Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 69


__ADS_3

Dengan kejam Ronald mendorong tubuh Jessica sampai terbentur tembok.


“Jangan so suci Jessica, aku tau yang sebenarnya, kamu menjadi pacarku hanya karena aku kaya kan ? aku akan memberimu banyak uang untuk menebus keperawananmu yang ku ambil malam ini,” kata Ronald dengan seringai liciknya.


Ronald lalu menindih tubuh Jessica, ia mencium paksa bibir Jessica dan menggigit leher Jessica.


“Jangan Ron, bukan ini yang ku harapkan !” Jessica terus memohon dengan rintihannya namun tak dipedulikan oleh Ronald.


Ronald merobek paksa baju Jessica sehingga bra Jessica kelihatan, Ronald sudah tidak sabar lagi, kini ia beralih ke celana Jessica, ia hendak merobeknya juga secara paksa, namun tiba-tiba…..


Buk buk buk


Aaaaa.....


Dimas muncul dengan emosinya yang menyala-nyala, Dimas memukul wajah Ronald tanpa ampun. Jessica kaget melihat kejadian itu. Ronald tidak tinggal diam, ia membalas pukulan Dimas, akhirnya mereka saling memukul.


“Hentikan…..ku mohon hentikan…..” teriak Jessica.

__ADS_1


Melihat Jessica memohon, Dimas tidak tega melihatnya.


“Urusan kita belum selesai Ron, awas jika kamu mengulanginya lagi, akan kubunuh kamu !”


Dimas lalu beralih ke Jessica yang sedang menangis. Dimas memakaikan jaketnya kepada Jessica karena baju Jessica di robek paksa oleh Ronald tadi. Dimas lalu membawa Jessica ke luar dari club.


Dimas menghentikan taksi dan mengantar Jessica pulang dengan taksi itu. Jessica hanya bisa diam tertunduk malu dihadapan Dimas. Sesampai di rumah Jessica, Dimas langsung pulang tanpa masuk ke rumah Jessica terlebih dahulu.


“Istirahat lah Jes, kamu pasti tadi terkejut ?”


“Terima kasih Dim ?”


Dimas akhirnya pulang.


Pagi harinya rumah Dimas dikejutkan dengan kedatangan polisi, ayah dan ibu Dimas kelihatan panik.


“Maaf sodara Dimas, anda telah di laporkan oleh sodari Jessica atas percobaan pemerkosaan dan pemukulan terhadap Ronald,”

__ADS_1


Dar...


Dimas kaget, kenapa jadi begini, bukankah yang pantas untuk di tangkap atas tuduhan itu adalah Ronald bukan dirinya. Apa yang terjadi pada Jessica sehingga berbuat jahat padanya. Dimas sudah menolongnya, itukah balasan dari Jessica.


“Itu tidak benar, saya tidak bersalah pak, saya di fitnah,”


“Anda bisa jelaskan dikantor polisi,” kata polisi itu.


“Papa Mama tolong aku, aku tidak bersalah,”


Dimas diseret paksa kekantor polisi, orangtua Dimas tidak bisa berbuat apa-apa. Di kantor polisi, Dimas di introgasi, bukti-bukti mengarah pada dirinya. Bukti robekan baju Jessica, tanda bekas kecupan percobaan pemerkosaan di tubuh Jessica, wajah Ronald yang babak belur, serta pernyataan Jessica dan Ronald yang kompak menuduhnya. Kini Dimas benar-benar di ambang kepanikan.


Satu minggu setelah di tangkap, kini Dimas siap disidang. Terlihat orangtua Dimas hanya bisa pasrah. Ayahnya yang merupakan polisi biasa tidak punya kuasa untuk membebaskan anaknya. Di persidangan, Jessica dan kedua orangtuanya hadir sebagai saksi. Begitu pula Ronald dengan kedua orangtuanya. Jessica dari tadi hanya menunduk saat memberikan kesaksian palsunya, ia tidak berani menatap wajah Dimas. Ronald sangat senang melihat situasi ini.


“Ini adalah balasan untukmu, berani-beraninya kamu berurusan denganku,” ucap Ronald dalam hati yang merasa puas telah membalaskan dendamnya kepada Dimas yang sudah mengganggu kesenangannya waktu itu.


Jaksa menuntut Dimas 10 tahun penjara dengan bukti-bukti yang sudah ia jelaskan di depan ketiga hakim di ruangan itu.

__ADS_1


“Tuhan tau siapa yang benar dan salah, Tuhan pasti menolongku, berikanlah keajaiban ya Tuhan, aku janji akan menjalani hidupku dengan baik mulai sekarang jika Engkau menolongku,” doa Dimas yang pasrah dalam hatinya.


__ADS_2