Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 23*


__ADS_3

Setelah Arya berangkat Raisya pun mulai bergerak membereskan apartemen mereka..karena sudah di tinggal selama beberapa hari jadi sedikit berantakan.


Ia mulai membersihkan kamar Arya mulai dari kamar mandi..tempat tidur,hingga wardrobe.


Beberapa saat kemudian terdengar ada orang masuk.. Raisya mengira itu adalah Arya yang datang.


"kenapa mas Arya balik lagi ya,,?? " tanyanya pada dirinya sendiri..sambil membawa sapu dan kemoceng ia pun keluar dari kamar itu.


"mas Arya kenapa ba..lik...???" ucapan Raisya terhenti saat ia melihat siapa yang datang..Ternyata bukan Arya yang datang melainkan seorang wanita cantik berpostur tinggi semampai memakai high hells dengan tinggi beberapa centi layaknya seorang model.


"Anda...?? kenapa anda bisa...?" Raisya kaget kenapa orang lain bisa masuk ke apartemen Arya dengan mudah,,karena setahu dia..apartemen itu tidak menggunakan kunci biasa..yang dengan mudah semua orang membobolnya..melainkan dengan password..


"apa? kamu kaget melihat ku bisa masuk ke apartemen Arya..??" tanya Reva sang tamu tak diundang dengan sinis..seakan ia tahu apa yang ada di benak Raisya saat ini.


"kamu ini lupa atau pura pura lupa,,aku ini mantan kekasih Arya,,laki laki yang kamu rebut dari aku... " perlahan tapi pasti Reva terus berjalan mendekat ke arah Raisya,,membuat Raisya sedikit takut.


"kamu tahu kalau bukan karena kamu,,mungkin sekarang aku yang menjadi istri Arya..dasar wanita murahan..berapa uang yang kamu inginkan aku akan memberikannya asal kamu pergi dari kehidupan Arya.." Reva berkata kata seraya melempar selembar cek kosong di depan Raisya.


Mendapat perlakuan seperti itu Raisya hanya bisa menunjukkan sebuah senyuman..padahal dalam lubuk hatinya yang terdalam ia sangat terluka dikatakan sebagai wanita murahan..


"maaf,,saya gak butuh uang dari anda..dan sekali lagi saya minta maaf kalau saya tak bisa meninggalkan mas Arya..karena kami sudah menikah..hanya maut yang bisa memisahkan kami berdua.." Raisya berkata dengan yakin di depan Reva..padahal ia tahu pernikahan ini akan berakhir dalam kurun waktu 1 tahun.


"Dasar perempuan munafik..aku tahu persis bagaimana perempuan seperti kamu menggaet para laki laki kaya untuk mendapatkan kemewahan..tapi kenapa harus Arya,,?banyak laki laki kaya di luar sana yang sama sama tajir..tapi kenapa harus Arya..? kenapa..?? " Reva berteriak teriak di depan Raisya tapi Raisya tetap berdiri tak bergeser sedikitpun dari tempatnya.Ia mencoba menahan air mata yang sudah di ujung kelopak matanya..ia berusaha untuk tidak terlihat lemah.


"bukan aku yang memilih mas Arya..tapi takdir yang mempertemukan kami.." jawab Raisya.


"Dasar perempuan munafik..." Reva mendorong Raisya hingga jatuh ke sofa..dan Reva pun terus mendorong dan menjambak rambut Raisya..membuat Raisya kesakitan.


"hey apa apa an ini..hentikan.." dan beberapa saat kemudian Bella dan Dimas kebetulan datang ke apartemen Arya..dan melihat pergulatan antara Raisya dan Reva..


Bela dan Dimas berusaha memisah kan Raisya dan Reva..yang terus menjambak rambut Raisya.Dan akhirnya Reva pun berhasil di pisahkan oleh Dimas..


"hey kamu ini siapa kenapa kamu berbuat ini ke Raisya...??" tanya Dimas pada wanita yang baru sekali ini di temuinya ia ingin tahu kenapa wanita itu marah dan brutal seperti itu pada Raisya..


"Sya,,kamu gak apa apa..??" tanya Bella sambil memeluk sahabatnya..Raisya pun mengangguk pelan kondisinya tak sebaik tadi sebelum kedatangan Reva.


"aku gak apa apa.."..jawab Raisya dengan wajah sedikit pucat..pergelangan tangannya memerah belas cengkeraman tangan Reva.


