaikan masalah,,kita harus menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin.." ujar Raisya menenangkan.
"tapi Sya yang aku tak habis pikir,,laki laki itu diperintah oleh seorang wanita muda..seorang wanita Sya..apa kamu pernah ada masalah dengan seseorang,,??" Arya menegaskan kata *wanita muda* dalam ucapannya.
Mendengar ucapan Arya,,Raisya hanya menggeleng karena ia tak pernah punya musuh selama ini..karena dalam hidupnya ia jarang bersosialisasi jadi tak banyak orang mengenalnya..
"aku gak pernah punya masalah dengan siapapun mas,,dulu aku selalu sibuk bekerja & bekerja aku tak sempat bergaul dengan orang orang.." terang Raisya.
"atau jangan jangan,,,,??" terlintas nama seseorang di pikiran Arya..tapi ia tak kan bertindak gegabah tanpa bukti.
"jangan jangan apa mas,,mas Arya mencurigai seseorang..??" tanya Raisya penasaran.
"gak nggak apa apa.." Arya tak mengatakan apa yang ada di pikirannya pada Raisya ,ia takut Raisya tak percaya sebelum ada bukti kuat.
"mas,,sudahlah kita serahkan semua pada yang berwajib..biar mereka yang urus semuanya.."
"baiklah kalau itu mau kamu,,yang penting sekarang aku gak mau lihat kamu sedih lagi..kita akan lalui ini sama sama.." ucap Arya pada akhirnya seraya membelai lembut kepala istrinya.
"bagaimana kalau sebelum pulang kita makan siang dulu di luar ..?"
Raisya mengangguk menanggapi ucapan Arya..
Dan sebelum pulang mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan siang.
Baru kali ini Raisya muncul di tempat umum setelah peristiwa perampokan itu..ia merasa sedikit risih saat masuk restoran bersama Arya,,banyak mata yang memperhatikannya.
Arya menarik kursi dan mempersilakan Raisya untuk duduk kemudian ia duduk di kursi yang ada di sebelahnya..sehingga mereka saling berhadapan.
"mas,,kita pulang aja yuk..!" ajak Raisya.
"lho kenapa kita baru aja masuk Sya.." Arya bingung Istrinya ngajak pulang ketika mereka baru saja masuk ke dalam restoran,,dan mereka juga belum sempat memesan makanan atau minuman.
"mas,lihat orang orang disini memperhatikan kita,,,aku gak enak.."
Mendengar ucapan Raisya Arya mengedarkan pandangannya ke segala arah..dan memang banyak orang memperhatikan mereka..sepertinya mereka fokus pada Raisya,,ia paham sejak dulu apapun yang terjadi pada keluarganya tak luput dari awak media jadi bisa dipastikan mereka akhir akhir ini sedang menonton berita tentang musibah yang menimpa Raisya.
"sebentar yaa.." Arya memanggil salah seorang pelayan untuk datang.
"iya pak ada bisa saya bantu..?"
"mbak apa di restoran ini ada privat room nya..kalau ada kami berencana pindah kesana.."
"ada pak ..mari saya antarkan kesana.." pelayan itu mengantar Arya & Raisya menuju privat room yang memang sengaja di sediakan untuk tamu tamu khusus atau istimewa ketika mereka membutuhkan privasi.
"mari pak buk silakan masuk..ada lagi yang. bisa saya bantu..bapak & ibu mau pesan apa..ini menu makanan & minuman yang ada di restoran kami.."
Pelayan itu menyerahkan satu buku pada Arya & satu buku lagi untuk Raisya...dan pelayan itu pun pergi setelah menerima pesanan dari Arya & Raisya.
Akhirnya setelah pindah ke privat room Raisya menjadi sedikit lebih lega..karena tak ada orang lain disana kecuali ia & Arya.
"bagaimana sudah lebih tenang kan disini.." Raisya mengangguk menjawab ucapan Arya.
"Sya,,mulai sekarang kamu harus terbiasa menghadapi pandangan orang tentang kamu,,inilah salah satu resiko menjadi anggota keluarga wijaya..terutama menjadi istri seorang Arya wijaya.." ucap Arya seraya menyunggingkan sebuah senyuman saat menyebutkan namanya.
