Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 73*


__ADS_3

Malam ini Arya dan Raisya menginap di Raisya hotel & resto, milik keluarga Wijaya.


Hotel itu di berikan spesial oleh Arya untuk sang istri tercinta,yaitu Raisya.


Padahal waktu ia memberikan hadiah itu, hubungan nya dengan Raisya masih sebatas kontrak.


Waktu itu Arya berpikir, dengan ia memberikan hak milik hotel atas nama Raisya, itu akan menjamin kehidupannya ke depan bersama keluarganya agar mereka tak kesulitan lagi.


Namun nyatanya pernikahan yang awalnya hanya sebatas kontrak, kini telah menjadi pernikahan yang sesungguh, pernikahan yang nyata seperti pernikahan yang dijalani banyak pasangan normal.


Arya begitu mencintai Raisya, hingga apapun akan ia lakukan untuk kebahagiaan wanitanya itu.


Bahkan Arya siap kehilangan apapun di dunia ini,asalkan bukan Raisya.


Raisya adalah dunianya, Raisya adalah nyawanya, ia adalah oksigen bagi Arya, jadi mana mungkin ia bisa hidup tanpa oksigennya?.


"i love you sayang"


Bisik Arya ketika pagi datang, dan melihat sang istri masih terlelap dalam pelukannya.


Arya membelai rambut panjang istrinya yang tergerai indah.


Mencium istrinya dengan lembut..sehingga ulahnya itu membuat Raisya terbangun dari tidur lelapnya.


"selamat pagi mas."


ucap Raisya tersenyum bahagia ketika ia terbangun di pagi hari orang pertama yang ia lihat adalah suaminya.


"pagi sayang, kamu sudah bangun? " tanya Arya ketika melihat sang istri sudah terjaga dari tidurnya.


Raisya pun mengangguk memberi jawaban.. kemudian ia melihat jam yang ada di meja makan samping tempat tidurnya.


Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


"astaga mas, ini sudah siang, sudah jam 7 pagi..kenapa mas Arya gak bangunin aku sih?"


Raisya sangat kaget ketika ia melihat jam, waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi dan mereka masih ada disana.


Terus bagaimana dengan Pelangi.?


"mas kita pulang saja sekarang, kasihan mama jagain Pelangi sendirian." pinta Raisya pada Suaminya.


Raisya mengajak suaminya untuk segera pulang kerumah.


"kamu tenang donk sayang, ada mama yang jagain Pelangi, kamu gak usah khawatir.


Tadi aku juga sudah telepon mama, kalau kita pulang agak siangan karena masih ada urusan." ujar Arya santai, ia tak seperti Raisya yang gampang sekali khawatir dan gelisah.


"masih ada urusan? urusan apa mas?" tanya Raisya bingung.

__ADS_1


"ya urusan kita berdua sayang.." Arya menarik selimutnya dan mereka kembali bercinta melanjutkan yang semalam.


....................


Kini Arya sudah bersiap siap untuk ke kantor, karena jam 10 pagi ini ada meeting penting dengan klien dari Surabaya.


Dan kebetulan Leo sedang mengurus persiapan pernikahannya dengan Bella, sehingga ia tak bisa mewakili Arya untuk meeting pagi ini.


"mas Arya langsung ke kantor?" tanya Raisya pada Arya ketika mereka sarapan di restoran hotel.


"iya sayang, jam 10 nanti aku ada meeting dengan klien kita dari Surabaya, dan kamu tahu sendiri kan Leo lagi mengurus persiapan pernikahannya dengan Bella jadi dia ijin hari ini." terang Arya seraya menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


"yasudah kalau begitu aku pulangnya naik taksi aja ya, mas langsung ke kantor saja."


"gak sayang, kamu ikut saja ke kantor, nanti biar sopir kantor yang antar kamu pulang, sekalian nanti kamu ambilkan berkas berkas yang semalam.aku kerjakan di kamar kita pada sopir, biar sekalian dibawa ke kantor."


Arya memang tak pernah mengijinkan Raisya untuk naik taksi sendirian, mengingat berbagai hal yang mungkin terjadi pada istrinya itu.


Jadi ia pasti meminta sopir untuk mengantarkan nya bila ia tak bisa mengantarkan,


"yasudah kalau begitu..terserah mas Arya saja." pungkas Raisya.


Selesai sarapan Arya dan Raisya pergi ke kantor Wijaya group.


Sesampainya di kantor, Arya mengajak sang istri masuk dulu sebentar sambil menunggu sopir untuk mengantarkannya pulang.


