
Di kantor Wijaya Group
tok tok tok..
"masuk..." jawab Arya ketika mendengar pintu ruangannya di ketuk.
Dan ternyata Leo yang datang.
"selamat siang pak.." salam dan sapa Leo ketika masuk ke ruangan bos nya.
"siang,,gimana hasilnya ? apa perempuan itu ada disana..? " melihat kedatangan Leo Arya langsung memberondongnya dengan berbagai pertanyaan bahkan sebelum Leo sempat duduk.
"begini pak.." ucapan Leo terhenti ketika mendapat isyarat dari Arya untuk duduk.
"terimakasih pak," Leo berterimakasih pada Arya karena telah mempersilakan nya duduk.
"begini pak, dari informasi yang saya dapat dari ibu panti,,memang ibu kandung bapak sempat datang ke panti beberapa waktu yang lalu sesaat setelah beliau bebas dari penjara..kata ibu panti,,ibu kandung bapak kesana untuk mencari informasi tentang bapak,,tentang dimana bapak tinggal dan bekerja..dan sebelumnya ibu panti juga mohon maaf jika sudah memberikan alamat rumah dan juga kantor ini kepada ibu bapak.." jelas Leo pada Arya dan dengan sedikit ragu mengatakan bila ibu panti sudah memberikan alamat rumah serta kantor pada ibu kandung bos nya itu
"untuk apa perempuan itu ingin tahu soal saya.. bukankah dulu dia sendiri yang sudah meninggalkan saya disana.." Arya terlihat sangat kecewa dan marah pada wanita yang sudah mengandung dan melahirkannya.
"saya sendiri juga tidak tahu pak..tapi ibu panti bilang..ibu bapak hanya ingin melihat bapak dari kejauhan saja,beliau tidak ingin mengganggu ketenangan hidup bapak " jelas Leo kemudian.
"Yasudah kamu bisa pergi melanjutkan pekerjaan kamu..dan tolong kamu atur ulang meeting kita dengan klien 2 atau 3 hari lagi..tadi saya juga sudah beritahu Velicia soal ini.."
"baik pak, kalau begitu saya permisi dulu.." Leo pun pamit undur diri dari ruangan Arya setelah urusannya selesai.
Hari ini Arya benar benar tak bisa berpikir jernih gara gara informasi tentang ibu kandungnya.
Di kantor pun ia tak bisa konsentrasi pada pekerjaannya..jadi ia memutuskan untuk pulang saja bertemu dengan Raisya,,karena hanya Raisya yang bisa membuatnya tenang.
Arya pun segera menyambar jas serta tas kerjanya dan meninggalkan ruangannya.
"Vel..hari ini saya ada urusan keluarga, kalau ada apa apa kamu hubungi Leo .." pesan Arya pada Velicia, sekretarisnya sebelum ia benar benar pergi dari kantornya.
"baik pak.." jawab Velicia yang beberapa saat yang lalu tiba tiba berdiri karena kaget mendengar suara bass bosnya itu.
Akhirnya Arya pergi meninggalkan kantornya dan pulang ke rumah..ia hanya ingin menenangkan diri di rumah tanpa ada gangguan pekerjaan.
30 menit kemudian.
"Assalamualaikum.." salam Arya dan kebetulan yang ada disana Raisya sang istri yang sedang duduk santai di dalam rumah.
__ADS_1
"waalaikumsalam..lho mas sudah pulang " jawab Raisya dan sedikit terkejut melihat baru jam segini (10:30) sudah pulang.
Raisya pun segera meraih tangan suaminya dan menciumnya punggung tangannya seperti biasa serta membawakan tas kerjanya.
"kok mas sudah pulang..mas sakit..? atau gimana..?" Raisya menyerbu Arya dengan berbagai pertanyaan.
"gak sayang, aku gak apa apa..karena meeting hari ini di batalkan jadi aku bisa pulang lebih cepat..Pelangi mana kok gak kelihatan..?" tanya Arya sekaligus menutupi kegundahan hatinya dari sang istri.
"Pelangi lagi sama mama dan papa ke tempat teman papa.." belum lama berangkat.." jelas Raisya.
"yasudah , sekarang mas ke kamar aja dulu, aku akan siapkan minum dan makan buat mas.."
"iya aku ke atas dulu ya.." Arya menuruti apa kata Raisya untuk pergi ke kamarnya sementara Raisya menyiapkan makan dan minum untuknya.
"hu umb.." Raisya mengangguk..ia merasa ada yang aneh dengan suaminya.
Sejak tadi pagi tingkahnya aneh gak seperti biasanya.
Kurang lebih 15 menit Raisya menyusul sang suami ke kamar dengan membawa secangkir kopi dan makan siang..mungkin bisa lebih tepat sarapan..karena tadi pagi Arya tak sempat sarapan.
"mas.." Raisya masuk kamar dan duduk di sebelah Arya yang sedang duduk di atas ranjang masih dengan pakaian kantor hanya saja kancing kemejanya paling atas sudah terbuka.
"ini kopinya.." Raisya memberikan secangkir kopi untuk Arya ,dan Arya pun menerimanya dan langsung menyeruputnya.
"aku gak apa apa sayang,,di kantor juga tak ada masalah apa apa semua lancar lancar saja.." jawab Arya yang enggan menatap mata sang istri agar tak ketahuan jika ia menyembunyikan sesuatu hal darinya.