"kamu tahu sendiri kan kalau suami kamu ini tampan layaknya seorang selebritis yang di manapun berada selalu menjadi bahan cerita orang dan tak lepas dari kejaran wartawan..dan tentu saja begini begini suami kamu ini banyak fans terutama kaum wanita.."
Raisya tersenyum geli mendengar & melihat ekspresi suaminya ketika berbicara.
"iya aku tahu suami aku ini ganteng,,kaya,,terkenal dan banyak yang suka,,tapi seorang Arya wijaya hanya milik istrinya..Raisya lestari.." kini giliran Raisya yang menegaskan bahwa Arya wijaya adalah miliknya,,sambil tersenyum manis.
"Ralat bukan Raisya lestari tapi Raisya Wijaya.." Arya kembali menegaskan.
Mereka ber 2 tersenyum dan Arya merengkuh istrinya kedalam pelukannya..ia sangat bahagia ketika melihat istrinya tersenyum kembali.
"jangan pernah menangis lagi yaa sayang..teruslah tersenyum seperti ini,,aku gak mau melihat istriku yang cantik ini wajahnya penuh dengan air mata.." ucapan Arya membuat Raisya kembali tersenyum.
Usai makan siang..mereka pulang kerumah..
__ADS_1
"Assalamualaikum..ma pa .."
"waalaikumsalam kalian dari mana aja sih mama khawatir..mama telepon ke hp kalian juga gak diangkat..kalian kemana aja..??"
"ma tenang dulu dong biarkan mereka duduk dulu jangan langsung di bom sama pertanyaan mama itu.." ucap pak wijaya menengahi.
Arya & Raisya duduk di sofa bersebelahan dengan mama & papanya.
"ma pa,,maaf kalau sudah buat mama & papa khawatir..tadi Raisya ikut Arya ke kantor karena dirumah gak ada orang.. setelah itu kita ke kantor polisi.." jelas Arya setelah mereka duduk.
"kantor polisi ..?" ulang ibu Lina kaget.
"iya ma,,tadi kami dapat info kalau pelaku perampokan Raisya sudah ketangkap.."
"syukurlah kalau begitu..terus kelanjutannya bagaimana,,??" tanya mama & papanya kompak.
"ya untuk saat ini kita serahkan urusannya pada pihak yang berwajib ma pa,,biar mereka yang tentukan hukuman apa yang layak untuk si pelaku.." terang Arya menjelaskan pada orang tuanya.
"kalian sudah makan..?tadi mama masak sup ayam.."
"maaf ma kita sudah makan tadi sebelum pulang.."
"yasudah kalau begitu kalian istirahat saja pasti capek..apalagi Raisya yang kondisinya belum benar benar pulih.." pinta sang mama menasehati.
Arya & Raisya mengangguk meng iya kan ucapan sang mama,,kemudian mereka pamit ke kamar.
**
Hari hari berlalu di hadapi dengan penuh kesedihan oleh keluarga Wijaya terutama Raisya..
Dia berusaha menyembunyikan kesedihannya di depan keluarganya dan juga di depan semua orang..tapi ia tak bisa menyembunyikannya dari Arya sang suami.
Seperti malam ini..Raisya duduk sendiri di sofa yang berada di balkon kamarnya.
Ia menangis sendiri sambil memandangi foto buah hatinya yang telah tiada.
"sayang,,,mama kangen sama kamu nak,,kenapa kamu ninggalin mama secepat ini..di saat mama belum bisa memelukmu dan menggendongmu apalagi menyusui kamu sayang..maafkan mama..maafkan mama.."
Di sisi lain Arya yang baru saja masuk ke kamar..tak melihat istrinya di sana.
"Sya,,kamu dimana sayang..?" panggil Arya..ia mengecek kamar mandi namun Raisya tak ada disana,,akhirnya ia melihat pintu arah balkon yang terbuka..
