Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Permainan Nasib


__ADS_3

"Tuan Dizzo, anda impoten 'kan? Anda tidak memiliki kemampuan untuk menyentuhku," ucap Keisha. Keisha tidak ingin memakai lingerie itu. Dia setuju menjadi simpanan Dizzo hanya agar Dizzo menjalani hidup dengan baik. "Aku bukan wanita murahan, Tuan. Jika Tuan ingin aku, nikahi dulu aku," pinta Keisha.


"Berani sekali kamu? Kamu itu simpananku, wanita rendahan! Dan, dari mana kamu tahu aku impoten? Kamu peramal?" Dizzo melihat Keisha lebih dalam, benar-benar bukan wanita sembarangan, pikir Dizzo.


"Aku bukan peramal, aku datang untuk memperbaiki hidupmu," jawab Keisha dengan percaya diri.


"Apa?" Dizzo semakin tidak mengerti.


"Aku ingin kita semua menjalani hidup sebaik mungkin, mungkin kamu tidak percaya padaku, tetapi ..." Kalimat Keisha menggantung, dia berencana memberitahukan Dizzo mengenai perjalanan waktu yang telah dia lakukan.


"Tuan Dizzo?" Waktu terhenti, Keisha melihat sekelilingnya diam tak bergerak. "Ada apa ini? Tuan Dizzo?" Keisha bingung. Dia keluar dan berlari melihat situasi di sekitar masion. Semua orang ternyata diam tak bergerak. Kupu-kupu bahkan diam saat terbang.


"Apa waktu berhenti?" tanya Keisha pada dirinya sendiri. Tiba-tiba cahaya putih terpancar dari atas langit. Seorang wanita muncul dan terbang turun menghampiri Keisha, dia adalah peri yang memberikan cincin ajaib pada Keisha waktu itu. "Nona, bukankah Anda yang memberikan cincin ajaib itu padaku?" tanya Keisha padanya.


"Bukankah cincin itu hanya bisa mengabulkan satu permintaan? Kamu tidak punya kuasa untuk mengubah hidup seseorang. Jika pun hidup seseorang berubah, itu hanya dampak sedikit dari perubahan hidupmu. Kamu sudah melanggar aturan main langit."


"Apa aku akan kembali lagi ke masa lalu karena telah melanggar peraturan kalian? Tolong Nona, aku tidak ingin kembali ke masa lalu," kata Keisha.


"Karena kamu tulus menyesal, kamu tidak ku kembalikan ke masa lalu, tetapi ku hukum."


"Apapun hukumannya, akan ku terima, asalkan tidak kembali ke masa lalu."


"Hidupmu akan di percepat ke tiga tahun kemudian."


"Apa hidupku akan berubah lagi?"

__ADS_1


"Lihat saja nanti!" Peri itu menjentikkan jarinya, seketika suasana berubah. Lalu peri menghilang begitu saja. Waktu berputar dengan cepat. Waktu yang terhenti kembali berjalan.


"Nona Keisha!" panggil seseorang, Keisha terkejut dan melihat ke arah yang memanggil. "Nona." Yang memanggil ternyata Dizzo.


"Tuan Dizzo?" Ternyata dirinya masih ada di masion milik Dizzo. Tiga tahun telah di percepat. Keisha penasaran, apa saja perubahan hidupnya.


"Nona Keisha, istriku sayang, dari mana saja kamu? Aku mencarimu ke sana kemari, bukankah hari ini kita mengunjungi kedua orangtuamu?" kata Dizzo.


"Istri? Bagaimana mungkin aku menjadi istrinya? Di kehidupan dulu aku menikah di usia 25 tahun, bukan di usia 21 tahun, suamiku juga bukan dia. Aku penasaran, apa yang berubah?" tanya Keisha di dalam hatinya. "Aku istrimu?" tanya Keisha pada Dizzo.


"Sayang, maafkan aku."


"Kenapa dia minta maaf?" batin Keisha.


"Tiga tahun yang lalu, kamu sudah merubah hidupku dengan datang padaku. Aku ingin menghukum mu karena kamu tahu rahasiaku. Kamu tahu aku pria impoten. Tetapi di saat bersamaan kamu telah menyelamatkan hidupku. Aku hampir mati di tembak pria misterius yang menyusup ke masionku di hari yang sama, tetapi kamu melindungi ku dan kamulah yang tertembak," jelas Dizzo.


