
Di kamar asramanya Tiara sedang menangis dengan keras, ia terkejut setelah menyaksikan berita itu, untung saja hari ini mereka libur latihan jadi Tiara hanya mengurung dirinya saja di kamar asrama. Ia menangis sambil memandang foto mereka bertiga saat di depan air mancur mall waktu itu.
“Naina…Dewi…kalian jangan ninggalin gue, gue gak bisa ngapa-ngapain tanpa kalian, hiks…” tangisannya makin keras saja.
Sedari tadi Dirga melihat Tiara menangis. Dirga juga sangat tekejut mendengar kecelakaan pesawat itu, ia tau pasti Tiara sedih mendengar berita itu. Karena itu Dirga izin menemui Tiara di kamar asrama ke petugas dengan alasan ada yang ingin dikatakan pada Tiara.
Dirga semakin tidak tega melihat tangisan Tiara yang semakin keras, ia memberanikan diri mendekat ke Tiara.
“Naina…Dewi…” Tiara masih menangis, ia tidak sadar bahwa Dirga sudah duduk di sebelahnya di sisi ranjang itu, refleks, Dirga pun memeluk Tiara. Tiara tidak menolak dipeluk Dirga, ia bahkan tidak tau bahwa Dirgalah yang memeluk dirinya.
“Percayalah Ra, gue yakin Naina dan Dewi akan selamat, mereka gak akan akan ninggalin lo !” Dirga berusaha memberikan ketenangan ke Tiara.
Tangisan Tiara semakin menjadi, ia menangis keras di pelukan Dirga.
“Gue gak bisa bayangin kalau gue kehilangan mereka, gue sayang mereka…hiks…” tangis Tiara.
__ADS_1
“Doakan saja mereka agar Tuhan masih memberikan hidup kepada mereka !”
“Memang itu yang selalu gue minta ke Tuhan dari tadi…hiks…kalau gue tau pesawat itu akan mengalami kecelakaan, akan gue larang langsung mereka studi tour dari beberapa hari yang lalu saat mereka mengatakan akan ikut ke Bali, hiks…hiks…” Tiara masih menangis.
“Sudah, ini sudah takdir Tiara, setelah ada badai pasti ada pelangi, gue yakin mereka pasti masih hidup, orang-orang sedang mencari mereka sekarang,”ucapan Dirga yang lembut serta pelukan Dirga yang hangat begitu nyaman bagi Tiara, ia perlahan tenang sehingga Tiara masih enggan melepaskan pelukan itu. Karena kelelahan menangis perlahan Tiara tertidur di pelukan Dirga. Dirga menyadari bahwa Tiara tertidur.
“Hati kamu begitu baik Tiara, maafkan aku pernah melukaimu, aku mencintaimu meskipun aku terlalu gengsi mengatakannya, maafkan aku, kamu tenang saja, aku yakin Naina dan Dewi gak akan ninggalin kamu !” Dirga masih tetap memeluk Tiara.
Setelah 10 menit Tiara tertidur dalam pelukannya, Dirgapun membaringkan Tiara ke kasur. Di selimutinya Tiara. Di kecupnya kening Tiara. Dirga pun meninggalkan kamar asrama Tiara.
Sementara itu helikopter yang didalamnya sudah ada Jonas dan Dimas sedang menuju ke pulau Madura.
“Ada apa bos ?”
“Kenapa hatiku mengatakan bahwa Naina tidak ada disana ?”
__ADS_1
“Maksud bos ?”
“Entahlah, aku sangat gelisah sekarang, aku merasa tidak mampu menjaganya, aku merasa seperti melakukan sesuatu yang salah,”
“Mungkin itu perasaan bos saja, saya tau kalau bos sekarang sangat cemas, nona Naina pasti bisa bertahan, dia tidak akan pernah meninggalkan bos, bos tau sendiri kan dia sangat mencintai Bos ?”
“Aku sangat tau itu Dim,”
“Sebentar lagi helikopter ini akan sampai bos,”
“Siapkan kapal untuk kita dan beberapa anak buah yang menemani kita untuk melakukan pencarian !”
“Semuanya sudah saya siapkan bos,”
“Kerja bagus Dimas.”
__ADS_1
Baling-baling helikopter masih berputar, sebentar lagi mereka akan sampai di tempat pesawat itu jatuh.
Sementara Naina sekarang tengah berada di sebuah helikopter milik keluarga Prakasa, orang yang membawanya akan segera membunuh Naina setelah sampai ditempat yang di minta tuan Adam dan Nyonya Sandra. Naina masih dalam keadaan pingsan seperti tadi. Tadi sebelum Naina di bawa masuk ke helikopter, pria suruhan itu melihat HP Naina berbunyi, dilihat oleh dia nama yang tertera di layar adalah nama Dewi, pria suruhan itu tentu sudah tau siapa Dewi karena dialah yang selama ini menyelidiki semua tentang Jonas dan Naina. Pria itu mematikan HP Naina setelah mengirimi pesan ke Dewi, setelah itu HP Naina langsung ia buang.