
Helikopter milik Jonas mendarat tepat diatas gedung rumah sakit besar di Medan ibukota Sumatra Utara. Tim dokter yang sudah di hubungi Dimas tadi sudah stand by menyambut kedatangan mereka. Sesampai disana Naina langsung di beri penanganan yang terbaik. Di depan ruang periksa, Jonas tak henti-hentinya mondar mandir menunggu dokter selesai memeriksa istrinya. Setelah 20 menit berlalu akhirnya dokter keluar juga.
“Bagaimana keadaan istri saya dok ?” tanya Jonas.
“Mari ikut saya keruangan saya pak, banyak yang harus kita bicarakan !” kata dokter wanita paruh baya itu.
“Baik dokter, Dimas kamu tunggu disini !”
“Baik bos.”
Jonas dan dokter itu menuju ruangan sang dokter, disana dokter itu menjelaskan secara detail kondisi Naina.
“Menurut pemeriksaan, kepala istri anda mengalami luka yang sangat serius, sedikit kemungkinan dia akan mengingat masa lalunya, di tambah lagi sebelum amnesia dia mengalami hal yang sangat buruk sehingga membuat dia tidak mau mengingat lagi, dan satu lagi pak, akibat istri anda baru saja keguguran, istri anda saya sarankan harus menunggu paling sedikit 2 tahun lagi baru bisa kalian mempunyai anak lagi,” jelas dokter.
Hati Jonas bagai tersayat-sayat mendengar kondisi Naina yang begitu menderita. Ia bahkan baru tau kalau Naina mengalami keguguran.
“Saya akan patuhi semua saran dokter, saya tidak akan memaksakan ingatannya, saya takut dia terluka, saya akan menjaganya dengan baik,” Jonas hanya ingin yang terbaik untuk istrinya.
“Anda pasti sangat mencintai istri anda pak, setelah istri anda siuman, anda boleh membawanya pulang, saya akan meresepkan obat untuk dia.”
“Terima kasih dokter.” Ucap Jonas.
Setelah mendengar penjelasan dokter, Jonas pun keluar. Naina sudah dipindahkan keruang rawat. Di depan ruang rawat Naina, Dimas masih tetap setia menunggu Jonas.
“Bos, saya akan membereskan semua urusan nona Naina, bos disini saja menemani nona Naina, saya mohon undur diri dulu, besok siang saya akan melapor pada bos.” Kata Dimas.
“Lakukan yang terbaik Dimas, aku hanya bisa percaya padamu, setelah kamu kembali besok siang, kita akan kembali ke Jakarta !”
“Terima kasih karena bos sudah mempercayai saya selama ini.”
“Kamu yang terbaik Dimas,”
“Saya permisi dulu bos ?”
“Baiklah, semoga berhasil !”
__ADS_1
Dimas tau kalau masalah penculikan Naina belum selesai, ia juga tau kalau Jonas sekarang hanya ingin fokus ke Naina, itu sebabnya Dimas akan membereskan semuanya untuk Jonas agar Jonas bisa bernafas lega. Dimas pun pergi dan akan kembali besok siang.
Jonas masuk keruang rawat Naina. Ia melihat Naina masih tertidur lelap. Ia mendekat ke Naina, di genggamnya tangan Naina erat. Ia sangat rindu genggaman tangan itu. Kenyamanan yang ia dapat sekarang membuat ia tertidur nyenyak untuk pertama kalinya selama sebulan ini.
Pagi sudah menjelang, Naina mulai mengeryapkan matanya, perlahan ia membuka matanya, ia kaget melihat Jonas tertidur sambil menggenggam tangannya dengan posisi Jonas tidur sambil duduk di kursi.
“Dia ? bukankah dia yang memelukku tadi malam ? aku dimana ? hari ini kan pemakaman nenek Salma, kenapa aku ada disini ?” batin Naina.
“Aduh, dia memegang tanganku erat banget, om ini siapa sih ?” batin Naina lagi.
Naina perlahan menarik tangannya yang di genggam Jonas. Merasakan pergerakan tangan Naina membuat Jonas terbangun. Nyawa Jonas langsung terkumpul sempurna melihat istrinya itu sudah bangun.
“Sayang kamu sudah bangun ?” Jonas sangat senang Naina bangun.
“Siapa yang om panggil sayang ? aku gak kenal om ? om siapa ?” Naina merasa takut di panggil sayang oleh Jonas, ia memperhatikan penampilan Jonas, Jonas memang pria dewasa tapi masih sangat tampan.
