
Kali ini Raisya sibuk ikut persiapan reuni alumni kampus seangkatannya..bersama Dimas dan juga Bella..
Arya mengijinkan Raisya untuk berpartisipasi dalam acara itu..walaupun disana ada Dimas,,tapi ia percaya tak ada apa apa diantara mereka ber 2
"Assalamualaikum mas,," Raisya menerima telepon dari Arya di sela kesibukannya..ya saat ini Arya sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis,,selama ia tak berada di Jakarta,,ia meminta Raisya tinggal dirumah mamanya,,ia takut kejadian waktu itu terulang lagi..mengingat Reva orangnya nekat.
"mas Arya jadi pulang hari ini..??" Raisya dengan penuh semangat karena sesuai jadwal hari ini suaminya kembali ke Jakarta setelah seminggu di Jogja.
"maaf Sya aku sepertinya aku belum bisa pulang hari ini urusan disini belum selesai..gak apa apa kan,,?? " tanya Arya dari seberang telpon..
Sesaat Raisya terdiam seakan ia kecewa karena Arya tak bisa pulang hari ini untuk menemaninya di acara reuni kampusnya.
"Sya,,,Raisya,,kamu masih disana,,? " Arya memanggil nama Raisya tapi tak ada jawaban dari lawan bicaranya.
"ah,,i iya mas gak apa apa..mas hati hati disana..jangan lupa makan,," jawab Raisya setelah beberapa saat terdiam.
"oiya gimana persiapan reuni nya sudah siap semua..?."
Raisya hanya mengangguk mendengar pertanyaan Arya..namun setelah sadar Arya tak bisa melihatnya..ia pun menjawabnya dengan singkat.
"iya mas sudah hampir selesai.."
"Sya,,nanti kemungkinan Leo akan pulang ke Jakarta karena ada urusan keluarga,,kamu mau sesuatu dari sini,,biar nanti aku titip ke Leo buat kamu..?" Arya menawarkan oleh oleh untuk Raisya yang akan di bawa Leo ke jakarta siang ini tapi Raisya menolaknya dengan sopan.
"tidak usah mas...."
"Sya,," Raisya mendengar ada seseorang yang memanggilnya,,sehingga ia terpaksa mengakhiri sambungan telponnya dengan sang suami..
"mas,,maaf Bella manggil aku mungkin ada perlu sama aku.."
"yasudah kalau begitu,,kamu jaga diri baik baik ya jangan telat makan nanti kamu sakit..insya Allah lusa aku bakal balik ke Jakarta..kamu tetap nginap dirumah mama kan,,?? bukannya apa apa,,aku gak tega aja kalau kamu di apartemen sendirian.."
"iya mas,,"
"ya sudah kamu lanjutkan persiapan reuninya aku juga bentar lagi ada meeting..Assalamu'alaikum.."
"waalaikumsalam.." akhirnya sambungan telpon pun berakhir..dan Raisya kembali bersama Bella dan Dimas juga yang lain.
"siapa yang nelpon Sya..?" tanya Bella pada sahabatnya yang kini sudah bergabung bersamanya.
"mas Arya.." jawab Raisya singkat dengan raut wajah yang terlihat kecewa...membuat Bella dan Dimas bertanya tanya..
"nih anak baru juga di telpon suaminya bukannya seneng malah mukanya di tekuk gitu,,kenapa Sya..??" tanya Bella
"gak apa apa,,cuma mas Arya gak jadi pulang hari ini.." Raisya menggembungkan pipinya terlihat sekali ia kecewa karena sang suami tak bisa menemaninya di acara reuni malam ini.
"pantesan mukanya di tekuk gitu,jadi pak bos gak jadi pulang hari ini,,??" Bela tak bisa menahan senyumnya saat melihat ekspresi sahabatnya,,seperti anak kecil yang nungguin ayahnya pulang bawa oleh oleh tapi gak jadi.
"sudah lah Sya,,kan ada kita,,ya gak Dim..??" Bella merangkul Raisya yang masih terlihat kecewa.
"mungkin urusan pak bos belum kelar..jadi belum bisa pulang,," Raisya mengangguk pelan mendengar ucapan Bella walaupun ia masih sedikit kecewa.