"kamu ini sebenarnya siapa..?? kenapa kamu datang kesini dan menyerang Raisya...??" tanya Dimas kembali pada Reva.


"perkenalkan aku Reva Permadi..supermodel terkenal,,dan kekasih Arya Wijaya.." Dengan tegas dan jelas Reva memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Arya wijaya alias suami dari Raisya Lestari.


Dimas dan Bella terkejut dengan ucapan Reva yang mengatakan bahwa wanita itu adalah kekasih Arya Wijaya..Suami dari sahabatnya.


"jadi suami kamu punya hubungan dengan wanita ini,,?? aku gak menyangka kalau....." ucapan Bela terhenti karena Raisya menggenggam tangannya dan menggeleng pelan.


"bukan itu..Reva memang pernah menjalin hubungan dengan mas Arya dan hubungan mereka sudah berakhir jauh sebelum aku dan mas Arya bertemu.." Raisya menjelaskan pada Dimas dan Bella soal hubungan Reva dan Arya di masa lalu.


Selang beberapa menit kemudian terdengar suara salam dari seseorang dan orang yang berada di dalam apartemen pun hafal dengan sang pemilik suara itu.


"Assalamualaikum..sya...kamu dimana..??" Arya langsung masuk ke apartemennya karena pintunya tak tertutup rapat alias tak terkunci.


Dan alangkah kagetnya ketika Arya masuk..ia melihat pemandangan yang tak biasa..disini ada Raisya,Bella,dan Dimas dan juga Reva..


"lho ada apa ini ? kalian ada disini..? " tanya Arya pada orang orang yang ada di apartemennya..Sebelum ia mendapat jawaban ia melihat Raisya yang ada dalam pelukan Bella wajahnya pucat..rambutnya acak acak an.


"astaga Sya ada apa ini..?? Arya langsung melempar tas kerjanya dan mendekati Raisya,,mengambil alih Raisya dari pelukan Bella..


"ada apa ini sebenarnya..??..Dimas kenapa kamu mencekal tangan Reva seperti itu..??". tanya Arya pada Dimas yang sedang mencekal tangan Reva.

__ADS_1


"maaf pak Arya tadi saat saya dan Bella sampai disini,,kami melihat Reva menyerang Raisya..untung kami cepat datang..kami gak tahu apa yang akan terjadi pada Raisya kalau kami telat beberapa menit saja.."


Dimas menceritakan semua kejadian yang dilihatnya pada Arya membuat Arya geram dan emosi ketika melihat Reva..


Melihat ekspresi sang suami yang memuncak Raisya pun menenangkan dengan menggenggam tangan Arya..membuat Arya mengurungkan niatnya.


"ada urusan apa kamu disini...kamu jangan macam macam sama istri saya...1 centi saja kamu sakitin istri saya,,saya akan buat perhitungan sama kamu..ingat itu.." tegas Arya pada Reva yang masih di cekal tangannya oleh Dimas..


"mas,,tenang jangan emosi...." tahan Raisya melihat caranya bicara dengan Reva.


"kenapa kamu jadi membela perempuan itu..aku tahu pasti kamu menikah dengan nya karena kesalahpahaman diantara kita..dan aku sudah jelaskan berulang kali sama kamu kalau aku..."


"cukup Reva asal kamu tahu saya menikahi Raisya bukan karena saya kecewa sama kamu,,tapi saya menikah dengannya karena saya mencintai Raisya,,dan saya yakin dia yang terbaik pilihan Tuhan untuk saya..kamu hanya masa lalu saya dan dia adalah masa depan saya.." ucap Arya sambil menggenggam tangan Raisya..pandangan mereka pun bertemu.


Ingin rasanya Reva tak percaya dengan apa yang dia dengar bahwa Arya mencintai Raisya..tapi melihat perlakuan Arya terhadap Raisya dan pandangannya terhadap istrinya itu menepiskan semua keyakinannya..bahwa kenyataanya Arya memang mencintai wanita itu..selama dengan Arya dulu ia tak pernah mendapatkan perlakuan dari Arya seperti itu.


"enggak Arya aku tak percaya,,aku tetap yakin kalau kamu masih cinta sama aku dan aku pun sama..dia hanya kamu jadikan pelarian mu saja.."


"terserah kamu percaya atau tidak yang jelas sekarang Raisya adalah istri saya..dan saya gak mau ada seorang pun menyakitinya,,termasuk kamu..ingat sekali lagi kamu seperti ini saya akan buat perhitungan sama kamu.."