“Sayang ? aku tau kamu amnesia, aku juga gak keberatan untuk berjuang dari awal memulihkan ingatanmu, tapi tolong jangan tunjukan bahwa kamu takut padaku, aku gak akan menyakitimu.” Ucap Jonas, ia bisa melihat Naina takut padanya.
“Om culik aku ya ? kenapa aku bisa berada disini ? mana panggil aku sayang lagi, aku memang hilang ingatan tapi om jangan memanfaatkan kesempatan ini, om dengar ya, dengan keadaan ku yang seperti ini aku gak akan mudah percaya sama siapapun.” Ucap Naina, ia takut ditipu oleh Jonas.
“Om suamiku ? gak mungkin ? aku gak akan percaya begitu aja !” tegas Naina.
“Apa kamu lupa persyaratan sebelum aku menikahi kamu dulu ? padahal aku berharap kamu ingat !” kata Jonas.
“Persyaratan ? apa aku istri simpanan om ? biasanya begitu kan kalau wanita muda menikah dengan lelaki dewasa ? ” tebak Naina dengan raut wajah paniknya.
“Jadi kamu berpikir bahwa kamu simpanan ku ? untuk apa aku menjadikan wanita yang kucintai sebagai istri simpanan ?” ucap Jonas lembut sambil memandang mata Naina.
“Naina, kamu mungkin gak ingat aku, tapi percayalah kamu bukan simpanan ku !" ucap Jonas lagi dengan nada lembut berharap Naina percaya padanya.
“Naina ? namaku Naina ?” tanya Naina bingung.
“Istriku yang paling cantik namanya adalah Naina, Naina Alexadra, dia adalah wanita yang paling suka sentuhanku.” Kata Jonas sambil tersenyum.
“Tuh kan benar bahwa aku simpanan om, buktinya om ngomong mesum sama aku.” Kata Naina lagi yang salah paham atas senyuman Jonas.
__ADS_1
“Kamu salah Nai, terserah kamu percaya atau gak sama aku, kamu adalah istriku, aku adalah suamimu, kita sudah menikah sah secara hukum dan agama,” jelas Jonas untuk kesekian kalinya.
Naina masih ragu.
“Terus nama om siapa ? kok aku bisa hanyut disungai dahulu ?” Naina mulai berusaha percaya pada Jonas.
“Aku gak bisa sayang menceritakan secara detail, aku hanya bisa meminta maaf, maaf karena mas gak bisa menjagamu, tapi percayalah mas selama sebulan ini sudah mencarimu kemana-mana !” Jonas kembali menggenggam tangan Naina.
“Kenapa sentuhannya membuat hatiku hangat lagi ? jantungku ? kenapa berdebar-debar saat aku melihat wajahnya ? apa benar dia suamiku ? apa benar aku bukan simpanannya ?” batin Naina masih ragu, namun ia tidak memungkiri bahwa hatinya memiliki rasa yang aneh ke Jonas, rasa bahagia yang Naina tidak bisa artikan.
“Kenapa mas belum mengatakan nama mas ?” Naina akhirnya mengubah panggilannya ke Jonas sehingga membuat Jonas tersenyum.
“Akhirnya kamu memenuhi persyaratan dari mas juga !”
“Maksudnya ?”
“Sebelum menikah kan kamu langsung menyanggupi akan memanggiku dengan sebutan mas,” Jonas tersenyum.
“Aku mau pergi ke pemakaman nenek Salma,” ucap Naina.
“Gak boleh sayang, siang ini kita harus pergi ke Jakarta, orang-orang mas sudah mengurus segala sesuatu nya disana.”
“Nenek Salma adalah orang yang menolongku.”
“Tetap saja mas gak izinkan, mas kesal melihat kamu dijadikan pembantu disana, mas gak menerima bantahan !”
“Kayanya aku bukan istri mas deh, buktinya mas gak ngabulin permintaan aku, aku simpanan mas kan ?” Naina mulai cemberut.
“Cukup sekali mas melakukan kesalahan sehingga hampir kehilanganmu, mas gak ingin kamu melakukan hal-hal yang menurut mas akan berpotensi membuat kamu terluka !”
“Maksud mas ?”
“Jika ingatanmu kembali kamu akan mengerti maksud mas !” kata Jonas.
“Maaf sayang, mas masih menyesal mengizinkanmu dulu pergi, sekarang mas akan lebih menjagamu, mas gak ingin hal ini terjadi lagi,” batin Jonas.
__ADS_1