Hari ini Raisya begitu sibuk mengurus acaranya,ia di tunjuk menjadi salah 1 panitia sekaligus pemilik tempat reuni...yakni Raisya Wijaya Hotel & Resto.
Kini siang telah menjadi malam dan sedari tadi pagi hingga sekarang Arya belum juga telpon kembali..padahal Raisya ingin sekali menggandeng suaminya itu di acara reuni,,seperti teman temannya yang lain yang memiliki pasangan.
"Sya,,kamu kok belum siap..temen temen bakal segera datang..kamu buruan siap siap yaa" celoteh Bella yang melihat sahabatnya hanya duduk diam di sebuah kamar Presiden suite yang ada di hotel itu..yang sengaja di siapkan untuk anggota keluarga dan tamu penting.
Tak lama kemudian ada seorang pegawai masuk menemui Raisya di kamarnya beserta 2 orang gadis muda yang usianya berbeda tipis dengannya memakai seragam berwarna biru muda..
"selamat sore buk Raisya maaf..tadi pak Leo menelpon saya dan meminta saya mengantarkan 2 orang dari Griya Ayu.." Raisya sedikit bingung kenapa ada orang dari Griya Ayu menemuinya,,setau dia itu adalah salah satu penata rias/ahli make up ternama di Jakarta ini.
"baiklah,,silakan masuk,,saya Raisya,,mohon maaf sebelumnya ada perlu apa ya mbak mbak ini ingin bertemu saya..??" tanya Raisya penasaran.
"begini bu atas perintah dari Pak Arya,,,kami di hubungi pak Leo untuk membantu ibu Raisya mempersiapkan diri untuk acara malam ini.."
jelas salah satu penata rias pada Raisya.
Mereka berbincang sambil duduk di sofa kamar Raisya,,disana juga masih ada Bella sedangkan pegawai yang mengantar tadi sudah kembali bertugas.
"maaf buk,,apa sebelumnya ibu tidak di beri tahu oleh pak Arya,,??" tanya gadis dari Griya Ayu yang berambut panjang yang diketahui bernama Sarah,,dilihat dari nama yang tertempel di bajunya ketika melihat raut kebingungan di wajah Raisya.
Belum sempat Raisya menjawab,,ada sebuah chat masuk di ponsel Raisya..dan ternyata itu dari Arya.
Sya,,aku sudah mengirim 2 orang dari Griya Ayu untuk membantu kamu mempersiapkan diri di acara malam ini,,aku mau kamu tampil sempurna malam ini,,kamu adalah tuan rumah disana jadi kamu harus memberi kesan yang terbaik buat tamu undangan.
Raisya tak menyangka suaminya itu bisa bertindak sejauh ini untuknya..
Iya mas,,terimakasih atas semuanya
__ADS_1
Raisya menjawab chat dari Arya dengan singkat kemudian mempersilakan pegawai dari Griya Ayu untuk me_make over nya.
Kurang lebih satu jam Raisya di make over oleh orang dari Griya Ayu..
Raisya terlihat sangat cantik malam ini,,biarpun ia sudah cantik dari lahirπ.
Setelah semua siap Raisya pergi ke gedung tempat acara reuni di adakan..ia selalu di temani Bella sahabatnya.
Malam ini persis seperti yang di inginkan Arya,,Raisya tampil cantik dan memukau dengan dress selutut berwarna hitam kombinasi putih dan terdapat aksen pita kecil di bagian depan..
Rambut panjangnya terurai..dengan make up yang natural,,membuat kesan sederhana tapi elegan tersirat padanya,,membuat kagum pada orang yang melihatnya.
Sampai ditempat acara Raisya menemui para tamu undangan yang sekaligus teman temannya waktu kuliah dulu..walau hanya ber Say Hello..dan ngobrol sebentar.
"wow ,,tempatnya oke juga ya..sayang." ucap salah seorang gadis berambut ikal dan sedikit pirang bernama Vanesa saat berjalan memasuki tempat reuni..ia datang bersama kekasihnya..Kevin,,yang juga seorang pengusaha muda..
"iya Nes,,ngomong ngomong apa ada temen kamu yang punya akses dengan Wijaya Group..." tanya Kevin penasaran karena yang ia tahu hanya orang orang tertentu saja yang memiliki akses ke Wijaya Group.