Seketika Arya merogoh ponselnya dari dalam sakunya..dan menelepon seseorang.


"scurity tolong ke tempat saya sekarang,,"


ucap Arya singkat .ternyata ia menghubungi scurity apartemen untuk membawa Reva keluar dari apartemennya.


Dan tak butuh waktu lama 2 orang scurity apartemen sudah datang ke tempat itu.


"selamat sore pak ada yang bisa kami bantu..?" tanya salah seorang scurity pada Arya..


"iya pak,,tolong bawa keluar perempuan ini dari apartemen saya,,dan tolong ingat baik baik wajahnya..jangan sampai ia masuk ke apartemen saya lagi.." terang Arya pada 2 orang scurity gedung itu.


"ingat Raisya...aku gak akan tinggal diam,aku akan ambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku,,," ucap Reva saat 2 orang scurity menggelandangnya keluar..


Setelah sang pembuat onar pergi kini giliran Arya yang sibuk memperhatikan sang istri apakah wanitanya itu terluka.


"kamu gak apa apa Sya..??" tanya Arya seraya mengajak duduk Raisya di sofa..Raisya pun menggeleng pelan..


"apa Reva menyakiti kamu..??" ketika Arya menanyakan hal itu Raisya sedikit meringis karena Arya memegang pergelangan tangannya yang memerah bekas cengkeraman Reva.


"ada apa? ada yang sakit..?" tanya Arya kembali dan alangkah terkejutnya ia saat melihat pergelangan istrinya memerah bahkan sedikit membiru dan tak perlu bertanya lagi ia sudah tahu siapa pelakunya.


"Astaga sampai begini perlakuan Reva sama kamu,,aku gak akan tinggal diam..aku akan buat perhitungan dengannya.." Sesaat Arya emosi tapi lagi lagi Raisya berhasil meredam emosinya.


"sudahlah mas,,aku gak apa apa,,jangan di permasalahkan lagi..Reva seperti ini pasti ada alasannya..dan aku pun tahu apa alasannya..jadi sudahlah.." Ucap Raisya menenangkan Arya..


"tapi tak seharusnya dia melakukan semua ini sama kamu.."


"sstsss sudah gak apa apa" Raisya menggenggam tangan Arya dengan lembut agar pria itu bisa mengendalikan emosinya.


Arya pun mengangguk pada akhirnya,,dan ia kembali fokus pada memar di tangan Raisya.


"masih sakit..??" tanya Arya khawatir


"sedikit" jawab Raisya sambil tersenyum kecut.


"aku obati ya,," ucap Arya seraya mengelus tangan Raisya yang memar.


"Bella boleh minta tolong ambilkan air hangat di dapur..sekalian handuk kecil ada dilaci?" pinta Arya ke Bella yang sedari tadi duduk di samping Raisya..sambil menunjuk arah dapur.

__ADS_1


Bella pun mengangguk dan langsung pergi mengambil air hangat dan handuk kecil di belakang.


Tak lama ia pun kembali membawa panci kecil berisi air hangat dan handuk..melihat Bella datang Arya langsung melepas blazer dan dasi yang di pakainya dan melemparkannya di sofa sebelahnya.


"makasih ya Bell.." ucap Arya ketika menerima kompresan,,Bella pun mengangguk.


Setelah itu Arya segera mengompres tangan Raisya yang memar,,sebelumnya ia menggulung lengan bajunya sampai siku agar tidak menghalanginya saat mengompres.


Menerima perlakuan Arya seperti ini membuat Raisya meneteskan air mata..membuat Arya dan yang lain khawatir.


"kenapa kamu menangis..apa sangat sakit?? " ucap Arya dengan nada khawatir kemudian ia mengelus dan meniup tangan Raisya yang memar dengan sangat lembut seakan takut perlakuannya ini membuat istrinya itu tambah sakit.


Raisya menggeleng..tapi air matanya malah semakin deras mengalir dipipinya..saat ini yang ia rasakan adalah bahagia mendapat perhatian dari Arya..tapi ia takut karena ini hanya sementara,,ia takut tak bisa lepas dari pria itu.


"sst sudah jangan menangis lagi yaa.."Arya merengkuh Raisya dalam pelukannya..tanpa ia pikirkan ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka.