"sayang..kamu kenapa lagi..??" Raisya mendongak & melihat Arya sudah duduk disebelahnya.
Raisya pun langsung memeluk suaminya sambil menangis..
"sstss,,kamu kenapa sayang..??" Arya membalas pelukan Raisya dengan erat.
"aku kangen sama Arsya..." Raisya kembali menangis dalam pelukan suaminya..
"sayang,,aku ngerti perasaan kamu,,aku juga merasakan hal yang sama seperti kamu..tapi kita sebagai orang tua tak punya pilihan lain selain harus mengikhlaskan Arsya pergi..agar dia tenang disana..kasihan Arsya kalau melihat mamanya bersedih terus seperti ini..Arsya sekarang sudah bahagia di tempat abadinya sayang,,jadi kita harus ikhlas.." ucap Arya menenangkan istrinya yang tengah menangis dalam pelukannya.
"sekarang hapus air mata kamu..kamu kan sudah janji sama aku gak akan sedih lagi.." Arya menghapus air mata istrinya dengan ujung jarinya.
"kamu sudah sholat isya' belum..?" Raisya menjawab pertanyaan suaminya dengan gelengan pelan.
" ya sudah sekarang kita ambil wudhu..kita sholat isya' berjamaah ,,sama sama kita do'akan Arsya ya..dan juga kita mohon pada Tuhan agar Tuhan memberi kita keikhlasan.." sekali lagi Raisya mengangguk menuruti kata kata suaminya..kemudian mereka kembali ke dalam kamar untuk ambil wudhu dan sholat isya' berjamaah.
Sungguh luar biasa dirasakan Raisya,,bisa kembali sholat berjamaah dengan suaminya,,setelah beberapa waktu mengalami nifas karena operasi secar.
Alangkah bahagia nya ia dan Arya bila Arsya masih ada dalam jangkauannya..tapi mereka sadar Arsya telah kembali kepada pemilik Nya..ia sudah tenang & bahagia disana,,tinggal kita disini yang masih sangat berat untuk melepas kepergiannya..tapi inilah takdir yang tak bisa mereka lawan.
**
Esok paginya Arya,,Raisya dan juga ke dua orang tuanya sarapan pagi bersama.
Hari ini Raisya sendiri yang memasak..ia mencoba untuk ikhlas dan tegar walaupun sebenarnya ia sangatlah rapuh.
Seperti biasa ia mengambilkan sarapan lengkap dengan sayur & lauk untuk suaminya.
"makasih sayang.." Arya berterimakasih pada istrinya yang telah menyiapkan sarapannya.
Raisya pun tersenyum..hal itu membuat ke 2 orang paruh baya yang ada disana ikut bahagia,,karena terlihat Raisya sudah mulai bisa mengikhlaskan musibah ini.
"apa rencana kamu hari ini Arya..??" tanya pak Wijaya di sela menikmati sarapannya.
"hari ini jam 11 ada meeting membahas kerjasama pembukaan mall kita dengan klien dari Surabaya pa..sekalian makan siang.."
__ADS_1
"apa sudah ada kepastian kapan mulai beroperasi..?"
"hem sepertinya kalau gak ada kendala awal bulan ini sudah bisa beroperasi pa..doakan saja semua berjalan lancar ya ma pa.."
"pasti papa & mama akan doakan yang terbaik untuk semuanya.."
Setelah selesai sarapan Arya dan Raisya kembali ke kamar karena tas & jas Arya masih ada disana.
"mas,,aku balik kerja lagi di kantor ya..?" ucap Raisya seraya memakaikan jas di tubuh suaminya.
Mendengar ucapan sang istri Arya berbalik menatap sang istri sambil menangkup wajah cantik istrinya dengan ke 2 tangannya.
"sayang,,kondisi kamu pasca operasi belum pulih benar,,& kamu dengar sendiri apa kata dokter kamu gak boleh kecapean...jadi kamu dirumah saja dulu ya,,sampai kondisi kamu benar benar pulih ya.." ucapnya seraya mencium lembut puncak kepala sang istri kemudian mengambil tas kerjanya yang tergeletak di atas meja.