"Aku juga gak tahu pasti sih sayang,,kemarin sih pas ketemu Dimas emang dia bilang sih ada salah satu alumni yang berasal dari keluarga Wijaya.. memang segitunya ya Keluarga Wijaya..??" tanya Vanesa kembali..dia juga penasaran karena waktu itu Dimas cuma bilang nanti akan tahu sendiri.
"ya setahu aku begitu,," jawab kevin singkat.
"oiya sayang,,kita kesana yuk tuh yang lain sudah pada datang.." Vanesa mengajak Kevin bergabung dengan yang lain.
Saat mereka berdua bergabung dengan yang lain disana juga ada Bella dan juga Raisya..mereka sedang berbincang dengan yang lain.
"Hai Nes,,kevin baru dateng,," sapa Bella namun di sambut dengan wajah tengil Vanesa..
"hei apa kabar Bell,,Sya..??" Kevin menyapa Bella dan Raisya..
"Alhamdulillah baik..." jawab Raisya singkat karena jujur kekecewaan terhadap suaminya masih terasa...
"oiya ngomong ngomong sekarang kamu kerja dimana.?? maksud aku kan kita sudah lama lost kontak ni.."
"sayang kita kesana yuk.." belum sempat Raisya menjawab,,Vanesa sudah menarik tangan kevin untuk pergi meninggalkan Raisya dan Bella.
Bela yang melihat tingkah Vanesa hanya bisa tersenyum geli.
"tetep aja ya tuh anak selalu jutek sama kamu.. dia belum tahu aja siapa kamu sekarang..dia bukan apa apa di banding kamu.." ucap Bella saat melihat tingkah temen nya itu.
"ssst sudah gak apa-apa kayak kita baru kenal Vanesa aja,,yuk kesana Dimas lagi disana tuh.." ajak Raisya untuk mengalihkan omongan Bella dan bergabung dengan yang lain..
"hay say gimana kabarnya kalian kalian..??" tanya Vanesa si ketua gengs.
"baik Nes..makin hari makin glowing aja kamu ya.." jawab salah satu anggota nya.
"ah masak sih...tapi emang ya kan aku sekarang pakai produk brand luar negeri gitu lho jadi ya wajar deh kalau gini jadinya,," Vanesa bersikap genit dan terkesan sombong,,karena dia anak dari seorang pengusaha..ayahnya termasuk salah satu pemilik mall terbesar di Jakarta..jadi ya dari dulu memang sombongnya kelewatan.
"pasti mahal tuh.." tanya gadis yang berdiri di sebelah kanannya yang di ketahui bernama..Sely.
"ya pastinya gitu deh..tapi kan kalian tahu sendiri aku anak papa satu satunya ya jadi apapun yang aku pengen pasti kesampaian.." ucap Vanesa percaya diri ia pikir hanya dirinya yang mampu membeli barang barang branded.
"oiya Nes,,reuni kali ini istimewa banget yaa..di adain di ballroom hotel mewah...aku aja gak nyangka pas Dimas nge share lokasi nya..eh ternyata beneran,,dan aku dengar pemilik hotel ini yang memfasilitasi semua ini..dan kamu tahu gak yang bikin penasaran katanya pemilik hotel ini adalah salah satu temen kita dulu..tapi kita juga belum tahu siapa dia...setahu aku sih seangkatan kita cuma kamu deh yang paling tajir.."
ucapan temennya ini membuat Vanesa merasa sedikit terhina,karena ternyata ada temannya dulu yang lebih kaya dari dia.
"aku juga penasaran siapa sih pemilik tempat ini..tadi si kevin sempat bilang sih kalau ni hotel milik Wijaya Group.."
"apa milik Wijaya Group ,,perusahaan terbesar dan terkenal di Indonesia bahkan sampai luar negeri itu..wah gila bener kita bisa ngadain acara disini,,"
Karena malam mulai larut,,acara pun dimulai,,diawali dengan doa dan sambutan dari panitia.
Dan kali ini Raisya yang ditunjuk untuk menyampaikan sepatah 2 patah kata sambutan ..membuat Vanesa n Gengs gak suka.
"kenapa mesti dia sih yang berdiri disana,,lagaknya sudah kayak pemilik tempat ini saja.."ucap Vanesa ketus.
