
Micko yang tadinya ingin melihat keadaan Jonas di kantornya tidak sengaja mendengar pembicaraan Jonas dan Dimas barusan. Ia masih mematung di depan pintu.
“Apa Mamah dan Papah yang melakukan ini ?” Micko memikirkan hal yang mungkin terjadi. Ia sangat kenal orangtuanya. Orangtuanya adalah sosok yang diam-diam menghanyutkan.
Micko mengurungkan niatnya untuk bertemu Jonas, ia langsung pulang meminta penjelasan dari kedua orangtuanya. Keberadaan Micko di sana untung saja tidak Jonas dan Dimas ketahui.
Sesampai di rumah, Micko dalam keadaan emosi mencari keberadaan orangtuanya. Orangtuanya ternyata berada di pinggir kolam renang duduk bersantai. Micko menghampiri kedua orangtuanya.
“Apa semua ini Papah dan Mamah yang melakukannya ?” tanya Micko setelah tiba-tiba datang. Adam dan Sandra sepertinya sudah menebak arah pertanyaan Micko.
“Apa maksud kamu nak ?” Sandra pura-pura tidak mengerti.
“Dimana istri Jonas Mah ? aku sudah mengatakan pada Mamah dan Papah tadi kalau kami sudah berdamai,” Micko menaikan nada bicaranya.
“Kami tidak tau nak,” kata Adam.
“Bohong, kalian pikir aku tidak tau, pasti Mamah dan Papah yang melakukannya ?” kata Micko lagi dengan nada suara yang semakin keras.
“Micko dengarkan Mamah ! memang benar Mamah dan Papah menyuruh orang untuk meletakan bom di mesin pesawat itu juga menculik Naina, kami menyuruh orang itu untuk membunuh Naina 1 bulan yang lalu di perkebunan sawit milik Winner Grup, tapi percayalah kami tidak tau dimana Naina sekarang, orang suruhan Mamah dan Papah itu tidak pernah memberi kabar ke kami sejak kejadian itu, kami juga tidak tau apakah dia dan Naina sama-sama mati disana,” jelas Adam.
“Sekarang aku tau dari mana sifat kejam ku ini berasal, jika Jonas tau kalian dalang dari semua ini, akupun tidak bisa membela kalian,” Micko benar-benar tidak habis pikir dengan kelakukan orangtuanya.
__ADS_1
“Kami melakukan ini karena kami menerima informasi bahwa kamu mati di Anyer, percayalah nak kami melakukan ini karena menyayangimu !” kata Sandra lagi.
“Aku sarankan pada Mamah dan Papah agar kalian mengaku terlebih dahulu ke Jonas sebelum Jonas mengetahui sendiri keburukan kalian, apa kalian tau kalau Jonas sudah tau dimana Naina terakhir berada ? aku tidak ingin Mamah dan Papah menghabiskan masa tua kalian dipenjara !” Micko menangis mengetahui hal ini.
“Kami akan menemui Jonas untuk minta maaf, tapi beri kami waktu sedikit saja, kami masih belum siap menemuinya !” ucap Adam.
“Lakukanlah apa yang Mamah dan Papah mau, aku berharap kalian akan mengaku sebelum Jonas tau dengan sendirinya !” Micko sudah terlanjur kecewa dengan orangtuanya. Ia pun meninggalkan kedua orangtuanya di kolam renang, ia lalu masuk ke kamarnya mengunci diri. Ia sekarang perlu menenangkan diri.
Setelah beberapa jam menaiki helikopter dan mobilnya, akhirnya Jonas dan Dimas sampai juga di perkebunan kelapa sawit miliknya itu. Ia selama ini tidak pernah berada di sana karena pekerjaan lapangan selalu ia serahkan kepada anak buahnya di sana. Para karyawan dari manager sampai karyawan biasa keget mengetahui kedatangan Presdir Winner Grup itu secara mendadak.
Di mobil.
“Pasti Naina malam itu sangat ketakutan Dim dibawa kesini, tempat ini begitu mengerikan,” ucap Jonas sendu.
“Naina pasti syok apalagi dia sedang hamil, aku harap kita bisa cepat menemukan Naina !” kata Jonas lagi.
“Kami akan berusaha keras bos menemukan nona Naina,”
“Apa semua orang tau kalau aku datang ?”
“Anak buah kita sudah memberi tahu mereka bos,”
__ADS_1
“Katakan pada mereka tidak usah menemuiku, aku hanya akan fokus mencari istriku disini, sebarkan foto Naina kepada orang-orang sekitar sini agar hasilnya cepat !”
“Baik bos.”
Jonas dan Dimas masih menyusuri jalan disekitar perkebunan untuk mencari Naina.
“Bos, sebenarnya ada satu desa yang sulit anak buah kita jangkau di sekitar sini,” kata Dimas lagi.
“Desa yang mana ?”
“Desa Blambangan bos, desa itu benar-benar terpencil, bahkan sinyalpun masih sangat susah di dapat disana, apa perlu kita kesana bos ? tapi kita harus melewati hutan dulu dengan berjalan kaki baru kita sampai disana ?”
“Kamu pikir aku punya tenaga untuk berjalan kaki ?” kesal Jonas.
“Firasat saya mengatakan nona Naina ada disana, karena jika nona Naina berada di sekitar sini sudah dari tadi siang mereka menemukan nona Naina, tapi nyatanya sampai sore ini mereka belum menemukan nona Naina,” ucap Dimas.
“Kalau begitu siapkan helikopter saja ! kita kesana sekarang, tidak ada salahnya kita mencari disana, apa disana ada tempat untuk mendaratkan helikopter kita ?”
“Mungkin ada bos, disana kan desa, pasti lahan kosong masih banyak ?”
“Kalau begitu siapkan segera !”
__ADS_1
“Baik bos.”
Jonas dan Dimas sore ini akan pergi ke desa tersebut.