"tapi..aku bosen dirumah..gak ada yang bisa ku kerjakan,,"
"kamu bisa jalan jalan,,shopping sama teman teman kamu..tapi pakai sopir ya.."
"mas kan tahu sendiri aku gak suka shopping."
Arya menghembuskan napas berat..ia lupa kalau istrinya itu berbeda dengan istri orang orang yang suka shopping & jalan jalan..dia juga heran padahal kebanyakan perempuan sangat hobi shoppingll & menghabiskan uang suaminya tapi tidak dengan Istrinya.
"aku heran sama kamu..disaat perempuan lain gila shopping kamu malah gila kerja.."
"itulah bedanya istri seorang Arya wijaya,,dengan istri orang lain..aku tak mau mengandalkan uang suami.." jawab Raisya.
"tapi sayang,, keadaannya sekarang beda..kamu sekarang menjadi istri aku..hidup boleh di katakan berkecukupan..cobalah kamu memanjakan diri kamu sendiri ,, nyalon atau jalan jalan kemana gitu..shopping keluar negeri.."
"Mas,,banyak diluar sana yang tak seberuntung kita..jadi kalau dengan begini saja aku sudah merasa cukup gak perlu lah hal hal yang berlebihan..berfoya foya menghabiskan uang kamu..."
"iya sayang,,tapi dengan hanya kamu shopping gak akan membuat suami kamu ini bangkrut..Sudahlah jangan berdebat lagi..aku mau berangkat dulu.." Arya sudah lelah berdebat dengan Istrinya dan memilih untuk segera berangkat,,karena bila terus di ladeni pasti ia akan telat ke kantor.
"mas,,"
"apa lagi..?" Arya berbalik setelah sebelumnya sudah berjalan keluar dari kamar.
"antarin aku kerumah ibu yaa,,"
"yasudah ayo,,"
"sebentar aku ambil tas dulu.." Raisya mengambil tas di lemari nya kemudian keluar dari kamar bersama sang suami.
**
"lho Raisya ikut ke kantor lagi..?" tanya sang mama saat melihat anak & menantunya jalan ber 2.
"gak ma Raisya mau di antar ke rumah ibunya sekalian Arya berangkat ke kantor.."
"yasudah kalian hati hati di jalan yaa,,"
"ya ma,,kami pergi dulu..assalamualaikum.."
"waalaikumsalam.."
***
Saat di perjalanan Arya mendapatkan telepon dari Leo asisten nya.
"ya ada apa..?........ini lagi di jalan setengah jam lagi sampai kantor....." Arya melirik ke arah Raisya yang duduk di sebelahnya ketika berbicara dengan Leo di telepon.
"ya sudah kita bicara lagi nanti di kantor.." Arya memutus sambungan telponnya dengan Leo dan melanjutkan perjalanan.
"kenapa mas,,ada masalah di kantor..?" tanya Raisya penasaran.
"gak ada cuma ada klien baru yang pengen ketemu.."
"hmmm gitu.."
"Sya,,hari ini aku ada meeting dengan klien baru ,,dan klien yang baru itu adalah teman dari Reva..dia mengajak Reva untuk ikut meeting hari ini..kamu gak keberatan kan..?"
Raisya diam sejenak untuk berpikir..saat mendengar nama Reva ia sudah merasa takut,.karena wanita itu nekat..dan bisa melakukan apa pun yang dia inginkan.
"sayang,,kalau kamu gak ngijinin,,aku akan cancel kerjasama kita dengan pihak mereka.."
"gak apa apa mas...ini kan urusan pekerjaan..jadi jangan campur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan..aku percaya sama mas Arya.."Mendengar jawaban sang istri,,Arya pun lega..sebenarnya ia sudah tak mau lagi berurusan dengan Reva,,perempuan di masa lalunya itu,,tapi ia juga tak enak dengan yang lain.
"aku janji gak akan mengecewakan kepercayaan kamu sayang.." ucapnya sambil memegang tangan istrinya dan dengan menciumnya dengan lembut..
__ADS_1
...****************...
to be continuedπππππ