Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 108


__ADS_3

Merasakan ada yang mendekatinya Naina semakin panik.


"Siapa kamu ? jangan sentuh aku, lebih baik bunuh aku….” Naina menangis memohon.


Laki-laki itu tidak peduli dengan apa yang dikatakan Naina. Laki-laki itu mulai meletakkan tangannya di wajah Naina, perlahan tangannya turun ke leher Naina sehingga membuat Naina merinding.


“Aku mohon jangan sentuh aku tuan, aku sudah bersuami, hanya suamiku yang boleh menyentuhku, masih banyak orang diluaran sana yang masih gadis dan menggairahkan, bukankah tuan sangat membenci suamiku ? masa tuan ingin menyentuh bekasnya, asal tuan tau, suamiku sering menyentuhku, banyak bekas suamiku ditubuhku, tuan tidak akan puas menyentuhku, aku mohon tuan lepaskan aku, aku sangat mencintai suamiku,” Naina masih menghibah pada orang itu.


Laki-laki itu mendekatkan bibirnya ke leher Naina, ia mengecup leher Naina sangat lembut. Naina terdiam, air mata Naina tiba-tiba berhenti mengalir, Naina tidak meronta lagi. Naina menggigit bibirnya sendiri merasakan kecupan dan hisapan dari laki-laki itu di lehernya, bahkan laki-laki itu mulai nakal di dua bukit indah Naina yang masih tertutup baju itu. Naina tidak melawan lagi.


“Sentuhan ini ?” lirih Naina dalam hati.


“Mas Jonas ?” kata Naina spontan membuat laki-laki itu menghentikan ciuman bibirnya di leher Naina. Laki-laki itu tersenyum senang.


“Jadi kamu berhenti meronta karena sudah merasakan sentuhanku ?” kata Jonas tertawa.


“Mas Jonas ?” air mata Naina mulai mengalir lagi.


“Sayang ? tadi kamu berhenti menangis, kok menangis lagi, maafin aku sayang, maafin aku ya sayang !” Jonas memeluk Naina erat menenangkan istrinya, senyuman Jonas masih mengembang di wajahnya.


“Apa orang yang menculikku sudah mas bunuh semua, mereka ingin menjualku mas ke musuh mas, hiks…hiks…aku hampir mati karena aku pikir akan di perkosa oleh bos mereka, hiks…” Naina masih menangis.

__ADS_1


“Udah jangan nangis ya, gak akan ada yang bisa nyentuh kamu selain aku, aku juga gak rela sayang,” Jonas menenangkan Naina kembali.


“Mas sudah membunuh mereka ? lepasin ikatan aku mas…hiks…” Naina masih tersedu-sedu.


“Cup cup cup sayang, udah jangan nangis lagi, sini mas lepas dulu penutup mata kamu !” Jonas melepas penutup mata Naina, lalu tangan dan kaki Naina.


“Maafkan mas sayang, apa tangan dan kakimu sakit habis diseret ?” Jonas menyesal lalu Naina memeluknya.


“Gak sakit mas, sakitnya udah hilang, asalkan gak ada yang menyentuhku selain mas saja udah cukup bagiku,” Naina sudah tidak menangis lagi.


Cup


Jonas mengecup singkat bibir Naina. Jonas tersenyum.


“Aku gak mungkin membunuh mereka sayang,” Jonas kembali tersenyum.


“Maksud mas ?” Naina heran.


“Karena mereka adalah orang-orang ku, hahaha,” Jonas tertawa.


“Mas ngerjain aku, aku hampir gila mas,” Naina mulai kesal.

__ADS_1


“Udah sayang maafin mas ya, sumpah ini bukan ide mas, ini ide Dimas yang nyuruh ngeprank kamu di hari spesial ini,” Jonas mulai merayu istrinya dengan pelukan dan sentuhan agar istrinya tidak marah.


“Aku hampir gila mas, aku pikir akan diperkosa, mas kok mau nerima ide Dimas yang aneh, emang ini hari spesial apa coba ?” Naina mulai melunak.


“Ini ulang tahun kamu ke-20 sayang ” kata-kata Jonas membuat Naina kaget.


“Kok aku lupa mas ?” Naina baru sadar tanggal berapa hari ini.


“Aku menghadiahi kamu sebuah pulau indah “The Love Island” kita sekarang ada di Las Vegas, orang-orang tercinta kita juga ada disini sayang, ini pulau milik Winner Grup yang akan mas hadiahi ke kamu,” jelas Jonas.


“Pulau ini untukku ? semua orang yang kita sayangi ada disini ? tapi aku lihat sepanjang jalan tadi sepi ? lalu orang yang menculikku itu siapa ?” tanya Naina beruntut.


“Hahaha,” Jonas tidak bisa lagi menahan tawanya.


“Mas jawab atau aku…” Sebelum Naina menyelesaikan kata-katanya, Jonas sudah membekap mulut Naina dengan ciuman panasnya, tentu saja Naina tidak bisa menolak, dia selalu dibuat mabuk setiap kali Jonas sentuh sampai lupa atas kekesalannya.


Jonas melepaskan ciumannya.


“Akhirnya diam kan habis mas cium, hahaha,” Jonas kembali tertawa.


Pipi Naina merona.

__ADS_1


"Dengerin ya, mas akan ceritakan semuanya ! " ucap Jonas dengan tawa yang masih sangat senang.


__ADS_2