Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 90*


__ADS_3

"mas Firman."


"mas Firman? kamu kenal?" tanya Bella pada Raisya.


"iya itu mas Firman, teman mas Arya."


Melihat Raisya disana, Firman tak membuang buang waktu untuk bisa bertemu dan sekedar ngobrol dengan Wanita idamannya itu.


"Hay apa kabar?" sapa Firman yang kini sudah berada di depannya.


"Alhamdulillah baik , mas Firman sendirian saja?"


"ya aku sendiri..oiya ini pasti Pelangi, aku benar kan?"


Tanya Firman ketika melihat gadis kecil bersama Raisya.


"iya mas, Sayang kenalin ini om Firman, teman nya papa, ayo Salim dulu,"


Raisya mengarahkan tangan mungil Pelangi untuk bersalaman dengan Firman.


Selanjutnya, Raisya juga memperkenalkan Bella pada Firman.


"oiya mas, ini Bella sahabat, Bella ini mas Firman temannya mas Arya."


Bella dan Firman pun saling berjabat tangan dan menyebutkan nama.


"kamu sendirian saja , maksud aku Arya gak ikut?"


Raisya menggeleng sambil tersenyum.


"enggak, mas Arya sedang banyak pekerjaan, ya jadi aku cuma jalan sama Bella dan Pelangi saja, lagipula kita juga cuma sekedar jalan jalan saja."


"ow begitu, yasudah kalian lanjutkan saja jalan jalannya,aku duluan ya, salam buat Arya dan keluarga."


"ya, nanti akan aku sampaikan, oiya jangan sampai lupa ya Minggu depan datang ke acara syukuran ulang tahun Pelangi yang pertama."


Raisya mengingatkan kembali pada Firman tentang undangan pesta ulang tahun Putri kecilnya yang akan diadakan Minggu depan.


"iya aku pasti akan usahakan untuk datang."


Setelah berpamitan untuk yang kedua kalinya, Firman pun akhirnya pergi dari hadapan Raisya dan juga Bella yang sedang bermain dengan Pelangi.


"eh Sya, ganteng juga ya temannya mas Arya?" ucap Bella.


"eh ingat sudah ada pak Leo, " jawab Raisya mengingatkan.


"iyaa aku ingat, aku kan cuma bilang kalau Pak Firman itu ganteng, memang apa salahnya?"


"iya salah, apalagi kalau disini ada pak Leo, ?".


"memangnya suami kamu yang over protektif? mas Leo beda kali sama mas Arya, dia orangnya sabar dan pengertian."

__ADS_1


"sok tahu kamu," Raisya terkekeh.


"ya Aku tahu lah, kan mas Leo calon suami aku," jawab Bella.


"iya iya yang calon pengantin. Eh kita pulang aja yuk sudah siang, biasanya mas Arya pulang pas makan siang."


Raisya mengajak Bella dan Pelangi pulang.


Bella pun segera mengambil pelangi yang tengah asyik bermain di Playground.


"ayok sayang, kita pulang. Jangan sampai nanti papa kamu marah kerena pas pulang kerumah kamu sama mama kamu tidak ada."


Gadis kecil itu tersenyum dengan menunjukkan gigi nya yang baru tumbuh 4 biji , 2 di atas dan 2 lagi dibawah seakan mengerti dengan apa yang Bella katakan padanya.


Seorang pegawai pun membantu membawakan belanjaan Raisya ke mobil yang terparkir di depan mall.


Mereka pun kemudian langsung pulang.


"oh iya Bella, Aku sama mas Arya sudah sepakat mencari pengasuh Pelangi untuk menggantikan kamu."


Bella kaget mendengar ucapan Raisya tentang dia dan Arya akan mencari pengasuh Pelangi untuk menggantikan dirinya.


"maksud kamu? kenapa ? apa aku kurang baik untuk jaga Pelangi?"


"bukan begitu? kamu jangan salah paham dulu Bella."


"terus? Sya, kamu tahu kan aku sayang sekali sama Pelangi ."


"iya aku tahu, makanya kamu dengerin dulu


Akhirnya Bella diam dan mendengarkan ucapan Raisya.


"begini, aku sama mas Arya tahu, tahu banget kalau kamu sayang sekali sama Pelangi, tapi kami juga gak mau terus terusan merepotkan kamu, dan satu lagi, sebentar lagi kamu akan menikah dengan pak Leo,pastinya kamu akan punya kehidupan sendiri, kalian akan punya anak sendiri cepat atau lambat.


Kamu mengerti kan apa maksud aku?"


