Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Plot Twist Season 3 : Sebuah Keajaiban


__ADS_3

Beberapa tahun lalu, Keisha di bawa ke rumah sakit jiwa oleh ayahnya karena depresi setelah semua kejahatannya di ketahui seluruh anggota keluarganya. Hari kian berganti, kondisi Keisha semakin mengkhawatirkan, mentalnya semakin gila. Kewarasan Keisha hilang total.


Pagi, siang, sore dan malam dia hanya duduk melamun menatap langit-langit ruang rawatnya. Kabar kematian kakek dan neneknya, mantan pacar dan banyak anggota keluarganya yang lain membuat Keisha semakin diam membisu. Bahkan setiap hari Keisha hanya sering gigit jari.


Kini, wajah Keisha sudah keriput, rambutnya memutih, usianya sudah renta, dia masih hidup dalam penyesalan dan di hantui dosa-dosa masa lalu. Setiap malam dia sering berteriak ketakutan karena di liputi halusinasi.


Naysila yang dia bunuh, Azka yang meninggal akibat kecelakaan, dan Olivia yang meninggal karena bunuh diri kerap kali di khayalannya mendatangi dia dan mencekik lehernya. Petugas rumah sakit jiwa bahkan dibuat kewalahan.


"Aku lelah, Tuhan ... cabut saja nyawaku ...," tangis Keisha yang sudah tua. Malam ini tiba-tiba dia mendapatkan kewarasan.


"Kakek, nenek, Papi, Mami, maafkan aku, andaikan waktu dapat di ulang kembali, aku tidak akan mengambil jalan sesat ini." Keisha masih menangis meratapi nasibnya. Dia rindu semua keluarganya yang telah meninggal.


Kelelahan setelah menangis, Keisha tertidur. Dalam mimpinya dia berada di suatu tempat, taman yang isinya bunga-bunga kering. Di taman itu, duduk seorang wanita berbaju putih dengan tiara cantik di atas kepalanya. Keisha mencoba bicara padanya.


"Nona, boleh saya tahu anda siapa? Apa saya sudah mati?" tanya Keisha pada wanita itu.


Wanita itu berbalik lalu menjawab pertanyaan Keisha. "Kamu bisa mengubah segalanya, anggaplah ini hadiah untukmu." Wanita itu yang di kira Keisha seorang Peri memberikan hadiah cincin ke jari Keisha.


"Untuk apa ini?" tanya Keisha pada wanita cantik itu. Namun, Keisha tetap mengambil cincin pemberiannya.


"Gunakan cincin itu hanya untuk satu permintaan!" ujar wanita itu lagi.


"Maksud, Nona?" Keisha masih belum mengerti.


"Kamu ingin menebus dosamu 'kan?"

__ADS_1


"Sangat ingin, Nona."


"Gunakan kesempatan ini!" Peri itu tersenyum.


Keisha memasang cincin itu di jari manisnya. Seketika, cincin itu mengeluarkan cahaya, Keisha terbangun. "Rupanya itu mimpi," ucap Keisha. Keisha terkejut melihat cincin itu benar ada di jarinya.


"Apa benar itu bukan mimpi?" Keisha tampak ragu, tapi tidak ada salahnya mencoba pikirnya lagi. Dia lalu menggosok-gosok cincin itu. "Aku ingin kembali ke masa lalu, Aku ingin mengubah takdirku," ucap Keisha, itu adalah keinginannya.


Entah dari mana, angin tiba-tiba datang berhembus kencang. Jam dinding di lorong tengah rumah sakit jiwa memutar berlawanan arah jarum jam dengan cepat. Detik, menit, jam, hari, bulan, tahun kian mundur dengan cepat. Bersamaan dengan itu, cahaya putih keluar dari cincin, Keisha tertelan cahaya lalu menghilang tanpa jejak.


Reka ulang kejadian yang membuat Keisha menyesal tersetel. Mulai dari hari pertama dia dan Azka pacaran, Kaisar menodai Ariella, Azka ketahuan selingkuh dengan Olivia, dia khilaf dan tidak sengaja membunuh Naysila, dia dan Olivia saling bunuh, Ariella pura-pura mati dan menyamar jadi Naysila, sampai kejahatannya ketahuan seluruh anggota keluarga hingga dia mendekam puluhan tahun di rumah sakit jiwa Amerika.