"seharusnya aku tidak meninggalkan kamu sendiri tadi..ini salah ku.." Arya kesal pada dirinya sendiri yang sudah meninggalkan Raisya dirumah sendiri sehingga Reva menyakitinya.


"oiya aku sampai lupa ucapkan terimakasih pada kalian berdua sudah menolong Raisya..aku gak tau apa yang akan terjadi pada Raisya kalau kalian tidak ada.." Arya mengucapkan terima kasih pada Bella dan Dimas yang sudah menolong Raisya saat di serang reva.


"iya sama sama mas/pak.," jawab Dimas dan Bella bersamaan.


"panggil saja Arya jangan pak..terlihat terlalu formal..kamu sahabat Raisya berarti sahabat ku juga.," Arya meminta Dimas untuk tak memanggilnya pak..karena terkesan formal..dan Dimas pun meng iya kannya.


"ngomong ngomong tumben kalian kesini,,ada apa??" tanya Arya pada ke 2 tamunya.


"begini pak,,maaf Arya..tadi aku menghubungi Bella untuk memberitahukan soal reuni kampus angkatan kami..seperti yang beberapa waktu lalu aku sampaikan sama kamu..dan ternyata Bella tinggal sama ibu..dan Bella bilang kalian pulang hari ini jadi rencananya kita kesini diam diam buat kejutan..ternyata malah kita yang terkejut..waktu kita datang Reva sudah menyerang Raisya................." Dimas dan Bella bercerita panjang lebar soal tragedi yang terjadi disana.


"keterlaluan Reva,,sebelumnya dia tak pernah seperti itu..aku lama mengenalnya..." Arya tak habis pikir Reva bisa sebrutal itu dengan Raisya.


"mas sudah jangan di bahas lagi..oiya tadi katanya meeting kok cepet banget..?? "tanya Raisya ..


"iya itu tadi pas di jalan menuju kantor..Leo menelpon katanya klien kita ada urusan mendadak jadi mereka minta maaf dan meminta dijadwalkan lagi minggu depan..ya jadi aku putar balik..terus kamu ..lain kali jangan bukakan pintu untuk tamu yang gak kamu kenal...apalagi reva.." jelas Arya.


"aku juga gak tahu mas,,tahu tahu dia sudah masuk..waktu itu aku lagi beresin kamar..aku pikir mas yang pulang tak taunya...."


"bukannya tadi aku sudah kunci pintunya..oh astaga aku lupa mengganti password nya..maafkan aku sayang nanti aku akan segera ganti password-nya biar kejadian seperti ini tak terulang lagi..." ucap Arya dan cuuup disertai ciuman di pipi Raisya.


Membuat Dimas dan Bella serasa bagai obat nyamuk disana..apalagi Raisya seketika wajahnya memerah menerima perlakuan suaminya itu sekaligus malu karena ada Dimas dan Bella.


"oiya untuk acara reuni kalian diadakan dimana,,di luar kota atau di Jakarta saja.." Arya kembali fokus membahas acara reuni kampus. bersama Bella dan Dimas.


"rencananya sih di Jakarta aja,,karena sebagian besar teman kita yang lain domisili di jakarta tapi untuk tempatnya belum tahu.." jawab Dimas..sambil menyesap teh hangat buatan bella.


"kalau kalian dan yang lain setuju bagaimana kalau acaranya di "Raisya Hotel"saja..sekalian buat memperkenalkan hotel baru kita gimana sayang menurut kamu..??" Arya mengutarakan usulnya pada Raisya dan 2 orang tamunya.


"aku sih terserah yang lain saja mas.." jawab Raisya singkat.


"bagaimana menurut kalian..nanti biar yang dari luar kota bisa nginap di sana Free.."


Dimas dan Bella setuju dengan usul Arya tapi tentunya masih harus di bicarakan dengan yang lain,,biarpun Dimas salah satu panitia acara tapi tetap saja gak bisa ambil keputusan sendiri.


"kalau aku sih setuju saja..dan yang lain aku yakin pada setuju..tapi tetap harus di omongkan dulu sama yang lain.." terang Dimas.


"baiklah kalau begitu segera kabari aku bagaimana keputusannya..biar aku bisa segera urus yang lain nya..jika semua setuju.."


"siap nanti akan aku infokan secepatnya..sebelumnya terimakasih.." ucap Dimas menanggapi kata kata Arya.


...****************...

__ADS_1


to be continued ✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2