
Pulau nelayan yang mereka datangi tidak begitu padat penduduknya, desa ini masih original karena belum banyak yang menjamah. Pemandangan pantai disana begitu indah. Debur ombak laut bagai musik pengiring ditelinga pasangan kekasih yang tengah dimabuk cinta ini.
Di pinggir pantai, Jonas masih menuntun Naina menuju tempat tujuan mereka. Jonas masuk ke dalam hutan pantai tersebut. Dengan bermodalkan senter HP dan terangnya rembulan malam menjadi saksi pada hari ini Jonas melamarnya.
“Gelap mas,”
“Ya iyalah gelap sayang, nanti kalau sudah sampai disana pasti terang,”
Beberapa lama kemudian sampailah mereka ketempat tujuan. Apakah ini mimpi ? pikir Naina dalam hati. Tanpa berkedip Naina melihat pemandangan romatis di sekelilingnya. Di sana Naina melihat sangat jelas air terjun yang mengalir dari atas ke bawah, di pinggir air terjun itu sudah terpasang cahaya berwarna warni. Lampu penerangan yang membuat tempat gelap itu menjadi terlihat jelas. Di sana Naina juga melihat rerumputan yang yang sudah di pangkas rapi agar berbentuk “I Love You”.
Jonas menggiring Naina untuk berdiri di dekat rerumputan itu, Naina masih takjub melihat dekorasi disekeliling air terjun itu sehingga ia tidak menyadari kalau Jonas tengah berlutut di hadapannya.
“Will You Marry Me ?” hanya kata itu yang Naina dengar di sela-sela lamunannya melihat sekeliling.
“Apa mas ?” tanya Naina kaget.
“Kamu ngelamun ya sayang ?”
“Maaf mas, eh mas ngapain berlutut ?”
“Ini adegan romantis sayang, mas waktu itu mau melamarmu dengan baik, tapi gara-gara kejadian mengerikan itu, mas jadi gak sempat,”
“Hahaha” Naina lalu tertawa.
__ADS_1
“Kenapa tertawa ?”
“Mas lucu, tanpa mas melamar pun, besok kita tetap akan menikah,”
“Mas mau kamu ngerasain gimana dilamar sayang,”
“Oh”
“Jawabannya cuma itu ?” Jonas mengernyitkan dahinya masih dalam posisi lututnya untuk menopang tubuhnya.
Naina lalu tersenyum dan mengatakan “Iya, aku mau menikah denganmu”. Setelah mendengar jawaban Naina, Jonas lalu bangkit dan mencium bibir Naina.
Tangan Jonas sudah memeluk erat pinggang Naina sementara tangan Naina memeluk leher Jonas. Di bawah cahaya rembulan malam itu, Jonas berhasil melamar Naina di tengah tempat romantis itu. Gemericik air terjun menjadi pengiring adegan ciuman mereka. Jonas mencium bibir Naina dengan durasi lama, ciuman itu berubah menjadi ciuman yang menggairahkan. Mereka saling bertukar saliva dan seperti enggan melepas penyatuan bibir mereka.
“Mas ingin kamu jadi ibu dari anak-anak mas !”
“Aku sangat mau mas, aku bahagia mas akan menjadi ayah dari anak-anakku,”
“Mas akan mencintaimu sampai maut memisahkan kita,”
“Aku akan selalu menjadi istri terbaik bagimu mas,”
“Mas akan selalu memberikan yang terbaik untukmu sayang agar kamu bahagia,”
__ADS_1
“Aku akan selalu menurut pada mas dan akan selalu mendukung mas dari belakang,”
“Mas sangat mencintamu, mas tidak ingin kehilanganmu sayang,”
“Cintaku jauh lebih besar dari yang mas bayangkan, aku tidak bisa hidup tanpa mas,”
“Kamu adalah penerang dikehidupanku yang gelap sayang, dari milyaran wanita yang ku kenal hanya kamu yang berhasil menaklukan hatiku,”
“Dari milyaran laki-laki yang ada di dunia ini, hanya mas rumah ternyamanku, aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak pernah mengenalmu mas,”
“Aku akan menghukum diriku sendiri sayang jika aku berani menyakitimu,”
“Aku akan mengutuk diriku sendiri mas, jika aku berani membuatmu bersedih,”
“Maafkanlah semua masa lalu kelamku sayang, anggap sekarang aku baru terlahir kembali dan aku akan belajar menjadi suami yang terbaik untukmu,”
“Terima kasih mas, karena kamu aku menjadi merasa istimewa,”
“I Love You Naina Alexandra,”
“I Love You Too Jonas Tirta Alvino.”
Setelah mengungkapkan isi hati masing-masing mereka kembali berciuman mesra dengan penuh cinta dan kasih sayang.
__ADS_1