"Tidak ...." Keisha terbangun. "Apa itu tadi mimpi?" Dia terlihat linglung. Keisha melihat ke arah sekitar. "Di mana aku?" tanyanya. Keisha langsung berdiri saking kagetnya.


Keisha melihat sekeliling tampak seperti ruang kelas siswi SMP, terbukti semua orang di sana berpakaian putih biru. Keisha berlari keluar, melihat papan kelas. "Kelas 7A." Keisha menyadari sesuatu, dia juga melihat dirinya sekarang memakai seragam putih biru, kulitnya tidak keriput.


"Aku memang kembali ke masa lalu." Keisha begitu senang. "Akhirnya aku bisa memperbaiki semuanya, aku akan mengubah takdirku, aku akan menjadi anak yang baik." Kegembiraan Keisha sekarang tidak terlukiskan.


Keisha berlari menuju lapangan sekolah, dia berjalan ke tengah lapangan. Merentangkan tangannya untuk menikmati suasana yang dia dambakan. "Wanginya benar-benar harum," ujar Keisha sambil memejamkan matanya.


Keisha tidak tahu, dari atas ada Kaisar, kembarannya beserta Azka, sahabat Kaisar tengah memperhatikan perilaku Keisha.


"Ade gue kenapa tuh?" tanya Kaisar.


"Gue gak nyangka, cewek cantik ternyata bisa bersikap lebay juga, hari panas gini malah ke tengah lapangan," kata Azka sambil tersenyum.

__ADS_1


Kaisar sekelas dengan Keisha, usia mereka masih 13 tahun. Sementara Azka adalah kakak kelasnya, Azka sudah berusia 14 tahun. Namun, Kaisar dan Azka sudah lama bersahabat.


"Bukannya Lo bilang suka sama Ade gue? Lo mau punya pacar aneh kaya dia?" tanya Kaisar dengan serius pada Azka.


"Gue bakalan jadiin Keisha pacar gue," jawab Azka.


"Emang dia mau sama Lo?" Kaisar meragukan Azka.


"Ya iyalah pasti mau, gue ganteng, pinter, gue juga gak miskin." Azka membanggakan dirinya.


"Tapi gue lebih ganteng, lebih pinter, dan lebih kaya dari Lo," ujar Kaisar lagi, dia sengaja ingin membuat Azka kesal. Begitulah mereka, bersahabat tetapi juga kadang saling mengejek.


"Iya, iya, gue akuin, untung Lo kakaknya bukan gebetannya, jadi gue gak kalah telak." Azka tertawa lebar.


"Kai ...," panggil seorang siswi sambil melambaikan tangannya.


"Tuh liat! penggemar berat Lo," ejek Azka pada Kaisar. Betapa tidak, banyak orang di sekolah yang menyukai Kaisar, dari yang cantik sampai yang jelek, dari siswi seangkatan, sampai kakak kelas.


"Si gendut itu lagi. Gue mau masuk WC dulu buat nyelametin diri, bilang ke dia jangan ikutin gue!" Kaisar kabur seribu langkah. Azka semakin tertawa keras melihat Kaisar di kejar siswi gendut itu.


"Untung gue bukan Lo, setidaknya gue gak punya penggemar gendut." Azka tertawa terbahak-bahak. Dia tidak sadar di lihat oleh Keisha dari bawah.


"Kak Azka, apa itu dia?" Hati Keisha mendadak sakit melihat Azka kembali, luka lama kembali terkoyak. Dia ingat kisah cinta tragisnya. "Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Untuk mengubah segalanya, aku tidak akan pernah mau menerima cinta Kak Azka jika dia menyatakan cintanya." Keisha mengepalkan tangannya.


Dia sangat mencintai Azka, bahkan kematian Azka membuatnya terpukul. Saat mengingat kembali pengkhianatan Azka padanya, rasa benci juga muncul, seolah semuanya bercampur aduk jadi satu.

__ADS_1


Azka baru saja sadar kalau Keisha menatapnya. Jantung Azka memompa cepat, sudah lama dia menaruh hati pada Keisha. "Kei, tunggu aku pulang sekolah nanti, aku ingin kamu jadi pacarku," batin Azka.


"Maaf Kak Azka, mencintaimu telah menghancurkan hidupku, lebih baik aku menjadi simpanan bos preman dari pada menjadi pacarmu," batin Keisha.


__ADS_2