"tapi kan aku masih bisa bantu jagain Pelangi, gak usah digaji juga gak apa apa,"


"ya Tuhan Bella selama ini aku dan mas Arya juga seluruh keluarga gak pernah menganggap kamu baby sitter nya Pelangi, kamu sudah menganggap kamu keluarga kami sendiri.Selama ini kami memberi kamu semua fasilitas dan apapun itu..semua itu kami berikan ke kamu bukan apa apa ,ini hanyalah wujud terimakasih kami karena kamu sudah membantu kami merawat anak kami.Sedangkan gak lama lagi kamu akan menikah dan kamu akan memiliki keluarga baru, kamu tidak sendiri lagi."


"iya aku mengerti, tapi kan kalian gak harus misahin aku sama Pelangi juga ,"


Raisya tersenyum mendengar ucapan Bella yang takut berpisah dengan Pelangi.


"gak ada yang mau misahin kamu sama Pelangi, gak ada, kamu masih akan terus bisa bersama Pelangi sampai kapan pun, kita ini keluarga kan?"


Bella hanya bisa diam, tadinya ia sudah berpikiran buruk tentang Raisya dan keluarga besarnya yang akan mencari pengasuh untuk Pelangi sebagai pengganti dirinya.


"kita akan tetap sama sama jagain Pelangi, kita ini sama sama mamanya Pelangi. Aku & kamu."


Raisya menegaskan sekali lagi bahwa mereka berdua tetap akan menjaga Pelangi bersama sama.

__ADS_1


Mereka berdua adalah ibu dari Pelangi.


Bella kemudian memeluk Raisya dengan air mata yang sedari tadi sudah menggenang di pelupuk matanya.


"maafin aku ya Sya, tadi aku sudah salah paham sama kamu, "


"iya gak apa apa, aku ngerti kok,"


Bella melepas pelukannya sejenak.


"tapi kamu harus janji sama aku, walaupun nanti aku sudah menikah dan tinggal sama suami aku, kamu harus tetap ngijinin aku main sama Pelangi kapan saja."


"iya aku janji kapan saja kamu bisa main sama Pelangi."


Sekali lagi Bella memeluk Raisya dengar erat.


"terimakasih ya Sya, kamu adalah sahabat ku yang paling baik dan yang paling mengerti aku."


"iya sama sama,,bagiku kamu bukan sekedar sahabat,tapi kamu sudah seperti keluarga ku sendiri."


Setelah Raisya dan Bella sempat ngobrol ria dan Bella sempat salah paham sama Raisya, akhirnya mereka sampai juga di kediaman keluarga Wijaya.


......................


Kediaman Firman


Setalah tadi berbelanja di mall milik Wijaya corp, Firman pun pulang ke rumahnya, bukan rumah sih tapi lebih tepatnya apartemen.


Firman meletakkan barang belanjaannya di dapur dan kemudian mengambil air dingin di dalam kulkas.


Firman pun langsung meminumnya dari botol tanpa menuangnya lebih dahulu ke dalam gelas.


Ia duduk di kursi bar yang ada di dapur nya.


"kenapa aku tidak bisa sedikitpun lepas dari bayangan Raisya? kenapa aku selalu memikirkannya? " gumam Firman lirih.


Sungguh ia tak mengerti mengapa sejak pertemuan pertamanya dengan Raisya, ia tak bisa sedetikpun melupakan sosok Raisya.


Bayangan Raisya yang sedang tersenyum selalu terlintas di benaknya.


Sungguh ia tak pernah merasakan ini sebelumnya.


"tidak Firman,kamu tidak boleh macam macam dengan Raisya, dia adalah istri Arya, dia bukan orang sembarangan," titah Firman pada dirinya sendiri.


Firman sadar kini ia telah merasakan jatuh cinta yang sebenarnya, tapi mengapa ia jatuh cinta pada Raisya yang notabene adalah istri sahabatnya?.


Dia sudah merasa bersalah karena dulu sudah membuat Arya berpisah dengan Reva, jadi untuk kali ini ia tak mungkin melakukan hal yang sama pada Arya dan Raisya.


Ia melihat kehidupan Arya dan Raisya sangat harmonis, ia tak akan pernah menjadi pihak ke tiga diantara mereka berdua.


Firman berjanji pada dirinya sendiri, untuk menyimpan rasa cintanya pada Raisya dalam hati saja, ia tak mau pertemanan yang terjalin antara dia dan Arya akan kembali memburuk walaupun sebenarnya sampai sekarang pun Arya masih terlihat kaku padanya.

__ADS_1


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2