"iya emang ini tempat punya dia,," tiba tiba ada seseorang yang menjawabnya..dan dia adalah Bela..dia tak sengaja mendengar ucapan Vanesa.
"kamu pasti sudah gak waras yaa,,mana mungkin ".
Raisya si anak tukang sayur keliling jadi pemilik hotel berbintang kayak gini.." protes Vanesa dan di tanggapi oleh para anggota gengs nya..
"terserah kalau kamu gak percaya..oiya waktu di depan tadi kalian baca gak tulisan besar..disitu tertulis jelas,,nama tempat ini,,,Raisya Wijaya Hotel & Resto..?? kalau kalian belum baca coba deh kalian ke depan lagi atau tanya para pegawai disini,,silakan kalian tanyakan siapa pemilik tempat ini.." ucap Bella tak kalah ketus mendengar ada orang yang menghina sahabatnya.
Setelah menyampaikan sedikit sambutannya Raisya kembali duduk di tempatnya..bersama Bella dan Dimas juga 3 orang temannya yang lain dalam 1 meja..dan tak jauh dari sana ada Vanesa beserta gengs nya,,dan tentu Kevin..laki laki yang sekarang menjadi kekasihnya.
"eh Sya kamu tahu gak dari tadi si kevin liatin kamu terus,,padahal ada si cewek rese di sebelahnya.." ucap Bella pada Raisya saat melihat kevin selalu memperhatikan Raisya.
__ADS_1
"sudahlah gak apa apa..biarin aja ya gak Dim..??" jawab Raisya cuek dan di tanggapi senyuman oleh Dimas.
"aku sih gak heran Bell..kan dari dulu sebenarnya si kevin itu cintanya cuma sama Raisya,tapi kamu tahu sendiri kan Vanesa gimana,,dia gak pernah nyerah sedikitpun pun..buat dapetin Kevin.Seangkan Raisya lebih fokus sama kuliahnya. Alhasil sekarang kamu lihat sendiri Vanesa berhasil jadian dan tunangan sama Kevin tapi si Raisya dapetin seorang Arya Wijaya." ujar Dimas bangga pada Raisya.
"Dimas,,kalau dulu aku gak serius kuliah beasiswa ku pasti di cabut,,dan aku bakalan berhenti kuliah dan aku gak mau itu kejadian..." ucap Raisya serius karena dulu ia bisa kuliah karena dapat beasiswa..dan jadi seperti sekarang ini,,punya pekerjaan bagus,,dan menjadi istri seorang presdir..dalam tanda kutip.istri kontrak sang presdir, bila mengingat kenyataan itu,,Raisya merasa sangat sedih..mengapa hidupnya seperti ini..namun ia bersyukur dipertemukan oleh keluarga Wijaya yang sangat menyayanginya.
Raisya kemudian melihat layar ponselnya berharap ada telepon atau chat masuk disana..dari siapa lagi kalau bukan dari Arya suaminya..sedari tadi Arya belum menghubunginya.
"kamu kenapa Sya,,??" tanya Bella saat melihat Raisya murung sambil menatap ponselnya.
"Lagi nunggu telepon dari pak bos yaa,,??" tanya nya kembali sambil tersenyum jahil melihat ekspresi sahabatnya.
"masih kecewa nih karena pak bos gak bisa temani acara kita..??"
"ah gak ,,aku gak apa apa kok.." jawab Raisya terbata bata.
"sudah gak usah bohong..ngaku aja..??" ledek Bella..
"beneran aku gak apa apa.."
Tak lama ada seseorang yang datang,,dan itu Leo asisten Arya.
"selamat malam mbak Raisya.. maaf mengganggu acaranya."
"selamat malam ,,pak Leo?? pak Leo kapan sampai.." Raisya terlihat kaget melihat kedatangan asisten suaminya..padahal tadi Arya sudah bilang kalau hari ini Leo akan kembali ke Jakarta,,dan ia pun menanyakan apa yang di inginkan Raisya biar sekalian di bawa oleh sang asisten.
"maaf buk,,saya kesini cuma mau mengantarkan titipan dari Pak Arya untuk Mbak Raisya."
"titipan,,? titipan apa,,??" tanya Raisya bingung.
"saya sendiri juga kurang tahu,,lebih jelasnya mbak Raisya ikut saya ke depan..silakan mbak.." Leo mengajak Raisya ke depan gedung untuk melihat titipan Arya.