Raisya pun hanya menurut dan ikut Arya masuk kedalam kantor.


Sampai di depan lift..mereka bertemu dengan ibu Ari yang sedang bekerja mengepel lantai.


"selamat pagi Bu,," salam Raisya ketika melihat ibu Ari.


"selamat pagi pak Arya, ibu Raisya." jawab ibu Ari seraya berhenti sejenak dari pekerjaannya.


"apa kabar buk?" kini giliran Arya yang bertanya.


"Alhamdulillah baik pak,,oiya pak tadi ada mbak mbak yang kesini mencari bapak," ibu Ari memberi tahu pada Arya kalau tadi ada wanita muda yang mencarinya.


"siapa Bu? " tanya Arya penasaran.


"saya tidak tahu pak, kalau ciri cirinya saya tahu, rambut nya panjang, pirang kalau tinggi nya kayaknya sama seperti ibu Raisya, orangnya juga cantik,, " terang ibu Ari.


Arya dan Raisya saling berpandangan satu sama lain , mereka menebak nebak siapa orang yang dimaksud oleh ibu Ari.


"pak Arya bisa menanyakan pada mbak Velicia, tadi mbak Velicia yang menemuinya."


Arya dan Raisya satu pemikiran, mereka berdua bisa menebak siapa yang dimaksud oleh Bu Ari tanpa harus bertanya pada Velicia.


Ting.

__ADS_1


Pintu lift terbuka...


"ya sudah bu, kami masuk dulu, ibu silakan lanjutkan pekerjaan ibu." ujar Arya ketika pintu lift terbuka.


"iya pak Bu,," jawab ibu Ari.


Belum juga Arya dan Raisya masuk ke dalam lift,


Mereka sudah di kejutkan dengan kehadiran Reva di depan mereka.


"hay Arya, apa kabar?" tanya Reva saat melihat Arya dan Raisya.


"mau apa kamu kemari?' tanya Arya ketus.


"aku kesini, sengaja untuk bertemu sama kamu." jawab Reva seraya tersenyum pada Arya.


"maaf, aku tak punya waktu untuk meladeni kamu, sebentar lagi aku ada meeting., sebaiknya kamu pergi dari kantor ini." Arya dengan tegas menolak untuk berinteraksi dengan Reva, sang mantan tunangannya itu.


"kenapa ? kamu menghindar dari ku, bukankah dulu kita selalu menikmati kebersamaan kita, apa ini karena wanita ja***g ini?" tanya Reva sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Raisya.


Raisya pun segera menggandeng tangan suaminya.


Bukannya ia takut pada Reva, tapi yang ia takutkan adalah kemarahan suaminya.


"turunkan tangan kotormu itu, kamu tak pantas menunjuk Raisya dengan tangan kotormu itu. Dan sekali lagi kamu menyebut Raisya seperti tadi, kamu akan berhadapan dengan ku." ucap Arya tegas pada Reva.


"mas, sudah,jangan meladeni Reva, disini ada banyak orang, nanti kita jadi tontonan orang." bisik Raisya pada Arya agar tidak terpengaruh ucapan Reva yang akhirnya membuat emosinya meledak.


"lihat perempuan yang kamu sebut sebagai istri kamu, hanya dengan melihatku saja dia sudah ketakutan begitu." ujar Reva dengan senyuman menghina Raisya.


"kamu mau keluar sendiri dari kantor ku, atau aku akan panggilkan scurity untuk menyeret kamu keluar dari sini.' gertak Arya pada Reva yang seakan masih betah berhadapan dengannya


"ok ok,,aku akan pergi dari sini, tapi ingat aku tidak akan pernah pergi dari kehidupan kamu Arya Wijaya." ucap Reva seraya pergi dari hadapan Arya dan Raisya.


Terlihat sekali Arya masih sarat emosi melihat Reva ada disana..


"sudahlah mas, jangan terbawa emosi jika berhadapan dengan Reva, mas Arya tau sendiri kan bagaimana Reva ? sudah ayo kita ke ruangan mas Arya saja." Raisya mencoba meredam kemarahan Arya dengan mengajak Arya segera masuk ke dalam lift menuju lantai tiga, tempat dimana ruangan kerja Arya berada.


.


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


note; apakah ada yang bisa menebak , apa alasan Reva mendatangani kantor Arya.?


Apakah Reva punya rencana lain untuk menghancurkan kehidupan dan keluarga Arya?


stay terus di Selembar kontrak cinta sang Presdir.😊😊😊👍

__ADS_1


__ADS_2