"mas,,coba lihat aku, tatap mata aku.. ada apa sebenarnya,,apa yang sudah terjadi..?" Raisya tetap mengotot ingin tahu jawaban dari masalah yang terjadi pada sang suami.
Dan kini Arya pun tak bisa menyembunyikan semuanya lagi..setelah ia melihat dan menatap mata Raisya,,ia tak bisa menyembunyikan apapun dari istrinya itu.
Seketika Arya merengkuh sang istri dalam pelukannya.
Perbuatannya itu membuat Raisya semakin yakin jika ada sesuatu yang menjadi beban pikiran suaminya.
"mas ..." Raisya menepuk punggung suaminya pelan mencoba memberikan ketenangan pada diri pria yang sangat ia cintai.
"mas ada apa ,,cerita sama aku.." tanya Raisya
"tapi kalau mas Arya belum siap untuk cerita ,,aku akan menunggu sampai mas Arya mau cerita..tapi sekarang lebih baik mas Arya makan dulu ya..aku yakin mas Arya belum makan dari tadi pagi.."
Mendengar ucapan sang istri,Arya pun melepaskan pelukannya perlahan..dan akhirnya mulai bercerita.
__ADS_1
"aku gak tahu mesti mulai cerita dari mana..? aku bingung.." ucap Arya sedikit ragu untuk bercerita..bukan karena ia tak percaya pada istrinya melainkan ia takut istrinya ikut kepikiran soal ini dan ia tak mau hal ini membuat sang istri stres dan akan berakibat pada janinnya.
"mas Arya gak usah bingung..aku akan mendengarkan semuanya.."
"kamu ingat aku pernah bercerita soal wanita yang sudah melahirkan dan membuang aku begitu saja di panti..?"
"iya ,,memangnya ada apa..?"
"wanita itu muncul lagi..wanita itu sudah keluar dari penjara.." Raisya terkejut ketika mendengar ucapan dari sang suami yang secara tak langsung mengatakan jika ibu kandungnya telah kembali.
"Dan wanita itu sedang mencoba mencari aku.." ucap Arya lemah.
"mas..bukannya itu baik..ibu kandung mas mencari keberadaan mas.."tanya Raisya sedikit bingung.
"tapi kenapa tidak dari dulu wanita itu mencari aku Sya..di saat aku sendiri di panti..disaat aku butuh pelukan hangat dan kasih sayang seorang ibu..dimana dia Sya..?" Arya terlihat sangat kecewa sekali dengan apa yang diperbuat ibu kandungnya di masa lalu.
"ssst.. jangan berkata seperti itu.. mungkin beliau punya alasan tersendiri yang mas dan semua orang tak tahu mengapa beliau tega meninggalkan mas Arya di panti waktu itu.."
Raisya sangat mengerti betapa kecewanya Arya pada wanita yang berstatus sebagai ibu kandungnya dengan semua yang telah wanita itu lakukan pada suaminya dulu.
"ingat mas,, bagaimanapun juga beliau adalah ibu kandung mas Arya..wanita yang sudah mengandung dan melahirkan mas ke dunia ini.."
"apa menurut kamu wanita yang tega meninggalkan anaknya di panti asuhan itu masih pantas disebut seorang ibu..? "
"mas, seperti yang sudah aku katakan tadi..mungkin beliau punya alasan mengapa meninggalkan mas dulu di panti asuhan..aku yakin.. seorang ibu tak mungkin tega meninggalkan anak kandung nya sendiri di panti asuhan tanpa alasan yang jelas...jadi aku harap jika beliau ingin bertemu dengan mas..gak ada salahnya mas temui..dan mas Arya bisa meminta penjelasan dari beliau agar tak ada salah paham lagi..," saran dan pinta Raisya pada sang suami.
"untuk apa lagi aku bertemu dengan wanita itu,,sudah jelas jelas dia tak menginginkan aku maka dari itu dia membuangku seperti sampah.." sepertinya Arya menolak saran dari Raisya karena hatinya yang benar benar kecewa.
"mas..sekarang jawab aku dengan jujur..apa mas Arya tak ingin sekali saja melihat wanita yang sudah mengandung dan melahirkan mas ke dunia ini..sekali saja..? "tanya Raisya mendesak.
Hal itu membungkam Arya..karena jauh di dasar hatinya ia sangat ingin bertemu dengan ibu kandungnya..tapi semua itu tertutupi oleh rasa kecewanya yang begitu mendalam.
"jangan sampai mas menyesal nantinya.."
"enggak, aku tak akan pernah menyesal..orang tua ku hanyalah mama dan papa ku saat ini..merekalah keluarga ku..tak ada yang lain lagi.." ucapan Arya berbanding terbalik dengan isi hatinya..dalam hati ia ingin bertemu dengan sang ibu..tapi lagi lagi kalah dengan rasa kecewanya.
"baiklah kalau begitu..yang penting aku sudah mengingatkan mas Arya.." pungkas Raisya.
Tak ada gunanya bicara panjang lebar dengan orang yang hatinya dipenuhi rasa kecewa yang begitu dalam.
...****************...
__ADS_1
to be continued ✍️ ✍️ ✍️ ✍️ ✍️ 👉 👉👉👉👉