Melihat Raisya yang keluar bersama Leo,,Bella,,Dimas dan seluruh undangan ikut keluar karena penasaran..karena secara tak sengaja mereka mendengar obrolan Leo dan Raisya di dalam tadi.
Sampai di halaman..Leo menunjukkan sebuah box besar pada Raisya..dan meminta Raisya untuk membukanya.
"apa ini pak Leo..??" tanya Raisya sedikit takut bercampur penasaran.
"silakan mbak Raisya membukanya sendiri.." jawab Leo seraya tersenyum.
"ayo Sya buka aja..aku penasaran apa isinya,,gede banget boxnya." kata Bella tak kalah penasaran,,begitu juga dengan yang lain.
Akhirnya perlahan tapi pasti Raisya mendekati box besar itu,,yang ia tak tahu apa isinya.
Perlahan ia membuka pita warna merah muda yang ada di box itu,.dan 1..2.....3 ia
membuka penutupnya..
""Surprize""
Raisya kaget bukan kepalang ternyata isi dari box besar itu adalah Arya,,suaminya dengan membawa buket mawar putih di tangannya.
Melihat apa yang ada di depannya,,bukan nya tersenyum bahagia,,tapi Raisya malah menangis...membuat Arya sedikit bingung..dan langsung keluar dari box besarnya.
"Yaa Tuhaan Sya kenapa kamu menangis....sst jangan menangis sayang.." Arya menyapu air mata Raisya dengan ujung jarinya.
"apa kamu tidak rindu dengan suami kamu ini,,??"
"apa suami...??" banyak suara demikian keluar dari mulut para undangan tak terkecuali Vanesa the gengs dan juga Kevin..mereka tak menyangka kalau Arya Wijaya CEO Wijaya Group adalah suami dari teman mereka yaitu Raisya..gadis yang dulu mereka kenal hanya sebagai anak penjual sayur keliling,,sekarang jadi istri seorang CEO..bener bener susah dipercaya.
"apa kamu tak ingin memeluk suami kamu ini..??" mendengar ucapan Arya,,tanpa sadar Raisya langsung berhambur ke pelukan suaminya yang sedari tadi sudah membuka ke 2 tangannya untuk mengundang Raisya dalam pelukannya.
"aku kangen sekali sama kamu sayang" ucap Arya ketika Raisya berada dalam pelukannya.
Gadis itu masih menangis dalam pelukannya.jika boleh berkata jujur ,,Raisya juga sangat merindukan Arya,suaminya setelah semingguan mereka jauh karena Arya ada urusan di Jogya.
"sudah jangan menangis lagi,,sekarang kita masuk.." Arya melepas pelukannya dan mengajak Raisya masuk ke tempat acara beserta para undangan yang lain.
Sampai di tempat acara,,Arya menyempatkan diri menyampaikan selamat datang pada para undangan dan juga memperkenalkan diri sebagai suami Raisya,,bukan sebagai CEO agar suasananya lebih santai..
Setelah memberikan sambutan..Arya memberikan sebuah pengumuman lagi,,namun sebelumnya ia memanggil Leo untuk mengambil hadiah kecil untuk sang istri..
"para tamu undangan yang saya hormati..hari ini,,adalah hari dimana tepat 4 bulan usia pernikahan kami..maksud saya,,pernikahan saya dan Raisya,,dan di hari spesial ini saya ingin kalian semua menjadi saksi cinta saya pada Raisya..dan dengan ini saya ingin memberikan hadiah kecil untuk istri saya.."
Arya membuka kotak kecil yang beberapa menit yang lalu di berikan oleh Leo..disana terlihat sebuah kalung berlian berliontin bentuk hati..dan dengan bangga ia memakaikan kalung itu di leher Istrinya,,Raisya..kemudian di akhiri dengan ciuman di puncak kepala Raisya dan hal ini tentu saja menciptakan riuh tepuk tangan bahagia dari para undangan..namun tidak termasuk satu meja yang berisi Vanesa the gengs dan Kevin..
Memang dari zaman kuliah dulu Vanesa the gengs selalu merendahkan dan membully Raisya..
__ADS_1
...****************...
to be continued βοΈβοΈβοΈβοΈππππ