"Kamu menggetarkan hatiku dengan melakukan hal besar. Sebelumnya tidak ada yang mau melakukannya dengan ikhlas untukku. Mereka hanya ingin uangku dan kekuasaan ku." Dizzo mengenal kebaikan Keisha tiga tahun lalu.


"Itu sebabnya aku jatuh cinta padamu, aku sudah membuang semua simpananku dan menjadikan kamu wanitaku satu-satunya. Aku juga menjadi mualaf meskipun belum bisa meninggalkan dunia hitamku sepenuhnya. Kamu menerimaku dan menikah denganku meskipun tanpa keluargamu di sini, kamu merawatku dengan baik, kamu menjadi istri yang baik, dan kamu tidak pernah protes saat aku tidak bisa menafkahimu secara batin," lanjut Dizzo lagi.


Dizzo menggenggam tangan Keisha. "Hari ini aku memutuskan membawamu bertemu keluargamu, sekaligus mengatakan kalau kamu sekarang istriku, selama tiga tahun ini mereka pasti mengkhawatirkanmu," kata Dizzo lagi.


Dizzo lalu memeluk Keisha dengan hangat, mencium keningnya, mencium pipi kanan dan pipi kirinya, dan berakhir di bibir. Perlakuan hangat Dizzo tiba-tiba membuat Keisha tersentuh. "Apa yang telah terjadi dengan hidupku? Apakah aku atau Tuhan yang telah mengubah cerita hidupku? Kenapa di kehidupan ini dia menjadi suamiku?" pikir Keisha.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Dizzo. Sudah lama sekali tidak ada yang mengatakan cinta pada Keisha dengan tulus. Keisha menitikkan air matanya.

__ADS_1


"Terima kasih karena telah mencintaiku." Keisha membalas pelukan Dizzo.


"Apa Tuhan kasihan padaku hingga dia memberikan aku kebahagiaan, terima kasih Tuhan," ucap syukur Keisha dalam hati.


Hari ini, Dizzo membawa Keisha pulang ke Jakarta seminggu untuk bertemu keluarganya. Sementara di Indonesia tengah terjadi badai prahara. Kaisar seperti kehidupan sebelumnya, dia tega memperkosa Ariella yang masih berusia 16 tahun di Magelang. Dia melakukan itu untuk memiliki Ariella.


Di kamar hotel yang di pesan Kaisar, Ariella menangis keras karena mahkota berharganya di renggut paksa Kaisar. "Aku benci padamu, aku benci padamu, aku benci ...," teriak Ariella pada Kaisar. Kaisar tidak perduli, dia memang egois.


"Mulai sekarang kamu adalah milikku, tidak akan ku biarkan kamu lepas dari genggamanku, setelah ini kita menikah siri di sini, jika kamu menolak, jangan harap bisa kembali ke orangtuamu!" Kaisar begitu kejam.


"Tidak cukup dengan menodaiku, bahkan sekarang kamu ingin aku menikah denganmu? Kamu jahat!" runtuk Ariella.


Ariella yang habis di perkosa berusaha berdiri. Selangkangannya masih sakit terbukti dengan langkahnya yang gontai. "Apa kamu mau keluar dalam keadaan telanjang begitu?" Kaisar juga masih tanpa busana di atas ranjang.


"Buka pintunya!" teriak Ariella, pintu masih terkunci.


"Tidak akan," jawab Kaisar.


"Lebih baik aku mati dari pada menjadi istrimu," kata Ariella dengan tegas.


"Mati? Sebelum kamu mati, akan ku bunuh orangtuamu terlebih dahulu, kamu mau mereka ku bunuh?" ancam Kaisar.


Kaisar sangat tidak berperasaan. Bisa-bisanya dia selalu mengancam Ariella. "Kenapa kamu melakukan ini padaku?" Ariella menangis, tetapi dia tidak mau memohon pada Kaisar.


"Salah sendiri sudah menolak ku," jawab Kaisar dengan santai.

__ADS_1


Kaisar berdiri, dia berjalan perlahan menghampiri Ariella. "Kamu hanya milikku, kamu tidak bisa melawan aku. Di dunia ini, pria kaya yang berkuasa mudah melakukan segalanya. Di tolak, adalah penghinaan bagi mereka. cam 'kan itu!" Suara Kaisar yang berat dan menyeramkan membuat nyali Ariella ciut. Dia hanya bisa diam sambil meneteskan air mata ketakutannya.


Ariella terduduk lemas, "kenapa aku harus bertemu dengan pria kejam ini? Apa salahku?" batin Ariella menangis.


__ADS_2