Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 88


__ADS_3

Sebentar lagi pesawat komersial milik Winner Grup itu akan lepas landas, semua orang di dalam pesawat sudah berkumpul. Dewi dari tadi gelisah, kursi di sebelah Dewi kosong. Seharusnya kursi itu diisi oleh Naina. Ia sangat cemas. Dari tadi Dewi memandang pesan yang ia dapat dari Naina. Tadi sebelum menaiki pesawat, ia heran melihat Naina tidak ada di antara rombongan, ia pun berinisiatif menelpon Naina, namun panggilan itu tidak di angkat oleh Naina, malah pesan yang Dewi dapat.


From Naina


Dewi, aku gak jadi ikut, aku gak bisa jauh dari suamiku, selamat bersenang-senang di sana.


“Kenapa gue menjadi cemas begini sih ? seperti ada yang mengganjal di pesan itu ? apa gue telpon kak Dimas aja ya buat memastikan apakah Naina sudah sampai menemui suaminya ?” Dewi pun mulai memencet layar HP nya untuk menghubungi Dimas. Tapi sebelum ia memencet panggilan itu, terdengar suara panduan bahwa pesawat akan segera lepas landas, Dewi pun mengurungkan niatnya, ia akan menghubungi Dimas saat tiba nanti di Bali.


20 menit kemudian pesawat mereka sudah mengudara di ketinggian 37.000 kaki. Para penumpang mendengar suara panduan dari pramugari bahwa cuaca sedang buruk. Mereka diminta memasang sabuk pengaman, Dewi merasakan pesawat agak terguncang. Lama kelamaan penumpang panik. Beberapa pramugari pesawat tampak berdiskusi.


“Apa ? mesin pesawat bermasalah ?” pramugari itu berusaha bicara pelan agar pera penumpang tidak mendengar percakapan mereka.


“Tadi sebelum lepas landas, pesawat sudah di cek baik-baik saja, setelah mengudara, mesinnya menjadi agak aneh, seperti ada yang menyabotase ?” tebak pramugari yang satunya.


“Bagaimana ini ? apa kita akan melakukan pendaratan darurat ?” pramugara yang lain mulai cemas.


“Tidak tau juga, kalau pesawat ini mendarat, itu artinya kita akan tenggelam di selat Madura, kita sekarang hampir sampai di perairan selat Madura,” kata pramugari itu.


Tiba-tiba pesawat terguncang, para penumpang ada yang mulai berteriak, ada yang histeris, ada yang menangis sambil berdoa. Terlebih lagi setelah mendengar panduan dari pesawat, bahwa mereka akan melakukan pendaratan di selat Madura. Mereka diminta memakai pelampung. Dewi mulai menangis.


“Ya Tuhan selamatkan aku !” teriak Dewi.


Pilot dan kop pilot berusaha mengendalikan pesawat itu, mereka akan mendarat secara aman diselat Madura, namun mereka tidak tau bahwa mesin pesawat asapnya sudah sangat mengempul.


Boommm


Mesin pesawat meledak sebelum pilot berhasil mengendalikan pesawat itu.


Aaa…..

__ADS_1


Teriak para penumpang


Pesawat meledak di ketinggian 15.000 kaki sehingga para penumpangnya berhamburan di perairan Madura.


Pihak bandara sudah mendeteksi kecelakaan pesawat itu sehingga membuat seisi bandara heboh. Pihak media sudah mulai heboh juga setelah mengetahui kabar menghebohkan itu, terlebih lagi yang kecelakaan adalah pesawat milik Winner Grup, dan didalam pesawat itu juga terdapat istri Presdir Winner Grup, Naina Alexandra.


Diruang Meeting


Dimas yang saat itu sedang menemani Jonas untuk melakukan meeting penting tiba-tiba mendapat sebuah pesan. Dimas langsung kaget luar biasa. Ia pun langsung membisikkan sesuatu ke telinga Jonas. Jonas tidak kalah kaget mendengar berita itu. Jonas dan Dimas yang mengetahui bahwa Dewi dan Naina ada dalam pesawat langsung meninggalkan ruang meeting tanpa memberikan penjelasan.


“Kita harus secepatnya ke bandara Dimas !” perintah Jonas.


“Iya bos.”


Dengan secepat kilat, Dimas melajukan mobilnya ke bandara. Mereka begitu gemetar setelah mendengar berita itu.


“Mami mau nonton apa sih, dari tadi gak jelas ?” ucap Bagas.


“Gak tau, cari yang rame aja Pi,” tidak sengaja Ivana mendapati sebuah breaking News tentang kecelakaan pesawat tadi.


“Pesawat komersial milik Winner Grup pagi tadi tepat pukul 9 mengalami ledakan diketinggian 15.000 kaki, pesawat yang meledak membuat para penumpang berhamburan di selat Madura, pihak bandara dan tim SAR sekarang tengah mencari penyebab ledakan pesawat itu sekaligus mencari para korban, dikarenakan ketinggian pesawat tidak terlalu mencapai maksimal di perkirakan akan banyak korban yang selamat meskipun terluka parah. Jumlah penumpang sebanyak 467 jiwa sudah termasuk para awak pesawat. Penumpang terdiri dari beberapa dosen dan mahasiswa Universitas Cita Bangsa. Bahkan Naina Alexandra istri dari Presdir Winner Grup juga menjadi salah satu penumpang pesawat. Pencarian sampai sekarang masih di lakukan. Keluarga korban sudah mulai memenuhi bandara, pihak bandara secara berkala akan memberikan informasi mengenai pencarian korban setiap 1 jam sekali ”


Sontak Ivana merasakan kepalanya sangat pusing mengetahui menantu kesayangannya menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat terlebih lagi Naina sedang hamil cucunya. Ivana pun langsung tak sadarkan diri.


“Mami, Mami bangun Mami, Bibi...” teriak Bagas.


“Ada apa tuan ?”


“Cepat telpon dokter, istriku pingsan !”

__ADS_1


“Baik tuan.”


Bagas juga sangat panik mengetahui hal itu. Sambil menunggu dokter datang, Bagas pun menelpon Jonas putranya.


Drutt…


HP Jonas berbunyi, Jonas yang saat ini masih di dalam mobil langsung mengangkat telpon dari papinya tersebut.


“Hallo Jonas, bagaimana Naina ? Mami kamu pingsan Jo setelah menonton berita itu,” Bagas terlihat panik.


“Aku sekarang sedang berjalan menuju bandara Pi, aku takut terjadi apa-apa sama Naina Pi,”


“Kalau begitu nanti Papi hubungi lagi !”


“Doakan Naina ya Pi, juga calon anak Jonas !”


“Kami disini akan selalu mendoakan kalian, kamu harus kuat Jo, jika kamu lemah bagaimana kita akan menemukan Naina ?”


“Makasih ya Pi,” tidak terasa air mata Jonas jatuh.


Setelah telpon di matikan, Jonas masih belum bisa menahan tangisnya. Dimas baru pertama kali melihat Jonas menangis selama ia bekerja pada Jonas. Pasti sekarang Jonas sedang cemas level tinggi.


“Mereka pasti baik-baik saja bos, Naina dan calon anak bos juga Dewi,”


“Harusnya aku mengurung dia saja dirumah Dim, aku merasa ini salahku,” Jonas semakin tersedu-sedu.


“Ini bukan salah siapa-siapa bos, ini musibah,”


“Akan ku hancurkan bandara itu jika tidak berhasil menemukan Naina,” Jonas saat ini tengah diambang kepanikan.

__ADS_1


__ADS_2